00:00Sudara berdasarkan data statistik tahun 2024, Provinsi Gorontalo tercatat menuduki peringkat 1 konsumsi cabai rawit di Indonesia.
00:09Setiap orang di Gorontalo rata-rata mengkonsumsi cabai rawit hingga 0,43 kg per bulan.
00:20Berdasarkan data survei sosial ekonomi nasional tahun 2024, Provinsi Gorontalo mencetak rekor dalam konsumsi cabai rawit.
00:30Gorontalo berada di peringkat 1 konsumsi cabai rawit tertinggi secara nasional.
00:35Setiap orang di Gorontalo mengkonsumsi cabai rawit hingga 0,43 kg per bulan.
00:41Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi lainnya di Indonesia.
00:48Konsumsi cabai rawit di Gorontalo terus meningkat sejak tahun 2016.
00:53Hal ini dikarenakan budaya menu makanan pedas di Gorontalo.
00:57Namun meningkatnya konsumsi cabai rawit bisa berdampak pada inflasi jika ketersediaan tidak sebanding dengan kebutuhan.
01:05Bukan diartikan sebagai total penduduk Gorontalo menduduki nomor 1 konsumsi cabai rawitnya.
01:15Itu perbandingannya satu orang di Gorontalo dibandingkan dengan satu orang di Provinsi lain.
01:22Itu berarti satu orang di Gorontalo ini dia mengkonsumsi cabai rawit banyak, terbanyak di nasional.
01:29Kalau ditanya berdampak ya pasti berdampak, karena dari konsumsinya demandnya udah ada nih.
01:36Berarti kita harus menjaga apa? Kita harus menjaga supply-nya, pasokannya.
01:40Pasokan cabai rawit di Gorontalo harus terjaga.
01:44Kalau pasokannya terjaga, harganya juga harus terjaga supaya ketika masyarakat mau membeli,
01:50masyarakat bisa membeli gitu dengan harga yang stabil gitu.
01:53Meski konsumsi cabai rawit tinggi, namun ketersediaan cabai rawit di Gorontalo masih tergolong mencukupi.
02:01Bahkan tak sedikit cabai rawit Gorontalo kerap dikirim ke wilayah Sulawesi Utara.
02:05Tim Liputan, Kompas TV Gorontalo
Komentar