Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Penampungan hewan Pejaten Shelter di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tengah menjadi sorotan publik.

Keberadaan shelter ini diprotes warga sekitar karena dinilai mengganggu lingkungan permukiman. Nasib ratusan hewan yang selama ini dirawat di shelter pun kini bergantung pada kebijakan pemerintah daerah.

Untuk menggali lebih dalam persoalan shelter hewan di tengah permukiman warga, simak dialog bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok.

#shelterhewan #hewan #jakarta

Baca Juga Wartawan Istana Blak-blakan Ungkap Hasil Rapat Terbatas Presiden Prabowo| Istana & Presiden di https://www.kompas.tv/talkshow/602881/wartawan-istana-blak-blakan-ungkap-hasil-rapat-terbatas-presiden-prabowo-istana-presiden

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/602891/full-pejaten-shelter-jakarta-diprotes-warga-bagaimana-nasib-ratusan-hewan-sapa-pagi
Transkrip
00:00Lebih lepas tuh.
00:02Warga Pejatan Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan heboh
00:06karena seekor babi hutan lepas dari selter hewan yang berada di permukiman tersebut.
00:12Ini bukan yang kali pertama terjadi.
00:14Sebelumnya pernah ada monyet dan anjing yang juga lepas dari selter.
00:19Warga pun protes, tapi tidak hanya terkait hewan yang lepas.
00:23Ketua RT 02 RW 08 Pejatan Barat bilang
00:26warga tidak nyaman dengan aktivitas selter yang banyak menampung hewan hingga membuat aroma tak sedap.
00:32Selain itu, pembuangan limbah selter juga menjadi persoalan.
00:37Bukan masalah babi yang lepas belakangan ini mas, tapi ini kita permasalahnya selter ini.
00:43Selter ini keberadaannya sangat meresahkan karena apa?
00:47Karena ya seperti kemarin kita lihat babi-babi itu lepas.
00:50Tapi balik lagi bukan hanya babi saja, ada binatang seperti monyet dan anjing.
00:57Sampai saat ini belum ada progres, mau sampai mana ini.
01:02Solusinya tidak ada yang lain yaitu dipindahkan selter ini karena sangat mengganggu keberadaan masyarakat
01:09karena berdampingan sekali, sangat dekat sekali adanya selter tersebut dengan pemukiman warga.
01:15Pemilik tidak mempermasalahkan jika pejatan selter ditutup.
01:21Namun, dia menunggu tanggung jawab Pemprov Jakarta atas nasib hewan yang ada di sana.
01:27Ini kan nyebar-nyebar kemana-mana, ini kan HPR sebetulnya.
01:31Berarti harusnya ini menjadi tanggung jawab dari...
01:34Kita tanggung jawab bersama-sama saja.
01:36Sebenarnya tidak apa-apa kalau ada lahan yang diperuntukkan mereka di DKI,
01:41biarlah bangunan ke atas dan pemeliharaan dan membangun ke atasnya dan perawatan di dalamnya,
01:48saya juga berani.
01:49Asal lahannya, penunjukannya, itu gitu jelas.
01:52Keluhan, saya mau ngelak-ngelak keluhan.
01:54Cuman kan suasananya jadi sensitif.
01:56Kalau kemarin ke arah depan sebetulnya,
01:59si babi yang akan direlokasi itu lebih lepas,
02:01itu jadinya kehiburan lucu gitu, kayak siang-siang ada babi hutan.
02:04Tapi kan orang kalau lagi sensi, jadi semuanya jadi meledah.
02:09Tentanya kemarin ketinggalan satu.
02:11Tapi ganti rugi mau udah dikerjakan.
02:14Kuasa hukum penjahatan shelter bilang,
02:16protes warga bukanlah yang pertama.
02:19Konflik dengan warga bermula dari seekor babi hutan yang lepas dari shelter.
02:23Tapi, masalah sudah selesai dan ganti rugi sudah dilakukan.
