00:00The Nation, in this episode we are going to give you information about one species that has a unique unique and unique species.
00:14Let's take a look at it.
00:17What you have seen is Rinkals, species that is very similar to cobra, either from physics or physics.
00:26Rinkals bahkan punya kebiasaan yang sama dengan cobra, yakni suka mengembangkan leher dan menyemburkan bisanya.
00:35Ular ini dikenal sangat agresif dan berbahaya.
00:40Jika tersengat, bisanya dapat langsung menyebabkan kerusakan serius pada tubuh termasuk gangguan sistem saraf dan pernafasan.
00:49Uniknya, jika merasa terancam dan tak lagi punya pilihan lain, ular ini akan berpura-pura mati.
00:56Strategi yang dikenal dengan sebutan tanatosis ini menjadi strategi pertahanan diri yang terbukti ampuh.
01:08Saat berpura-pura mati, Rinkals akan menjatuhkan diri, menggulingkan badan, membuka mulut, mengeluarkan lidah dan mengeluarkan bau tak sedap dari ekornya.
01:19Saat melihat hal tersebut, predator akan merasa terganggu karena bau tak sedap yang dikeluarkan Rinkals.
01:26Alhasil, mereka akan pergi karena menganggap Rinkals sudah mati dan tidak bisa dipakan.
01:34Di saat predator pergi, Rinkals ketika bangun dan segera kabur ke tempat yang aman.
01:39Ular Rinkals biasanya ditemukan di Afrika bagian selatan seperti Afrika Selatan, Zimbabwe, Lesotho, dan Swaziland.
01:50Habitat ular ini yaitu di padang rumput basah, dataran tinggi, hingga rawa-rawa.
01:55Ular yang memiliki panjang maksimal 1,1 meter ini mudah dikenal lewat warnanya yang sangat mencolok.
02:03Saksikan terus intermeso hanya di keindonesia.tv.
02:08Saya Edwin Darwis, sampai jumpa.
02:10Terima kasih.
02:21Terima kasih.
Comments