00:00Anda kembali di berita utama bersama saya Jihan Novita.
00:03Saudara siapa sangka dibalik sikap yang tenang Satria Juhanda alias Wanda
00:09menjadi pelaku pembunuhan terhadap tiga perempuan di Sumatera Barat.
00:13Bahkan pelaku mampu berakting seolah ia bukanlah pelaku pembunuhan
00:18dengan turut dalam pencarian korban.
00:21Polisi bilang keterangan Wanda berubah-ubah saat diperiksa.
00:25Polisi pun berencana melakukan tes kejiwaan Wanda sambil menunggu hasil otopsi
00:31dan tes DNA korban.
00:33Lalu apa yang melatar belakang pelaku tega menghabisi nyawa tiga perempuan tersebut?
00:42Dan saudara pelaku seorang satpam yang seharusnya menjadi pelindung yang memberi rasa aman
00:49tapi justru jadi seorang pembunuh.
00:52Tetangga rumah Wanda pun tak percaya bahwa Wanda menjadi pelaku pembunuhan berantai.
00:58Pasalnya dalam keseharian pria berusia 25 tahun itu dikenal sebagai sosok yang pendiam,
01:06ramah dan berkepribadian baik.
01:09Pelaku yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara tinggal bersama ibu dan adiknya
01:15di Korong Lakuak, Nagari Sungai Bulu, Kecamatan Batang, Anai Kabupaten Padang, Pariaman.
01:21Dan di rumah itulah Wanda menghabisi nyawa dua perempuan satu setengah tahun lalu.
01:28Kesehariannya disini bagaimana Pak?
01:30Kesehariannya orang yang berdiam Pak.
01:32Pendiam.
01:33Ini dengan kejadiannya begini kaget gak sih Pak?
01:35Wah masyarakat sini.
01:36Kaget banget Pak seluruh masyarakat sini kaget semua.
01:39Orang yang pendiam, gak ada ngomong-ngomong macam-macam, gak ada perilakunya seharian itu kayak orang baik aja gitu Pak.
01:47Kayak orang baik.
01:47Saudara tidak ada kejahatan yang sempurna.
01:53Identitas korban mutilasi terungkap melalui cincin yang melingkar di jari lengan kiri korban.
02:01Dan rupanya korban adalah Septia Adinda, perempuan berusia 25 tahun.
02:07Salah satu teman Adinda, Putri Wulan menyebut cincin tersebut sangat mirip dengan yang dipakai Adinda.
02:14Wulan bilang Adinda telah hilang selama 4 hari.
02:17Terakhir kali ia dan Adinda berkomunikasi terkait rencana pengajuan peminjaman uang ke bank sebesar 20 juta rupiah.
02:26Yang cuman di tinggi dari manisnya itu cuman satu-satunya punya dia.
02:30Itu dibikinin itu, gak ada di bawah.
02:33Itu dari plastik, diracut.
02:37Terakhir komunikasi sama dia tentang apa?
02:39Tentang biaya uang aja.
02:42Untuk apa biaya uang itu?
02:43Iya untuk pinjaman.
02:44Sekitar 20 jutaan itu kan kalau penggadaian motor kan sekitar itu.
02:52Saudara terungkapnya, identitas korban menjadi titik terang siapa?
02:58Dalang dibalik pembunuhan disertai mutilasi itu.
03:01Polisi mendapat identitas Satria Juhanda alias Wanda, orang yang diduga kuat, dekat dengan korban dan dicurigai sebagai pelaku.
03:10Polisi menangkap Wanda di tempat kerjanya sebagai sekuriti di pabrik Bata Ringan.
03:15Wanda mengakui perbuatannya membunuh dan memutilasi korban di sebuah perkebunan di Korongkapalo, Bandah,
03:23Nagari Sungai Buluwah Timur, Kecamatan Batang Anai pada 15 Juni lalu.
03:29Namun dalam perkembangan penyidikan, keterangan pelaku berubah-ubah.
03:33Pelaku membunuh korban di kawasan pabrik tempat ia bekerja.
03:38Saudara utang piutang menjadi motif dibalik kasus mutilasi seorang perempuan yang bagian tubuhnya dibuang secara terpisah di aliran sungai Batang Anai.
03:54Korban meminjam uang kepada pelaku senilai 3,5 juta rupiah.
03:59Namun saat ditagi, korban tidak mampu membayar utang tersebut.
04:04Dan itulah yang melatar belakangi Wanda membunuh dan memutilasi temannya sendiri.
04:11Tim bergerak melakukan penyelidikan dan ditemukan nama yang diduga kuat itu dekat dengan korban.
04:22Dari situ bergerak mencari sekaligus melidiki di mana posisi pelaku ini.
04:30Sakit hati karena ada pinjaman yang belum dibayarkan dari korban.
04:37Jadi korban pinjam uang kepada pelaku sejumlah 3.500 dan belum dibayarkan.
04:44Sehingga dilakukan penagihan saat itu.
04:47Sementara itu saudara ayah korban, Asepia Adinda,
04:52membantah alasan pelaku yang tegak menghabisi putrinya karena latar belakang hutang.