02:27Adalah haknya mereka juga ya.
02:29Setiap masyarakat berhak memprotes kegiatan orang lain,
02:35yang mereka anggap tidak ada izin, yang mereka anggap.
02:37Tapi mereka kan tidak mengetahui bahwasannya kegiatan penjahatan shelter ini
02:40sebenarnya adalah mendukung pemerintah provinsi DKI Jakarta
02:46untuk tetap menjaga status bebas rabies di DKI Jakarta.
02:51Bagaimana? Jangan kami sekarang jadi bebannya kayak dikoyok sama warga,
02:56kami dibiarkan sendiri.
02:58Ayo bantu kami solusi.
02:59Carikan kami lahan yang layak.
03:01Atau silahkan ambil alih penjahatan shelter.
03:05Karena ini kan memang sebenarnya ada kewajiban pemerintah.
03:08Bukan kewajiban kami.
03:10Kami kan dokter sini jatuhnya penjahatan shelter yayasan.
03:13Yang mana uang operasionalnya bersumber dari dana pribadi dan donatur-donatur.
03:19Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi Jakarta,
03:26Hasudungan Sidabalok bilang,
03:27pejatan shelter merupakan salah satu animal shelter non-pemerintah
03:31yang berada dalam binaan dinas KPKP Jakarta.
03:35Menjadi tempat penampungan lebih dari 800 hewan,
03:38pejatan shelter membantu Pemprov Jakarta menjaga status bebas rabies.
03:43Terkait protes warga, Hasudungan mengklaim telah menghimbau pemilik pejatan shelter
03:47untuk tidak memelihara hewan selain anjing dan kucing,
03:51terutama babi yang beresiko tinggi memicu resistensi masyarakat.
03:56Kami juga sudah sampaikan kepada pejatan shelter
03:58agar dapat meminimalisir adanya aduan warga atau protes warga dengan cara apa.
04:05Yang pertama, menjaga kebersihan lingkungannya
04:09dengan membuat safety tank untuk menampung limbah,
04:12maupun limbah padat atau limbah cair.
04:14Dan mereka sebenarnya sudah melaksanakan itu, seperti itu.
04:16Walaupun kadang-kadang ada trouble, ada masalah,
04:19misalnya safety tank-nya itu pecah atau rusak, seperti itu.
04:23Yang mengakibatkan masyarakat di sekitar sana terganggu, seperti itu.
04:28Dan itu wajar saja.
04:29Yang kedua, adanya kebisingan juga dari anjing-anjing yang menggonggong.
04:34Dan itu kami sadari juga memang terjadi pada saat ini.
04:41Dan memang pihak pejatan shelter sebenarnya sudah melaksanakan upaya
04:44untuk meminimalisir tersebut.
04:46Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta,
04:50Hasudungan Sidabalok juga menambahkan pihaknya secara rutin melakukan vaksinasi rabies
04:55di pejatan shelter, sehingga hewan yang ada di sana sudah bebas rabies.
04:59Putri Oktaviani, Janifan Prapta, Bongga-Wangga, Edwin Chan, Kompas TV Jakarta.
05:09Lebih dalam soal shelter di permukiman warga,
05:13kita tanyakan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi Jakarta
05:19sudah bergabung bersama kami melalui sambungan daring.
05:21Pak Hasudungan Sidabalok, selamat pagi Pak Hasudungan.
05:26Selamat pagi Mbak Adisdi.
05:27Ya, Pak Hasudungan ini kita membahas yang lagi ramai betul menjadi sorotan
05:32soal bagaimana pejatan shelter gitu ya, shelter untuk hewan yang berada di lingkungan Pemprov Jakarta.
05:40Warga mengeluhkan soal keberadaan shelter ini.
05:43Nah, dari awal pendirian, ini kan sudah didirikan 2009 kalau tidak salah.
05:49Sebenarnya, kita ingin tahu, payung hukumnya untuk yayasan atau shelter-shelter swasta
05:55non-pemerintah ini sebenarnya diaturnya seperti apa selama ini, Pak Hasudungan?
06:02Ya, terima kasih.
06:04Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
06:06Selamat pagi Mbak Adisdi dan pemirsa Kompas TV.
06:09Terkait dengan pertanyaan tadi,
06:12memang pejatan shelter itu sudah mengelola shelter
06:15untuk menampung anjing, kucing, kucing liar yang berkeliaran di jalan
06:20ataupun yang terlantar.
06:22Jadi mungkin itu sudah dilaksanakan aktivitas tersebut sejak tahun 2008.
06:28Untuk keberadaannya memang belum ada izinnya.
06:31Karena apa?
06:32Karena regulasi yang mengatur itu belum jelas juga sebenarnya.
06:36Oke, jadi regulasinya memang belum jelas ya soal shelter ini?
06:39Iya, belum ada turunan izinnya ya.
06:42Tapi peraturan pemerintah sudah ada ya,
06:45peraturan pemerintah nomor 95 tahun 2012.
06:49Di mana di peraturan tersebut diatur tentang izin usaha fasilitas pemeliharaan hewan.
06:55Tetapi untuk turunan secara teknis terkait dengan izin teknisnya itu belum ada.
07:00Jadi sekarang lagi digodok di Kementerian Pertanian.
07:04Kita sudah konfirmasi ulang kemarin ke Kementerian Pertanian.
07:08Kemungkinan tahun depan akan ada peraturan yang resmi dari Kementerian Pertanian.
07:13Karena pemerintah daerah melaksanakan aturan perizinan shelter itu
07:18berdasarkan aturan dari pemerintah pusat.
07:21Seperti itu.
07:22Oke, jadi memang dari soal regulasinya,
07:24detail yang aturannya ini belum terperinci lebih jelas begitu ya
07:32soal aturan yayasan atau shelter non-pemerintah.
07:36Karena sebenarnya ini kan kewajibannya dari pemerintah itu sendiri ya
07:39dalam hal ini adalah Pemprov Jakarta ya soal shelter hewan ini ya.
07:43Pak Hasudungan?
07:46Iya betul Pak.
07:47Nah kalau di Pemprov sendiri sebenarnya
07:49sudah adakah shelter-shelter semacam ini dan berapa yang mempunyai dari Pemprov ini?
07:56Ya, jadi sebenarnya kita sudah ada di shelter kita di daerah Ragunan,
08:00di puskeswan ya, puskeswan Ragunan.
08:03Nah sementara memang kapasitas kita itu sangat terbatas.
08:06Karena untuk kucing maksimal itu 250 ekor
08:10dan untuk anjing itu sebanyak 150 ekor.
08:14Tetapi kami dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta
08:17berusaha untuk meningkatkan kapasitas shelter.
08:21Jadi kami punya target mungkin tahun 2026 sampai dengan 2027
08:25setiap wilayah kota administrasi akan kita buatkan shelter.
08:30Itu bisa jadi untuk shelter anjing ataupun kucing ataupun kedua-duanya.
08:35Jadi kami harapkan dengan adanya shelter di masing-masing wilayah kota di Jakarta itu
08:40kapasitas penampungan shelter itu juga bisa meningkat.
08:44Jadi konflik ya, konflik yang ditimbulkan akibat
08:48misalnya seperti yang terjadi di bajatan shelter itu
08:50bisa kita minimarisir seperti itu, Mbak.
08:52Oke, jadi sampai saat ini Pemprov ini baru memiliki
08:56satu shelter yang berlokasi di Ragunan ya?
09:00Iya, betul.
09:00Dan itu pun sudah over kapasitas atau seperti apa?
09:03Sebenarnya tidak over kapasitas, Mbak.
09:07Cuman di sana itu juga kita menampung hewan-hewan yang sakit,
09:13hewan-hewan yang terlantar, hewan-hewan yang kurus.
09:16Jadi sebenarnya kita sering terkendala untuk menerima
09:23hewan-hewan dari luar yang akan masuk ke dalam shelter yang milik pemerintah tersebut
09:29karena kondisinya juga masih belum memungkinkan untuk kita masukkan.
09:34Karena kita khawatir misalnya nanti hewan-hewan yang kita masukkan yang baru
09:37apabila di sana belum selesai penyakit ataupun kasus ya,
09:41nanti takutnya tertular.
09:43Jadi benar-benar kita pastikan dulu semua hewan di sana itu sehat dulu ya,
09:48sehat dulu memungkinkan, kondisi kandangnya juga layak,
09:51baru nanti kita terima lagi hewan-hewan atau aging atau kucing yang baru dari luar seperti itu.
09:57Oke, ini kan agak bisa dikatakan ya, agak sedikit ironi begitu ya,
10:01shelter yang memang melindungi hewan-hewan, animal, ada anjing, kemudian kucing,
10:07ada juga babi di sana yang sempat kemarin viral.
10:11Nah ini berkonflik dengan manusia, gitu ya,
10:14karena memang shelternya ini dekat sekali dengan permungkiman warga.
10:18Nah sampai kemudian ada protes dari warga,
10:21ketua RT mengatakan sudah melaporkan soal keluhan warga,
10:25tapi kemudian belum ada solusi dari pemerintah Provinsi Jakarta.
10:29Nah, dari pemerintah Provinsi Jakarta tentu harus hadir di sini.
10:33Penyelesaian dari kasus ini seperti apa?
10:34Dan kesulitannya, sejauh ini penanganannya seperti apa sebenarnya Pak Hasudungan?
10:40Sebenarnya kami sudah memprediksi kejadian ini Mbak beberapa tahun sebelum tahun ini ya.
10:45Kita juga sebenarnya sudah berusaha mencari solusi tempat shelter yang baru di luar Jakarta.
10:51Kita juga sudah koordinasi dengan Perhutani Provinsi Jawa Barat.
10:56Dan kita sudah sama-sama sebenarnya dengan Dr. Susan dan timnya ya,
11:00untuk melihat lokasi-lokasi yang memungkinkan agar mereka bisa direlokasi.
11:05Seperti itu Mbak.
11:06Di tahun 2023, 2024, 2025,
11:11kita sebenarnya sudah bersama-sama mencari lokasi untuk relokasi tempat kejadian shelter.
11:16Tetapi memang masih ada kendala dari pihak kejadian selgap.
11:20Kalaupun mereka pindah ke Jawa Barat ya,
11:23yang mungkin minim ya terjadinya konflik atau terjadinya resistensi masyarakat itu,
11:31mereka masih keberatan karena anggapannya lokasi di Jawa Barat,
11:35di tempat yang baru itu masih terlalu jauh dengan aktivitas mereka sehari-hari.
11:40Jadi mereka masih pengen di Jakarta.
11:42Nah itu yang mungkin agak susah kita ini kan, kita penuhi karena memang jumlah populasi anjing di pejadian shelter itu sangat banyak.
11:49Jadi kalaupun memang harus pindah ke Jakarta,
11:52lahannya itu juga harus sangat luas dan benar-benar harus jauh dari pemukiman penduduk.
11:56Nah kita tahu sendiri di Jakarta itu untuk mencari lahan tersebut seperti itu,
12:00itu kan sangat sulit sekali.
12:02Seperti itu Mbak.
12:02Jadi sebenarnya kalau tadi Pak Stein mengatakan kalau pemerintah tidak ikut ya memikirkan masalah ini,
12:09sebenarnya mereka juga sudah kita ajak sebenarnya sama-sama untuk mencari lokasi baru seperti itu.
12:15Oke, yang ada dalam pikiran saya adalah bagaimana kemudian shelter ini ketika bisa dibangun di lahan vertikal begitu.
12:23Apakah juga sudah ada pembahasan soal ini?
12:26Karena kalau selama ini kan setelah viral ini, setelah viral kasus ini,
12:30ada desakan untuk menutup pejadian shelter.
12:32Tapi yang jadi pertanyaan kemudian adalah PR-nya adalah ketika pejadian shelter ini ditutup,
12:37memenuhi desakan dari warga sekitar,
12:40lalu mau dikemanakan hewan-hewan yang berada di sana?
12:43Karena sangat banyak sekali, nasib mereka seperti apa?
12:46Ya betul.
12:47Makanya kita tidak boleh gegabah langsung serta-merta menutup.
12:50Jadi semua harus kita pertimbangkan aspeknya.
12:52Kembali lagi kita harus memikirkan secara objektif.
12:55Mereka sudah melaksanakan akredititas itu di tahun 2008.
12:58Ya mungkin pada tahun 2008 itu pemukiman tidak sampai ke tempat tersebut ya.
13:04Mungkin sudah duluan pejadian shelter sebenarnya.
13:07Makanya sebenarnya kami sudah melaksanakan pembinaan-pembinaan secara terpadu ke pejadian shelter.
13:12Yang pertama kita mewajibkan adanya safety tank, seperti itu.
13:15Dan tidak boleh membuang limbah padat ke saluran umum.
13:19Sudah kita buat SOP-nya sebenarnya, Pak.
13:21Terus kemudian apabila ada hewan yang mati, jangan dibuang ke sembarangan, ke sungai.
13:26Jadi mereka sebenarnya sudah bekerja sama juga dengan Fakultas Kedokteran Hewan IPB.
13:31Dimana bangkai hewan atau kadhafernya itu akan digunakan sebagai praktik mahasiswa kedokteran hewan di IPB.
13:38Seperti itu.
13:39Terus yang ketiga, dari awal juga sudah kami tekankan, jangan memelihara babi.
13:44Seperti itu.
13:45Jadi tidak ada kata untuk lucu-lucuan, untuk kasihan.
13:48Sebenarnya seperti itu.
13:49Jadi sebenarnya yang menjadi triggernya itu adalah babi tadi.
13:53Dan monyet juga sebenarnya sudah kita bilang.
13:54Tolong dilepas liarkan ke alam.
13:57Jadi jangan sampai menjadi pemicu.
13:59Ternyata memang benar.
14:00Seperti itu.
14:00Jadi kami harapkan pejahatan shelter juga jangan menganggap karena mereka selama ini membantu pemerintah daerah.
14:07Jadi tidak mau mendengarkan himbawan atau arahan dari kami.
14:11Seperti itu.
14:12Jadi kami juga berusaha menjadi penengah antara masyarakat dan pejahatan shelter.
14:16Jadi kami harapkan nanti kami akan mencari formulasi yang tepat kira-kira bagaimana nanti pejahatan shelter itu sementara masih bisa beraktivitas di sana.
14:28Tetapi tidak sampai mengganggu masyarakat sekitar pejahatan shelter.
14:32Seperti itu Mbak.
14:33Oke terakhir yang juga perlu diketahui oleh masyarakat dan juga shelter lainnya.
14:39Tidak hanya pejahatan shelter begitu ya.
14:41Tapi shelter-shelter lainnya di Pemprov Jakarta di Naungan Bapak.
14:45Sebenarnya hewan apa saja yang boleh di shelter di sana, dipelihara di sana dan untuk jangka pendeknya apa yang bisa dilakukan oleh Pemprov dan jangka panjangnya akan seperti apa.
15:00Jangan sampai kemudian konflik semacam ini menjadi bola es begitu nanti untuk tahun-tahun berikutnya.
15:07Iya. Jadi sebenarnya aturan yang konkret yang mengatur terkait dengan jenis hewan yang ditampung di suatu shelter itu sebenarnya belum ada seperti itu.
15:17Pemprov DKI sebenarnya concernnya itu di pengendalian penyakit rabies.
15:21Karena apa? Sejak tahun 2004, kota Jakarta sudah dinyatakan sebagai daerah bebas rabies.
15:28Dan kebetulan hewan yang ditampung di pejahatan shelter tersebut adalah hewan yang rentan rabies.
15:33Seperti anjing, kucing, kerak. Seperti itu Mbak.
15:36Jadi itu yang kita sebenarnya kita pikirkan, yang kita concernkan.
15:40Karena apa? Karena memang pengaduan masyarakat melalui JAKI, melalui CRM itu terkait dengan adanya kucing liar atau anjing liar yang di masyarakat itu sangat banyak sekali.
15:53Segedar informasi untuk Jakarta Selatan saja pada tahun 2024, ada 204 ekor anjing atau kucing yang berkeliaran di harus yang harus kita tertipkan seperti itu.
16:05Jadi itu yang perlu kita pikirkan sebenarnya.
16:08Jadi terkait dengan hal tersebut, kami juga sebenarnya sudah memberikan syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk membuat shelter.
16:18Yang pertama itu memiliki kandang penampungan. Itu wajib.
16:22Kemudian mempunyai dinding pembatas minimal 2,5 meter.
16:25Kemudian yang ketiga, memiliki safety tank untuk pembuangan limbah.
16:31Kemudian memiliki kandang isolasi untuk HPR yang sakit.
16:34Kemudian memiliki sarana penguburan atau pembakaran hewan mati.
16:38Kemudian yang paling penting sebenarnya dan yang menjadi intervensi dari Pemprov NKI adalah melaksanakan vaksinasi rabies.
16:46Dan ini dilaksanakan secara gratis.
16:47Dan setiap tahun kita booster di sana, di pejahatan shelter.
16:51Kemudian yang paling penting untuk mendapatkan izin selanjutnya apabila sudah ada aturan yang jelas adalah lokasi tempat shelter tersebut harus sesuai dengan zonasi.
17:01Oke, jadi memang perlu ada aturan yang lebih terperinci, lebih detail lagi.
17:06Kemudian untuk negara bisa hadir di situ, Pemprov Jakarta juga bisa handle di situ.
17:12Yang saya pikirkan mungkin kalau soal lahan yang terbatas di wilayah Jakarta mungkin bisa difikirkan soal shelter vertikal.
17:21Kalau memang ada keterbatasan lahan di sana.
17:24Kita tunggu langkah konkret dari Pemprov Jakarta untuk kemudian bisa segera menyelesaikan polemik ini.
17:32Supaya tidak berkepanjangan.
17:33Karena bisa dikatakan agak ironi begitu ketika penyelamatan hewan.
17:38Tapi di sisi lain justru berkonflik dengan manusia.
17:40Terima kasih Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
17:43Saya ingin mengklarifikasi terkait dengan pemerintahan di Kompas juga yang menyatakan bahwa dari Pejatan Shelter support pakan ke Pemprov DKI Jakarta seperti itu.
17:54Saya rasa itu perlu saya luruskan.
17:55Itu tidak benar ya sama sekali.
17:57Jadi kami sama sekali tidak pernah meminta apabila kami kekurangan pakan di Shelter, kami meminta ke Pejatan Shelter.
18:04Dan saya sudah klarifikasi ke Pejatan Shelter supaya hal tersebut diluruskan.
18:08Karena itu sangat mendiskreditkan kami, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
18:12Oke baik, terima kasih untuk klarifikasinya juga.
18:15Kita tunggu bagaimana solusi yang komprehensif untuk ke depannya dari segi regulasi, kemudian aturan, termasuk juga solusi jangka pendek dan juga jangka panjang.
18:24Terima kasih Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan juga Pertanian Provinsi Jakarta, Pak Hasudungan Sidabalok, telah bergabung bersama kami.
18:31Selamat pagi Bapak, sehat selalu.
18:33Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan