00:00Kami ingin ubah wajah perkebunan Indonesia.
00:06Tahu kita ini nomor satu dunia, kelapa nomor dua, kemudian kopi nomor tiga, kakao nomor tiga dunia.
00:16Gula harus tampil.
00:19Tidak ada alasan.
00:21Pak Dirut, direksi tidak ada alasan.
00:23Arus bangkit.
00:25Dan bangkitnya eksponensial.
00:27Bukan kenaikan kami tunggu.
00:29Eksponensial.
00:31Bisa?
00:35Bisa?
00:37Enggak yakin.
00:39Suara Bapak saja enggak yakin.
00:43Bisa?
00:45Gunakan pemuda yang tadi.
00:49Pasti bisa.
00:52Zaman Belanda katanya produksi 14 ton.
00:56Begitu merdeka, Alhamdulillah turun 4 ton.
01:05Kira-kira ada apa?
01:06Ada yang bisa jawab?
01:08Satu orang.
01:11Ada yang bisa?
01:12Satu orang.
01:13Dari PTPN.
01:14Satu orang.
01:15Kenapa Pak Direktur?
01:16Kasih maik.
01:20Aku kasih hadiah.
01:22Yang bisa jawab.
01:30Kedisiplinan operasional excellence dan budaya planters yang sudah berkurang jauh.
01:35Oke.
01:37Siapa lagi?
01:40Kenapa?
01:40Ini Direktur atau GM.
01:43Tahu nanti PTPN rubah budaya kerja.
01:46Pak Dirut.
01:47Harus eksponensial.
01:49Enggak aku terima.
01:51Kami sudah diperintah Bapak Presiden.
01:53Tolong bedah perkebunan Indonesia.
01:56Siap Bapak Presiden.
01:57Kami terima perintah langsung.
01:59Kami telpon Pak Erick.
02:01Menteri BUMN.
02:02Kami telpon.
02:04Ketua dan antara.
02:06Tadi wakil ketua dan antara.
02:08Saya katakan.
02:10Aman aku.
02:11Terima.
02:11Dan pasti kami melakukan perubahan.
02:14Itu sudah pasti.
02:17Insya Allah.
02:18Mulai hari ini.
02:19Tonggak sejarah kita ketemu pertama.
02:21Perkebunan Indonesia harus berubah.
02:25Gimana Pak?
02:27Yang utama adalah.
02:29Lahan tebunya sejauh berkurang.
02:31Oke.
02:32Apa lagi?
02:33Kedua.
02:35Harga tebu.
02:36Harga gula.
02:37Hilirnya adalah.
02:39Sangat fluktuatif.
02:40Oke.
02:41Yang lain anak muda.
02:42Yang tadi anak muda.
02:43Maju satu.
02:45Pemuda harus berani.
02:46Aku butuh pemuda.
02:48Ingat Bung Karno.
02:50Berikan aku seribu orang tua.
02:55Gunung Semeru aku.
02:57Cabut dengan akar-akarnya.
02:59Tapi berikan sepuluh pemuda.
03:01Aku goncang ini dunia.
03:03Ada pemuda satu.
03:04Yang baju.
03:05Satu orang.
03:07Maju satu orang.
03:10Satu orang.
03:13Aku tidak lanjut.
03:13Kalau tidak ada pemuda.
03:15Kalian.
03:16Sini.
03:17Lari.
03:17Nah lari.
03:18Lari.
03:18Lari.
03:18Mana topi saya tadi.
03:25Topi saya tadi.
03:28Pemuda-pemuda.
03:29Naik disini nak.
03:30Yang satu.
03:31Naik juga.
03:31Dua.
03:32Tidak apa-apa.
03:33Dua.
03:34Aku butuh pemuda Jawa Timur.
03:36Seperti.
03:38Bung.
03:39Tomo.
03:40Aku butuh.
03:41Bung Tomo.
03:42Pemuda.
03:42Bung Tomo.
03:43Zaman sekarang.
03:43Kenapa nak.
03:47Kenapa tiga ya.
03:49Kenapa.
03:50Dulu.
03:51Zaman Belanda 14 ton.
03:53Sekarang 4 ton.
03:54Kenapa.
03:56Langsung jawab.
03:58Gak gagal lagi.
04:01Langsung aja.
04:02Nih disini.
04:02Belajar Mike Menteri.
04:05Kenapa.
04:06Test test.
04:07Yang pertama mohon maaf.
04:09Mungkin dari iklim pak.
04:10Karena dari.
04:12Dulu kan 14 juta ton pak.
04:13Untuk.
04:14Sekarang kan mungkin berkurang nih pak.
04:15Itu aja.
04:16Karena iklim.
04:17Yang pertama kemungkinan.
04:19Yang kedua.
04:20Dari.
04:20Cara tanam.
04:21Orang zaman dulu itu kan.
04:22Lebih gimana nih.
04:24Lebih pakem gak ternyata pak.
04:25Lebih pakem.
04:27Maksudnya ini yang ada di depan jelek semua.
04:29Begitu maksudnya.
04:31Iya pakem dulu.
04:33Berarti tidak pakem.
04:34Lawannya pakem dengan tidak pakem.
04:37Bukan seperti itu.
04:38Cuman.
04:38Cuman.
04:39Mungkin cara tanamnya berbeda pak.
04:41Berarti berbeda.
04:42Berarti ini negatif.
04:43Dulu positif kan.
04:44Sama-sama baiknya pak.
04:45Cuman.
04:48Oke.
04:49Kasih.
04:50Kenapa nak?
04:52Menurut saya karena.
04:54Ada beberapa hal sebenarnya pak.
04:56Jadi terkait misalnya biaya produksi.
04:59Biaya produksi itu semakin lama semakin tinggi.
05:02Dibandingkan kita di tahun 2025 misalnya.
05:05Dibandingkan orang tua atau kakek kami.
05:08Yang di tahun 80.
05:10Mereka bisa dengan apa.
05:13Dengan panen sekian hektare bisa beli tanah.
05:17Nah kalau di generasi kami.
05:18Mungkin untuk beli tanah aja.
05:20Bayangkan beli tanah itu.
05:21Sewanya aja udah mahal pak.
05:23Kalau ke Merauke.
05:25Kalimantan Tengah.
05:27Kalau ke Merauke mungkin bisa berbeda.
05:30Cuman lahan tentu kan berbeda juga pak.
05:32Kondisi lahan.
05:32Kita juga perlu.
05:34Kalau ke Sulawesi Tenggara.
05:37Luas sana.
05:38Sangat cocok dengan tebu.
05:39Mungkin bisa juga seperti Merauke pak.
05:41Kenapa gak kesana?
05:43Karena programnya di Jawa pak.
05:46Dan terfokus ke PGPG di Jawa dulu pak.
05:48Mohon maaf kalau menurut saya itu pertama dari segi budaya tanam.
05:59Artinya kalau dulu pada zaman penjajahan.
06:02Tanamannya terkonsentrasi artinya ada institusi yang bisa dalam tanda kutip.
06:08Mengatur, memaksa.
06:09Kudu harus tebu dan sebagainya.
06:12Dan juga di saat itu ada plotting-plotting lahan dan lain sebagainya.
06:18Sehingga produksi akan jauh meningkat.
06:21Kalau sekarang mohon maaf lahan pertanian berlomba dengan pabrik.
06:25Gitu sih pak.
06:27Gitu.
06:27Siapa namanya mas?
06:38Muhammad Ubaidillah.
06:39Muhammad?
06:40Ubaidillah.
06:42Bawa tas saya gak?
06:44Tas sedekah.
06:46Gak bawa ya.
06:47Udah nomor ini sebut tulis ini.
06:50Kirimi.
06:50Aku kirim ya.
06:54Tulis nomor ini.
06:55Aku pencet sekarang.
06:59Nomor ini hafal gak?
07:00Kalau tidak hafal ya apa boleh buat?
07:02Hapal?
07:03Itu nomor apa?
07:04Sopi Pay pak.
07:05Hah?
07:05Sopi Pay.
07:07Nomor ini.
07:08Ya.
07:09Gak hafal pak.
07:10Gak hafal?
07:10Gak hafal.
07:11Gak boleh.
07:12Gak apa-apa.
07:14Gak apa-apa.
07:15Aku kasih waktu.
07:15Hebat.
07:21Itu hebat.
07:25Kamu juga hebat gak?
07:26Kasih topi.
07:27Mana topi?
07:27Topi saya tadi.
07:29Satu lagi.
07:31Topi saya yang saya pakai tadi.
07:33Ah ini.
07:34Yang hitam.
07:36Oh ini.
07:38Oh bukan.
07:39Ini.
07:39Ini.
07:39Ini.
07:45Kamu nomor rekening nak.
07:55Tulis sudah.
08:00Sambil kirim.
08:01Ini sudah siang.
08:02Kita mau pulang.
08:03Sini nak.
08:03Nak.
08:04Itu sambil kirim.
08:07Sana duduk-duduk.
08:08Jangan usah dulu pulang.
08:10Kasih setengah gaji menteri.
08:14Ya.
08:14Oke.
08:15Kasih nak.
08:17Ini.
08:18Bawa.
08:18Ke bawah nak.
08:20Tahu.
08:21Jawaban itu yang aku tunggu.
08:26Tahu dulu.
08:28Dipaksa tanam tebu.
08:31Ditempiling.
08:34Hasilnya diambil oleh penjajah.
08:37Tapi.
08:37Dia bisa getarkan dunia.
08:40Orang bisa berhasil.
08:41Kalau dua hal.
08:42Terpaksa atau dipaksa.
08:44Indonesia harus dipaksa.
08:47Kenapa?
08:47Negaranya subur.
08:51Anak-anakku.
08:52Tidak akan berubah.
08:53Kalau anda tidak merubah mindset.
08:57Tidak mungkin berubah.
08:59Sampai kiamat.
09:00Enggak berubah.
09:01Kalau tidak merubah mindset kalian.
09:05Change your mindset.
09:06You can change the world.
09:07Kamu berubah mindset-mu.
09:10Kamu bisa berubah ini dunia.
09:12Apalagi hanya perkebunan.
09:13Tapi anda harus berubah.
09:15Repolusi pemikiran.
09:17Repolusi dalam bertindak.
09:18Baru bisa berubah.
09:20Tanpa itu.
09:20Nol.
09:22Yang banyak orang adalah gagasan.
09:25Tanpa tindakan.
09:26Nol.
09:27Pasti nol.
09:29Nggak usah tunggu.
09:29Kalau kita hanya diskusi biasa-biasa.
09:32Seperti yang.
09:3379 tahun.
09:35Tidak akan ada perubahan.
09:37Kalau tidak ada pemikiran.
09:38Repolusional.
09:40Dan tindakan revolusional.
09:42Baru bisa berubah ini republik.
09:44Setuju?
09:51Saya Agin Fredianto.
09:53Saksikan terus program-program Kompas TV.
09:55Melalui siaran digital.
09:56Pay TV.
09:57Dan media streaming lain.
09:58Kompas TV.
10:00Defendant.
10:01Terima kasih.
Komentar