00:00PGI dan Setara Institut Kecam Keras Tindakan Intoleransi di Padang, Minggu Petang, 27 Juli 2025.
00:11Berupa pembubaran paksa, pengrusakan rumah jadi tempat doa Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia, GKSI, Rukun Tetangga 03 Rukun Warga 09.
00:21Rumah doa GKSI Anugrah Padang berada di Padang Sarai, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Provinsi Sumatera Barat.
00:30Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, PGI, menyesalkan dan mengecam keras tindakan intoleransi.
00:36Tindakan sangat menyesakan.
00:39Aksi teror disertai kekerasan dilakukan menghentikan kegiatan pelayanan kerohanian di depan anak-anak.
00:44Tentunya akan menimbulkan trauma berkepanjangan dalam pertumbuhan mereka, tegas Ketua Umum PGI, Pendeta Jaki Manuputi.
00:52Jaki Manuputi, Ketua Umum PGI, menilai, tindakan intoleransi masih mengakar di berbagai sudut negeri.
00:59Sebanyak sembilan pelaku intimidasi dan perusahaan ditangkap, kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Brigadir Jenderal Polisi Solihin.
01:08Penangkapan sembilan pelaku setelah pihak GKSI membuat laporan polisi dan didasarkan oleh tempat kejadian perkara polisi resort Kota Padang.
01:15Indonesia bukanlah milik satu golongan, satu suku, ataupun satu keyakinan.
01:20Rumah besar dibangun didasarkan keberagaman, dijaga oleh persatuan, dan disatukan oleh rasa hormat terhadap perbedaan.
01:28Realitasnya, PGI masih melihat tindakan diskriminatif, ujaran kebencian, dan penolakan terhadap hak-hak dasar sesama warga.
01:35Hanya karena perbedaan keyakinan atau identitas.
01:40Ini bukan hanya menyakitkan, tapi berbahaya.
01:43Perilaku tindakan intoleransi adalah racun yang mengerogoti keutuhan bangsa.
01:47Negara harus hadir menggaransi hak konstitusi warga negara, kelompok identitas merayakan keberagamannya, termasuk menjalankan ibadahnya.
01:56Wali Kota Padang, Fadli Amran, sangat menyesalkan tindakan anarkis, dan minta kepolisian menindak tegas para pelaku anarkis.
02:04Menurut Fadli Amran, tindakan intoleransi karena miskomunikasi kedua belah pihak.
02:09Para pelaku mengaku terusik seperti ada keramaian.
02:12Pemerintah Kota Padang, jadikan tindakan intoleransi GKSI sebagai catatan penting, bahan evaluasi agar tidak terulang lagi di masa mendatang.
02:21Halili Hasan, Direktur Eksekutif Setara Institute, mencermati sejumlah pria melakukan pengrusakan dan intimidasi jemaat GKSI Anugerah Padang.
02:29Beberapa properti rusak berat, kursi-kursi hancur, meja dalam keadaan terbalik, pagar rumah dibongkar, dan kaca-kaca jendela pecah.
02:37Di dalam rumah doa, tanpa sisa-sisa persiapan ibadah yang berserakan di acak-acak penyerang.
02:44Pertama, setara Institut Kecam Keras terjadi pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan, KBB, intoleransi dan kekerasan.
02:52Terutama terhadap kelompok minoritas di Padang, kata Halili Hasan, Selasa, 29 Juli 2025.
03:00Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan nyata-nyata merupakan tindak kriminal yang melanggar hukum dan konstitusi.
03:05Kedua, setara Institut mendesak agar aparatur negara khususnya pemerintah daerah setempat.
03:11Untuk tidak permisif dan mensimplifikasi persoalan intoleransi dan kekerasan tersebut sebagai tindakan yang dipicu kesalahpahaman.
03:19Sebaliknya, pemerintah daerah setempat, khususnya Padang dan umumnya Sumatera Barat.
03:24Untuk mengatasi persoalan intoleransi dan pelanggaraan KBB tersebut dari akar persoalan yang memicu.
03:29Terutama konservatisme keagamaan, rendahnya literasi keagamaan, segregasi sosial, regulasi diskriminatif serta normalisasi intoleransi keagamaan, pada arah struktural dan kultural.
03:42Dalam konteks yang sama, aparat penegak hukum juga mesti segera melakukan proses penegakan hukum.
03:47Atas tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok intoleran.
03:52Penegakan hukum diharapkan akan memberikan efek jera bagi pelaku dan mewujudkan keadilan bagi korban.
03:58Sebaliknya, ketiadaan penegakan hukum merupakan undangan bagi berulanya kejahatan terhadap kelompok minoritas dan kelompok rentan.
04:05Ketiga, setara institut mendesak pemerintah pusat untuk tidak diam saja atas terjadinya intoleransi dan pelanggaran KBB yang kian marak.
04:12Setelah lebih dari enam bulan pemerintahan Prabowo Subianto, kasus-kasus intoleransi semakin marak.
04:18Sejauh ini, menurut Halili Hasan, pemerintah pusat lebih banyak diam.
04:23Presiden, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, dan Kementerian Gelembaga terkait.
04:32Tidak menunjukkan kepedulian dan keberpihakan pada korban.
04:36Menurut Halili Hasan, diamnya pemerintah dapat dibaca oleh kelompok intoleran sebagai angin segar yang mendorong mereka.
04:42Untuk mengekspresikan intoleransi dan konservatisme keagamaan, bahkan dengan penggunaan kekerasan.
04:48Dalam konteks itu, intoleransi akan mengalami penjalaran dan merusak kohesi sosial, modal sosial, serta stabilitas sosial dalam tata kebinekaan Indonesia.
04:57Terima kasih telah menonton!
04:59Terima kasih telah menonton!
05:01Terima kasih telah menonton!
05:31Terima kasih telah menonton!
06:01Terima kasih telah menonton!
06:31Terima kasih telah menonton!
07:01Terima kasih telah menonton!
07:03Terima kasih telah menonton!
07:05Terima kasih telah menonton!
07:07Terima kasih telah menonton!