Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 tahun yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelaku UMKM Konveksi, Untung Tarmudi mengatakan ada penurunan omzet bulan tertentu sampai 70 persen.

Dampaknya, beberapa karyawan borongan harus mencari tempat lain untuk menutupi kebutuhan.

Pedagang konveksi biasanya menerima orderan dari kementerian 5 ribu sampai 10 ribu baju.

Sepinya orderan dan penurunan omzet imbas dari efisiensi anggaran dan persaingan pasar.

Padahal untuk menjalankan usaha ini, Tarmudi mengatakan harus membayar hingga 7 juta rupiah untuk konsumsi listrik per bulan.

Maka, ia berharap ada bantuan yang merata dari pemerintah bagi pelaku UMKM.

Serta adanya pinjaman modal yang tidak membebani pelaku UMKM agar roda perekonomian tetap berputar dan jangan sampai gulung tikar.



Saksikan penelusuran jurnalis KompasTV, Dipo Nurbahagia dalam DIPO episode Jurus Stimulus, Dongkrak Daya Beli?





Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/597363/diskon-tarif-listrik-batal-ini-harapan-pelaku-umkm-dipo
Transkrip
00:00Parahnya sudah sampai dengan, ya sekarang ini udah mulai agak naik-naik dikit gitu.
00:06Tapi secara umum atau rata-rata penurunan omsetnya berapa?
00:12Ada di bulan tertentu sampai, mungkin sampai 70.
00:1570%?
00:16Di bulan tertentu ya, tapi untuk secara hitungan flat ya sekitar 50-60 range ya rata-rata gitu.
00:2370% kan bukan angka yang kecil ya Pak ya, penurunan 70% itu luar biasa besar sebenarnya.
00:28Dampaknya apa?
00:28Akhirnya ada beberapa teman-teman yang harus, kan nggak semua karyawan ini bulanan, ada yang borongan.
00:37Dampaknya ya beberapa teman borongan harus cari tempat lain dulu untuk nutupin kebutuhan.
00:43Paling banyak di sini berkurangnya karena apa Pak?
00:46Kita berkaitan juga nih sama bagaimanapun pasti kita akan berkaitan dengan kepemerintahan kan ya.
00:52Pemerintah?
00:53Kayak kementerian, biasanya kan mereka banyak event, ternyata eventnya berkurang.
00:58Ya, imbasnya ke kita juga jadi berkurang.
01:00Itu imbasnya secara langsung?
01:01Oh iya pasti, pasti sama biasanya sama yang kedua itu minat pasar.
01:07Itu tuh kayak beberapa kasus yang di-compare nih sama marketplace.
01:14Eh marketplace aja segini loh gitu ya, akhirnya nggak masuk di kita.
01:17Oke, berarti ada dampak yang dirasakan akibat efisiensi pemerintah?
01:22Ya, kurang lebihnya seperti itu.
01:25Biasanya berapa apa untung kementerian mesen baju ya berarti ya? Berapa itu biasanya kalau normal aja?
01:30Untuk kuantitinya 5-10 ribu udah tembus sih biasa.
01:355-10 ribu?
01:3610 ribu cc. Untuk keseluruhan ya, untuk keseluruhan.
01:39Sekarang?
01:40Belum.
01:41Nggak ada sama sekarang?
01:42Ada kemarin sempat, cuman nggak begitu ini.
01:45Signifikan?
01:46Nggak, signifikan.
01:47Oke, keuntung ini untuk beroperasi usaha konveksi ini kan tentu membutuhkan daya listrik yang besar ya Pak ya?
01:54Berapa daya listriknya Pak?
01:5511 ribu.
01:5611 ribu?
01:57Tapi ini berbeda dengan daya listrik rumah Pak?
02:00Iya, yang untuk produksi sendiri, yang untuk rumah sendiri.
02:04Kalau rumah berapa?
02:05Rumah 1.200.
02:06Boleh saya lihat Pak peruntukan listriknya untuk kamu?
02:08Boleh, silahkan.
02:12Ya kalau penggunaan listriknya ini sih paling ini mesin jahit ya Pak ya?
02:16Ya, mesin jahit.
02:17Ada berapa jumlahnya Pak?
02:18Mesin jahit kalau kita display semua, kalau pas lagi running semua 40.
02:2340.
02:24Banyak juga ya?
02:25Ini mesin jahit juga.
02:26Mesin jahit juga ya?
02:27Ya.
02:28Kalau pas lagi jalan bareng, itu lumayan banget merasa sedotan setrumnya.
02:33Oke.
02:34Selain mesin jahit, mungkin ada mesin press di belakang.
02:37Oke, boleh kita lihat ya Pak ya?
02:38Boleh, boleh.
02:39Yang ini untuk mesin?
02:41Ini untuk mesin pressnya.
02:43Oh, mesin press.
02:44Untuk sablon.
02:45Ini juga besar daya listriknya?
02:47Ini lumayan, ini 3 ribuan.
02:50Untuk startupnya di 3.600.
02:53Ini udah yang paling besar Pak?
02:54Apa ada lagi?
02:55Ada lagi.
02:56Di depan yang mesin printingnya.
03:06Oh ini lebih besar lagi Pak?
03:07Ya, ini lebih besar Pak.
03:09Besar banget ini ya.
03:10Kalau secara total ini dayanya berapa?
03:128 ribu.
03:13Ya, lampu ini kalau sudah nyala, dia turun Pak.
03:18Sekitar di 6 ribu dia.
03:20Kalau untuk yang 11 ribu volt ampere ini, sebulan berapa Pak?
03:26Bayar listriknya?
03:274 sampai 5 juta.
03:284 sampai 5 juta?
03:29Tapi kalau mesin printer yang didalem itu full,
03:33tiap hari running, ya bisa sampai 7 jutaan.
03:37Itu lumayan banget sih yang itu sih.
03:41Oke.
03:42Karena di satu sisi juga pemasukan berkurang drastis,
03:46tapi di satu sisi juga dalam telah kutip ya, harus dilakukan.
03:49Belum ada bantuan yang secara real menyentuh UMKM,
03:53salah satunya adalah soal listrik ini.
03:54Sudah ada, tapi tidak terlalu, tidak merata mungkin ya bisa disebut.
04:01Ya mungkin hanya teman-teman UMKM yang sudah dengan tarif bisnis, ya.
04:06Atau mungkin dengan UMKM yang ternyata ampere-nya masih yang 1.300,
04:10kan ada juga.
04:11Ya mungkin mereka merasakan bantuan itu.
04:14Tapi untuk teman-teman yang masih dengan tarif rumah tangga,
04:17terus ampere-nya besar, apalagi token gitu ya,
04:22udah pasti berasa banget sih.
04:24Harusnya ditinjau lagi lah.
04:27Ditinjau lagi lah.
04:28UMKM juga kan banyak yang belum bisa ngurus mungkin ke tarif bisnis,
04:33atau yang dayanya juga sama-sama besar.
04:36Karena tarif bisnis sama tarif rumah tangga,
04:38kalau nggak salah ya perbedaannya di situ, itu juga nggak terlalu signifikan kan.
04:42Nah mungkin ada baiknya ditinjau kembali aja UMKM-UMKM yang pada pakai token,
04:49terutama ya gitu, maksudnya ada tindakan yang seperti apa,
04:53atau ada kebijakan yang seperti apa yang bisa meringankan.
04:55Apa yang ingin Bapak sampaikan kepada pemerintah, Pak?
04:57Mungkin bantuan apa sih sebenarnya yang dibutuhkan Bapak selaku pengusaha dari UMKM ini?
05:02Sebenarnya pemerataan aja sih, Pak.
05:05Maksudnya kayak misalkan ada kalau kita lihat tuh,
05:08ada beberapa teman-teman UMKM yang dapat fasilitas,
05:11misalkan yang kenal si A, yang kenal si B, yang kenal si C,
05:14harapannya sih pemerataan aja sih untuk yang kayak gitu.
05:17Sama teman-teman UMKM ini kayak ada satu wadah yang bisa pemerintah tuh kasih,
05:23nih kalau mau pinjem duit di sini ya.
05:26Harapannya itu aja sih.
05:28Dua hal yang ditekankan, yang pertama adalah pemerataan dari bantuan jika memang ada bagi UMKM,
05:32yang kedua juga soal pinjaman modal ya, Pak.
05:35Ya, pinjaman modal tapi tidak yang membebani para UMKM.
05:39Memudahkan untuk para UMKM agar roda perekonomian tetap berputar dan jangan sampai gulung tikar.
05:44Terima kasih banyak.
05:45Siapa untung atau suapunya, Pak?
05:46Sama-sama, Bapak.
Komentar

Dianjurkan