Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Jalan yang digunakan oleh 13 kepala keluarga dari 8 rumah ditutup sejak 7 Juni 2025 oleh pemilik lahan.

Penutupan ini karena pemilik tanah sedang melakukan pembangunan vila.

Akibatnya, sejumlah sepeda motor milik warga terjebak di dalam rumah karena tidak ada akses jalan yang bisa digunakan.

Warga yang terisolasi kemudian sepakat untuk membuat akses jalan secara swadaya dengan memanfaatkan tanah milik desa adat setempat agar kendaraan dan warga bisa beraktivitas keluar rumah.

Sedangkan saat dikonfirmasi, pemilik tanah mengaku lahan tersebut sudah dibeli sejak lima belas tahun silam dan dalam sertifikat tanah tidak ada denah jalan untuk warga.

Sementara itu, anggota DPRD Karangasem Dapil Abang pun menyayangkan sikap pengusaha, di mana jalan yang biasa digunakan warga sehari-hari ditutup secara langsung tanpa ada solusi.

Baca Juga Lima Orang Yang Masih Satu keluarga Ditangkap Terlibat Pencurian Motor di https://www.kompas.tv/regional/598609/lima-orang-yang-masih-satu-keluarga-ditangkap-terlibat-pencurian-motor

#lahan #tanah #jalanwarga #karangasem #vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/598611/akui-tak-ada-denah-jalan-di-sertifikat-pemilik-lahan-tutup-akses-jalan
Transkrip
00:00Informasi lain sodara, akses jalan masuk 8 rumah warga di desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Keupatan Karangasem, Bali.
00:08Ditutup pemilik tanah dengan tembok.
00:10Pemilik tanah menyebut pada sertifikat tanah miliknya tidak ada denah wakaf untuk jalan umum.
00:16Selain itu, ia pun menutupnya karena akan dibangun sebuah vila.
00:20Jalan yang digunakan oleh 13 kepala keluarga dari 8 rumah di desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Keupatan Karangasem, Bali.
00:32Ditutup sejak 7 Juni 2025 kemarin oleh pemilik lahan.
00:37Akibatnya, sejumlah sepeda motor milik warga terjebak di dalam rumah karena tidak ada akses jalan yang bisa digunakan.
00:44Untuk bisa beraktifitas, baik warga yang hendak bekerja maupun anak-anak sekolah, terpaksa melewati jalan setapak, melewati pantai Amet yang jaraknya cukup jauh.
00:56Memang dulunya jalan setapak memang ada jalan itu untuk warga berikutnya.
01:03Udah gitu? Karena ada pembangunan dari...
01:06Iya, karena ada pembangunan dari pemiliknya, jalannya di tutup.
01:12Kemarin, kemarin kita sudah remung karena dapat jalan bentuk, terpaksa dari tiang ini, dari tiang punya lahan sedikit di Natah namanya itu, Natah namanya.
01:26Sekarang di rumah, itu tiang korbankan dulu sementara untuk bisa kita keluar dari tanah warga di sini.
01:35Warga yang terisolasi kemudian sepakat untuk membuat akses jalan secara swadaya dengan memanfaatkan tanah milik desa adat setempat, agar kendaraan dan warga bisa beraktifitas keluar rumah.
01:47Masa terpanggil karena melihat masyarakat kami, 13 kakak terisolir mulai kemarin.
01:56Ada penutupan jalan setapak yang biasa dipakai aktivitas oleh masyarakat di sini, masyarakat nelayan di pantai Amet, di pondok.
02:06Ditutup secara langsung kemarin. Tidak ada solusi sama sekali.
02:11Sedangkan saat dikonfirmasi, pemilik tanah mengaku lahan tersebut sudah dibeli sejak 15 tahun silam.
02:20Dan dalam sertifikat tanah, tidak ada denah jalan untuk warga.
02:24Selain itu, sebelum penutupan, pemilik tanah juga sudah membuat pertemuan dengan warga, termasuk saksi dari pihak kepolisian.
02:32Bahwa pihaknya akan memberi waktu dua bulan agar warga segera mencari akses jalan lain.
02:38Namun warga tidak merespons.
02:40Selain itu, pemilik tanah juga sudah membuat perjanjian bahwa dirinya akan memberi sumbangan atau donasi untuk pembangunan akses jalan baru yang akan digunakan oleh warga.
02:50Tentang permasalahan penutupan di atas tanah milik saya, saya punya hak milik setipikat tidak ada denah jalan.
03:10Tidak ada, itu hak milik saya. Itu saya beli sudah hampir 25 tahun.
03:16Karena saya ingin menutup jalan saya sendiri.
03:21Itu hak milik saya sendiri.
03:22Saya sudah siapkan kalau memang dia bikin jalan atau mohon jalan ke desa adat.
03:33Saya akan kasih ya berupa pengurung ikut donasi sana.
03:40Lahan seluas 200 meter persegi yang terhubung dengan akses jalan tersebut akan dibangun vila oleh pemilik tanah.
03:46Eka Winarta, Kompas TV, Karangasem, Bali
03:51Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan