00:00Selamat malam Anda menyaksikan program Rossi.
00:0327 tahun reformasi, hari ini kita hidup di tengah banyak ketidakpastian.
00:08Ada faktor dari sisi kondisi global, ada juga dari dalam negeri.
00:13Bagaimana anak muda memandang situasi saat ini?
00:17Rossi muundang Leonard Hartono, seorang entrepreneur and founder The Overpost.
00:24Ia aktif memberikan edukasi keuangan di platformnya.
00:28Terima kasih Mbak Rossi atas undangan ya.
00:30Terima kasih, saya senang sekali bisa mewancarai anak muda punya pengaruh di platform digital.
00:39Dan rasanya ini kali pertama Leon muncul di televisi ya?
00:43Iya betul, ini saya sebenarnya iri sih, ini studionya bagus banget, beda sama studio saya nih.
00:48Boleh kapan-kapan kita collab.
00:51Aku panggil Leon boleh ya?
00:53Iya Leon boleh.
00:54Leon, coba ceritakan dulu, Leon ini punya podcast namanya The Overpost.
01:04Ini udah berapa lama Leon bikin podcast?
01:06Kira-kira dua setengah tahun, jadi awal 2023, akhir 2022.
01:11Itu termasuk baru dong?
01:12Iya relatif baru sih, emang makanya lumayan baru di dunia perkontenan.
01:16Sebelumnya itu gak pernah kebayang bakal jadi konten, bahkan istri saya sampai sekarang aja masih agak gak terbiasa kalau misalnya ada orang di luar sana yang mengenal kalau misalnya kita lagi jalan-jalan gitu.
01:27Leon ini terpilih sebagai under 30, majalah Forbes gitu.
01:34Itu empat tahun lalu betul?
01:35Iya empat tahun lalu, pas di 29, sekian.
01:38Di 29 tahun, sekian bulan.
01:41Nah waktu itu sudah belum aktif di social media, belum aktif di digital?
01:45Belum, belum.
01:46Apa waktu itu yang jadi usaha Leon?
01:50Property sih, industri property.
01:51Jadi ada dua, satu itu untuk membangun property, apa itu gunung perkantoran atau perumahan dan juga satu lagi itu di property agency.
02:00Dan kemudian itu masih jalan atau?
02:02Masih, masih.
02:03Masih jalan.
02:04Dan kemudian Leon itu bikin podcast di digital?
02:08Betul.
02:08Selama dua tahun ini?
02:09Iya betul.
02:10Apa yang Leon, kenapa bisa dibilang sebenarnya baru, tapi Leon sudah juga memiliki banyak pengikut, berbicara soal property, bicara soal keuangan.
02:23Apa yang mau Leon capai dengan punya podcast?
02:27Iya, jadi mungkin emang saya pada dasarnya itu lumayan extrovert ya pada dasarnya.
02:32Habis itu waktu married di tahun 2017, habis itu punya anak, jadi lumayan fokus ke keluarga.
02:37Jadi ada cuma kerja, keluarga, kerja, keluarga gitu.
02:40Jadi nggak gitu ada cara buat sharing-sharing lah.
02:43Dan kebetulan suatu saat saya punya idealisme aja gitu.
02:46Saya sadar bahwa saya saat itu memiliki posisi yang bisa dibilang mungkin lumayan favorable gitu.
02:54Dari segi keuangan mungkin definisinya orang udah financial freedom.
02:57Lalu bisnis punya rumah, mobil, habis itu nggak punya utang gitu.
03:01Saya sempat mikir gitu, apa yang sebenarnya membedakan saya dengan kebanyakan orang lain di Indonesia.
03:06Sebenarnya bisa dibilang salah satu yang paling membedakan itu adalah privilege.
03:09Jadi saya punya privilege yang sangat besar.
03:12Saya lahir dari orang tua yang benar-benar serius untuk mendidik anaknya.
03:16Bahkan sampai dikasih kesempatan buat belajar ke luar negeri.
03:20Habis itu saya juga dapat kesempatan untuk berdiskusi dengan teman-teman.
03:24Dulu saya sempat apply ke kerja, di tempat kerja saya itu saya mendapatkan banyak mentor-mentor yang baik.
03:30Supervisor saya, manager saya, dan juga saya dapat komunitas yang positif gitu.
03:35Nah saya memiliki privilege-privilege ini.
03:37Dan saya rasa banyak sekali orang di Indonesia yang sebenarnya rajin juga, pinter juga,
03:40tapi mereka ada keterbatasan informasi.
03:43Jadi mereka tuh kepentok belajarnya.
03:45Bahkan salah satu orang yang hadir sekarang, saya punya videographer di sini,
03:49beliau itu adalah salah satu orang yang mungkin kena FVP-nya video saya gitu.
03:54Jadi video saya itu dulu bikinnya berusaha sedagi mungkin, research-nya itu banyak.
04:00Tapi kata dia, video lu jelek banget gitu.
04:02Kualitas editingnya nggak bagus gitu.
04:04Nah jadi suatu saya, saya dapat email.
04:06Dia ini adalah dulu background-nya video editornya The Raid.
