- 11 bulan yang lalu
- #donaldtrump
- #israel
- #iran
- #nuklir
KOMPAS.TV Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan militer Amerika Serikat menyerang tiga situs nuklir Iran.
Trump mengumumkannya secara langsung, mendukung upaya Israel untuk menghancurkan program nuklir Iran.
Trump mengatakan serangan yang sangat berhasil terhadap tiga situs nuklir di Iran telah dilakukan.
Sebelum mengumumkan langsung, Trump menyatakan serangan Amerika ke Iran dalam postingan di akun media sosial X.
Selain menyatakan serangannya terhadap Iran, Trump juga menambahkan, pesawat militer yang telah menyerang Iran dalam perjalanan pulang dengan selamat.
Trump juga mengucapkan selamat kepada prajurit Amerika yang hebat. Tindakan itu dilakukan setelah Israel dan Iran terlibat pertempuran udara selama lebih dari seminggu yang mengakibatkan kematian dan cedera di kedua negara.
Israel melancarkan serangan terhadap Iran dengan mengatakan bahwa mereka ingin menghilangkan kemungkinan Teheran mengembangkan senjata nuklir. Iran berpendapat bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.
Baca Juga Breaking! Trump usai Pesawat AS Jatuhkan Bom ke 3 Situs Nuklir Iran: Jika Perdamaian Tak Tercapai di https://www.kompas.tv/internasional/600980/breaking-trump-usai-pesawat-as-jatuhkan-bom-ke-3-situs-nuklir-iran-jika-perdamaian-tak-tercapai
#donaldtrump #israel #iran #nuklir
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/600987/full-as-bom-3-situs-nuklir-iran-pengamat-hi-siap-siap-ada-potensi-perang-dunia-ke-3
Trump mengumumkannya secara langsung, mendukung upaya Israel untuk menghancurkan program nuklir Iran.
Trump mengatakan serangan yang sangat berhasil terhadap tiga situs nuklir di Iran telah dilakukan.
Sebelum mengumumkan langsung, Trump menyatakan serangan Amerika ke Iran dalam postingan di akun media sosial X.
Selain menyatakan serangannya terhadap Iran, Trump juga menambahkan, pesawat militer yang telah menyerang Iran dalam perjalanan pulang dengan selamat.
Trump juga mengucapkan selamat kepada prajurit Amerika yang hebat. Tindakan itu dilakukan setelah Israel dan Iran terlibat pertempuran udara selama lebih dari seminggu yang mengakibatkan kematian dan cedera di kedua negara.
Israel melancarkan serangan terhadap Iran dengan mengatakan bahwa mereka ingin menghilangkan kemungkinan Teheran mengembangkan senjata nuklir. Iran berpendapat bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.
Baca Juga Breaking! Trump usai Pesawat AS Jatuhkan Bom ke 3 Situs Nuklir Iran: Jika Perdamaian Tak Tercapai di https://www.kompas.tv/internasional/600980/breaking-trump-usai-pesawat-as-jatuhkan-bom-ke-3-situs-nuklir-iran-jika-perdamaian-tak-tercapai
#donaldtrump #israel #iran #nuklir
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/600987/full-as-bom-3-situs-nuklir-iran-pengamat-hi-siap-siap-ada-potensi-perang-dunia-ke-3
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Pasukan militer Amerika Serikat telah menyerang tiga situs nuklir Iran Sabtu malam, Saudara.
00:06Presiden Amerika Serikat Donald Trump bilang serangan ini bertujuan untuk menghentikan perang yang terjadi antara Iran dengan Israel.
00:14Kita ulas dampak serangan Amerika Serikat ke Iran bersama pengamat hubungan internasional dari Universitas Pajajaran, Tengku Reza Syah melalui sambungan daring.
00:23Salam pagi, Pak Tengku.
00:25Selamat pagi, salam dari Unpad di Bandung.
00:27Oke, Pak Tengku, sebetulnya kalau dilihat dari serangan Amerika Serikat ini, apa sih Pak dampaknya meskipun Trump bilang ini tujuannya untuk perdamaian begitu?
00:35Apakah memang dengan cara seperti ini bisa ditempu untuk itu tadi menciptakan perdamaian antara Iran dengan Israel?
00:42Ini tipe Amerika Serikat ya, sama dengan Israel, menyerang lebih dahulu, preemptive strike.
00:49Walaupun data-data dari International Atomic Energy Agency itu tidak sepenuhnya mengatakan begitu.
00:57Karena di dalam data dari International Atomic Energy Agency, dari Mr. Rafael Grossi, itu adalah the head of the UN nuclear watchdog, itu mengatakan Iran itu belum sampai pada kemampuan itu.
01:13Jadi, dikatakan, kalaupun ada ledakan atas instalasi di Fordow, Natanz, dan Isfahan, itu radiasinya terbatas.
01:25Jadi, kalau begitu halnya, Amerika Serikat mengulangi kembali sejarahnya, dalam HI namanya ini gunboat policy begitu.
01:34Serang dulu, urusannya kemudian, ini sudah dilakukan terhadap Irak, terhadap Afganistan, terhadap Suriah.
01:43Dengan pretext atau dengan alasan WTC itu kena bom.
01:48Kemudian juga hal yang sama juga sudah dilakukan di masa lalu, tahun 1981, oleh Israel atas instalasi yang ada di Irak dengan nama Osirah.
02:01Itu sama ceritanya. Tidak terbukti di situ ada instalasi nuklir untuk tujuan perang, tapi dihajar duluan oleh kedua negara tersebut.
02:11Dan hari ini, tentunya Amerika Serikat siap-siap menerima kritik dari dunia.
02:16Karena sudah akan terbukti bahwa kalau dilihat dari radiasi dan dilihat dari arah angin, kemungkinan besar ini tidak menimbulkan bahaya bagi lingkungan sekitar.
02:26Sekarang ini dunia sedang waspada. Karena kalau saya perhatikan berita dari Google, jam 9 pagi ini itu masih ada 12 juta berita.
02:34Dan jam 9.30 sudah menjadi 13.300.000. Dan sekarang jam 9.55 sudah 14 juta berita.
02:4214 juta berita ini akan mencengangkan dunia, membuat Amerika Serikat akan sangat takut, dan akan membuat dunia berfikir-fikir.
02:50Siapa selanjutnya akan menjadi korban dari Amerika Serikat ini?
02:54Karena Amerika Serikat terbiasa melakukan gunboat policy, yang diserang dulu, kemudian bertanggung jawaban kemudian.
03:01Ini persis hal-hal ini sudah diantisipasi oleh Euronews pagi ini, yang dalam headline-nya mengatakan,
03:08Jadi sekaranglah saatnya di mana Iran akan benar-benar melakukan jawaban atas serangan Amerika Serikat ini.
03:21Dan kemungkinan besar sasarannya adalah basis-basis militer Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah.
03:27Jadi kita siap-siap melihat suatu potensi perang dunia ketiga, di mana ada basis-basis Amerika Serikat di Syria, di Iraq, di Jordan, kemudian di Kuwait, di Bahrain, di Qatar, Uni Arab Emirat, dan di Saudi Arabia.
03:43Mungkin di Saudi Arabia mengatakan tidak ada, tapi kemungkinan besar yang ada di sana ada listening post.
03:48Jadi suatu post komunikasi yang mengatur sirkulasi komunikasi strategis dari Gulf of Aden sampai Indian Ocean sampai jalur-jalur yang dikawal oleh American South Command.
04:06Jadi dunia sedang tegang saat ini.
04:09Oke, ini artinya penegasan Pak Tengko, ini bisa menjadi suatu bumerang juga nih buat Amerika Serikat dengan adanya serangan ini.
04:16Karena tadi ya dikatakan kalau Amerika Serikat ini tipenya adalah nyerang dulu, urusannya belakangan gitu.
04:22Betul, tepat sekali.
04:23Jadi tampaknya yang dilakukan oleh Iran sejak seminggu terakhir adalah diplomasi dengan negara-negara yang menyimpan pangkalan Amerika Serikat tersebut.
04:33Konon ada antara 50 ribu sampai 60 ribu pasukan Amerika Serikat di situ.
04:37Dan untuk itu tampaknya ya, Iran sudah melakukan negosiasi dengan pemerintah Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Arab Emirat, Irak sendiri, Syria, dan Abu Dhabi.
04:48Karena di dalam bayangan Amerika Serikat, ini suatu serangan, serangan langsung.
04:54Dan untuk itu, untuk kesekian kalinya, Iran akan menerapkan prinsip-prinsip dari pasal 51 dari UN Charter.
05:02Bahwa dia adalah negara yang diserang, maka dia berhak mempertahankan diri.
05:06Dan bagi pandangan Iran, banyak sekali pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
05:12Dan untuk itu, dia sudah memiliki peluru kendali-peluru kendali yang jaraknya lebih pendek daripada ke Israel kemarin.
05:20Misalnya di Qatar, itu ada Al-Udeid Air Base.
05:23Itu adalah pangkalan-pangkalan Angkatan Udara Amerika Serikat yang terbesar di Timur Tengah.
05:29Dan hanya berjarak 275 km dari Teheran.
05:33Dan untuk itu, maka peluru kendali yang pas adalah Halil Fars dan Zohair.
05:38Jadi saya bisa bayangkan saat ini, para perwira, para anggota pasukan Amerika Serikat di sekitar Qatar itu sudah mulai bingung.
05:47Karena walaupun komandan mereka sudah pulang, dan mereka berada dalam posisi siaga perang.
05:51Tapi kalau kita melihat bagaimana kemampuan serangan Iran atas Israel beberapa hari lalu, itu kelihatan sekali.
06:00Peluru kendali mereka itu beranak di atas sekitar 40 km dari Israel.
06:08Dan seringkali peluru kendali tersebut mampu bergerak vertikal, diagonal, dan horizontal.
06:15Kita lihat misalnya bagaimana peluru kendali itu berhasil menghancurkan markas intel dari Israel.
06:20Kemudian untuk Bahrain, Bahrain tapanya juga akan diserang.
06:24Tapi bukan negara Bahrain, bukan masyarakat Bahrain, tapi Naval Support Activity Bahrain.
06:30Yang di sana ada sekitar 1.500 personil Angkatan Persujahtera Amerika Serikat.
06:36Dan lokasinya hanya 1.200 km dari Teheran.
06:39Ini bagi Iran, mereka sudah siap-siap ini.
06:41Akan mengirimkan Shahab 3 dan Respan.
06:43Terus untuk Kuwait, tampaknya disitu ada sekitar 700 personil militer Amerika Serikat yang tersebar di berbagai basis di Kuwait.
06:53Ini jaraknya adalah 1.400 km dari Teheran.
06:56Dan tampaknya akan cocok menurut Iran itu peluru kendali Respan dan Gadar Seriha.
07:01Nah, untuk Uni Emirat Arab sendiri, tampaknya Iran sangat berhati-hati untuk menjauhkan serangannya dari masyarakat umum di Uni Arab Emirat dan juga pangkalan-pangkalan atau basis-basis energi dari Uni Arab Emirat.
07:15Sasarannya adalah hanya satu.
07:17Al-Ghafra Air Base yang letaknya dekat Abu Dhabi, tapi itu berjarak 1.700 km dari Iran.
07:24Tampaknya akan dikirimkan Gadar Seri H dan Gadar Seri F.
07:27Kemudian untuk perbatasannya sendiri dengan Irak, yang disitu ada titik-titik pangkalan militer Amerika Serikat,
07:38itu tampaknya akan dikirim peluru kendali Gadar F juga.
07:45Jadi hal ini yang patut disikapi oleh pemerintah negara Timur Tengah yang mengizinkan pangkalan militer Amerika Serikat berada di sana.
07:56Nah, untuk Abu Dhabi itu berjarak sekitar 1.800 km dari Teheran.
08:00Ini merupakan target dari Emad dan Koramsar.
08:03Jadi saya perhatikan, ini ada potensi menjadi perang dunia ketiga.
08:08Kalau tidak, kalau Dewan Keamanan PBB tidak cepat bertindak dan untuk mendamaikan Iran dan Israel tersebut.
08:15Dan Amerika Serikat sudah terlanjur menghidupkan sumbu perang dunia ketiga.
08:22Karena saat ini dunia berpikir-pikir siapa yang akan dilakukan.
08:25Serangan serupa akan ditujukan kepada siapa.
08:28Saya pikir Rusia sudah mulai waspada, kemudian juga China juga mulai waspada.
08:35Misalnya Putin mengatakan, sebagaimana dikutip di dalam Reuters tanggal 19 Juni itu mengatakan,
08:40He does not want to discuss the possible Israeli-U.S. killing of Iran's supreme leader.
08:45Jadi tampaknya Rusia akan sangat marah oleh yang ditujukan itu,
08:49keputusan ini ditujukan kepada pimpinan karismatis di Iran.
08:53Karena dampaknya akan sangat besar.
08:56Di mana akan membahayakan negara-negara di sekitar Iran tersebut.
09:02Dan negara-negara di sekitar Iran tersebut, perbatasannya sangat panjang.
09:08Dan itu sangat membahayakan juga bagi keamanan Rusia di masa depan.
09:13Oke, kalau tadi dikatakan ada sejumlah negara yang kayaknya ini lagi waspada nih.
09:16Seperti misalnya tadi disebutkan ada Rusia, kemudian Tiongkok yang harus waspada soal adanya potensi perang dunia ketiga.
09:23Artinya Pak Tengku, ini yang ditunggu adalah tentu bagaimana balasan dari Iran ke Amerika Serikat.
09:29Karena adanya serangan ini.
09:30Nah ini potensinya atau apa yang perlu diwaspadai terutama dari sini?
09:34Terutama untuk Indonesia misalnya.
09:38Kita semua dalam hal ini hendaknya eling dan waspada ya.
09:44Kita hendaknya harus berhati-hati sekali.
09:47Karena di dalam berbagai dokumen strategis Amerika itu ada klausul yang mengatakan,
09:52kalau kami dalam bahaya, ataupun kalau kami diserang,
09:56maka semua negara yang berserta kami itu hendaknya melakukan suatu upaya kolektif,
10:03upaya kolektif ya, bersama mereka, dan juga bersama kami,
10:07sesuai dengan istilah kata kunci, digunakan adalah constitutional process.
10:11Constitutional process itu adalah apakah negara itu menyetujui perang bersama Amerika,
10:17atau apakah dokumennya sudah masuk ke dalam parlement,
10:20tapi belum diproses.
10:21Pokoknya ada constitutional process.
10:23Dan ada tidaknya constitutional process tersebut,
10:25akan dibenarkan oleh Amerika Serikat lewat berbagai diplomasi publik dia.
10:30Dan untuk itu ya semua negara di dunia hendaknya waspada.
10:33Karena Amerika Serikat memiliki banyak sekali ratusan perjanjian pertahanan
10:37yang terbuka maupun tidak terbuka.
10:39Yang kita ketahui adalah NATO, North Atlantic Treaty Organization.
10:42Yang kita ketahui lagi adalah NATO itu berbagai banyak negara di Eropa Barat.
10:48Kemudian juga NATO sudah semakin diperluas,
10:51mencakup sebagian negara-negara di Eropa Timur,
10:54yang ex-Soviet Union dan juga yang ex-Pakta Warsawa.
10:57Maka ini yang membuat Putin sangat marah.
10:59Karena Putin merasa dirinya dikroyok oleh banyak anggota NATO tersebut.
11:03Selanjutnya ada lagi fakta pertahanan namanya Australia-New Zealand-United States.
11:08Ini melibatkan Amerika Serikat, New Zealand, dan Australia.
11:11Kemudian selain itu berbarengan dengan ANZUS atau ANZUS,
11:15itu juga ada ANZUK, Australia-New Zealand-UK.
11:18Kemudian pada saat yang sama itu ada lagi perjanjian-perjanjian strategis
11:22melibatkan Amerika Serikat dengan Korea Selatan,
11:25Amerika Serikat dengan Jepang,
11:27dan juga di Asia Tenggara ini yang harus kita waspadi bersama.
11:31Amerika Serikat dengan Vietnam dan Amerika Serikat dengan Filipina.
11:34Kalau dengan Malaysia, Singapura, dan Brunei,
11:36itu koneksinya bukanlah dengan Amerika Serikat.
11:39Tadi Amerika Serikat tidak langsung, tapi dilakukan paling British
11:42dengan nama Five Power Defense Agreement.
11:45Jadi secara tidak langsung Amerika bermain.
11:47Yang kita harapkan adalah negara-negara di ASEAN mampu konsisten
11:50untuk tidak memihak,
11:52tapi apakah Amerika sanggup melakukan itu?
11:55Karena sebagian negara yang terlibat dalam konflik di Laut Cina Selatan
11:58memiliki ketergantungan psikologis kepada Amerika Serikat.
12:01Jadi untuk itu saya sangat berharap
12:03dalam beberapa hari ke depan atau beberapa jam ke depan,
12:07selain kita mengirimkan delegasi ke Turki
12:12untuk suatu dialog KTT luar biasa
12:15organisasi konferensi Islam,
12:17kita hendaknya juga memikirkan suatu KTT luar biasa ASEAN
12:21untuk membahas hal ini.
12:22Karena kalau terjadi sesuatu,
12:25di mana saudara-saudari kita di ASEAN,
12:27terutama sekali Vietnam, Filipina, Malaysia, Singapura,
12:31kemudian juga Brunei,
12:33itu secara tidak langsung akan dibujuk oleh Amerika Serikat
12:36untuk melonggarkan konsistensi mereka dengan ASEAN Charter.
12:42Di ASEAN Charter itu ada klausul-klausul
12:44yang membuat roadmap dari ASEAN Political Security Blueprint
12:49dan ASEAN Economic Blueprint.
12:51Dan di situ kita pahami juga
12:53masih ada pangkalan militer Amerika Serikat di Thailand
12:56dengan nama Utapau.
12:58Jadi untuk ini saya pikir hanya Indonesia
13:00yang hendaknya mengambil inisiatif
13:02dengan bersikap tegas.
13:04Semua kita ASEAN hendaknya konsisten
13:05menerapkan prinsip-prinsip dari ASEAN Charter
13:08dan secara teknis kita menerapkan prinsip
13:10ASEAN itu sebagai
13:12Zone of Peace, Freedom and Neutrality
13:14dan juga Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone.
13:17Karena jangan sampai
13:18ada tetangga-tetangga kita yang lengah
13:20dan membiarkan berjalannya
13:22kapal-kapal perang
13:24ataupun kapal induk
13:25ataupun kapal-kapal siluman
13:26ataupun juga kapal selam
13:29untuk melewati selat Melaka.
13:30Dan kita tidak terhati-hati sekali.
13:32Kita tidak terlibat dalam urusan ini
13:33kita bertanggung jawab
13:35atau terciptanya perdamaian
13:36di Timur Tengah dan dunia
13:39karena ini adalah amanah konstitusi.
13:40Kita mohon, kita sangat
13:42mohon TNI punya kemampuan
13:45yang sangat tinggi
13:47untuk menjaga selat-selat strategis Indonesia.
13:50Selat-selat Melaka,
13:51Ombai, Wetar,
13:52kemudian selat-selat antara
13:53Kalimantan dan Sulawesi
13:55selat-selat menuju Laut Arafura.
13:58Semua alki 1, 2, 3, 4
14:00tindaknya kita jaga dengan sepenuhnya
14:02dan dalam kondisi saat ini
14:03tentunya Pogap Wirhan 1, 2, 3
14:05itu bekerja ekstra-ekstra ordinary.
14:08Dan apa yang mungkin terjadi di dunia
14:10kita masih menunggah-dunggah
14:12tapi Indonesia
14:13tindaknya benar-benar
14:14mempersiapkan ketahanan nasionalnya
14:16terutama ketahanan
14:17di bidang pertahanan dan keamanannya ini.
14:20Mohon kita jaga baik-baik
14:21perbatasan darat, perbatasan laut
14:23dan perbatasan udara
14:25agar tidak mudah dijangkau
14:26oleh kekuatan-kekuatan
14:27yang kemungkinan saja
14:28melakukan serangan
14:30terhadap salah satu pihak
14:31dari laut, dari selat-selat
14:32yang ada di Indonesia
14:33sehingga terkesan Indonesia
14:34berpihak pada salah satu
14:35di antara mereka.
14:36Karena itu tadi ya Pak ya
14:37ada hubungan
14:38atau perjanjian
14:40dengan Amerika Serikat.
14:41Pak Tengku nanti kita lanjutkan lagi
14:43Usha Jeda dan Surah
14:44tetaplah bersama kami
14:44di Breaking News Kompas TV.
Komentar