KOMPAS.TV - Setelah sekian lama menanti, Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri kembali bertemu di hadapan publik.
Apa saja yang diperbincangkan keduanya di tengah acara yang juga dihadiri Wapres Gibran Rakabuming Raka?
Kami bahas bersama Politisi Partai Gerindra, Hendarsam Marantoko; Jubir PDI Perjuangan, Guntur Romli; dan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia; Adi Prayitno.
Baca Juga Presiden Prabowo Kunjungan Kerja ke Thailand, Pererat Hubungan Bilateral di https://www.kompas.tv/nasional/594064/presiden-prabowo-kunjungan-kerja-ke-thailand-pererat-hubungan-bilateral
#prabowo #megawati #gibran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/597136/full-analisis-isi-pertemuan-hingga-bisikan-megawati-dan-presiden-prabowo-saat-gibran-ikut-hadir
Apa saja yang diperbincangkan keduanya di tengah acara yang juga dihadiri Wapres Gibran Rakabuming Raka?
Kami bahas bersama Politisi Partai Gerindra, Hendarsam Marantoko; Jubir PDI Perjuangan, Guntur Romli; dan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia; Adi Prayitno.
Baca Juga Presiden Prabowo Kunjungan Kerja ke Thailand, Pererat Hubungan Bilateral di https://www.kompas.tv/nasional/594064/presiden-prabowo-kunjungan-kerja-ke-thailand-pererat-hubungan-bilateral
#prabowo #megawati #gibran
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/597136/full-analisis-isi-pertemuan-hingga-bisikan-megawati-dan-presiden-prabowo-saat-gibran-ikut-hadir
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Pasangan pertemuan di antara Presiden Prabowo dengan Presiden kelima Republik Indonesia, Ibu Megawati Soekarno Putri,
00:10berlangsung sangat akrab, penuh kekeluargaan dan saling banyak bercanda.
00:18Di antara keduanya juga ada berbisik, yang saya teluskan belum tahu apa yang dibisikkan.
00:23Yang dibisikkan kemudian ada tindak lanjutnya begitu Pak Mujani?
00:26Pertama kembali mungkin?
00:28Sepertinya begitu, tapi saya belum tahu.
00:30Sudara setelah sekian lama menanti, Prabowo Subianto dan Megawati Soekarno Putri kembali bertemu di hadapan publik.
00:43Apa saja yang diperbincangkan keduanya di tengah acara yang juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka.
00:50Kita akan bahas bersama politisi Partai Gerindra, sudah ada Bung Hendar Samarantoko,
00:54serta Jubir PDI Perjuangan sudah ada Bung Guntur Romli, dan juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Mas Adi Prayitno.
01:03Selamat petang semuanya, terima kasih sudah menyediakan waktu di Kompas Petang.
01:07Saya ke Bung Hendar Sam terlebih dahulu.
01:20Bung Hendar Sam ini mau mengkonfirmasi aja nih, dalam peringatan hari lahir Pancasila ini Ibu Mega, Mas Wapres, dan juga Presiden Prabowo hadir.
01:30Ini undangan dari Ibu Mega, selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP,
01:37atau sebaliknya memang pemerintah dalam hal ini Presiden Prabowo yang mengundang?
01:44Ya, kedua hal tersebut tentunya kami anggap adalah dua hal yang patut kita klarifikasi kebenarannya.
01:56Sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP tentunya secara formal Bu Mega pasti diundang untuk melakukan hal tersebut.
02:05Dan juga secara non-formal sebagai seorang sahabat, Pak Prabowo juga tentunya mengundang Bu Mega secara pribadi dan sebagai seorang sahabat.
02:16Dan dua elemen ini yang membuat kedatangan Bu Mega mungkin ini kita anggap sebagai sesuatu hal yang cukup istimewa.
02:25Nah, yang patut untuk saya garis bawahi bahwa pertemuan dan Bu Mega yang selama ini selalu menjadi topik kita bersama,
02:37kapan ketemu, kemarin sudah ketemu, kapan lagi mau ketemu, kapan lagi ketemu.
