Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Iran siap hadapi serangan darat militer AS, yang diprediksi akan dilakukan dalam waktu dekat.

Namun Iran mengingatkan AS, jika pilihan mereka melakukan invasi ke darat adalah pilihan yang salah.

Lantas, mampukah militer Iran mempertahankan titik-titik krusial kawasan darat mereka dari serangan AS?

Kita bahas bersama Pakar Strategi PPAU Alumni US Air War College, yang juga mantan penerbang F-5 dan F-16 TNI AU, Marsma Purnawirawan Agung Sasongkojati.

Dan juga ada Guru Besar Hubungan Internasional Saint Petersburg State University, Ibu Connie Rahakundini Bakrie.

Baca Juga Indonesia Kecam Serangan Israel ke Lebanon Selatan, Tuntut Investigasi Transparan PBB! | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/660576/indonesia-kecam-serangan-israel-ke-lebanon-selatan-tuntut-investigasi-transparan-pbb-sapa-malam

#iran #amerika #israel

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/660587/full-analisis-pakar-strategi-ppau-dan-connie-bakrie-soal-kesiapan-militer-iran-lawan-invasi-as
Transkrip
00:00Iran siap hadapi serangan darat militer Amerika Serikat yang diprediksi akan dilakukan dalam waktu dekat.
00:06Namun, Iran mengingatkan Amerika Serikat jika pilihan mereka melakukan invasi ke darat adalah pilihan yang salah.
00:14Lalu mampukah militer Iran mempertahankan titik-titik krusial kawasan darat mereka dari serangan AS?
00:19Kami diskusikan ini bersama dengan para narasumber.
00:21Di Studio Kompas TV sudah bergabung, Pakas Strategi PPAU Alumi US Air World College yang juga mantan penerbang F-5
00:28dan F-16 TNI Angkatan Udara
00:29Mars Mapurna Wirawan Agung Sasongko Jati.
00:32Pak Agung, apa kabar?
00:34Terima kasih sudah hadir di Studio.
00:35Sementara lewat sambungan dalam jaringan sudah bergabung Guru Besar Hubungan Internasional dari St. Petersburg State University, Kony Rahakundini Baki.
00:42Bu Kony, apa kabar Bu?
00:44Halo, kabar baik. Terima kasih.
00:46Terima kasih sudah bergabung bersama kami.
00:48Atas yang kita lihat tadi, Menhan Amerika Serikat, Pak Agung, sudah memberikan arahan kepada pasukan mereka.
00:54Ini menandakan bahwa semata mereka siap untuk menghadapi serangan darat yang kabarnya akan ada rencana juga serangan cepat dalam satu
01:01atau dua hari.
01:01Atau Anda membaca ada hal lain di situ?
01:03Ini namanya eskalasi to deeskalasi.
01:07Deeskalasi menjelang deeskalasi dan pergi.
01:11Tujuan sudah jelas tidak tercapai ya.
01:14Tujuan utamanya yaitu regime change, garda revorsi bubar, balistiknya berhenti, kemudian Ukrainian, dan rakyat berontak itu sudah tidak tercapai.
01:25Akhirnya terpasa Trump harus mengatakan rakyat Amerika, ya kita sudah ada regime change ini.
01:31Dengan kematian lama ada yang baru, kemudian juga menyatakan bahwa ini semua adalah merubah targetnya yang semula adalah target strategis
01:42menjadi target taktikal.
01:43Yaitu berupa list daftar korban, daftar yang harus dibunuh, daftar yang harus dianjurkan, dan tiap hari nambah daftarnya.
01:50Dan jelas bahwa itu sudah tercapai, tetapi kan sudah tercapai secara taktikal, itu namanya taktikal output, tidak sama dengan strategic
01:58outcome.
01:59Tidak tercapai, tapi ya seperti biasa ya bolak-balik-bolak-balik ya dianggap sudah ini.
02:04Namun sekarang yang penting adalah bagaimana keluar dengan tegak, jalan tegak.
02:10Karena kalau pergi begitu saja, tanpa ada sesuatu pukulan atau sesuatu drama yang biasa orang Amerika bikin itu, maka solusinya
02:18mungkin serangan darat.
02:19Namun ada masalah.
02:22Masalah utamanya adalah tidak boleh mengganggu suple minyak.
02:28Tidak boleh mengganggu ekonomi global.
02:30Artinya apa?
02:31Tidak akan ada gangguan terhadap Bandar Abbas, di pintu masuk Hormuz, tidak ada gangguan kepada Pulau Kark.
02:40Soalnya kalau Pulau Kark itu diduduki, meskipun tidak ada, dirusak, juga tidak bisa diperfungsi.
02:46Kenapa?
02:46Karena kan kerannya ada di daratan Iran.
02:49Itu kan Pulau itu cuma untuk menyalurkan bahan bakar.
02:52Sedangkan keran yang utama ada di abadan sana.
02:55Kalau itu ditutup juga mempercuma.
02:56Jadi biarkan saja itu tetap di Iran, tetap Iran mengatur masuknya.
03:01Sekarang kalau butuh serangan darat yang kira-kira akan kemungkinan perlawannya tidak terlalu banyak, korban tidak terlalu banyak,
03:07dan bisa menunjukkan berhasil berduki Iran, dan bisa meningkatkan leverage daya tawar, maka harus mencari sasaran lain.
03:14Dan targetnya menurut Anda yang krusial apa?
03:16Dan bisakah itu berjalan cepat dengan rencana 1-2 hari mereka melakukan serangan itu?
03:20Bisa.
03:21Namanya adalah Cabara.
03:24Suatu kota di sebelah Tenggara daripada Iran, merupakan kota pelabuhan dan kota bandar udara daripada provinsi Sistan, Bolokistan.
03:35Itu provinsi yang berseberangan dengan Pakistan.
03:38Kalau di Pakistan provinsinya Bolokistan, itu gede banget itu.
03:42Dan di sebelahnya namanya Sistan, Bolokistan.
03:44Dari etnis yang sama.
03:45Mereka adalah Sunni, dan mereka adalah merasa terpinggirkan, kurang berkembang, biasa di pojok daripada negara kan.
03:53Kemudian ada masalah dengan pemerintah pusat, karena mereka pertama tidak begitu cocok soal budaya, tidak bisa dipaksakan budaya siah dengan
04:00Sunni.
04:00Tapi soal yang paling penting lagi merasa terpinggirkan, dan ada pembangunan besar-besaran pelabuhan di sana.
04:06Yang membuat tersingkir penduduk setempat, karena harus diusir, biasa diusir untuk tempatnya di pembangunan pelabuhan.
04:13Itu ada masalah.
04:14Dan sudah ada pemberontakan sepat tahun 2022-2023, dan itu sudah menjadikan ancaman.
04:20Kalau Amerika bisa mendaat di sana, maka Amerika bisa merebut pelabuhan.
04:24Marini bisa menduduki pelabuhan yang siap untuk kapal-kapal besar.
04:27Dan 82nd Brigade Combat Unit dari Airborne Division bisa mendaat di pelabuhan udara membuat airhead sama beachhead.
04:38Dan di sana mereka bisa langsung mengamankan 150 km ke utara, timur, barat, sehingga bisa menutup jalur kedatangan daripada orang
04:48-orang revolusi atau artes.
04:50Dan juga apa yang sulit bagi Amerika juga sulit bagi orang Iran.
04:54Karena mereka nggak bisa sembarangan loncat gunung harus lewat jalan, dan jalan itu sekarang ganti ditutup oleh orang Amerika yang
05:00mendaat di sana,
05:01sehingga berbalik menjadi atrisi kepada orang Iran.
05:05Nah, Bu Koni, kalau menurut Anda, dalam rencana strategi untuk serangan cepat 1-2 hari oleh AS ini, mungkin atau
05:13nggak tuh?
05:15Gini, kalau kita ngomong mungkin atau tidak mungkin, sangat mungkin ya.
05:19Tapi kita mesti lihat, perang ini bukan soal menang militer mutlak.
05:22Kita mesti ingat bahwa ini tuh adalah siapa yang lebih tahan biaya dan tahan waktu.
05:28Kita mesti ingat itu.
05:28Jadi, walaupun banyak kelebihan yang ada di Amerika, kita mesti ingat bahwa ini perang bukan soal kemenangan militer semata.
05:35Nah, kalau mau dilihat dari kekuatan Amerika, sudah jelas lah dengan pidato Trump bahwa dia akan habis-habisan.
05:40Terutama target perangkat listrik, ya kan, validitas-fasilitas-fasilitas minyak Iran.
05:44Saya mungkin harus bilang bahwa dia secara konvensional, dia mutlak unggulnya.
05:49Tapi Iran ini bukan punya ketahanan mental atau resilience yang juga tidak mudah dipatahkan.
05:56Kemudian drone murah dia juga yang mobile bisa dibuat, pabrikannya itu sangat mobile.
06:01Belum lagi proksi dukungan dari Rusia, China, dan negara-negara lain yang tidak terlihat tapi sebenarnya ada.
06:08Tapi kalau kita lihat memang pasti secara data di konvensional pasti menang.
06:13USS Abraham kondisi di sana, Gerald Ford sudah di sana, 16 kapal perang sudah di teluk, gitu kan.
06:18Bagi aku sudah.
06:19Aku, kita lihat, selangkan presisi itu 9.000 target sudah dihantam lah.
06:23Angkatan laut, kalau saya boleh bilang, mungkin berlebihan, tapi 90 persen mungkin kekuatan angkatan laut.
06:30Apa, 140-an kapal angkatan laut Iran itu sudah habis ya.
06:34Nah, bagaimana rudal balistik juga, 90 persen itu mungkin sudah akan turun gitu.
06:39Nah, jadi ada kekuatan superiority yang tidak bisa dibantah kalau dari, apa-apa dari itu.
06:45Cuman, kita harus lihat ada aliansi.
06:47Nah, hasil aliansi-aliansi ini juga memperkuat sebenarnya ke posisi Amerika, tapi ini juga akan membuat.
06:52Kita harus bahas kenapa, karena basis militer di Qatar, di UA, di Saudi misalnya kan, atau Camp Arif.
06:59Jadi itu, itu bagaimanapun nantinya nih, kalaupun terjadi apa-apa, ini akan menjadi area yang akan pasti ditarget oleh Iran.
07:05Bagaimanapun Irak akan mencatat siapa telah men-support serangan-serangan kepada Iran gitu loh.
07:10Nah, bagaimana juga misalnya kita mesti lihat apakah Israel sendiri sudah memaksimalkan apa yang dilakukan.
07:19Dan mesti lihat juga bagaimana negara tuluk itu menggunakan pangkalan airspace, UAE, dan Saudi itu sudah sukses sangat.
07:27Semua dukungan ini, ini tuh akan membuat sebenarnya, dicatat betul oleh Iran.
07:32Termasuk bagaimana, apa, kita mesti lihat dukungan Hezbollah, Cina, dan Rusia ini gak akan main-main.
07:38Sekali lagi ya, walaupun tidak dinyatakan resmi gitu.
07:41Tapi contoh, 4 jam lalu Presiden Putin baru bicara di sini.
07:43Beliau bilang bahwa ini kalau terus teruk, apa, selat hormus itu menjadi masalah, Rusia itu akan memberikan jalan keluar.
07:50Nah, ini kan juga sesuatu tanda yang gak main-main.
07:54Baru 4 jam lalu ini, baru berhasil saya Presiden Putin bicara.
07:56Karena tersebut ini sedang ada kongres tentang logistik internasional.
08:01Nah, jadi mungkin salah satu yang dibahas, kebetulan saya gak bisa hadir, tapi saya dengar pendidikan Presiden tadi.
08:06Dia bilang bahwa ternyata, selat hormus itu selalu menjadi sasaran.
08:09Selalu, gitu kan.
08:11Selat pertimbangkan ulat.
08:12Sehingga akhirnya Rusia sudah memikirkan jalan keluar apa, supaya dunia itu tidak terlalu mati,
08:17atau stagnan jika telah terjadi sesuatu.
08:21Jadi kita mesti lihat, kaya lagi banyak kemungkinan, termasuk tadi proksi-proksi yang mesti kita pertimbangkan.
08:26Apakah kemudian jalan keluar itu maksud dari Rusia adalah ikut terlibat tidak lagi di belakang layar,
08:31tapi ikut di depan panggung yang ikut terlibat dalam perang ini?
08:33Kita akan bahas itu nanti, Bu, di segmen berikutnya.
08:35Tetap bersama kami, Saudara, di Kompas Petang.
08:48Saya lanjutkan ke Pak Agung dulu sambil kami perbaiki komunikasi kami dengan Ibu Kony Rahakundini Bakri.
08:52Soal pertanyaan saya tadi kepada Bu Kony,
08:55kalau kemudian Bu Kony sudah bilang bahwa Rusia akan coba cari jalan keluar,
08:58memungkinkannya itu apakah Rusia juga selama ini yang penilaiannya di belakang layar akan ikut turun,
09:04kalau kemudian serangan-serangan yang dilakukan AS, serangan darat itu akan berpengaruh cukup luas nantinya?
09:11Rusia tidak akan turun jika tidak ada hal yang eksistensial kepada hancurnya Iran atau rezim.
09:17Dan tidak ada hal.
09:19Kalau cuma serangan darat yang jelas tidak akan dilanjutkan invasi,
09:22hanya serangan merebut suatu tumpuan, kemudian untuk sebagai daya tawar,
09:26untuk apa, Amerika nggak perlu turun, eh apa, Rusia nggak perlu turun.
09:30Karena itu tidak membuat nasibnya kan nggak mungkin mendarat di Teheran gitu kan,
09:34artinya Rusia cukup melanjutkan bantuan yang selama ini yaitu berupa bantuan perang elektronika
09:40dan bantuan satelit, ini data satelit.
09:42Iran itu sekarang bisa melihat 24 jam, 7 hari dalam seminggu,
09:47jadi full time itu apa yang digerakkan oleh semua Amerika dan semua yang bergerak
09:52ataupun ada di permukaan di Timur Tengah itu semua bisa dilihat oleh pusat komando Iran itu real time.
10:01Itu yang penting.
10:02Tapi sekarang kan masalahnya itu adalah yang ngatur itu bukan masalah kalah menang,
10:09tapi sekarang Amerika itu masalahnya dia adalah ini, US Treasury Yield,
10:13atau suku bunga obligasinya itu yang membuat Amerika itu memutuskan bisa menyerang, nggak menyerang.
10:18Makanya oleh karena itu, kenapa kemarin di-stop untuk menyerang infrastruktur energi,
10:22dan segala macam, bukan karena seneng sama Iran, kasihan sama Iran, Amerika baik hati, tidak.
10:28Karena itu punya efek langsung pada ekonomi Amerika.
10:31Itu yang membuat sekarang melanjutkan, tidak melanjutkan, menyerangnya.
10:35Jadi serangan ini terpaksa tidak dilanjutkan ke serangan ke instruktur energi,
10:39seperti kilang minyak, Kark Island, kemudian Bandar Abbas.
10:42Tapi kalau serangan ke target lain yang tidak ada kaitan itu, itu nggak masalah.
10:46Jadi makanya sekarang keputusannya adalah serangan tidak akan kepada yang terkait dengan minyak atau finansial.
10:52Oke, Bu Koni suara tifal masih terdengar ya Bu?
10:55Ya, masih-masih.
10:56Oke, soal pertanyaan saya tadi, apakah kemungkinan Rusia untuk terlibat turun tangan depan layar dalam perang ini memungkinkan atau tidak?
11:02Jalan keluar yang Anda sebut itu?
11:05Begini, kalau dibilang untuk ikut langsung, saya rasa Presiden Putin dan juga Presiden Xi Jinping sangat berhati-hati ya,
11:10karena ini kan bukan, mereka juga nggak mau masuk terlalu jauh gitu.
11:14Tapi bahwa bagaimanapun juga sudah sangat didukung, kita sudah tahu betul lah,
11:18nggak mungkin tanpa dukungan teknologi dan dukungan intelijen dari Rusia dan China, Iran bertahan sepertinya lama.
11:26Tapi kalau kembali kepada kekuatan Irannya, kita tuh mesti lihat juga bahwa Iran ini sekarang pinter,
11:30dia tuh dengan menggunakan axis of resistance, ini akan membawa sebenarnya strategik asimetrik,
11:36ini akan Iran tuh akan, warfarinya akan kemana-mana.
11:38Dan kita mesti lihat juga bagaimana kelemahan musuh yang dilihat oleh Iran adalah terlalu superior gitu.
11:46Justru dari situlah dia masuk dalam konsep imposition.
11:51Nah, ini kita mesti lihat juga bagaimana strategik yang kita, ini kan gini loh, pembelajarannya tuh harus ada.
11:57Buat kita apa ya?
11:57Saya sangat tertarik kepada Iran itu karena menurut saya doktrin dia mosaic defense atau layout asymmetric escalation-nya dia,
12:03itu sangat-sangat canggih karena dia menggunakan escalation vertical dan juga horizontal yang sangat keren gitu.
12:09Misalnya saja kita mesti lihat kan bagaimana axis of resistance yang dia gunakan dengan komponen aktif Hisbullah,
12:15bagaimanapun Hisbullah itu perannya sangat besar.
12:18Terus kemudian hotis Yaman ya, walaupun dia belum full aktif kalau setahu saya,
12:22tapi sudah ada ancam serang ke Laut Merah misalnya, dan itu akan mempengaruhi potensi serangan lainnya.
12:29Kemudian kita lihat juga bagaimana Kataib dan PMF ya, milisi Irak.
12:33Itu sudah mulai mengancam basis-basis Amerika di Irak dan Suria,
12:37dan bagaimana juga serangan sporadis dan drone sudah dilakukan.
12:41Tambah lagi Hamas, Hamas dan PIG di Gaza.
12:43Jadi ini efek, ini adalah Iran mungkin tidak serang langsung atau tidak perlu juga serang langsung terus-terusan,
12:50tapi dia punya the dark possible deniability,
12:53bagaimana proksi-proksinya itu dibuat untuk serangan-serangan yang menahan decapitation of strike
13:00atau pemenggalan kepemimpinan.
13:02Jadi parah untuk Iran itu kejadian ini kemarin, sehingga dia betul-betul mengedepankan ini.
13:08Nah kemudian jangan juga, mesti yang kita juga jangan lupa,
13:11kita kan cuma bilang bahwa, oke Iran itu keren banget karena punya drone suam.
13:15Tapi yang lebih gila lagi, dia itu pabriknya itu mobile,
13:18jadi ribuan unit itu bisa betul-betul dibuat secara serentak,
13:21dan sehingga serangan terus bergerombol bisa dilakukan.
13:24Jadi menarik beberapa hal lagi ya, tiga hal juga saya perhatikan.
13:28Misalnya rudal balistiknya.
13:29Kalau kita lihat, misalnya dia sudah produksi sangat terbatas,
13:32tapi dengan taktik kombinasi dia dengan drone agar overload sistem pertahanan
13:36atau satu resident attack-nya itu jadi bisa kuat.
13:39Karena rudal itu dikeluarkan hanya sesekali untuk serangan presisi.
13:43Nah yang paling gila, dia menggunakan ini yang paling keren.
13:46Ada yang komentar juga soal salah satu menteri kita,
13:49tapi saya nggak mau membenarkan.
13:50Tapi yang paling menarik adalah bagaimana dia menggunakan hormus
13:53sebagai senjata geografi.
13:55Ini sangat menarik, karena disitulah dia bisa membuat daya tantik.
13:58Misalnya ranjol laut, rudal antikapal Pak Pantai,
14:02bangker di Pulau Abu Musa dan Bandar Abbas misalnya.
14:04Kemudian juga swamboard.
14:06Jadi bukan cuma swamboard, tapi juga bukan swamboard.
14:08Jadi dari Iran ini kita mesti lihat,
14:10dia sangat keren permainannya, pertahanannya, resiliensinya,
14:15terutama domain-domain cybernya, elektronik, dan psychological warfare-nya.
14:19Jadi juga jangan lupa kemampuan jamming radar dia juga efektif.
14:23Sederhananya Bu, kalau melihat semangat dari Amerika Serikat ini
14:26yang berencana dalam kurun 2-3 minggu ke depan akan mengakhiri,
14:30akan cabut dalam tanda kutip dari Iran itu,
14:32Iran akan terima-terima aja setelah sekian 1 bulan lebih penyerangan dilakukan ini,
14:37atau bagaimana Anda membaca itu Bu?
14:39Nggak mungkin, kalimat terima-terima itu nggak mungkin.
14:41Kita lihatlah statement dari jurubicara Iran,
14:44masih leto tapi pemberani begitu kan.
14:46Nggak, nggak.
14:46Jadi Iran itu sudah, sekarang menurut saya,
14:49perpecahan yang diniatkan oleh negara Barat sebelumnya,
14:52sebenarnya menurut saya,
14:53ini harapannya pertahanan itu nggak ada.
14:54Tadinya mereka berharap,
14:56pemimpin diganti dengan Reza Pahlavi masuk lagi ke Iran,
14:59selesai gitu, seperti dulu Komeni masuk kan.
15:00Tetapi tidak, tidak semudah itu ternyata.
15:03Akhirnya terjebaklah ke perang ini.
15:05Tapi Iran sudah siap,
15:06seperti kita lihatlah statement-statement dia,
15:08apakah itu memang untuk syawar atau tidak.
15:10Tapi dia bilang,
15:11kami sudah menunggu ini 45 tahun,
15:13kami sudah menunggu, silahkan datang,
15:14kami sudah menunggu.
15:15Mau angkatan daratnya, angkatan lautnya,
15:16angkatan udaranya, ngomongnya yang sama.
15:18Anak-anak mudanya.
15:19Jadi, itu membuat semangat di rakyat Iran juga semakin terbangkit.
15:22Jadi menurut saya tadi,
15:23kembali, kalau saya ditanya soal ini perang atau menang,
15:25mutlak militer Amerika mungkin secara konvensional,
15:28tapi jangan salah, secara non-militernya,
15:31Iran akan lebih unggul, terutama tadi.
15:32Dia bisa membuat axis of resistance yang sangat kuat.
15:35Oke, Pak Agung, posisi Iran setara atau tidak,
15:37kalau kemudian itu satu dua hari serangan cepat,
15:40itu akan terjadi nanti?
15:42Apapun yang terjadi di bawah,
15:43tidak mengerubah posisi Iran berada di atas angin.
15:46Sudah gitu saja.
15:47Mau nyerang apapun,
15:48itu hanya untuk konsumsi publik Amerika,
15:51yang menginginkan tidak posisi tiba-tiba berhenti pergi gitu saja,
15:55tapi ada sesuatu yang bisa ditampilkan,
15:57tetapi juga tentu jenderal Amerika
15:59nggak akan mau mengorbankan diri,
16:02anak buahnya di Karp dan Pemindan Abbas,
16:05dan terus juga tidak mau mengganggu flow supply minyak.
16:08Tahu nggak, kan berapa hari lalu itu,
16:11sanksi Iran kepada Iran itu dibuka,
16:13sanksi Rusia dibuka,
16:14sehingga sekarang Rusia bebas menjual minyak gas kemanapun,
16:19Iran bebas menjual minyak seberapa banyak pun,
16:21dengan harga berapa pun kemanapun.
16:23Tidak diganggu, tidak dihalangi.
16:24Kenapa? Karena dunia mengkekurangkan minyak,
16:26sehingga gimana caranya biar harga minyak turun.
16:28Kalau minyak turun,
16:29maka suku bunga,
16:30US Treasury Yield itu,
16:32akan bisa tidak naik,
16:34tidak melewati angka sakti 4,5 persen.
16:37Ujung-ujungnya kembali lagi.
16:38Kalau begitu lewat 4,5 persen,
16:39maka setiap 0,1 persen itu sudah ratusan miliar dolar itu.
16:43Bayangkan Amerika,
16:44yang rakyatnya,
16:46tidak sanggup bayar bunga cicilan rumah,
16:49hipotek rumah,
16:49tidak sanggup bayar kredit card.
16:51Mereka kan ngutang semua itu,
16:52kredit card semua itu.
16:53Akibatnya apa?
16:54Nanti banyak orang homeless itu,
16:56nanti dikaitkan dengan pemilihnya,
16:58dikaitkan dengan demo kemarin,
17:008 juta orang itu demonya itu bukan karena simpati,
17:02tidak senang perang saja,
17:03itu karena mereka hidupnya anda nurun.
17:05Tapi yang jelas sekarang adalah,
17:07saya tidak bisa menilai dengan sudut pandang itu.
17:09Yang jelas,
17:10seperti saya sering bilang,
17:11instrumen kekuatan nasional Amerika sebelum perang,
17:13diplomasi-informasi militer ekonomi,
17:16unggul,
17:16menang,
17:17jauh,
17:17Iran itu tidak ada apa-apanya.
17:18Tapi sekarang salah satu bulan,
17:20diplomasi,
17:21siapa yang terseok-seok diplomasinya?
17:23Siapa yang lebih kuat nawar-nawarnya?
17:26Informasional,
17:27siapa yang secara informasi memegang di atas angin,
17:30yang tidak kelihatan begging,
17:32yang kelihatan tetap powerful,
17:33dan kelihatan bisa membalas dengan tenang,
17:34yang sekarang ngirim rudal ke Tel Aviv,
17:37hampir tidak ada yang nahan,
17:38yang mengirim rudal ke Kuwait,
17:40tidak ada yang nahan,
17:41karena hampir sudah habis semua.
17:42Secara militer,
17:43memang Iran hancur semua yang di permukaan,
17:46tapi kemampuan balasnya hampir tidak.
17:49Dia punya missile dominance,
17:51punya keunggulan missile yang sekarang malah tidak bisa dihalangi,
17:54atau mungkin sedikit yang bisa menghali persentase masuknya lebih besar.
17:57Dia bisa memilih tetap tempat dimanapun,
17:59presisi seperti sangat presisi,
18:01titik-titik mana yang dihancurkan.
18:03Markas Mossad di Haifa hancur sekarang.
18:05Kemudian hari ini,
18:07ada 10 paket serangan ke seluruh tempat,
18:09di Israel dan di Kuwait.
18:12Kemudian yang terakhir ada E, ekonomi.
18:16Ekonomi ini,
18:17saya belum belajarin,
18:19itu betul-betul Iran itu adalah jenius.
18:21Semua ahli ekonomi Iran,
18:23itu adalah tim lulusan Harvard dan Stanford.
18:27Mereka yang sudah mendesain target mana yang bisa diajar,
18:30target mana yang tidak.
18:31Dan mereka tahu bersis,
18:32bahwa mereka tidak akan menyerang,
18:34apa namanya,
18:36pusat fasilitas segala macam,
18:38yang akan membuat harga minyak naik,
18:41dan itu akan membuat ini.
18:42Mereka tidak tahu persis dari hitungannya.
18:44Dan yang paling penting adalah,
18:45mereka memainkan sekarang perang dalam yield war.
18:49Berani macam-macam,
18:50tinggal ditutup ininya,
18:52langsung yield naik,
18:53yield naik,
18:54Amerika akan ambruk.
18:55Jadi sekarang malah yang justru memegang,
18:57di atas angin,
18:58upper hand istilahnya,
19:00saya nggak tahu,
19:00upper hand kok terjemahnya di atas angin ya.
19:02Tapi di atas angin itu ada Iran.
19:03Dia yang menentukan,
19:04kapan perang ini lanjut.
19:05Dan Iran pengen perang lanjut.
19:07Sekarang dia bisa jual sehari 2 juta,
19:093 juta,
19:094, 5, 7 juta barel.
19:11Dengan apa?
19:12Dengan harga 110 dolar.
19:14Bayangkan.
19:14Itu gimana,
19:16dan sekarang apa yang diinginkan?
19:18Ya,
19:19dia,
19:19kalaupun Amerika pergi gitu saja,
19:21nggak mau ganti,
19:21nggak masalah.
19:22Nanti Iran dengan kota SD,
19:24dia akan menjalin hubungan
19:25dengan negara teluk,
19:26ayo sepakat,
19:26kalau mau lewat,
19:27diubungin lah.
19:27Ya,
19:28mereka mau nggak mau,
19:29harus ikut.
19:29karena dunia yang sudah dilanggar
19:33rule-based order-nya,
19:35yang Amerika sepakat membuat rule-based order
19:37setelah perang dunia kedua,
19:38itu sudah dihancurkan Amerika sendiri lagi.
19:40Oke.
19:40Menyalurkan serangan,
19:41melanggar hukum internasional,
19:44unjust war,
19:45ya,
19:45itu nggak benar.
19:46Nah,
19:46sekarang Iran juga punya hal yang sama
19:47untuk melakukan tersebut,
19:49dan dia tidak sendiri,
19:50dia didukung oleh BRICS.
19:51Belakangnya ada Rusia,
19:52Cina,
19:53India,
19:53dan semuanya,
19:54yang membuat dia bisa
19:56menjual atau berdagang
19:58dengan tidak menggunakan petrodolar.
20:00Oke.
20:01Iran berada di atas angin.
20:02Oke.
20:03Terakhir, Bu.
20:03Sehingga kalau melihat kondisinya sekarang,
20:05tampaknya Iran akan agresif nanti
20:07kalau beneran serangan cepat itu bakal terjadi?
20:11Ya,
20:11gimana nggak agresif?
20:12Soalnya kan Trump bilang,
20:13tujuannya itu finish the job
20:14dan bring back Iran to the stone age.
20:17Itu kata-kata itu sangat kasar dari Trump,
20:20meskipun akhirnya Demokrat juga mengkritik,
20:22ya nanti gimana sih rencana pasca perangnya,
20:24gimana,
20:24biaya rekonstruksi gimana,
20:25risiko eskalasi global,
20:27yang paling tidak di-underline oleh Partai Demokrat,
20:30reaksi eskalasi global.
20:31Karena begini loh,
20:32kita boleh ngomongin tentang perang itu ya,
20:33tapi coba kita ingin satu negara
20:34yang menurut saya sekarang terdapat besar,
20:36Dubai.
20:36Dubai itu sekarang,
20:37jemputan mati,
20:38ya kan?
20:39Pariwisatanya ambruk,
20:40ribuan ekspatriat,
20:40dan jutawan-jutawan bisnis itu semua
20:42juga langsung kabur,
20:43kita lihat lah,
20:44bagaimana semua buah mewah
20:45ditinggal di jalan gitu kan?
20:46Dan bagaimana Dubai sebagai safe haven
20:48atau pusat bisnis mewah itu
20:51akhirnya menjadi rusak berat
20:52secara psikologi,
20:54Dubai will be dead gitu loh.
20:55Nah, belum lagi perusahaan fisik
20:57tentang apa ini satu perusahaan fisik ya,
20:59belum tentang psychological efeknya,
21:02bagaimana damage-nya sangat besar
21:03terhadap perusahaan dan apapun itu ya.
21:06Jadi yang saya mau saya bilang adalah,
21:08orang yang tidak berperang langsung
21:10tapi terdampak jadinya,
21:11ini akan memukul juga
21:13dan akan menyerang balik ke Amerika Serikat,
21:14pasti.
21:15Karena bagaimana coba negara yang baik-baik aja,
21:17hanya karena membantu serangan
21:19dalam menggunakan makanan negara yang dipakai,
21:21menjadi korban dari sini lah,
21:22sebenarnya kemintaran Iran,
21:23dia buat supaya konsentrasi ini terpecah.
21:26Dan saya rasa Iran akan mencapai itu.
21:28Dia akan membuat banyak negara akhirnya marah
21:30terhadap Amerika Serikat.
21:32Contoh tadi disampaikan,
21:338 juta sudah knocking, sudah terjadi.
21:35Ini menjadi pelajaran berharga juga buat Indonesia,
21:36jangan sampai ada gerakan knocking.
21:38Karena inilah,
21:39kita pemimpin itu mesti ingat,
21:40dia harus berhenti di mana.
21:41Dan saya rasa,
21:42teramiah di dalam tempat pidatoi tadi malam,
21:44sudah mengingatkan dia sebenarnya
21:46sudah di titik lelah.
21:47Cuma nggak boleh ngomong lelah lah,
21:48sebagai kepala negara.
21:49Dia cuma akan gila-gilaan gitu.
21:51Oke, singkat saja Pak Agong.
21:53Sehingga kalau kemudian akhirnya,
21:55dalam kurun 2-3 pekan,
21:57ada niat AS untuk keluar dari sana,
21:59akankah segampang itu,
22:00dan masalah Selat Hormuz dan lain-lain,
22:01ujung-ujungnya pekat perundingan?
22:02Mungkin nggak tuh?
22:03Yang diperlukan eksistrategi.
22:04Drama ataupun sandiwara,
22:07menyerang di provinsi,
22:09yang di luar Selat Hormuz ini,
22:11Cabahar ini di luar Selat Hormuz.
22:12Di situ nggak ada masalah,
22:13dia langsung telaut Oman,
22:16langsung menyerang,
22:17langsung di situ,
22:17ngerebut,
22:18melakukan ini ada drama lah,
22:20ada masuk berita lah,
22:21segala macam,
22:21habis itu cabut dari situ bisa,
22:22karena dari situ bisa take off C17,
22:25mungkin di bawah layar,
22:26mungkin Iran juga,
22:27kita tahu kan biasa di bawah layar kan,
22:29udah nanti kita,
22:29udah kamu serbu sana,
22:30nanti kita,
22:31ini kamu duduk di sana,
22:32kamu pergi,
22:33kan Iran juga mungkin mau bantu,
22:34biar kamu nggak terlalu malu kan,
22:36yang penting bayar kan,
22:37ini di belakang layar ini,
22:38semua ini adalah masalah,
22:40kayaknya mereka temen semua deh,
22:41di belakang itu,
22:42para anugerah,
22:43karena mereka kelihatannya,
22:44yang nggak kita lihat,
22:45adalah,
22:47ini ekonomi,
22:48ujung-ujungnya ekonomi.
22:49Oke,
22:49Pak Agung,
22:50terima kasih sudah datang ke studio,
22:51Bu Kony,
22:52terima kasih sudah bergabung lewat sambungan dalam Caringan,
22:54sehat selalu semuanya.
22:55terima kasih sudah menonton,
Komentar

Dianjurkan