Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Inilah momen Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan hadiah kepada seorang pemuda yang berhasil menjawab kuis terkait panen tebu di zaman Belanda.

Hal ini disampaikan saat Menteri Amran menghadiri acara PT Sinergi Gula Nusantara yang digelar di Lumajang pada Selasa (10/6/2025).

Mulanya, tiga orang pemuda naik ke atas panggung dan diberi kuis oleh Andi Amran.

Mendengar salah satu jawaban yang tepat, Mentan Amran memberikan hadiah berupa uang setengah gaji menteri.

Sementara dua pemuda lainnya diberikan topi yang sering dipakainya.

#mentan #amransulaiman #tebu

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/599562/momen-mentan-amran-beri-kuis-ke-pemuda-beri-hadiah-setengah-gaji-menteri
Transkrip
00:00Kami ingin ubah wajah perkebunan Indonesia.
00:06Tahu kita ini nomor satu dunia, kelapa nomor dua, kemudian kopi nomor tiga, kakao nomor tiga dunia.
00:16Gula harus tampil.
00:19Tidak ada alasan.
00:21Pak Dirut, direksi tidak ada alasan.
00:23Arus bangkit.
00:25Dan bangkitnya eksponensial.
00:27Bukan kenaikan kami tunggu.
00:29Eksponensial.
00:31Bisa?
00:35Bisa?
00:37Enggak yakin.
00:39Suara Bapak saja enggak yakin.
00:43Bisa?
00:45Gunakan pemuda yang tadi.
00:49Pasti bisa.
00:52Zaman Belanda katanya produksi 14 ton.
00:56Begitu merdeka, Alhamdulillah turun 4 ton.
01:05Kira-kira ada apa?
01:06Ada yang bisa jawab?
01:08Satu orang.
01:11Ada yang bisa?
01:12Satu orang.
01:13Dari PTPN.
01:14Satu orang.
01:15Kenapa Pak Direktur?
01:16Kasih maik.
01:20Aku kasih hadiah.
01:22Yang bisa jawab.
01:30Kedisiplinan operasional excellence dan budaya planters yang sudah berkurang jauh.
01:35Oke.
01:37Siapa lagi?
01:40Kenapa?
01:40Ini Direktur atau GM.
01:43Tahu nanti PTPN rubah budaya kerja.
01:46Pak Dirut.
01:47Harus eksponensial.
01:49Enggak aku terima.
01:51Kami sudah diperintah Bapak Presiden.
01:53Tolong bedah perkebunan Indonesia.
01:56Siap Bapak Presiden.
01:57Kami terima perintah langsung.
01:59Kami telpon Pak Erick.
02:01Menteri BUMN.
02:02Kami telpon.
02:04Ketua dan antara.
02:06Tadi wakil ketua dan antara.
02:08Saya katakan.
02:10Aman aku.
02:11Terima.
02:11Dan pasti kami melakukan perubahan.
02:14Itu sudah pasti.
02:17Insya Allah.
02:18Mulai hari ini.
02:19Tonggak sejarah kita ketemu pertama.
02:21Perkebunan Indonesia harus berubah.
02:25Gimana Pak?
02:27Yang utama adalah.
02:29Lahan tebunya sejauh berkurang.
02:31Oke.
02:32Apa lagi?
02:33Kedua.
02:35Harga tebu.
02:36Harga gula.
02:37Hilirnya adalah.
02:39Sangat fluktuatif.
02:40Oke.
02:41Yang lain anak muda.
02:42Yang tadi anak muda.
02:43Maju satu.
02:45Pemuda harus berani.
02:46Aku butuh pemuda.
02:48Ingat Bung Karno.
02:50Berikan aku seribu orang tua.
02:55Gunung Semeru aku.
02:57Cabut dengan akar-akarnya.