02:40Artinya kita bisa simpulkan Bu Mega dan Pak Prabowo yang menyatukannya adalah Pancasila.
02:47Yang menyatukannya adalah pada hari lahir Pancasila.
02:52Dan oleh karena itu, ya ini menjadi angin sejuk bagi kita semua.
02:56Semoga kedepannya Indonesia akan tetap baik-baik saja.
03:00Ya kan, persatu Indonesia akan tetap kita rawat kedepannya.
03:03Seperti itu dia.
03:04Baik, saya ke Bung Guntur.
03:06Bung Guntur kita tahu bahwa Pancasila identik dan juga selalu menyuarakan persatuan dan kebersamaan.
03:13Tapi yang menarik hari ini adalah keakrapan antara Pak Prabowo dan juga Bu Mega.
03:18Ini keakrapan seperti ini apa saja yang dibahas?
03:22Ya, terima kasih Mbak Ondri.
03:25Ya, saya ingin menekankan apa yang disampaikan oleh Bung Hendarsam itu.
03:30Bahwa yang mempertemukan antara Ibu Megawati dan Presiden Prabowo adalah Pancasila.
03:36Saya kira pertemuan hari ini juga sesuai dengan sila ketiga Pancasila,
03:40yaitu Persatuan Indonesia.
03:42Di mana para elit, ya partai politik, ataupun juga tokoh negara,
03:48dan juga tokoh-tokoh bangsa bertemu.
03:50Dan ini adalah momen penting pada tanggal 1 Juni, ini peringatan hari lahir Pancasila.
03:58Dan tentu saja Ibu Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah dari BPIP,
04:02dan ini terkait dengan momen kelahiran Pancasila,
04:06ataupun juga sebagai Presiden Indonesia yang kelima,
04:09kemudian juga Ketua Umum PDI Perjuangan yang memang konsisten
04:12memperjuangkan selama ini tentang lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni,
04:17ini adalah momen yang penting ya.
04:19Karena itu, kehadiran Ibu Megawati memang menurut hemat kami,
04:24ya untuk menegaskan pentingnya kita memperingati
04:28kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945,
04:33yang di situ disampaikan, yang digali oleh Bung Karno ketika
04:37sidang BPUPKI pada saat itu, kemudian menjadi dasar negara kita.
04:43Jadi pertemuan ini merupakan pertemuan yang sangat penting,
04:46karena momennya juga penting, kemudian juga tokoh-tokohnya yang bertemu juga,
04:52menurut saya, menurut kami, ya ini sesuai dengan sila ketiga Pancasila,
04:56yaitu Persatuan Indonesia.
04:57Oke, Mas Adi, apa yang bisa Anda maknai, yang juga bisa Anda baca,
05:03dari momen keakrapan antara Presiden Prabowo dan juga Presiden kelima RI Megawati Soekaroputri, Mas Adi?
05:10Ya, saya kira memang ini menjadi satu penegas, bahwa sebenarnya hubungan politik dan hubungan personal
05:17antara Prabowo Subianto dengan Megawati, itu baik-baik saja.
05:22Sekalipun kedua tokoh ini dalam berbagai momen politik misalnya,
05:27selalu berhadap-hadapan khususnya adalah Pilpres 2014, 2019, termasuk juga 2024,
05:33ada yang kalah dan ada yang menang.
05:35Tapi nyatanya kedua sosok ini memang sangat kelihatan sekali secara gestur politik,
05:41tidak ada bere dan tidak ada jarak apapun.
05:44Wajar kalau kemudian tadi misalnya kita mendengarkan pernyataan dari Sekjen Gerindra,
05:49bahwa keduanya itu saling meleparkan canda, bahkan secara terbuka misalnya Pak Prabowo itu berkelakar,
05:56Pak Megawati itu semakin kurus, itu artinya dietnya sukses.
06:00Itu kan adalah bahasa-bahasa yang orang akrab yang sebenarnya tidak bisa dilakukan
06:04kalau memang hubungan kedua tokoh ini tidak baik-baik saja.
