- 10 bulan yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Menpora, Roy Suryo mempertanyakan proses uji laboratorium yang dilakukan Bareskrim Polri terkait keidentikan Ijazah Jokowi.
Menanggapi ini, Mantan Kabareskrim, Susno Duadji menjelaskan bahwa meskinya Bareskrim bisa juga menjelaskan proses uji laboratorium yang dilakukan terkait Ijazah Jokowi.
Diketahui, Bareskrim Polri baru saja menghentikan penyelidikan laporan TPUA Pimpinan Eggi Sudjana, dengan alasan tidak ditemukan unsur pidana. Bareskrim menyebut hasil uji forensik ijazah Jokowi identik dengan data pembanding.
Hasil identik ini pun memantik perdebatan, karena dikait-kaitkan dengan klaim asli atau otentik. Namun disanggah kubu Roy Suryo, dengan argumentasi identik tidak sama dengan otentik, dan perlu dibuktikan lebih lanjut di pengadilan.
Lalu, dengan penghentian penyelidikan dugaan ijazah palsu Jokowi di Bareskrim, akankah memuluskan laporan Jokowi di Polda Metro Jaya untuk memidanakan Roy Suryo dan kawan-kawan atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah?
Mari kita simak pembahasannya bersama Mantan Menpora, Roy Suryo, Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, Mantan Kabareskrim Susno Duadji dan Guru Besar Hukum Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad di program Dua Arah pada Jumat (23/5/2025).
Video Editor: Lintang Amiluhur
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/595341/roy-suryo-pertanyakan-proses-labfor-keidentikan-ijazah-jokowi-begini-penjelasan-susno-duadji
Menanggapi ini, Mantan Kabareskrim, Susno Duadji menjelaskan bahwa meskinya Bareskrim bisa juga menjelaskan proses uji laboratorium yang dilakukan terkait Ijazah Jokowi.
Diketahui, Bareskrim Polri baru saja menghentikan penyelidikan laporan TPUA Pimpinan Eggi Sudjana, dengan alasan tidak ditemukan unsur pidana. Bareskrim menyebut hasil uji forensik ijazah Jokowi identik dengan data pembanding.
Hasil identik ini pun memantik perdebatan, karena dikait-kaitkan dengan klaim asli atau otentik. Namun disanggah kubu Roy Suryo, dengan argumentasi identik tidak sama dengan otentik, dan perlu dibuktikan lebih lanjut di pengadilan.
Lalu, dengan penghentian penyelidikan dugaan ijazah palsu Jokowi di Bareskrim, akankah memuluskan laporan Jokowi di Polda Metro Jaya untuk memidanakan Roy Suryo dan kawan-kawan atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah?
Mari kita simak pembahasannya bersama Mantan Menpora, Roy Suryo, Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, Mantan Kabareskrim Susno Duadji dan Guru Besar Hukum Universitas Al-Azhar Suparji Ahmad di program Dua Arah pada Jumat (23/5/2025).
Video Editor: Lintang Amiluhur
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/595341/roy-suryo-pertanyakan-proses-labfor-keidentikan-ijazah-jokowi-begini-penjelasan-susno-duadji
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Terima kasih saudara, Anda masih bersama kami di dua arah.
00:02Mas Roy tadi menurut pernyataan dari Pak Susno bilang bahwa tidak dilanjutkan,
00:07kemudian ini alias di-stop, ini karena tidak cukup bukti Mas Roy.
00:12Dan hal ini, hasil ini bisa dipertanggungjawabkan.
00:15Gak apa-apa, bukan. Yang dimaksud Pak Susno itu adalah bahwa semua itu satu rangkaian.
00:20Jadi artinya alat bukti yang diuji ini, ini hanya merupakan satu bagian dari sebuah rangkaian.
00:26Apa yang disampaikan beliau saya dukung.
00:28Setuju gitu memang. Artinya apa?
00:29Artinya tidak cukup bukti untuk dikatakan bahwa ini dibuktikan itu palsu gitu ya.
00:34Kalau itu misalnya dari berbagai keterangan.
00:36Tapi mungkin prosesnya mungkin dengan segala hormat Pak Sindral,
00:42prosesnya adalah harus yang lebih komprehensif terbuka.
00:44Misalnya apa?
00:45Kalau yang kemudian lapor itu adalah TPUA,
00:48harusnya juga TPUA itu menurut aturannya itu mendapatkan laporan dia.
00:52Kalau sekarang kan kita bisa lihat di website.
00:54Laporan sampai mana orang-orang yang didatangi oleh baris krim itu siapa saja.
00:57Jangan-jangan yang didatangi itu adalah memang hanya sirkel-sirkelnya.
01:02Atau katakanlah gerombolannya atau ternaknya.
01:04Tapi kan sudah diungkap, ada tintanya, kemudian diperiksa.
01:08Belum, itu baru definisi.
01:10Yang itu pun sudah beberapa waktu yang lalu saya kasih arahan.
01:12Ya gitu, atau saya kasih, apa namanya, kisih-kisih.
01:17Kenapa mbak?
01:18Dulu kebetulan, Pak Susno mungkin juga ingat,
01:20saya dulu juga pernah membantu di, bukan di pus lapor,
01:23tapi di pus ident namanya.
01:24Ya pusat identifikasi di Mabes Polri dulu ada gitu.
01:27Artinya kita kalau mengidentifikasi itu ada tahap-tahapannya.
01:31Bagaimanapun juga ini kita hormati.
01:33Saya menghormati.
01:33Tapi akan lebih baik lagi.
01:34Kalau ke depan, Mabes Polri itu lebih transparan, lebih kompetensi.
01:38Salah satu contoh saja, misalnya menyelidiki satu lembar gitu ya.
01:42Entah itu dikatakan lembar deskripsi atau ijasa.
01:46Kemudian katanya diraba.
01:48Kemudian diraba, tintanya itu katanya dari mesin cetak tekan gitu ya.
01:52Unpressed gitu.
01:53Terus kemudian dirasakan.
01:55Jadi ini hasilnya bukan hasil laboratorium, tapi hasil perasaan mbak.
01:59Jadi hanya dirasakan, sayang gitu loh.
02:00Sudah punya alat-alat canggih, harusnya pakai itu.
02:03Nah tanggapannya Pak Susno ini kata Mas Roy bilang,
02:05ini sebenarnya pakai perasaan nih kayak gini para penyelidiknya.
02:08Iya bisa saja Pak Roy katakan begitu.
02:11Karena mungkin tidak dijelaskan oleh Pak Dir Skrim Om,
02:16bagaimana dia menyimpulkan seperti itu.
02:18Nah misalnya kalau orang laborat yang hadir di situ,
02:21dia akan menjelaskan sehingga pada kesimpulan itu apa.
02:25Apa karena diraba, dilose, apakah apa.
02:29Atau karena dengan teknologi yang ada.
02:32Karena baris krim itu sudah mempunyai laborat yang sangat bagus,
02:36tidak kalah dengan Amerika gitu.
02:38Tapi dijelaskan, dijelaskan bahwa ini bukan karena dicium,
02:42bukan karena diundus, bukan karena ini.
02:44Tapi kita menggunakan teknologi tingkat tinggi.
02:48Dan pada kesempatan ini saya katakan bahwa negara lain banyak belajar dari Indonesia.
02:54Kita punya laborat yang bagus,
02:55dan punya sekolah penyidik yang bagus,
02:59yang berada di Semarang yang namanya GC Lake.
03:01GC Lake Bapak.
03:02Ya, GC Lake pernah di situ Bapak.
03:05Jangan-jangan ngajar Anda.
03:06Itu diiputi berapa ratus negara yang belajar di Indonesia.
03:09Oke, kalau gitu Pak Subarji menurut Anda,
03:12sebenarnya memang perlu nggak sih untuk tadi mengumumkan kenapa,
03:17gimana caranya di konferensi pers,
03:20itu sebenarnya mau menang?
03:21Atau gimana tuh sebenarnya?
03:23Boleh milih atau nggak?
03:23Ya, pertama bahwa Lab 4 itu bukan alat bukti.
03:29Itu cara mencari alat bukti.
03:31Bahwa alat bukti itu ya,
03:33saksi, surat, petunjuk, kemudian ahli,
03:36dan kemudian kalau dalam persidangan adalah keterangan terdakwa kan itu.
03:40Jadi kalau kemudian menyandarkan,
03:43hanya pada Lab 4,
03:44hanya kemudian menyimpulkan,
03:46ini adalah asli atau tidak asli,
03:48saya kira terlalu primatur.
03:50Tetapi kemudian kan yang disampaikan,
03:52ini adalah identik dan non-identik.
03:55Dan itulah memang konsekuensi dari sebuah Lab 4
03:58dalam konteks menguji terhadap sebuah data
04:00yang diduga palsu atau tidak palsu.
04:03Kalau pertanyaannya,
04:04apakah kemudian menjadi penting
04:06untuk adanya konferensi PES,
04:08saya kira bagian dari sebuah transparansi,
04:11bagian dari sebuah respon yang cepat,
04:13dan harapannya pada kasus-kasus yang lain pun juga begitu.
04:15Tetapi yang terpenting adalah
04:16bagaimana menjamin presisinya,
04:19akurasinya,
04:20sehingga kemudian trust, kredibilitas.
04:22Jadi artinya ini adalah masih terlalu dini untuk menentukan begitu?
04:26Ya, memang belum bisa ditentukan asli atau tidak asli.
04:28Kemudian hanya mengatakan adalah identik dan tidak identik.
04:31Dan kemudian disimpulkan,
04:33tidak adanya peristiwa pidana,
04:35tidak adanya tindak pidana,
04:36sehingga perkara tidak dindaikan pada tahap penyidikan.
04:38Terhenti pada penyelidikan tadi itu.
04:40Oke, Mas Yaakob,
04:41ini katanya terlalu prematur,
04:43terlalu dini,
04:44kalau ini ditentukan,
04:45ini ijazah asli atau enggak nih Pak Jokowi?
04:47Ya, Mbak Audrey, tentunya kan sekarang ada pergeseran narasi seakan-akan bahwa
04:51kata-katanya harusnya adalah otentikasi,
04:56bukan identik gitu.
04:58Harusnya otentik, bukan identik.
04:59Tentunya Polri memiliki sudah prosedur dalam lab-nya,
05:03dan pus lapor itu selalu mengeluarkan kalau hasil itu memang identik, harusnya identik.
05:08Jadi, tapi kan Polri tentunya pada saat melakukan penyelidikan,
05:13melihat ini semuanya perkaranya secara keseluruhan.
05:16Di periksa kemarin, kalau saya tidak salah dengar,
05:1839 saksi ya kalau nggak salah ya.
05:21Kemudian ada 51 dokumen dari UGM yang di periksa.
05:24Kemudian sampai lembar berita acara ujiannya pun di periksa.
05:29Kemudian ada teman-temannya juga yang di periksa.
05:31Kemudian ada juga foto-fotonya di periksa.
05:34Jadi tentunya penyelidik ini melihatnya secara keseluruhan.
05:37Jadi dari itu semua dapat dikongkludkanlah bahwa ijazahnya ini ijazah yang sah.
05:43Oleh karena itu tidak terbuktilah adanya pemalsuan atau ijazah yang palsu.
05:49Oleh karena itu dihentikan.
05:50Jadi harus kita ubah sedikit nih cara pikirnya.
05:53Jangan kita lihat bahwa oke karena itu bahasanya adalah identik,
05:56maka belum tentu otentik.
05:58Bukan, penyelidikan ini kan keseluruhan, menyeluruh.
06:00Jadi kita harus sangat hormati dan justru kami sangat apresiasi
06:03kepada para penyelidik yang sangat komprehensif.
06:05Yang menurut kami, kalau pertanyaannya adalah a question of authenticity,
06:10ditanya kepada penerbit.
06:12Simple sebenarnya menurut kami.
06:13Maksudnya ke UGM gitu ya?
06:15Ke UGM.
06:15Tapi ke UGM bilang itu produk kami selesai.
06:17Sama kayak uang-uang mbak.
06:19Mbak menyatakan uang ini palsu.
06:21Ditanya ke BI.
06:22BI bilang asli saya mengeluarkan.
06:25Bagaimana?
06:25Masih bilang mau dipertanyakan lagi.
06:27Tapi gak apa-apa dibawa ke polisi.
06:29Polisi bilang.
06:30Oke saya uji dulu ya.
06:33Di uji secara forensik.
06:36Dibawalah ke BI-nya dibawa.
06:38Ditanya BI-nya yang pencatatnya ditanya.
06:40Gak menjawab katanya mas.
06:41Gak menjawab.
06:42Tidaknya mas.
06:44Berkali-kali sudah saya sampaikan ya gitu.
06:47Sebelum menjadi sebuah ijasa.
06:48Itu proses yang tadi sebut Pak Susno itu.
06:50Apakah terjadinya satu hal yang disebut identik ini.
06:53Ini ada sebuah proses.
06:53Apa jadinya kalau kemudian publik itu benar-benar bisa mengerti.
06:58Dan saya sanggup untuk membuktikan.
07:00Atau kemudian kita lihat lagi.
07:02Skripsi yang ditulis skripsi oleh Joko Widodo itu.
07:05Itulah skripsi yang tidak ada lembar pengujiannya.
07:08Lembar pengesahannya bahkan penandatangannya diragukan oleh putrinya sendiri.
07:12Putrinya sendiri pun bahkan Pak Profesor Dr. Insya Ahmad.
07:16Itu mengatakan bahwa nama ayah saya tidak pakai OE.
07:21Nama ayah saya pakai U pada Ahmad Sumitro.
07:23Bahkan melihat tanda tangannya dia ketawa.
07:25Mbak Greenberry ini itu dia mengatakan.
07:28Loh ini kok aneh gitu.
07:30Jadi artinya lembar skripsi yang tidak ada pengujiannya.
07:33Itu kemudian bisa ditentukan itu asli.
07:36Atau otentik oleh UGM.
07:38Ini yang pantas dipertanyakan.
07:40Kenapa bisa itu terbit ijasa dengan skripsi yang saya harus bilang maaf.
07:44Abal-abal seperti itu.
07:45Aduh.
07:46Iya.
07:46Pernyataannya gak main-main ya.
07:48Oh gak main-main.
07:48Beneran ini memang.
07:49Enggak.
07:50Enggak pernyatanya gak main-main Mas Yaakub.
07:51Abal-abal katanya.
07:52Ya itu kan semua opini Mas Rho ya.
07:54Kita hormati dan silahkan.
07:56Tentunya kan penyelidik kemarin sudah memberikan penjelasan yang sangat komprehensif.
08:00Skripsi-skripsinya diperiksa.
08:02Ditanya juga kepada teman-temannya.
08:05Dosennya semua.
08:07Dan ini semua kan sudah jelas.
08:08Ini kan kita negara hukum Mbak.
08:10Kita tidak bisa hanya menggunakan opini-opini narasi.
08:13Jadi kan kalau itu semua.
08:15Mungkin akan lebih berimbang gitu.
08:16Oh gimana.
08:17Sempurnanya kemarin itu.
08:18Dua-duanya dihadirkan.
08:20Sebagai saksi pelapor kan gitu loh.
08:23Sehingga kemudian tidak ada kecurigaan.
08:25Terbangun sebuah kepercayaan.
08:26Itu yang kemudian jadi pertanyaan.
08:28Kenapa kemudian dianggap satu pihak tadi Mas Roy.
08:30Seharusnya memang ke dua belah pihak.
08:32Saksi pelapor dihadirkan untuk memberikan keterangan.
08:34Klarifikasi juga.
08:35Ini yang kemudian menjadi pertanyaannya di situ.
08:37Kalau saya tidak salah dengar.
08:39Pelapor juga diundang untuk memberikan.
08:41Tentunya kan ketika membuat laporan.
08:43Pelapor kan harus memberikan dong.
08:45Tuduhannya apa sih.
08:46Keterangannya silahkan dong.
08:48Kenapa palsu.
08:49Buktinya mana.
08:50Itu kan.
08:50Itu Mas harusnya begitu.
08:51Dan tentunya diundang dua kali.
08:53Ternyata tidak hadir juga.
08:54Benar begitu Mas Roy.
08:55Saya sih bukan bagian dari TPUA.
08:57Bukan pelapor.
08:58Tetapi saya hanya diminta oleh TPUA waktu itu.
09:01Untuk kemudian menjadi ahli pada saatnya.
09:04Jadi ketika kemudian kemarin yang saya dengar.
09:06Sampai dengan hari ini.
09:08Saya belum dengar bahwa pelapor itu.
09:10Atau TPUA.
09:11Dalam hal ini Bang Edi Sojana ya.
09:13Ya itu menyatakan dia diundang.
09:15Bahkan dia mengatakan kaget.
09:16Ketika mengetahui.
09:17Wah tiba-tiba Baris Krim sudah jualan.
09:18Tapi tadi kata Mas Yakub bilang dua-dua kali gak dar?
09:21Bukan kata saya mbak.
09:22Itu statement resmi dari Baris Krim.
09:24Nah saya kira ini perlu disampaikan.
09:26Nanti kalau Baris Krim juga.
09:27Baris Krim juga tidak bisa.
09:29Tidak diuji loh ya.
09:30Beliau nanti akan ada juga yang menguji.
09:31Apakah kompolnas.
09:32Atau apa nanti ketika diperiksa.
09:34Apakah benar prosedur itu jalan dengan semestinya.
09:37Atau kemudian tidak presisi.
09:38Itu kan penting banget.
09:40Ya oke.
09:41Yang perlu saya sampaikan mungkin Mbak Audrey disini.
09:43Mungkin agak kurang baik kalau kita membangun narasi.
09:46Seakan-akan ada ketidakpercayaan kepada Polri.
09:49Kenapa saya bilang begini.
09:50Karena kan tentunya pihak pelapor juga melapor kepada Polri.
09:54Mereka datang ke polisi.
09:55Dipercaya kan disitu.
09:56Dipercaya disitu.
09:57Tolong diusut.
09:59Tolong dicari bukti-buktinya.
10:01Walaupun menurut kami dari awal sebenarnya laporannya tidak berdasar.
10:04Karena bukti-buktinya tidak cukup dari awal.
10:06Itu sebenarnya.
10:06Mungkin juga sudah selalu parasa juga kali ya.
10:09Tapi tetap.
10:11Justru kami cinta kepada polisi.
10:13Waktu itu juga kami bilang sebentar.
10:14Sebelum teman-teman ini kemudian menarasikan tidak percaya.
10:18Saya selalu menarasikan bahwa saya menghormati kepolisian.
10:21Ya gitu.
10:21Termasuk tadi yang disebut GCLAG tadi.
10:23Yaitu Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation.
10:25Itu sama ketika 2004 dulu.
10:28Kita benar-benar kerjasama kepolisian dengan Australia ya Pak Susno.
10:31Faktunya itu kan juga.
10:32Akhirnya supaya Polri ini meningkat kualitasnya.
10:36Dan saya sedih mas.
10:37Sama dengan kesedihan saya ke UGM.
10:39Gitu loh.
10:39Ke UGM bisa mengeluarkan ijazah dengan standar skripsi.
10:42Ketika Baris Krim kemarin menyampaikan dengan tidak komprehensif.
10:46Tidak kemudian dengan bukti yang mudah dicernah oleh masyarakat.
10:49Itu kan malah membuat pertanyaan bagi masyarakat.
10:51Jangan-jangan benar ya.
10:52Ijazahnya memang tidak seperti itu.
10:54Nah kalau itu pas Umarji pertanyaan berikutnya adalah.
10:56Sebenarnya kita cari ijazah aslinya.
10:59Atau ijazah sahnya.
11:00Dan bedanya apa nih?
11:01Otentik dengan asli.
11:02Publik lu ada bertanya-tanya.
11:04Ya.
11:05Pertama kan yang menjadi perdebatan ini kan.
11:08Ijazahnya ini.
11:10Asli atau palsu kan.
11:11Oke.
11:12Nah tentunya untuk mengukur asli atau palsu itu kan.
11:15Dilihat dari siapa yang punya kemenangan untuk mengeluarkan tentang itu.
11:18Maka dari sini sebetulnya.
11:20Yang harus diuji adalah.
11:22Apakah lembaga yang mengeluarkan tadi itu.
11:24Memang mengeluarkan secara sah atau tidak.
11:26UGM ya maksudnya.
11:26UGM tentunya.
11:27Dan Pak Jokowi kan bagian dari penggunanya.
11:30Maka untuk itu sebetulnya menjadi sangat penting adalah.
11:32Bagaimana UGM memberikan terbuka informasi.
11:35Dihadirkan.
11:35Kalau perlu Pak Jokowi dengan UGM.
11:39Konferensi pas bersama.
11:40Untuk memadukan data-datanya.
11:42Nah itu.
11:42Oke.
11:43Oke kalau gitu sebenarnya Pak Susno sebenarnya ini yang kita cari.
11:46Ini ijazah aslinya Pak Jokowi.
11:49Atau ijazah sahnya Pak Jokowi sih.
11:51Jadi kita ini berbicara kadang-kadang mencari asli atau palsu.
11:56Kata asli atau palsu berarti yang ini asli yang ini palsu.
12:00Maka kita bandingkan.
12:01Sekarang yang paling penting itu adalah.
12:04Apakah ijazah yang dipegang Pak Jokowi itu sah apa tidak.
12:09Nah untuk mengetahui sah apa tidak.
12:12Itu adalah institusi yang mengeluarkan.
12:15Yang paling berwenang memberikan penilaian.
12:18Tetapi tidak cukup itu saja.
12:21Betul.
12:21Kalau institusinya mengatakan ya betul itu produk kami terdaftar.
12:26Ya kami yang mengeluarkan.
12:27Maka Polri selaku penyidik tidak cukup itu.
12:31Dibuktikan prosesnya itu benar apa tidak.
12:34Nah prosesnya itu apa.
12:35Mulai dari pendaptaran.
12:38Apakah Pak Jokowi betul mahasiswa UGM apa tidak.
12:42Pada tahun 80.
12:43Dulu kalau tidak salah belum ada 7 baru.
12:46Tapi ada.
12:47Skalus kasu Bapak.
12:47Skalus.
12:48Sekalian bersama.
12:50Ada 10 universiti yang terkenal.
12:52Misalnya UGM, UI, Undib dan sebagainya.
12:55Dilihat saja di koran daerah.
12:57Karena dulu belum ada HP ya.
12:59Jadi artinya Pak Susno?
12:59Di koran daerah itu namanya kedaulatan rakyat.
13:03Atau bernas.
13:03Karena saya pernah di Jogja juga ya.
13:06Ada tidak nama Pak Jokowi diumumkan.
13:09Bagi mahasiswa baru.
13:10Sebenarnya lulus diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan tahun 1980.
13:15Oke jadi kalau gitu pertanyaannya berikutnya.
13:17Salah satu ya.
13:18Salah satu.
13:18Setelah itu baru dilihat di buku Indo dan sebagainya.
13:21Nah kembali kepada apa yang kita perdebatkan malam ini.
13:27Mestinya yang diumumkan itu.
13:29Dan saya yakin ya.
13:30Saya yakin Baris Krim sudah on the track.
13:33Dia sudah memeriksa.
13:35Saksi.
13:36Memeriksa segala macam.
13:38Baru pada kesimpulan ijasa ini sah.
13:42Belum pada kesimpulan ijasa sah kan.
13:44Baru identik.
13:45Oke.
13:45Nah nanti itu akan dijawab lagi sama Pak Pak Pak.
13:47Karena ini sebenarnya muaranya kemana nih.
13:50Apakah harus nanti di pengadilan nih.
13:51Untuk dibuka seluas-luasnya.
13:54Dan di tau.
13:55Biar publik tau.
13:55Harus seluas-luasnya.
13:56Soalnya ada yang sehinainan.
13:57Hubung saja deh ya.
13:58Tetap bersama kami.
14:03Terima kasih.
14:04Terima kasih telah menonton!
Komentar