02:59Tapi berikan sepuluh pemuda.
03:01Aku goncang ini dunia.
03:03Ada pemuda satu.
03:04Yang baju.
03:05Satu orang.
03:07Maju satu orang.
03:10Satu orang.
03:13Aku tidak lanjut.
03:13Kalau tidak ada pemuda.
03:15Kalian.
03:16Sini.
03:17Lari.
03:17Nah lari.
03:18Lari.
03:18Lari.
03:18Mana topi saya tadi.
03:25Topi saya tadi.
03:28Pemuda-pemuda.
03:29Naik disini nak.
03:30Yang satu.
03:31Naik juga.
03:31Dua.
03:32Tidak apa-apa.
03:33Dua.
03:34Aku butuh pemuda Jawa Timur.
03:36Seperti.
03:38Bung.
03:39Tomo.
03:40Aku butuh.
03:41Bung Tomo.
03:42Pemuda.
03:42Bung Tomo.
03:43Zaman sekarang.
03:43Kenapa nak.
03:47Kenapa tiga ya.
03:49Kenapa.
03:50Dulu.
03:51Zaman Belanda 14 ton.
03:53Sekarang 4 ton.
03:54Kenapa.
03:56Langsung jawab.
03:58Gak gagal lagi.
04:01Langsung aja.
04:02Nih disini.
04:02Belajar Mike Menteri.
04:05Kenapa.
04:06Test test.
04:07Yang pertama mohon maaf.
04:09Mungkin dari iklim pak.
04:10Karena dari.
04:12Dulu kan 14 juta ton pak.
04:13Untuk.
04:14Sekarang kan mungkin berkurang nih pak.
04:15Itu aja.
04:16Karena iklim.
04:17Yang pertama kemungkinan.
04:19Yang kedua.
04:20Dari.
04:20Cara tanam.
04:21Orang zaman dulu itu kan.
04:22Lebih gimana nih.
04:24Lebih pakem gak ternyata pak.
04:25Lebih pakem.
04:27Maksudnya ini yang ada di depan jelek semua.
04:29Begitu maksudnya.
04:31Iya pakem dulu.
04:33Berarti tidak pakem.
04:34Lawannya pakem dengan tidak pakem.
04:37Bukan seperti itu.
04:38Cuman.
04:38Cuman.
04:39Mungkin cara tanamnya berbeda pak.
04:41Berarti berbeda.
04:42Berarti ini negatif.
04:43Dulu positif kan.
04:44Sama-sama baiknya pak.
04:45Cuman.
04:48Oke.
04:49Kasih.
04:50Kenapa nak?
04:52Menurut saya karena.
04:54Ada beberapa hal sebenarnya pak.
04:56Jadi terkait misalnya biaya produksi.
04:59Biaya produksi itu semakin lama semakin tinggi.
05:02Dibandingkan kita di tahun 2025 misalnya.
05:05Dibandingkan orang tua atau kakek kami.
05:08Yang di tahun 80.
05:10Mereka bisa dengan apa.
05:13Dengan panen sekian hektare bisa beli tanah.
05:17Nah kalau di generasi kami.
05:18Mungkin untuk beli tanah aja.
05:20Bayangkan beli tanah itu.
05:21Sewanya aja udah mahal pak.
05:23Kalau ke Merauke.
05:25Kalimantan Tengah.
05:27Kalau ke Merauke mungkin bisa berbeda.
05:30Cuman lahan tentu kan berbeda juga pak.
05:32Kondisi lahan.
05:32Kita juga perlu.
05:34Kalau ke Sulawesi Tenggara.
05:37Luas sana.
05:38Sangat cocok dengan tebu.
05:39Mungkin bisa juga seperti Merauke pak.
05:41Kenapa gak kesana?
05:43Karena programnya di Jawa pak.
05:46Dan terfokus ke PGPG di Jawa dulu pak.
05:48Mohon maaf kalau menurut saya itu pertama dari segi budaya tanam.
05:59Artinya kalau dulu pada zaman penjajahan.
06:02Tanamannya terkonsentrasi artinya ada institusi yang bisa dalam tanda kutip.
06:08Mengatur, memaksa.
06:09Kudu harus tebu dan sebagainya.
06:12Dan juga di saat itu ada plotting-plotting lahan dan lain sebagainya.
06:18Sehingga produksi akan jauh meningkat.
06:21Kalau sekarang mohon maaf lahan pertanian berlomba dengan pabrik.
06:25Gitu sih pak.
06:27Gitu.
06:27Siapa namanya mas?
06:38Muhammad Ubaidillah.
06:39Muhammad?
06:40Ubaidillah.
06:42Bawa tas saya gak?
06:44Tas sedekah.
06:46Gak bawa ya.
06:47Udah nomor ini sebut tulis ini.
06:50Kirimi.
06:50Aku kirim ya.
06:54Tulis nomor ini.
06:55Aku pencet sekarang.
06:59Nomor ini hafal gak?
07:00Kalau tidak hafal ya apa boleh buat?
07:02Hapal?
07:03Itu nomor apa?
07:04Sopi Pay pak.
07:05Hah?
07:05Sopi Pay.
07:07Nomor ini.
07:08Ya.
07:09Gak hafal pak.
07:10Gak hafal?
07:10Gak hafal.
07:11Gak boleh.
07:12Gak apa-apa.
07:14Gak apa-apa.
07:15Aku kasih waktu.
07:15Hebat.
07:21Itu hebat.
07:25Kamu juga hebat gak?
07:26Kasih topi.
07:27Mana topi?
07:27Topi saya tadi.
07:29Satu lagi.
07:31Topi saya yang saya pakai tadi.
07:33Ah ini.
07:34Yang hitam.
07:36Oh ini.
07:38Oh bukan.
07:39Ini.
07:39Ini.
07:39Ini.
07:45Kamu nomor rekening nak.
07:55Tulis sudah.
08:00Sambil kirim.
08:01Ini sudah siang.
08:02Kita mau pulang.
08:03Sini nak.
08:03Nak.
08:04Itu sambil kirim.
08:07Sana duduk-duduk.
08:08Jangan usah dulu pulang.
08:10Kasih setengah gaji menteri.
08:14Ya.
08:14Oke.
08:15Kasih nak.
08:17Ini.
08:18Bawa.
08:18Ke bawah nak.
08:20Tahu.
08:21Jawaban itu yang aku tunggu.
08:26Tahu dulu.
08:28Dipaksa tanam tebu.
08:31Ditempiling.
08:34Hasilnya diambil oleh penjajah.
08:37Tapi.
08:37Dia bisa getarkan dunia.
08:40Orang bisa berhasil.
08:41Kalau dua hal.
08:42Terpaksa atau dipaksa.
08:44Indonesia harus dipaksa.
08:47Kenapa?
08:47Negaranya subur.
08:51Anak-anakku.
08:52Tidak akan berubah.
08:53Kalau anda tidak merubah mindset.
08:57Tidak mungkin berubah.
08:59Sampai kiamat.
09:00Enggak berubah.
09:01Kalau tidak merubah mindset kalian.
09:05Change your mindset.
09:06You can change the world.
09:07Kamu berubah mindset-mu.
09:10Kamu bisa berubah ini dunia.
09:12Apalagi hanya perkebunan.
09:13Tapi anda harus berubah.
09:15Repolusi pemikiran.
09:17Repolusi dalam bertindak.
09:18Baru bisa berubah.
09:20Tanpa itu.
09:20Nol.
09:22Yang banyak orang adalah gagasan.
09:25Tanpa tindakan.
09:26Nol.
09:27Pasti nol.
09:29Nggak usah tunggu.
09:29Kalau kita hanya diskusi biasa-biasa.
09:32Seperti yang.
09:3379 tahun.
09:35Tidak akan ada perubahan.
09:37Kalau tidak ada pemikiran.
09:38Repolusional.
09:40Dan tindakan revolusional.
09:42Baru bisa berubah ini republik.
09:44Setuju?
09:51Saya Agin Fredianto.
09:53Saksikan terus program-program Kompas TV.
09:55Melalui siaran digital.
09:56Pay TV.
09:57Dan media streaming lain.
09:58Kompas TV.
10:00Defendant.
10:01Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan