00:00Sebagai saksi di Polres Jakarta Selatan, ini karena kasusnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya,
00:07tentunya saya akan menjawab apa yang saya tahu, apa yang saya lihat.
00:15Ya intinya semua kejadian-kejadian mengenai indikasi pidana pencemaran nama baik,
00:23terus penghasutan dan juga fitnah yang terjadi mengenai tudingan ijasa palsu kepada Bapak Insinyur Haji Jokowi Dodo.
00:35Bukti-bukti yang dibawa dari Polres Jakarta Selatan itu dibawa lagi ke Polda Metro Jaya ini?
00:42Saya belum tahu ya, tapi kelihatannya bisa jadi sebagian dibawa atau nanti minta dilengkapi lagi ya.
00:49Kalau apa sekarang bawa alat bukti baru atau cuma untuk menghadiri?
00:53Bukti-bukti yang kemarin di Polres sudah cukup banyaknya, yang diajukan oleh teman-teman dari Peradi Bersatu.
01:01Saya saat ini enggak membawa apa, bawa bukti baru.
01:05Ya kemungkinan nanti kalau diminta lagi atau dilengkapi ya akan kita serahkan.
01:12Pak, jika dari 6 laporan, 4 diantaranya sudah masuk ke penyidikan, tapi belum melengkapi.
01:16Ya, saya pikir sebenarnya isu ijasa palsu
01:22dan juga isu pemaksulan ini sudah game over ya, sudah selesai ya kan.
01:27Tinggal kita lihat drama-drama dan telenovela yang akan terjadi mulai nanti penyidikan,
01:33terus ditetapkan para tersangka, mungkin lebih banyak dari 5 nih ya kan.
01:39Nah itu kewenangan penyidik.
01:40Setelah itu nanti ada terdakwa dan juga narapidananya siapa gitu loh.
01:46Jadi karena apa?
01:47Karena kalau saya sebagai masyarakat juga, ya kan termasuk juga saya orang hukum juga,
01:55yang saya lihat bahwa tuding yang terhadap ijasa palsu ini,
01:59bukti-buktinya dari pihak yang menuding atau pihak yang menggugat ya,
02:05itu nggak ada sama sekali ya.
02:07Sampai hari ini, dari awal sampai hari ini, saya meyakini bukti-bukti itu nol besar.
02:12Kenapa nol besar?
02:14Karena ini kan hanya drama dan narasi yang dimainkan.
02:16Contohnya, yang mereka teliti itu apa?
02:21Selama ini, kita ini sebenarnya lupa bahwa yang diteliti itu bukan ijasa palsu yang original atau ijasa asli.
02:33Tapi yang original juga kan, yang diteliti itu adalah semacam foto atau kopian di sosial media yang di-upload digital.
02:45Dan ini nggak bisa jadi objek penelitian.
02:49Mau pakai peneliti hebat dari manapun, udah nggak bisa.
02:52Sedangkan kita lihat bahwa penelitian yang ada di Bareski, laboratorium forensik itu,
03:00yang diteliti adalah ijasa asli, Pak Jokowi.
03:04Ijasa asli nih, ijasa original.
03:07Oh, ijasa analog.
03:08Yang hasilnya adalah identik dengan ijasa asli, ijasa analog, dan ijasa original tiga teman Pak Jokowi.
03:18Terus yang kedua, dari pembuat ijasa, yaitu yang mengeluarkan ijasa UGM,
03:25sudah satu-satunya nih, yang mengeluarkan hanya UGM,
03:29bukan Roy Suryo, bukan Tifa, bukan Rismon,
03:33mengatakan bahwa itu ijasa asli.
03:37Dan ada lagi, satu lagi, yang membuat kita tambah bingung,
03:42tiba-tiba ijasa ini ada palsunya dua.
03:47Satu dipalsukan sebelum tahun 2005, ketika Pak Jokowi nyalon wali kota Solo.
03:55Itu dituduhkan UGM, yang memalsukan.
04:02Kenapa? Mereka mengeruduk UGM.
04:05Mereka menggugat UGM.
04:09Tiba-tiba muncul lagi Bitor Suryadi,
04:11entah makhluk ini datang dari mana,
04:14yang tidak mempunyai bukti, tidak mempunyai fakta-fakta hukum,
04:18mengatakan bahwa ijasa ini dipalsukan di Pasar Pramuka tahun 2012.
04:24Bukan hanya ijasa, ya kan, termasuk segala macam lah untuk pencalonan gubernur ya.
04:32Jadi, Kak, jadikan kalau umama menurut saya,
04:35harusnya kalau yang mau dipalsukan hanya sekali.
04:38Ya kan, tahun 2005 itu.
04:39Tahun 2012 itu kan untuk pencalonan gubernur tinggal dikopipaste.
04:44Jadi, kembali lagi saya bilang,
04:47isu ijasa palsu ini menurut saya sudah game over.
04:51Termasuk isu pemaksulan.
04:52Ya kan, karena apa?
04:55Isu ijasa palsu ini sudah pernah digugat dua tahun lalu,
04:59hasilnya ditolak oleh pengadilan.
05:01Yaitu gugatan di PN Jakarta Pusat dan PN Surakarta.
05:06Ya kan, bahkan ada yang mengeluarkan menuduh ijasa palsu ini
05:10sudah dipidana, yaitu Bambang Tri dan juga si Gus Nur.
05:15Kemarin, kawan-kawan, bahwa ijasa gugatan dumas di Mabes Polri
05:24itu sudah kandas dengan sendirinya.
05:26Karena satu, nggak punya legal standing,
05:28nggak punya bukti-bukti yang valid.
05:30Terus yang kedua,
05:31gugatan tudingan ijasa palsu yang kemarin di Surakarta, di Solo,
05:38dan juga di Sleman,
05:39itu sudah ditolak atau NO.
05:42Jadi kembali lagi,
05:45isu ijasa palsu ini menurut saya sudah selesai.
05:48Tinggal kita saat ini menikmati
05:50drama-drama, telenovela,
05:52baik itu tangis dan tawa yang dilakukan oleh Roy Suryo, Rismond, dan lain-lain.
05:58Jadi kepada masyarakat Indonesia,
06:00menurut saya ini sudah selesai.
06:01Tinggal ini bagian hiburan saja.
06:03Bagaimana saat ini kita kembali lagi sebagai anak bangsa solid
06:08untuk mendukung pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran
06:11untuk Indonesia maju.
06:13Apalagi kita menjelang ulang tahun yang ke-80 ya.
06:19Hari ini juga akan turut mendesangkap PMJ
06:22untuk segera menetapkan tersangka atau gimana?
06:24Oh nggak, itu kewenangan ya.
06:26Kewenangan PMJ,
06:27kita biarkan Polda Metro Jaya.
06:30Jangan sampai ada yang mengatakan bahwa diintervensi.
06:34Karena menurut saya,
06:36tanpa intervensi atau tanpa dorongan kita,
06:39melihat indikasi pidana-pidana yang terjadi,
06:43fakta-fakta hukumnya,
06:44ini nggak ada yang bisa mengelak ini.
06:47Kalau menurut saya sih,
06:49tidak mendahului Tuhan ya,
06:50ini sudah hampir,
06:52kalau katanya Roy Surya,
06:5511 ribu triliun masuk penjara.
06:57Jadi intinya bahwa tanpa kita mendesak,
07:03biarkan saja Polda Metro Jaya
07:06memprosesnya dengan baik dan benar.
07:10Mari kita masyarakat sama-sama mengamati,
07:13sama-sama mengawasi dengan baik.
07:17Jadi tidak ada yang nanti mengatakan bahwa
07:19ini dikriminalisasi,
07:22atau ini sengaja disetting.
07:24Jadi kita serahkanlah kepada Polda Metro Jaya.
07:29Ada lagi nih, mungkin teman-teman.
07:32Jadi saya mau tambahin ya,
07:34mau tambahkan ya.
Komentar