04:09Kalau misalnya tahu The Raid, sampai film Hollywood.
04:11Habis itu juga The Big Four, masuk Netflix gitu kan.
04:13Habis itu dia apply.
04:14Begitu saya lihat CV-nya, saya langsung telfon dia, saya bilang thank you, udah apply.
04:17Tapi saya nggak bisa afford you.
04:19Nggak ada duit, saya lakukan ini bukan buat cari duit gitu.
04:22Saat mulai kan nggak tahu duit ada berapa gitu kan.
04:25Nah jadi menurut dia juga banyak orang seperti dia yang nggak sempat lulus S1.
04:29Dan juga teman-teman di kampung dia yang nggak sempat lulus S1.
04:31Tapi mendapatkan benefit banyak dari videonya saya.
04:33Maka akhirnya dia sampai bergabung, 6 bulan itu nggak digaji.
04:37Volunteer gitu.
04:37Soalnya saya bilang saya nggak punya budgetnya gitu.
04:39Saya nggak ada income juga dari sini gitu kan.
04:41Jadi volunteer.
04:42Habis itu kita punya video take off.
04:43Dan kita habis itu bisa ada some monetization revenue juga.
04:47Akhirnya dia jadi full time gitu.
04:48Jadi kira-kira gitu sih inspirasinya.
04:50Privilege.
04:52Punya orang tua yang bisa mendidik baik.
04:55Punya orang tua atau berasal dari keluarga yang bisa punya ekonomi baik.
04:59Bisa sekolah keluar negeri.
05:00Nanti saya mau menyinggung soal Lyon yang sekolah di Amerika.
05:04Di kampus.
05:05Elite.
05:06Barclay.
05:06Cuma kenapa mau bikin podcast itu apa?
05:10Apakah memang seperti banyak orang menjadi youtuber, buat konten untuk cari cuan?
05:16Nah oke mungkin kalau misalnya kita ngomongin untuk cari cuan ya.
05:20Kalau misalnya di beberapa segmen misalnya kita ngomongin entertainment.
05:23Mungkin prinsip untuk cari cuan dari segi entertainment itu nggak masalah.
05:27Tapi misalnya kayak Denny Subargo gitu.
05:29Kalau misalnya dia lagi ngiklanin lain parcel.
05:31Kita ketawa gitu.
05:32Kita nunggu-nunggu iklannya kapan.
05:34Tapi kalau misalnya di financeber kita punya tuntutan lebih.
05:36Jadi cari cuan itu mungkin fair boleh.
05:38Soalnya kan kita ada cost.
05:39No matter what kita juga invest di studio aja berapa ratus juta atau miliaran juga gitu kan.
05:44Dan juga kita punya payroll.
05:45Cuma itu tuh tidak boleh menjadi kita punya primary source of income.
05:48Ini kalau misalnya untuk finance influencer ya.
05:51Kita tuh harus mendapatkan income utama itu dari bisnis kita.
05:54Baru kita boleh menjadi finance influencer.
05:55Bukan dari bisnis Youtube ini.
05:57Bukan dari bisnis podcast.
05:58Nggak boleh.
05:58Unfortunately kalau misalnya untuk finance nggak boleh.
06:00Soalnya.
06:01Itu integrity yang ingin kamu pegang ya.
06:03Maksudnya pagar moral dan etiknya ya.
06:05Betul.
06:06Mungkin bisa dibilang saya salah satu orang yang paling sering ngerifanin orang.
06:09Ngerifanin perusahaan.
06:10Misalnya nih ada salah satu bank yang terbesar.
06:12Dia sempat pengen endorse.
06:14Lalu dikasih SOA.
06:15Scope of work gitu.
06:16Scope of worknya adalah dia pengen bilang dia itu perusahaan yang aman.
06:19Udah ada perlindungan dari instansi ini.
06:21Lalu dia pengen bilang pokoknya perusahaan itu aman lah.
06:23Sebenarnya saya nggak bisa.
06:24Saya bilang perusahaan yang terbesar pun.
06:26Yang mau warna biru, mau warna kuning itu bisa bangkrut semua.
06:29Kita lihat dari kredit swiss.
06:30Kita lihat dari manapun gitu.
06:31Nggak ada perusahaan ini yang aman gitu.
06:32Nah gimana kalau misalnya saya itu hidup dan mati dari konten.
06:36Saya ini akan tergantung dari konten ini.
06:38Dari endorsean ini untuk bayar listrik.
06:40Untuk hidup dan mati gitu.
06:41Saya akhirnya pasti harus kompromi dari segi integritas.
06:44Makanya emang sayangnya kalau misalnya di dunia finance ini jadi sesuatu yang susah gitu.
06:49Soalnya emang kita secara fakta kita nggak boleh mendapatkan.
06:53Kita boleh dapetin cuan.
06:55Tapi ada batasnya.
06:56Kita nggak boleh lakukan apapun untuk mengambil semuanya.
06:59Ketika bicara soal nama Leon Hartono.
07:04Tadi sudah menyinggung soal orang tua.
07:08Karena saya melihat sosial medianya.
07:10Leon memakai AI.
07:12Leon Hartono.
07:14Putra dari pemilik bank BCA.
07:17Pemilik orang tuanya memiliki pabrik rokok.
07:23Jarum.
07:23Dan kamu ketawa-ketawa gitu.
07:25Sekarang saya beneran minta klarifikasi.
07:27Memang Leon Hartono ini anaknya Pak Hartono.
07:30Pemilik BCA.
07:31Pemilik brand Jarum.
07:33Dulu saya itu sempat intern di BCA.
07:36Bicara sebenarnya salah satu tempat pertama saya intern.
07:38Habis itu saya dulu sempat.
07:40Kebetulan salah satu om saya.
07:44Bukan om saya lah ya.
07:45Teman orang tua saya.
07:47Teman kampus.
07:47Ada yang jadi direksi di situ.
07:49Jadi waktu saya intern saya sempat diundang ke lantai direksi gitu.
07:52Jadi waktu saya turun.
07:54Kayak gitu lantai dewa ya.
07:55Iya.
07:55Nah waktu saya turun.
07:57Orang ada yang bau sama saya.
07:58Mungkin mereka pikir wah Leon siapa gitu kan.
08:01Habis itu sebulan kemudian mereka sadar bahwa Leon itu bukan siapa-siapa.
08:04Jadi mereka udah gak pernah nunduk lagi sama saya gitu.
08:07Jadi enggak lah saya lebih ke orang biasa.
08:10Ternyata ini Hartono-nya Hartono Perjuangan ya.
08:11Hartono Perjuangan.
08:12Betul.
08:13Hartono BU butuh uang.
08:15Cari duit gitu.
08:15Butuh cari duit.
08:16Yang itu gak BU.
08:18Jadi bukan.
08:19Bukan.
08:19Bukan.
08:20Bukan.
08:20Gak ada kaitannya.
08:21Nah.
08:21Mungkin 2000 tahun lalu.
08:22Ya kita sodara.
08:24Jadi bahkan setiap malam kita itu.
08:26Saya ingat waktu saya kecil.
08:28Ya dulu sih cuma lucu-lucuan ya.
08:29Bawa pedang gitu.
08:30Bawa pedang-pedangan.
08:31Bersi kita jaga malam.
08:32Kita muter bolak-balik.
08:33Bolak-balik.
08:34Saat itu sih justru pasti ya kita cuma happy-happy aja lah.
08:36Gak ngerti apa-apa.
08:37Kita kira kayak Hattori gitu.
08:39Bawa pedang gitu.
08:39Cuman ternyata itu sebuah sesuatu yang sangat serius.
08:43Buah situasi yang sebenernya gak main-main ya.
08:45Betul gak main-main.
08:46Dan bahkan banyak banget cerita horor-horor yang sangat menyeramkan.
08:49Yang saya waktu gede itu baru ngerti gitu konteksnya.
08:53Waktu itu gak ya.
08:54Umur berapa waktu kerusuan?
08:558 tahun.
08:568 tahun.
08:56SD kelas 2.
08:57Makanya bahasa Indonesia saya itu bahasa SD kelas 2.
09:01Makanya banyak orang yang suka komplain di podcast.
09:03Bahasa Indonesia lu jelek ya emang jelek.
09:04Saya nanti mau masuk ke situ.
09:06Tapi cerita dulu.
09:06Jadi 2 tahun ada dalam situasi reformasi.
09:108 tahun.
09:118 tahun.
09:118 tahun ada di situasi reformasi.
09:14Dan itu Leon meninggalkan tanah air.
09:16Betul.
09:17Akhirnya pergi ke Singapura.
09:18Kenapa?
09:18Kenapa Leon?
09:19Kalau misalnya kenapanya sih pasti itu masalah safety ya.
09:23Soalnya kan dari daerah saya itu lumayan rawan.
09:26Apalagi banyak cerita-cerita horor gitu kan.
09:28Jadi tapi kalau misalnya tanya saya waktu umur 8 ya gak ngerti gitu kan.
09:31Disuruh pergi ya pergi aja gitu.
09:33Anak umur 8 tahun dipisah dari papa mama kan gak ikut ya?
09:36Gak ikut.
09:37Cuman kamu dan 2 kakak-kakakmu.
09:39Betul.
09:40Anak umur 8 tahun pisah dari orang tua dan kamu ke Singapura itu gak gampang loh.
09:44Betul gak gampang.
09:45Dulu sih sebenarnya gak ngerti sih.
09:46Dulu gak ngerti bahwa anak umur 8 naik MRT kira-kira dan jalan ke sekolah selama 40 menit itu adalah hal yang aneh.
09:53Itu adalah saya gak ngerti gitu.
09:54Saat itu gitu.
09:55Cuman ternyata ya itu adalah sebuah mungkin sekarang bisa dilihat sebagai yang jadi independen lah gitu.
10:01Cuman ya akhirnya saya waktu SMP juga tinggal sama temen sekolah sih.
10:05Sama temen SMP.
10:06Habis itu dia ada kamar kosong satu gitu.
10:08Saya nyewa disitu jadinya.
10:10Sampai jumpa.
Komentar