Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya menyampaikan hasil toksikologi jenazah diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan di Jakarta, pada Selasa (29/7/2025).

Puslabfor Polri, Kompol Irfan Rofiq mengatakan bahwa sebelum kematian Arya Daru ditemukan konsumsi dan paparan obat.

"Temuan ini menunjukkan adanya konsumsi dan paparan obat sebelum kematian," ujar Rofiq.

Baca Juga Terungkap! Penyebab Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru di Kamar Kos, Polisi: Mati Lemas di https://www.kompas.tv/nasional/608561/terungkap-penyebab-kematian-diplomat-kemlu-arya-daru-di-kamar-kos-polisi-mati-lemas

#diplomatkemlu #labfor #poldametrojaya #breakingnews

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/608562/hasil-toksikologi-jenazah-diplomat-kemlu-arya-daru-polisi-adanya-paparan-obat-sebelum-kematian
Transkrip
00:00Jadi seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Diasi Bumpoda Metro bahwa sejak awal menerima laporan kami tim identifikasi
00:13baik dari Pores, Poda dan di bawah asistensi dari Pus Iden Baris Empori melakukan olah TKP
00:25dan yang paling utamanya tentu disana melakukan pencarian barang bukti yang dimana salah satunya yaitu sidikcari
00:35dimana berdasarkan keilmuan menurut Daktioskopi dari beberapa barang bukti yang sudah diamankan oleh rekan kita
00:50kami melakukan pengembangan dan salah satu yang diperoleh mengenai sidikcari
01:01yaitu yang terdapat pada lakban warna kuning merk Daimaru
01:08yang dimana digunakan menutup atau melilit dari saudara ADP
01:15dan kemudian dari lakban yang kita amankan dilakukan penelitian lebih lanjut sesuai dengan kaedah keilmuan
01:27kaedah keilmuan dan juga aturan ketentuan yang ada
01:33kita lakukan treatment yaitu melalui kimia basah, melalui kristal violet
01:40diperoleh sidikcari dimana ada beberapa sidikcari namun yang memang memenuhi syarat
01:51ataupun layak bisa diperiksa atau dibaca
01:54yaitu satu dan kita lakukan pembersahan lebih lanjut
01:59sesuai dengan kaedah karakteristik yang ada
02:02diperoleh dan dibandingkan dengan sidikcari yang dimiliki oleh saudara ADP
02:12sesuai dengan kaedah keilmuan bahwa minima 12 karakteristik
02:18yang diperoleh yang harus ada
02:21bahwa itu bisa dikaren sama
02:24hasil dari pengembangan yang ada di lakban
02:27dengan sidikcari yang kita ambil dari saudara ADP
02:31memenuhi kriteria persaratan 12 titik yang sama
02:37jadi hasil dari tim identifikasi utama terkait pencerahan sidikcari
02:44bahwa di lakban yang diperoleh yaitu sidikcari dari saudara ADP
02:51mungkin untuk yang selanjutnya terkait beberapa bukti yang lain
02:58dan dunia menguatkan kita juga ada penelitian lebih lanjut
03:03setara DNA dari Laboratorium Forensik
03:06itu yang bisa kami sampaikan, terima kasih
03:09baik, terima kasih dari
03:12Pus Iden sudah menyampaikan
03:16selanjutnya kami berikan kesempatan dari Pus Lapor
03:21ini kami harapkan ini bisa memberikan penjelasan
03:27tentang hasil pemeriksaan terhadap DNA maupun psikologi
03:35kami persilakan
03:36Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
03:40terima kasih Bapak Dirkrim Um
03:44Polda Metro Jaya
03:47dan selamat sore rekan-rekan media
03:50kami dari tim Pus Lapor
03:54Baris Krim Polri
03:55sama seperti rekan kita dari Pus Iden
04:00itu dibawa Baris Krim bagian dari Scientific Investigation
04:04di dalam hal ini
04:06tugas pokok kami adalah
04:09melakukan pemeriksaan TKP kriminalistik
04:12dan pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik terhadap Barang Bukti
04:17terhadap pemeriksaan TKP kriminalistik yang kami lakukan
04:24kami tidak menemukan di TKP adanya bercak darah
04:33sperma atau material biologi yang ada di TKP
04:38di kamar korban maupun di luar kamar korban
04:41seperti di kamar mandi dan di ruang tidur
04:44kami tidak menemukan adanya material biologi dari orang lain
04:50terus kami selanjutnya dari barang bukti yang kami ambil dari TKP
