00:00Jadi seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Diasi Bumpoda Metro bahwa sejak awal menerima laporan kami tim identifikasi
00:13baik dari Pores, Poda dan di bawah asistensi dari Pus Iden Baris Empori melakukan olah TKP
00:25dan yang paling utamanya tentu disana melakukan pencarian barang bukti yang dimana salah satunya yaitu sidikcari
00:35dimana berdasarkan keilmuan menurut Daktioskopi dari beberapa barang bukti yang sudah diamankan oleh rekan kita
00:50kami melakukan pengembangan dan salah satu yang diperoleh mengenai sidikcari
01:01yaitu yang terdapat pada lakban warna kuning merk Daimaru
01:08yang dimana digunakan menutup atau melilit dari saudara ADP
01:15dan kemudian dari lakban yang kita amankan dilakukan penelitian lebih lanjut sesuai dengan kaedah keilmuan
01:27kaedah keilmuan dan juga aturan ketentuan yang ada
01:33kita lakukan treatment yaitu melalui kimia basah, melalui kristal violet
01:40diperoleh sidikcari dimana ada beberapa sidikcari namun yang memang memenuhi syarat
01:51ataupun layak bisa diperiksa atau dibaca
01:54yaitu satu dan kita lakukan pembersahan lebih lanjut
01:59sesuai dengan kaedah karakteristik yang ada
02:02diperoleh dan dibandingkan dengan sidikcari yang dimiliki oleh saudara ADP
02:12sesuai dengan kaedah keilmuan bahwa minima 12 karakteristik
02:18yang diperoleh yang harus ada
02:21bahwa itu bisa dikaren sama
02:24hasil dari pengembangan yang ada di lakban
02:27dengan sidikcari yang kita ambil dari saudara ADP
02:31memenuhi kriteria persaratan 12 titik yang sama
02:37jadi hasil dari tim identifikasi utama terkait pencerahan sidikcari
02:44bahwa di lakban yang diperoleh yaitu sidikcari dari saudara ADP
02:51mungkin untuk yang selanjutnya terkait beberapa bukti yang lain
02:58dan dunia menguatkan kita juga ada penelitian lebih lanjut
03:03setara DNA dari Laboratorium Forensik
03:06itu yang bisa kami sampaikan, terima kasih
03:09baik, terima kasih dari
03:12Pus Iden sudah menyampaikan
03:16selanjutnya kami berikan kesempatan dari Pus Lapor
03:21ini kami harapkan ini bisa memberikan penjelasan
03:27tentang hasil pemeriksaan terhadap DNA maupun psikologi
03:35kami persilakan
03:36Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
03:40terima kasih Bapak Dirkrim Um
03:44Polda Metro Jaya
03:47dan selamat sore rekan-rekan media
03:50kami dari tim Pus Lapor
03:54Baris Krim Polri
03:55sama seperti rekan kita dari Pus Iden
04:00itu dibawa Baris Krim bagian dari Scientific Investigation
04:04di dalam hal ini
04:06tugas pokok kami adalah
04:09melakukan pemeriksaan TKP kriminalistik
04:12dan pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik terhadap Barang Bukti
04:17terhadap pemeriksaan TKP kriminalistik yang kami lakukan
04:24kami tidak menemukan di TKP adanya bercak darah
04:33sperma atau material biologi yang ada di TKP
04:38di kamar korban maupun di luar kamar korban
04:41seperti di kamar mandi dan di ruang tidur
04:44kami tidak menemukan adanya material biologi dari orang lain
04:50terus kami selanjutnya dari barang bukti yang kami ambil dari TKP
04:58kami lanjutkan konfirmasi dengan laboratorium yang ada di kami
05:04termasuk beberapa barang bukti yang kami terima
05:08dari rekan-rekan penyidik Polda Metro Jaya
05:12ada 13 item yang kami periksa
05:16hanya satu yang sangat menarik disini
05:22ada pada
05:24sisa lakban
05:27di
05:28bonggol atau gulungan lakban itu
05:34itu terdapat DNA daripada saudara almahum ADP
05:41demikian
05:44terima kasih Pak Irfan
05:49mohon izin kami perwakilan dari tim subit toksikologi puslafor baris krimpolri
05:54pada kesempatan ini izin menyampaikan hasil toksikologi
05:58pada tanggal 10 Juli 2025
06:01tim subit toksikologi forensik baris krimpolri
06:05telah menerima sejumlah sampel biologis dari
06:08almarhum dari penyidik Polda Metro Jaya yang berisi
06:13organ dan cairan tubuh milik almarhum ADP
06:18sampel biologis tersebut terdiri dari 8 jenis antara lain
06:22otak sebanyak 1 pot
06:25ampedu sebanyak 1 pot
06:27limpa sebanyak 1 pot
06:29hati sebanyak 1 pot
06:30ginjal sebanyak 1 pot
06:33lambung sebanyak 1 pot
06:35darah sebanyak 7 tabung
06:37dan urin sebanyak 1 pot
06:39pemeriksaan di laboratorium subit toksikologi forensik
06:43ini bertujuan untuk mendeteksi senyawa toksin
06:46yang
06:47apa namanya keberadanya
06:50apakah ada di dalam organ dan cairan tubuh tersebut
06:53antara lain
06:54obat-obatan, bahan kimia, pesticida, alkohol, dan lain-lain
07:00metode analisis yang digunakan terhadap sampel biologis
07:04antara lain berupa uji pendahuluan
07:06seperti Conway atau Mikrodifusi
07:08dan Good Site Test
07:10ini bertujuan untuk menguji apakah
07:13pada sampel uji tersebut
07:14terdeteksi senyawa toksin
07:17seperti cyanida, arsenik, alkohol, dan amonia
07:20kemudian setelah dilakukan uji pendahuluan
07:24seluruh sampel dilanjutkan ke tahap pemerisaan
07:28alat-alat instrumen
07:29antara lain
07:30gas kromatografi mass spektrometri atau GCMS
07:34kemudian gas kromatografi flame ionization detector atau GCFID
07:39kemudian liquid kromatografi mass spektrometri atau LCMS
07:44dan ion kromatografi
07:48setelah dilakukan rangkaian pemeriksaan sampel
07:50didapat hasil sebagai berikut
07:52seluruh organ dan cairan tubuh
07:55milik almarhum ADP
07:57tidak terdeteksi senyawa toksin
08:00seperti pesticida, cyanida, arsenik, alkohol, maupun narkoba
08:05kemudian dari pemeriksaan lanjutan
08:08ditemukan hasil sebagai berikut
08:10pada otak ditemukan atau terdeteksi paracetamol
08:14empedu terdeteksi klorfenuramin
08:17limpa terdeteksi klorfenuramin
08:20hati terdeteksi klorfenuramin
08:23ginjal terdeteksi paracetamol dan klorfenuramin
08:26lambung terdeteksi klorfenuramin
08:29darah terdeteksi klorfenuramin
08:32urin terdeteksi paracetamol dan klorfenuramin
08:35Kesimpulannya, pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel organ dan cairan tubuh tidak terdeteksi senyawa toksik umum seperti pesticida, cyanida, arsenik, alkohol maupun narkoba
08:49Namun ditemukan kandungan paracetamol dan klorpeniramin pada berbagai jaringan dan cairan tubuh, almarhum ADP
08:59Menurut studi literatur dari farmakologi, klorpeniramin atau biasa disebut CTM adalah sejenis antihistamin yang dapat meredakan gejala alergi seperti hidung tersumbat dan bersin
09:14serta memiliki efek sedatif ringan seperti mengantuk
09:18Kemudian paracetamol merupakan jenis obat analgesik dan antipiretik yang dapat meredakan nyeri serta menurunkan demam
09:26Kombinasi kedua jenis senyawa tersebut biasa ditemukan pada obat flu dan demam yang umum beredar di pasaran
09:33Kemuan ini menunjukkan adanya konsumsi atau paparan obat sebelum kematian
09:39Selanjutnya, seluruh hasil pemeriksaan telah dituangkan ke dalam produk berita acara pemeriksaan
09:45nomor 4224-KTF-2025 dan telah diserahkan kepada penyidik serta kedokteran forensik untuk analisis lebih lanjut
09:54Demikian penyampaian hasil toksikologi ini saya sampaikan atas perhatiannya di ucapkan terima kasih
10:01Terima kasih dari pus lapor yang mana
Komentar