Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Terlapor kasus tudingan ijazah palsu, Roy Suryo menanggapi pernyataan Bareskrim Polri yang menyatakan ijazah Jokowi asli berdasarkan hasil labfor.

Roy Suryo mengatakan hasil labfor terkait ijazah Jokowi tidak berarti final.

Namun, ia menghormati hasil penyelidikan yang telah dilakukan oleh Bareskrim Polri.

"Hasil labfor ini bukan final apalagi binding. Kalau final and binding itu hasil sidang di MK, kalau itu MK. Kalau ini sidang di pengadilan. Karena hasil ini merupakan satu hasil uji dari sebuah alat bukti. Alat bukti itulah yang nanti harus sampai di pengadilan," ujar Roy Suryo ditemui di Jakarta, pada Kamis (22/5/2025).

Sebelumnya, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani mengatakan bahwa dari hasil labfor ijazah Jokowi terbukti asli.

Baca Juga Kata Bareskrim Polri Soal Keaslian Ijazah Jokowi: Hasil Uji Labfor hingga Proses Penyelidikan di https://www.kompas.tv/nasional/595072/kata-bareskrim-polri-soal-keaslian-ijazah-jokowi-hasil-uji-labfor-hingga-proses-penyelidikan

#roysuryo #jokowi #ijazahjokowi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/595078/komentar-roy-suryo-soal-ijazah-jokowi-asli-hasil-labfor-bareskrim-polri
Transkrip
00:00Kita harus hormati bersama, itu sebuah bagian dari sebuah perjalan panjang.
00:04Kenapa saya belum bagian?
00:06Empat, penyelidik mendapatkan dokumen asli ijazah sarjana
00:12kehutanan nomor 1120 atas nama Joko Widodo
00:17dengan MIM 1681KT, Fakultas Kehutanan UKM
00:23pada tanggal 5 November 1985
00:26yang telah diuji secara laboratoris
00:30berikut sampel pembanding dari tiga rekan pada masa menempuh perkulianan
00:36di Fakultas Kehutanan UKM meliputi
00:39bahan kertas, pengaman kertas, teknik cetak, tinta tulisan,
00:48pelangi tinta tulisan tangan, cap stempel,
00:52dan tinta tanda tangan milik dekan dan rektor
00:56dari peneliti tersebut, maka antara bukti dan pembanding
01:02adalah identik atau berasal dari satu produk yang sama.
01:07tanggapannya soal hasil lapor tadi?
01:12Ya, kita harus termati bersama, itu sebuah bagian dari sebuah perjalan panjang.
01:17Kenapa saya belum bagian?
01:19Hasil lapor ini bukan final apalagi banding.
01:22Ya gitu, kalau final banding itu hasil nanti sidang di NK,
01:25kalau itu NK ya, tapi kalau ini sidang di pengadilan.
01:27Karena hasil ini adalah merupakan satu hasil uji dari sebuah alat bukti.
01:33dan alat bukti itulah yang nanti memang harus sampai ke pengadilan.
01:36Jadi akhirnya ini belum apa-apa, ini masih panjang prosesnya,
01:39masih harus ada nanti keterangan ahli yang diadikan ke dua pelaku A.
01:43Dan hasil tadi, itu tidak menjawab apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
01:47Masyarakat itu tidak membutuhkan naratif yang seperti itu.
01:50Yang dibutuhkan adalah ujasanya yang diperlihatkan.
01:53Jadi masih bisa, oh seperti itu.
01:54Tadi naratif, setiap lompos yang panjang ke lebar,
01:58enggak ada ujasanya.
01:59Mana ujasanya?
02:00Dan kalaupun itu dikatakan, perhatikan detik.
02:03Tadi kalimatnya adalah, ini adalah identik.
02:06Bukan otentik, identik.
02:07Identik itu apa?
02:08Identik itu adalah diidentifikasi dengan sampel-sampel.
02:11Sekarang sampelnya itu gold standard atau enggak?
02:14Sampelnya itu benar enggak?
02:15Sudah di uji belum sampel-sampelnya yang lain?
02:17Kalau sampel-sampel yang lain itu ternyata sama,
02:19kualitasnya juga sama,
02:20atau bahkan direproduksi dengan tahun dan kualitasnya yang sama,
02:23itu benar enggak sih.
02:25Jadi, sekali lagi, saya pun juga tidak kaget, ya.
02:28Dalam beberapa kali wawancara di TV yang sama,
02:30saya juga selalu mengatakan bahwa saya akan meramalkan
02:32bahwa sementara itu akan keluar dengan hanya asal naratif,
02:35itu adalah identik.
02:37Tapi tidak ditunjukkan barang buktinya.
02:39Selama barang buktinya tidak ditunjukkan ke masyarakat,
02:41saya kira masyarakat masih akan pertanyakan,
02:44seberapa sih atau seperti apa sih bentuknya dari ijazah
02:47yang sebut-sebut itu milik Jokowi-Jokowi.
02:53Selanjutnya, penyelidik juga mendapatkan fakta
03:00terhadap skripsi milik Bapak Jokowi
03:02diduga di 1681 KT,
03:06terhadap skripsi milik Bapak Jokowi.
03:07Terima kasih.
03:08Terima kasih.
03:09Terima kasih.
03:11Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan