Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 bulan yang lalu
PADANG, DIO-TV.COM, Selasa, 29 Juli 2025 -Simak Kecam Keras PGI dan SETARA Insitute Tindakan Intoleransi Penyerangan Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia di Padang Sarai, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Padang, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu, 27 Juli 2025. ***
Transkrip
00:00PGI dan Setara Institut Kecam Keras Tindakan Intoleransi di Padang, Minggu Petang, 27 Juli 2025.
00:11Berupa pembubaran paksa, pengrusakan rumah jadi tempat doa Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia, GKSI, Rukun Tetangga 03 Rukun Warga 09.
00:21Rumah doa GKSI Anugrah Padang berada di Padang Sarai, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Provinsi Sumatera Barat.
00:30Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, PGI, menyesalkan dan mengecam keras tindakan intoleransi.
00:36Tindakan sangat menyesakan.
00:39Aksi teror disertai kekerasan dilakukan menghentikan kegiatan pelayanan kerohanian di depan anak-anak.
00:44Tentunya akan menimbulkan trauma berkepanjangan dalam pertumbuhan mereka, tegas Ketua Umum PGI, Pendeta Jaki Manuputi.
00:52Jaki Manuputi, Ketua Umum PGI, menilai, tindakan intoleransi masih mengakar di berbagai sudut negeri.
00:59Sebanyak sembilan pelaku intimidasi dan perusahaan ditangkap, kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Brigadir Jenderal Polisi Solihin.
01:08Penangkapan sembilan pelaku setelah pihak GKSI membuat laporan polisi dan didasarkan oleh tempat kejadian perkara polisi resort Kota Padang.
01:15Indonesia bukanlah milik satu golongan, satu suku, ataupun satu keyakinan.
01:20Rumah besar dibangun didasarkan keberagaman, dijaga oleh persatuan, dan disatukan oleh rasa hormat terhadap perbedaan.
01:28Realitasnya, PGI masih melihat tindakan diskriminatif, ujaran kebencian, dan penolakan terhadap hak-hak dasar sesama warga.
01:35Hanya karena perbedaan keyakinan atau identitas.
01:40Ini bukan hanya menyakitkan, tapi berbahaya.
01:43Perilaku tindakan intoleransi adalah racun yang mengerogoti keutuhan bangsa.
01:47Negara harus hadir menggaransi hak konstitusi warga negara, kelompok identitas merayakan keberagamannya, termasuk menjalankan ibadahnya.
01:56Wali Kota Padang, Fadli Amran, sangat menyesalkan tindakan anarkis, dan minta kepolisian menindak tegas para pelaku anarkis.
02:04Menurut Fadli Amran, tindakan intoleransi karena miskomunikasi kedua belah pihak.
02:09Para pelaku mengaku terusik seperti ada keramaian.
02:12Pemerintah Kota Padang, jadikan tindakan intoleransi GKSI sebagai catatan penting, bahan evaluasi agar tidak terulang lagi di masa mendatang.
02:21Halili Hasan, Direktur Eksekutif Setara Institute, mencermati sejumlah pria melakukan pengrusakan dan intimidasi jemaat GKSI Anugerah Padang.
02:29Beberapa properti rusak berat, kursi-kursi hancur, meja dalam keadaan terbalik, pagar rumah dibongkar, dan kaca-kaca jendela pecah.
02:37Di dalam rumah doa, tanpa sisa-sisa persiapan ibadah yang berserakan di acak-acak penyerang.
02:44Pertama, setara Institut Kecam Keras terjadi pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan, KBB, intoleransi dan kekerasan.
02:52Terutama terhadap kelompok minoritas di Padang, kata Halili Hasan, Selasa, 29 Juli 2025.
03:00Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan nyata-nyata merupakan tindak kriminal yang melanggar hukum dan konstitusi.
03:05Kedua, setara Institut mendesak agar aparatur negara khususnya pemerintah daerah setempat.
03:11Untuk tidak permisif dan mensimplifikasi persoalan intoleransi dan kekerasan tersebut sebagai tindakan yang dipicu kesalahpahaman.
03:19Sebaliknya, pemerintah daerah setempat, khususnya Padang dan umumnya Sumatera Barat.
03:24Untuk mengatasi persoalan intoleransi dan pelanggaraan KBB tersebut dari akar persoalan yang memicu.
03:29Terutama konservatisme keagamaan, rendahnya literasi keagamaan, segregasi sosial, regulasi diskriminatif serta normalisasi intoleransi keagamaan, pada arah struktural dan kultural.
03:42Dalam konteks yang sama, aparat penegak hukum juga mesti segera melakukan proses penegakan hukum.
03:47Atas tindakan kriminal yang dilakukan oleh kelompok intoleran.
03:52Penegakan hukum diharapkan akan memberikan efek jera bagi pelaku dan mewujudkan keadilan bagi korban.
03:58Sebaliknya, ketiadaan penegakan hukum merupakan undangan bagi berulanya kejahatan terhadap kelompok minoritas dan kelompok rentan.
04:05Ketiga, setara institut mendesak pemerintah pusat untuk tidak diam saja atas terjadinya intoleransi dan pelanggaran KBB yang kian marak.
04:12Setelah lebih dari enam bulan pemerintahan Prabowo Subianto, kasus-kasus intoleransi semakin marak.
04:18Sejauh ini, menurut Halili Hasan, pemerintah pusat lebih banyak diam.
04:23Presiden, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, dan Kementerian Gelembaga terkait.
04:32Tidak menunjukkan kepedulian dan keberpihakan pada korban.
04:36Menurut Halili Hasan, diamnya pemerintah dapat dibaca oleh kelompok intoleran sebagai angin segar yang mendorong mereka.
04:42Untuk mengekspresikan intoleransi dan konservatisme keagamaan, bahkan dengan penggunaan kekerasan.
04:48Dalam konteks itu, intoleransi akan mengalami penjalaran dan merusak kohesi sosial, modal sosial, serta stabilitas sosial dalam tata kebinekaan Indonesia.
04:57Terima kasih telah menonton!
04:59Terima kasih telah menonton!
05:01Terima kasih telah menonton!
05:31Terima kasih telah menonton!
06:01Terima kasih telah menonton!
06:31Terima kasih telah menonton!
07:01Terima kasih telah menonton!
07:03Terima kasih telah menonton!
07:05Terima kasih telah menonton!
07:07Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan