00:00Intro
00:00Saudara Menteri Kebudayaan Fadli Zon angkat bicara usai didesak sejumlah pihak untuk menarik ucapannya
00:10atas pernyataannya di kasus kerusuhan Mei 1998.
00:15Sebelumnya politisi Partai Gerindra ini mempertanyakan kebenaran kekerasan seksual masal dalam peristiwa Mei 1998.
00:24Menurut Fadli Zon hingga kini belum ada fakta hukum terkait kekerasan seksual masal dalam peristiwa kerusuhan Mei 1998.
00:33Namun demikian dirinya mengecam kekerasan seksual masal di peristiwa kerusuhan Mei 1998 jika memang ada fakta hukumnya.
00:41Sebelumnya aktivis Amnesty International Indonesia Usman Hamid bilang pernyataan Fadli Zon yang menyebut kekerasan seksual peristiwa Mei 1998
00:50sebagai rumor hal yang tak pantas.
00:54Usman bilang kekerasan seksual masal di kerusuhan Mei 1998 sudah diungkap TGPF saat pemerintahan Habibie.
01:01Itu saya kira silakan saja berbeda pendapat ya.
01:09Tapi artinya argumen saya itu saya jelaskan gitu supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman.
01:17Jadi agar bukan menegasikan tetapi terutama pada persoalan-persoalan yang jangan sampai merugikan diri kita sendiri.
01:26Misalnya tadi pengungkapan, kalau sudah menjadi fakta hukum, sudah ada misalnya pelakunya, ada pengadilannya, ternyata pengadilannya, ya kita kecam gitu.
01:36Itu satu kejahatan yang luar biasa.
01:39Saya yakin sampai sekarang kekerasan seksual pada perempuan masih terjadi.
01:43Dan itu sesuatu yang harus kita kutuk, harus kita kecam gitu ya.
01:47Mengutuk dan mengecam keras berbagai bentuk perundungan dan kekerasan seksual pada perempuan yang terjadi pada masa lalu dan bahkan masih terjadi hingga hari ini.
01:59Ia juga menyatakan bahwa kekerasan seksual terhadap perempuan adalah pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan yang mendasar.
02:06Karena itu pernyataan semacam ini seharusnya mencegah seorang Menteri untuk mengatakan persoalan-perusuhan Mei dan perkosaan masal di dalamnya sebagai rumor.
02:16Karena pernyataan itu justru memberi kesan bahwa keyakinan dari Menteri kebudayaan bersikap paradoks, bersikap mendua.
02:27Di satu sisi mengecam tindakan perkosaan masal, tetapi di sisi lain seperti meragukan kebenaran dari persoalan itu.
02:36Sebelumnya Saudara Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno bilang yang dipermasalahkan Fadli Zon yaitu soal adanya kekerasan seksual masal atau tidak di kerusuhan Mei 1998.
02:50Pratikno menambahkan terkait kekerasan seksual di kerusuhan Mei 1998 sudah diungkap tim gabungan pencari fakta TGPF pada pemerintahan terdahulu.
03:00Pemerintahan Menteri
03:02Setau saya Pak Patricion sudah menjelaskan tentang penggunaan terminologi masal itu yang beliau.
03:13Jadi kan perbedaannya apakah, kan beliau sudah menjelaskan ya, saya tidak perlu menjelaskan ulang.
03:19Itu bisa ada di media juga bahwa memang ada anul dari TBKF itu yang menyatakan itu ada perkuasaan.
03:27Tapi kan yang disampaikan oleh Pak Menteri Kebudayaan kan masalah-masalah atau tidak masalah.
03:37Sementara itu Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi bilang,
03:41Fadlizon tidak menyinggung soal tidak ada bukti konkret kekerasan seksual massal di kerusuhan Mei 1998.
03:48Menurut Hasan, narasi negatif yang muncul di media sosial atas pernyataan Fadlizon sebagai spekulasi.
03:56Hasan berharap publik memberi waktu atas proses penulisan ulang sejarah yang dijalankan pemerintah di Kementerian Kebudayaan termasuk kasus kerusuhan Mei 1998.
04:06Dalam konteks hal yang sedang disusun oleh Kementerian Kebudayaan,
04:15mari kita sama-sama beri waktu para sejarawan untuk menuliskan.
04:19Ini kan sekarang semua dalam proses.
04:21Dan dalam proses ini terlalu banyak spekulasi-spekulasi yang menyatakan ini tidak ada, ini ada.
04:26Kita coba kita biarkan para sejarawan ini menuliskan ini dan untuk nanti kita pantau, kita pelototi, kita periksa bareng-bareng.
04:36Toh yang menulis ini adalah para sejarawan yang juga kredibel, punya kredibilitas tinggi dan mereka tentu tidak akan mengorbankan kredibilitas mereka untuk hal-hal yang tidak perlu.
04:47Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menanggapi pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyangkal kasus pemerkosaan masal di tahun 1998.
05:02Bambang menilai dalam penulisan sejarah berkaitan dengan subjek fitas.
05:06Ia mempersilahkan Fadli menulis dengan caranya sendiri, tanpa harus merasa benar.
05:12Namun PDIP mengingatkan kembali soal fakta yang sebelumnya disampaikan Presiden ketiga, B.J. Habibie.
05:19PDI Perjuangan pun menyebut akan menulis sejarahnya sendiri.
05:30Soal penulisan sejarah, ini kan subjektivitas pasti kocampur.
05:36100% ikut campur, subjektivitas.
05:40Jadi siapapun yang akan menulis pasti akan ada kontranya.
05:47Terhadap penulisan sejarah ini gimana Pak Pacul yang diinisiasi oleh...
05:51Terima kasih.
Komentar