06:08Nah bagi saya sebenarnya, Audrey, yang menarik dan ditunggu oleh publik yang paling banyak itu adalah
06:14ada tidak pembicaraan antara Ibu Megawati Sukarno Pusri dengan Wakil Presiden Ibran Akhubing Raka?
06:21Itu yang paling banyak ditunggu dalam momen hari kelahiran Pancasila per hari ini.
06:27Kalau Prabowo dengan Megawati ya, saya kira sudah tidak ada pantahan apapun.
06:32Kedua tokoh ini sudah saling akrab dan sudah saling bersahabat.
06:35Bahkan momen dalam perayaan hari Pancasila hari ini pun ketika ada Prabowo, ada Megawati.
06:41Itu kan menegaskan sudah ada komunikasi yang sebenarnya menegaskan keduanya akan bertemu dalam momen yang formal ini.
06:49Bung Guntur, kalau kita tahu ya, keduanya itu berhadapan di muka publik secara resmi itu terakhir kali tahun 2019.
06:58Karena kalau yang lebaran beberapa waktu lalu itu kan, apa yang disampaikan di publik hanya dalam bentuk visual saja.
07:06Tapi tidak secara resmi.
07:08Apa sih sebenarnya yang akan direncanakan? Apakah mungkin akan ada bentuk koalisi atau seperti apa?
07:14Bung Guntur.
07:15Ya, saya kira ini momen yang tepat untuk memunculkan kembali pertemuan antara Pak Prabowo dengan Ibu Megawati.
07:23Kalau di hal-hal kan lebih ke pertemuan personal, sifatnya lebih kekeluargaan.
07:30Namun kalau sekarang kan momennya kan sangat penting bahwa itu untuk memperingati hari lahirnya Pancasila.
07:36Dan saya kira juga itu mengajak agar bangsa Indonesia semakin sadar ya terhadap falsafah, terhadap ideologi bangsa, dasar negara, dan juga Pancasila.
07:45Dan juga mengingatkan kembali kita kepada pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 terkait upaya untuk memerdekakan bangsa Indonesia.
07:55Dan pidatunya itu sangat-sangat kaya ya.
07:58Dan saya kira Ibu Megawati secara sadar memilih momen ini untuk memunculkan ke publik pertemuan dengan Presiden Prabowo.
08:09Nah kalau terkait dengan misalnya pertanyaan soal masalah politik atau masalah koalisi, menurut saya itu kan hal-hal yang permukaan.
08:18Ini kan kita bicara tentang politik kenegaraan, politik kebangsaan, bicara tentang dasar negara yang mempersatukan kita.
08:25Saya kira ini lebih penting ya, jauh lebih penting mengajak bangsa kita, mengajak masyarakat kita untuk kembali kepada pentingnya Pancasila itu sendiri Pak.
08:35Oke, Bu Guntur tapi yang menarik dalam momen kali ini adalah bukan hanya pertemuan antara Bu Mega dan juga Pak Prabowo, tapi Bu Mega juga ketemu dengan Mas Gibran.
08:45Ini benar tidak ada momen saat Bu Mega bercanda dengan Mas Gibran saat menunggu di holding room?
08:52Kami belum mengetahui informasi itu Mbak ya, karena kan juga apa yang kami saksikan juga sebatas yang apa yang divisualkan melalui rekaman video.
09:02Tapi menurut kami ya, posisinya Mas Gibran dalam pertemuan itu kan juga sesuai dengan protokol kenegaraan ya.
09:10Kalau ada presiden, kemudian wakil presiden ya, kemudian juga ada presiden dan wakil presiden sebelumnya.
09:16Dalam protokol kenegaraan yang resmi kan memang itu terjadi.
09:20Dan kami ya melihat dalam konteks seperti itu.
09:23Karena yang juga apa bisa dilihat, bahwa yang juga ditunggu oleh publik kan pertemuan antara Ibu Megawati dengan presiden Prabowo yang selama ini juga banyak dinanti-nanti.
09:35Kapan dimunculkan?
09:36Tepat sekali ketika Mbak Undri bilang bahwa kalau hari raya itu hanya pertemuan tertutup keluarga anak.
09:42Sekarang secara terbuka ini momen yang baik, hari lahir Pancasila.
09:46Maka disitulah kedua tokoh ini menampilkan, memunculkan kebersamaan di tengah momen yang sangat penting ini.
09:53Begitu Mbak.
09:54Oke, Bung Hendar Sam.
09:56Ada gambaran atau visual yang memperlihatkan Bu Megawati berbisik dengan Pak Prabowo.
10:05Dan ini dibenarkan oleh Pak Muzani.
10:07Ini yang dibisikin apa aja?
10:08Tapi akan kita bahas selepas jeda tetap bersama kami di Kompas Petang.
10:11Presiden Prabowo, Bu Megawati Soekarno Putri dan Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka bertemu dalam suatu acara untuk memperingati hari lahir Pancasila.
10:21Kita masih mencoba untuk membaca dan juga memaknai bersama dengan narasumber kami pada sore hari ini.
10:28Saya akan kembali langsung bersama Bung Hendar Sam.
10:30Ini kalau peringatan hari ini dihadiri oleh Bu Megawati, selaku Wakil, sorry, selaku Presiden kelima Republik Indonesia.
10:40Pak Jokowi diundang tidak?
10:43Ya, harusnya diundang.
10:45Secara protokoler pasti diundang.
10:47Seluruh mantan Presiden yang saat ini masih hidup pasti diundang.
10:52Tapi apakah kehadiran beliau itu sudah diwakilkan oleh Mas Gibran?
10:59Saya juga kurang begitu tahu persis.
11:01Tapi kan juga harus diketahui kan Pak SBE juga tidak hadir pada hari ini kalau saya tidak salah ya.
11:06Tapi beberapa menteri-menteri kabinet yang saat ini ikut pula hadir.
11:13Jadi itu bukan merupakan sesuatu isu sebenarnya.
11:17Tapi ya setidaknya saya ulang kembali bahwa ada tiga tokoh.
11:25Bahwa ada Pak Prabowo di situ, ada Bu Megawati di situ, ada Mas Gibran di situ.
11:30Bahwa mudah-mudahan Pak Prabowo bisa menjadi katalisator bagi apa namanya itu,
11:37para pihak dan teman-teman, saudara-saudara kita, tokoh-tokoh bangsa yang saat ini
11:41mungkin ada beberapa hal, isu-isu yang masih belum clear ya tentang masalah itu.
11:47Mudah-mudahan.
11:48Jadi Prabowo sebagai pemersatu dan katalisator daripada tokoh-tokoh bangsa ini ke depannya.
11:55Oke.
11:55Begitu-begini.
11:57Bung Guntur, kalau kita lihat momen keakrapan antara Pak Prabowo dan juga Bu Megawati,
12:03apakah momen keakrapan ini bisa dijadikan suatu bentuk bahwa PDI Perjuangan yang saat ini
12:10masih konsisten dengan oposisi akan masuk ke dalam pemerintahan?
12:13Ya Mbak, terkait posisi politik PDI Perjuangan, sampai sekarang kan masih berada di luar pemerintahan.
12:22Dan kalaupun ada perubahan, itu seperti disampaikan oleh beberapa tokoh dari PDI Perjuangan,
12:28biasanya itu diputuskan dalam Kongres yang akan diselenggarakan pada tahun ini.
12:33Nah kalau bagi kami, saya tegaskan bahwa ketika pertemuan ke negara ini terjadi,
12:38ini kan terkait dengan hal yang sangat mendasar bagi bangsa ini.
12:42Terkait dengan dasar negara, terkait dengan Pancasila.
12:45Kalau soal koalisi dan politik praktis itu kan hal yang permukaan.
12:49Karena pentingnya Mbak, lahirnya Pancasila ini kan kita nggak bisa memahami menghayati Pancasila
12:54tanpa membaca Pidato Bung Kano pada tanggal 1 Juni 1945.
13:00Bicara tentang toleransi beragama, bicara tentang kemanusiaan,
13:04bicara tentang nasionalisme yang tidak sempit, bicara tentang gotong royong.
13:10Jadi ini momen penting bahwa kita tidak hanya mau memahami Pancasila
13:15sebagai sila-sila yang sekarang sering dihafal dan dibaca,
13:20tapi mesti juga membaca Pidato Bung Kano pada tanggal 1 Juni 1945.
13:26Bagaimana dari penggalian beliau, penghayatan beliau, pencarian beliau selama bertahun-tahun
13:31untuk mencari tentang dasar negara, tentang filosofi bangsa kita,
13:36itu juga secara gamblang, secara jelas disampaikan dalam Pidato tersebut.
13:41Jadi momen ini kalau menurut kami, Ibu Megawati itu ingin mengajak
13:47seluruh rakyat Indonesia untuk membaca kembali naskah Pidato Bung Kano tanggal 1 Juni 1945.
13:53Itu pentingnya dari lahirnya Pancasila di situ, Mbak.
13:56Mas Adi, kalau kita bicara soal oligarki versus demokrasi,
14:04apakah keakrapan dari para elit ini bisa mencerminkan bahwa oposisi dijinakan
14:10dalam tanda kutip untuk masuk ke pemerintahan?
14:14Ya, bagi saya sebenarnya, kalau mau jujur, sekalipun posisi PDIP hari ini
14:20di luar kekuasaan, sebenarnya secara prinsip dalam praktik politiknya,
14:25PDIP itu tidak pernah berseberangan dengan pemerintah,
14:28bahkan dalam banyak hal, PDIP itu memberikan dukungan secara total
14:32kepada kebijakan-kebijakan politik di era pemerintahan Pak Prabowo Subianto.
14:37Bisa kita cek satu persatu, misalnya soal kenaikan,
14:40apa namanya, PPN yang 12 persen, PDIP mendukung.
14:44Soal program akan bergizi gratis, PDIP mendukung.
14:47Soal revisi Undang-Undang TNI, PDIP juga mendukung.
14:51Jadi, kalau mau jujur, PDIP ini luarnya saja merah,
14:54tapi dalam itu coklat, warna partai gerindra.
14:58Itulah yang saya sebutkan, koalisi itu tidak harus diformalkan,
15:01tapi yang paling prinsip adalah dalam praktiknya,
15:04bagaimana keputusan-keputusan politik pemerintah
15:06itu kemudian didukung secara penuh oleh PDIP.
15:09Tapi bagi saya satu hal ya, sekalipun misalnya Pak Prabowo Subianto
15:12dengan Mekawati memiliki hubungan yang cukup baik,
15:16tapi tentu kita berharap kawan-kawan PDIP itu tidak menutup mata
15:20kalau memang ada kebijakan-kebijakan yang tidak pro-rakyat,
15:23disumulkan polomik, merugikan masyarakat secara umum ya,
15:27memang harus berjuara secara langsung.
15:29Ini kan tentu untuk memberikan satu gambaran besar
15:32bahwa berpolitik itu suatu waktu memang boleh bersahabat,
15:35tapi kalau memang ada sesuatu yang pahit, tidak baik,
15:38katakan itu sekalipun pahit.
15:40Katakan itu sekalipun keduanya saling berteman satu sama yang lain.
15:43Saya kira di situ posisi politiknya.
15:46Baik, singkat saja untuk Bung Hendarsam,
15:49bicara soal bisik-bisik.
15:51Ini yang dibisik-bisikan apa nih?
15:53Artinya banyak yang tidak boleh tahu atau bagaimana?
15:55Apa temanya?
15:57Aduh, ini saya kebagian yang non-formal semua ini masalahnya.
16:02Jadi yang tahu kan tentunya Bung Mega dengan Pak Prabowo ya,
16:05dan kita belum bisa mengkonfirmasi apa yang beliau berdua perbincangkan
16:11tentang masalah itu.
16:13Cuman saya kembali memperkuat apa yang dikatakan oleh Mas Guntur Omli tadi,
16:19bahwa kehadiran Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara ini
16:24tidak terlepas daripada peran daripada Bung Karno,
16:29selaku penggali dan penggagas daripada Pancasila itu sendiri.
16:34Dan oleh karena itu, Pak Prabowo,
16:37saya anggap Pak Prabowo kenapa saya ada di Gerindra juga,
16:39saya anggap beliau adalah saat itu adalah Soekarno Muda,
16:43maka saya masuk Gerindra karena itu.
16:46Dan oleh karena itu,
16:48akselerasi dan implementasinya,
16:50penekanan pada Pancasila bagai fondasi kebijakan,
16:53Pancasila bagai nomor satu bangsa,
16:55implementasinya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan dan tindakan kita sehari-hari,
17:00itu yang akan ditekankan dan terus-menerus dikumanakan oleh Pak Prabowo.
17:08Jadi, kembali lagi,
17:10ini kesamaan ideologi menyatukan antara Pak Prabowo dan Bu Mega
17:15di momen yang sangat sakral di hari kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni 2025.
17:22Oke, kalau Mas Guntur mungkin tahu apa yang dibisikin?
17:26Apa Mas?
17:27Saya juga nggak tahu.
17:29Belum dapat informasi juga.
17:31Tapi saya kira apapun yang dibisikkan,
17:33tapi kan itu mencairkan suasana,
17:36apalagi kan disebutkan ada canda,
17:38ada tawa,
17:39dan itu menunjukkan lah,
17:40menunjukkan bahwa inti sari dari Pancasila itu kan adalah gotong royong.
17:45Dan sila ketiga adalah persatuan Indonesia,
17:47dan pertemuan kenegaraan antara dua tokoh ini ya benar-benar mempersatukan kita
17:52dan menyejukkan kita.
17:53Begitu, Mbak.
17:54Oke.
17:55Mas Adi, singkat saja terakhir,
17:57momen personal, keakrapan, pendekatan personal di antara Pak Prabowo dan juga Bu Mega.
18:03Apa yang bisa dimaknai?
18:04Dan kira-kira pesan apa yang ingin disampaikan antara keduanya?
18:07Ya, saya ingin menjawab dua hal.
18:11Sepertinya bisik-bisik yang belum dijawab oleh Bang Hendarsam sama Bang Guntur.
18:14Saya ingin menjawab,
18:15kira-kira kapan ini dibikinin nasi goreng?
18:18Yang udah ditunggu-tunggu ya?
18:19Biasanya kode-kode politik yang selalu dikait-kaitkan soal
18:22bagaimana romantisme historis
18:25yang selalu terbentuk ya ketika Pak Prabowo dengan Megawati itu berjumpa.
18:29Konon, setelah pertemuan ini kan ada rencana pertemuan-pertemuan selanjutnya.
18:33Ya bagi saya kodenya sederhana kok
18:35bahwa Prabowo Subianto dengan Megawati ya Sohib
18:37kawan lama yang tidak bisa dibentur-benturkan satu sama yang lain.
18:42Meski PDIP berada di luar kekuasaan
18:43bukan berarti harus berhadapan-hadapan dengan Prabowo.
18:46Karena dalam banyak hal PDIP sudah menyatakan ya
18:49secara terbuka untuk bekerjasama.
18:52Bagi saya politik kita seperti itu
18:53adalah politik kerjasama
18:55dan politik konsolidasi dan politik gotong royong.
18:58Cuman satu hal yang ingin saya tegaskan
19:00karena PDIP terlanjur masih berada di luar
19:03kalau memang ada sesuatu yang tidak baik
19:05dengan negara kita
19:06terkait dengan kinerja menteri
19:07kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro dengan rakyat
19:10berugikan masyarakat
19:11ya saya kira PDIP perlu bersuara
19:13itu penting
19:14sebagai teman
19:15tapi teman yang juga selalu mengikatkan
19:18tak bahati.
19:19Baik, terima kasih.
19:21Artinya kita tunggu agenda nasi gorengnya
19:23akan kapan diselenggarakan.
19:25Terima kasih Mas Adi Prayitno
19:26Bung Guntur Omli
19:27dan juga Bung Endar Samarantoko
19:30terima kasih.
19:30sudah bergabung di Kompas Petang.
19:32Selamat sore.
Komentar