04:57Keluarga korban pun meminta tersangka diganjar hukuman maksimal atas perbuatannya.
05:03Rupanya saudara dari pembunuhan ini fakta lain pun terungkap.
05:26Sepia Adinda bukanlah satu-satunya korban.
05:31Kepada polisi, pelaku Wanda menggaku telah membunuh dua perempuan lainnya satu setengah tahun lalu.
05:38Keduanya merupakan mahasiswi bernama Siska Oktavia Rusdi dan adek Gustiana
05:43yang masing-masing berusia 23 tahun dan 24 tahun.
05:49Saat itu Siska berstatus sebagai kekasih pelaku dan adek menjadi sahabat Siska.
05:55Keduanya dibunuh di rumah pelaku dan jasadnya dikubur di sumur belakang rumahnya.
06:06Warga mengelilingi rumah pelaku Wanda untuk menyaksikan proses evakuasi pada Kamis pagi.
06:12Polisi bersama petugas terkait membongkar sumur tempat dua korban dikuburkan.
06:18Polisi pun menemukan sejumlah kerangka manusia dalam kondisi yang sudah tercerai berai.
06:24Selain kerangka, juga ditemukan sejumlah barang bukti berupa baju dan barang bawaan yang diduga merupakan milik korban.
06:33Temuan kerangka dievakuasi ke Rumah Sakit Bayangkara Padang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
06:39Tadi juga ada satu kerangka yang sedang bercerai-perai.
06:46Tapi itu belum tahu mau diapakan karena memang belum ada serata permintaan kelihatan.
06:52Kalau kerangka hanya itu, jadi hanya menunggu dari korek dan serata permintaan untuk dilakukan penyelidikan operasi ke kerangka.
07:02Dan saudara mengenai dua perempuan yang jasadnya dimasukkan ke sumur di belakang rumah pelaku,
07:19Wanda mengakui sakit hati karena cemburu atas perselingkuhan Siska yang saat itu berstatus kekasihnya.
07:27Pelaku menilai adek yang mengajari Siska selingkuh saat kedua korban melakukan kuliah kerja nyata.
07:35Terus, kenapa dedek kau bunuh?
07:59Ketiga korban pembunuhan memiliki latar belakang yang sama, yaitu pernah menjadi mahasiswa di sebuah kampus yang sama di kota Padang.
08:19Polisi pun masih menggali apakah kasus pembunuhan dan mutilasi kepada adinda berkaitan dengan pembunuhan terhadap Siska dan juga adek.
08:28Polisi juga mendalami kemungkinan adanya korban lain dan pelaku lain yang terlibat dalam kejahatan ini.
08:39Polisi pun menyisiri aliran sungai Batang Anai di Padang Pariaman untuk mencari sisa bagian tubuh korban mutilasi yang belum ditemukan.
08:49Pencarian dimulai dari titik awal ditemukan potongan pertama hingga ke arah muara.
08:55Polisi meminta warga dan nelayan segera melapor jika menemukan potongan tubuh yang diduga milik korban.
09:03Polisi telah menemukan 6 dari 10 bagian tubuh korban dan saat ini masih disimpan di Rumah Sakit Bayangkara untuk keperluan identifikasi.
09:12Menyisir sungai Batang Anai jikalah mudah-mudahan kita bisa menemukan potongan tubuh yang masih tersisa.
09:22Yang belum diketemukan ada 4 bagian.
09:264 bagian tetap melaksanakan kegiatan ini bersama dengan masyarakat ataupun dari airud akan kita lakukan sampai nanti kita menunggu petunjuk-petunjuk daripada pimpinan.
09:35Satria Juhanda alias Wanda Pria pelaku pembunuhan tiga perempuan bergelagat tak biasa.
09:44Pengakuan pelaku kerap berubah-ubah dan tidak sesuai dengan bukti yang ditemukan.
09:49Gelagat Wanda yang cukup tenang saat diperiksa polisi menimbulkan sejumlah pertanyaan.
09:55Polisi pun berencana untuk melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pembunuhan berantai tersebut.
10:00Dan saudara polisi akan melibatkan psikolog dalam pemeriksaan terhadap pelaku pembunuhan dan mutilasi yang terjadi di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
10:13Psikolog dilibatkan dalam pemeriksaan ini lantaran pelaku memberikan keterangan yang berubah-ubah.
10:19Dan hingga kini polisi masih menggali motif lain dari pembunuhan berantai ini.
10:25Keterangan sementara, pelaku memutulasi korban karena motif utang dan membunuh dua perempuan lainnya dengan motif asmara.
10:33Polisi belum percaya sepenuhnya dengan pengakuan pelaku.
10:56Apa benar? Keterangan pelaku adalah keterangan yang sebenarnya.
11:00Hasil pemeriksaan forensik nanti akan menjawab apa saja yang dialami korban.
11:06Apakah ada motif lain dibalik pembunuhan tiga perempuan di Padang Pariaman, Sumatera Barat?
11:12Yang pasti, kebenaran akan selalu mencari jalan untuk mengungkapkan dirinya.
Komentar