04:58kami lanjutkan konfirmasi dengan laboratorium yang ada di kami
05:04termasuk beberapa barang bukti yang kami terima
05:08dari rekan-rekan penyidik Polda Metro Jaya
05:12ada 13 item yang kami periksa
05:16hanya satu yang sangat menarik disini
05:22ada pada
05:24sisa lakban
05:27di
05:28bonggol atau gulungan lakban itu
05:34itu terdapat DNA daripada saudara almahum ADP
05:41demikian
05:44terima kasih Pak Irfan
05:49mohon izin kami perwakilan dari tim subit toksikologi puslafor baris krimpolri
05:54pada kesempatan ini izin menyampaikan hasil toksikologi
05:58pada tanggal 10 Juli 2025
06:01tim subit toksikologi forensik baris krimpolri
06:05telah menerima sejumlah sampel biologis dari
06:08almarhum dari penyidik Polda Metro Jaya yang berisi
06:13organ dan cairan tubuh milik almarhum ADP
06:18sampel biologis tersebut terdiri dari 8 jenis antara lain
06:22otak sebanyak 1 pot
06:25ampedu sebanyak 1 pot
06:27limpa sebanyak 1 pot
06:29hati sebanyak 1 pot
06:30ginjal sebanyak 1 pot
06:33lambung sebanyak 1 pot
06:35darah sebanyak 7 tabung
06:37dan urin sebanyak 1 pot
06:39pemeriksaan di laboratorium subit toksikologi forensik
06:43ini bertujuan untuk mendeteksi senyawa toksin
06:46yang
06:47apa namanya keberadanya
06:50apakah ada di dalam organ dan cairan tubuh tersebut
06:53antara lain
06:54obat-obatan, bahan kimia, pesticida, alkohol, dan lain-lain
07:00metode analisis yang digunakan terhadap sampel biologis
07:04antara lain berupa uji pendahuluan
07:06seperti Conway atau Mikrodifusi
07:08dan Good Site Test
07:10ini bertujuan untuk menguji apakah
07:13pada sampel uji tersebut
07:14terdeteksi senyawa toksin
07:17seperti cyanida, arsenik, alkohol, dan amonia
07:20kemudian setelah dilakukan uji pendahuluan
07:24seluruh sampel dilanjutkan ke tahap pemerisaan
07:28alat-alat instrumen
07:29antara lain
07:30gas kromatografi mass spektrometri atau GCMS
07:34kemudian gas kromatografi flame ionization detector atau GCFID
07:39kemudian liquid kromatografi mass spektrometri atau LCMS
07:44dan ion kromatografi
07:48setelah dilakukan rangkaian pemeriksaan sampel
07:50didapat hasil sebagai berikut
07:52seluruh organ dan cairan tubuh
07:55milik almarhum ADP
07:57tidak terdeteksi senyawa toksin
08:00seperti pesticida, cyanida, arsenik, alkohol, maupun narkoba
08:05kemudian dari pemeriksaan lanjutan
08:08ditemukan hasil sebagai berikut
08:10pada otak ditemukan atau terdeteksi paracetamol
08:14empedu terdeteksi klorfenuramin
08:17limpa terdeteksi klorfenuramin
08:20hati terdeteksi klorfenuramin
08:23ginjal terdeteksi paracetamol dan klorfenuramin
08:26lambung terdeteksi klorfenuramin
08:29darah terdeteksi klorfenuramin
08:32urin terdeteksi paracetamol dan klorfenuramin
08:35Kesimpulannya, pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel organ dan cairan tubuh tidak terdeteksi senyawa toksik umum seperti pesticida, cyanida, arsenik, alkohol maupun narkoba
08:49Namun ditemukan kandungan paracetamol dan klorpeniramin pada berbagai jaringan dan cairan tubuh, almarhum ADP
08:59Menurut studi literatur dari farmakologi, klorpeniramin atau biasa disebut CTM adalah sejenis antihistamin yang dapat meredakan gejala alergi seperti hidung tersumbat dan bersin
09:14serta memiliki efek sedatif ringan seperti mengantuk
09:18Kemudian paracetamol merupakan jenis obat analgesik dan antipiretik yang dapat meredakan nyeri serta menurunkan demam
09:26Kombinasi kedua jenis senyawa tersebut biasa ditemukan pada obat flu dan demam yang umum beredar di pasaran
09:33Kemuan ini menunjukkan adanya konsumsi atau paparan obat sebelum kematian
09:39Selanjutnya, seluruh hasil pemeriksaan telah dituangkan ke dalam produk berita acara pemeriksaan
09:45nomor 4224-KTF-2025 dan telah diserahkan kepada penyidik serta kedokteran forensik untuk analisis lebih lanjut
09:54Demikian penyampaian hasil toksikologi ini saya sampaikan atas perhatiannya di ucapkan terima kasih
10:01Terima kasih dari pus lapor yang mana
Komentar

Dianjurkan