Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
CIREBON, KOMPAS.TV Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan sambutannya dalam acara Musrenbang Provinsi Jawa Barat di Cirebon pada 7 Mei 2025.

Dalam sambutannya tersebut, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa proses konsultasi yang terlalu panjang akan memperlambat aksi perbaikan di lapangan. Dirinya mencontohkan pembongkaran bangunan di aliran Sungai Bekasi dan di wilayah Puncak.

Dalam rapat paripurna DPRD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Jumat (16/5/2025), anggota DPRD Fraksi PDI-P melakukan aksi walk out dan menyinggung pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait lembaga DPRD.

#dedimulyadi #fraksipdip #musrenbang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/593901/full-sambutan-dedi-mulyadi-di-musrenbang-jabar-diduga-bikin-fraksi-pdi-p-walk-out-saat-rapat
Transkrip
00:00Bapak-Ibu yang saya hormati, yang hari ini kita bersama-sama berkumpul
00:07untuk menapakur diri dalam sebuah rencana kepentingan jangka panjang
00:13tentang bagaimana wujud Indonesia masa depan, wujud Jawa Barat masa depan
00:18dan wujud seluruh kabupaten kota masa depan
00:21dan seluruh kelurahan dan desa masa depan yang dipimpin oleh para kubur dan para lurah.
00:28Yang saya hormati Pak Mendagri yang hari ini hadir
00:32Direktur Jenderal Keperludukan dan Pecatatan Sipil
00:38Kemudian juga yang mewakili Menteri Bapenas
00:42saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya
00:46mudah-mudahan kegiatan musrembang bukanlah kegiatan ritual administratif
00:54tetapi meletakkan kata dalam angka, angka dalam makna
01:00karena kata tanpa angka adalah rangkaian dari kekacauan administratif
01:08sedangkan angka tanpa makna adalah rangkaian akutansi
01:14yang hanya berakhir pada pemeriksaan PPK di target utama adalah WPP
01:23Saya memahami pembangunan peradiran semua
01:26saya tidak bisa menyebutkan satu persatu
01:28tadi sudah disebutkan semuanya oleh Pak Ketua DPRD
01:32dan sangat istimewa pada hari ini juga
01:35kita dihadiri oleh
01:38Sewasili Similawaklawangi Sekeseler Pajajaran
01:43baik Anung Ngau di Sumedang, Aung Ngau di Cirebon, dan Anung Ngau di Kulina
01:52sisa peradaban yang masih tersisa, yang memiliki garis genetika
01:57yang hari ini masih ada, yang mungkin Bupati Bogor gelisah
02:01karena tidak ada sekeseleran Anung Ngau di Bogor
02:04dalam bentuk kasultanan atau kasepuhan
02:07tapi masih ada Pak Bupati, yaitu sekeseler yang ada dalam
02:12kasepuhan-kasepuhan yang terhampar di wilayah Banten, wilayah Bogor, wilayah Sukabumi, wilayah Cianyul, sampai Garut
02:20saya akan bicara tentang perspektif kebudayaan
02:24ada tiga kerangka berpikir tentang sejarah peradaban masyarakat Sunda
02:29yang terdiri dari Sunda Kulon, Sunda Kidur, Sunda Tengah, Sunda Wetan, dan Sunda Kalem
02:38yaitu ada tiga variable ideologi dan politik
02:44yang pertama awal-awalnya adalah variable kasepuhan
02:50variable kasepuhan itu adalah cita-cita peletakan kerangka dasar
02:56tentang politik jaman itu yang mengembangkan
03:00agen titretri tangtu sebagai sendi dasar pembangunan kepemimpinan
03:06kemudian berkembanglah titah seribaduga bernama ajaran siliwangi
03:13ajaran siliwangi itu sesungguhnya
03:15ajaran yang memadukan tentang manusia Indonesia sesungguhnya
03:21insan kamil dalam kaedah Islam, rawayan jati dalam kaedah Sunda
03:26bahwa manusia siliwangi itu adalah manusia yang bersatu dengan tanahnya
03:33manusia yang bersatu dengan airnya, manusia yang bersatu dengan udaranya
03:39manusia bersatu dengan panas mataharinya
03:42kebersatuan itu naik pada tingkatan yang kedua yaitu persenyawaan
03:47persenyawaan naik ke tingkatan yang ketiga adalah penyerahan
03:52penyerahan naik ke tingkatan yang keempat adalah ketiadaan
03:58tingkatan yang pertama bersatu itu sifatnya material
04:02tanah, air, udara, matahari secara material disatukan
04:06maka dia akan melahirkan kehidupan
04:08cara bersatunya harus simbiosis mutualisme
04:12tidak boleh saling membunuh, tidak boleh saling mematikan
04:16andai kata satu mati itu demi yang lain
04:19andai kata demi yang lain dia memangsa bukan karena keserataan
04:23dia adalah karena ekosistem yang mengharuskan dia berbuang seperti itu
04:29maka sesungguhnya dalam filsafat dasar ini tehriqah dan kang dede serta tejihan
04:36itu kita bicara tentang filsafat dasar dunia
04:39pasti dunia terbelah dalam dua filsafat
04:42yang satu barat yang satu timur
04:45barat mengajarkan apa?
04:47barat mengajarkan belium comtra omnum omnumus
04:50bahwa manusia satu sama lain itu saling menaklukkan
04:53bahwa hubungan manusia dengan alam itu saling menaklukkan
04:57alam ditaklukkan dieksploitasi
04:59alam ditaklukkan dieksploitasi
05:02maka lahirlah revolusi industri
05:05dari revolusi lahirlah industrialisasi
05:08dari industrialisasi lahirlah kolonialisme
05:13dari kolonialisme lahirlah kemerdekaan
05:16dari kemerdekaan lahirlah di revolusi industri kedua
05:20lahir ke revolusi kedua kapitalisasi yang berbungkus kesejahteraan
05:25dengan model pendekatan orang kaya boleh terus kaya
05:29tapi syaratnya dia harus bayar pajak yang tinggi
05:32negara memungut pajaknya
05:34pajaknya dikontrol oleh demokrasi dengan trias politika
05:37trias politika membagi kekuasaan
05:40antara legislatif, eksekutif, dan unikatif
05:43tujuannya adalah kemahmuran
05:45maka pajak itu harus melahirkan sistem negara
05:48yang menjamin orang miskin punya rumah
05:51orang miskin punya sekolah
05:53orang miskin punya harapan masa depan ada jaminan kesehatannya
05:57orang miskin punya jaminan hari tua
05:59meski dia nganggur negara tetap menggajihnya
06:02gajih ini diperoleh dari siapa?
06:04dari kaum kapitalis yang membayar pajak dengan mahal pada negara
06:08negara mendistribusikan untuk melindungi mereka
06:11dari cengkerapan kapitalisme itu
06:16apakah kapitalisme melahirkan kemahmuran?
06:19melahirkan
06:21melahirkan keadilan?
06:23melahirkan
06:24melahirkan negara-negara besar dan raksasa
06:27yang hari ini sedang berhadapan dengan apa?
06:30komunisme yang kapitalisme yaitu Tiongkok
06:34nah, kemudian
06:36di wilayah timur dia berkata pada apa?
06:39kita dengan alam tidak bermusuhan
06:42kita dengan alam adalah saudara
06:44kita tidak mungkin bermusuhan dengan tanah karena kita dari tanah
06:48kita tidak mungkin bermusuhan dengan air karena kita dari air
06:52kita tidak mungkin bermusuhan dengan udara
06:54menaklukkan udara karena kita dari udara
06:56kita tidak mungkin menaklukkan matahari
06:58karena kita bagian dari matahari itu sendiri
07:01maka dia adalah persenyawaan
07:03seluruh penyanyi persenyawaan itu masuklah nilai yang namanya ruh
07:07ruh itu mengajarkan rububiah
07:09rububiah itu mengajarkan penghambaan
07:12maka manusia yang bersenyawa dengan tanah, air, udara, dan mataharinya
07:16dialah manusia yang menghamba pada Tuhannya
07:19melalui apa?
07:20melalui penghormatan pada tanah, air, dan udaranya
07:24kenapa?
07:25karena Tuhan disembah oleh kita
07:27melalui apa?
07:28melalui kita yang dihadirkan di muka bumi
07:31tak akan pernah bertemu dengan Tuhan
07:33manakala kau tak memahami matahari
07:36kau tidak akan pernah bertemu dengan Tuhan
07:38manakala kau tidak memahami air
07:40kau tidak akan bertemu dengan Tuhan
07:42manakala kau tidak bisa memahami udara
07:44kau tidak akan pernah bertemu dengan Tuhan
07:46manakala kau tidak bisa memahami tanah
07:48kenapa?
07:49karena seluruh rangkaian peristiwa material itu
07:51kata kaidah Islam
07:52dia dalam setiap hari bertazbih pada Allah
07:56dia berkata
07:57la ilaha illallah
07:58maka air
07:59la ilaha illallah
08:01maka matahari
08:02la ilaha illallah
08:03maka bulan
08:04la ilaha illallah
08:06maka udara
08:07la ilaha illallah
08:08semuanya la ilaha illallah dalam tazbihnya
08:11dalam bahasanya
08:12nah seluruh rangka itu
08:14itu dalam kaidah Sunda
08:17itu sama
08:20ajarannya apa?
08:21ajarannya
08:30karena itu
08:32maka dia ada kalimat tiga
08:33ada kalimat satu
08:37yang ketiga
08:40kemandunggalan
08:41itulah yang disebutkan
08:42insankamil
08:43maka kau orang insankamil
08:45kau merawayan jati
08:46kau manusia indonesia
08:48dia tidak pernah sama sekali mengakui
08:50apa yang dia lakukan
08:52kalimatnya apa?
08:53hidup cukur sesamperan
08:54awak cukur sesampayan
08:56sariring riring dumadi
08:57saringkak sapanpola
08:58sadaya kersanengusti
09:00kata kiai
09:01pawakil ketua depir di Jawa Barat
09:03itu Pak Iwan mengatakan
09:05itulah yang disebutkan
09:06la hawla wala quwata illa billah
09:10kalau kerantap membangun seperti ini
09:12apa sih yang dicita-citakan oleh saya
09:14saya selalu bergurek mata
09:16kenapa?
09:17yang dicita-citakan adalah
09:18mengembalikan kembali
09:20Tatar Sunda pada ajaran
09:22Siliwangi
09:23bukan ajaran kemusyarikat
09:25mengembalikan kembali
09:27Tatar Sunda pada ajaran
09:28Titah penciptaannya
09:30bahwa dia adalah sebuah
09:31gembang tanah
09:32yang tercipta
09:34saat Allah sedang tersini
09:36maka mengembalikan kembali
09:38pada ekosistem
09:40dalam pembangunan modern
09:42mengembalikan Tanah Sunda pada
09:44Go Green
09:46yang ada, cuman beda
09:48yang satu berdasarkan keyakinan
09:50yang satu berdasarkan proyek
09:52Go Green itu proyek
09:56nah, karena ini yang dibangun
09:58maka Pak Ketua Depir Di
10:02apa yang kita letakkan?
10:04ada hal yang harus terorkestrasi
10:06ada hal yang harus
10:08dia melakukan sendiri
10:10kenapa?
10:12kalau saya bongkar bangunan
10:14di pinggir sungai
10:16kebayang kalau saya diskusi dulu sama DPRD
10:18tidak akan pernah terbongkar
10:20karena DPRD ada konstituennya disitu
10:22ada Partai A, Partai B, Partai C
10:24diskusinya tidak akan berhari-hari
10:26nanti aspirasi berkembang
10:28bangunan tidak dibongkar
10:30ribut tidak berhenti
10:32maka itu saya pilih
10:34saya bongkar sendiri, kenapa?
10:36agar Bapak tidak cacat
10:38agar Bapak tidak pusing menghadapi konstituen
10:40ketika konstituen bertanya ke Bapak
10:42kenapa tempat bangunan saya dibongkar?
10:44kenapa rumah yang berpuluh-puluh tahun dibongkar?
10:46Bapak jawab mengatakan, Bupati, nanti bisa
10:48aku benar, nanti bisa dicarek, nanti benang diurus
10:50saya jadi Bapak bersih
10:54Bapak bersih
10:58tetapi ada hal yang harus terorkestrasi
11:00apa itu?
11:02anggaran terorkestrasi
11:04ada perencanaan
11:08ada PPK-nya
11:10ada
11:12KPA-nya
11:14ada auditnya
11:16kemudian ada anggaran yang tidak terkonstetrasi
11:18apa? kemarin, Pak
11:20apa itu?
11:22pergeseran anggaran, kenapa?
11:24karena saya diberi otoritas oleh Pak Pendagri, Pak
11:26Pak Didi lakukan percepatan
11:28bikin rencana yang cepat, kenapa?
11:30karena Pak Didi harus menyongsong perubahan dengan cepat
11:32ada
11:34tetapi nanti ada lagi yang dibicarakan secara bersama
11:36ada, Pak, nanti perubahan anggaran, Pak
11:38nanti APBD tahun 2006, Pak
11:40itu akan saya lakukan lagi, Pak
11:42kenapa? karena kalau saya bergerak
11:44saya tidak pernah berpikir anggaran, Pak
11:46yang penting harus berjalan
11:48yang penting harus terlaksana
11:50duit manuturgen, rejeki manuturgen
11:52karena saya punya keyakinan
11:54memimpin tidak harus selalu ada duit
12:02kenapa? para raja dulu tidak menyusun APBD
12:06Pak
12:08POC itu membangun gedung
12:10negara di Cirebon, ini
12:12tidak ada itu
12:14persetujuan DPRnya
12:16bagus, Pak
12:18yang ada persetujuan DPRnya
12:20kita sudah beberapa kali SDG Ranggung
12:22kenapa itu terjadi?
12:26karena kita kolaborasi
12:28hanya dimaknai oleh berkumpul
12:30bersama untuk memutuskan
12:32bukan rasa dan cinta
12:34kolaborasi itu
12:36tidak harus mesti dimaknai
12:38bahwa kita rapat
12:40kolaborasi harus tidak dimaknai
12:42bahwa kita ini berkumpul membahas
12:44plenum 1, plenum 2, plenum 3
12:46kolaborasi adalah ketika ada
12:48tindakan darurat untuk kemanusiaan
12:50untuk keadilan
12:52untuk rakyat, maka semua
12:54berkoraborasi dengan apa? minimal
12:56mendoakan
12:58atau minimal
13:00diam, atau
13:02silahkan ngomong
13:04sepuas hati Anda, kenapa?
13:06itu perlu pemerintah
13:08perlu akap kritik, saya selama ini
13:10kritik tidak pernah habis
13:12dan yang paling menarik adalah
13:14di Cirebon, ada orang yang marah
13:16sama saya, jalan di Cirebon
13:18goreng, gubernur
13:20lain bapak aik, tapi bapak tereng
13:24saya katakan jadi gubernur
13:26baru 2 bulan
13:28terus ketika dicek, jalannya jalan
13:30kabupaten,
13:32kenapa jalan kabupaten tidak ada air?
13:34kenapa tidak ada kabupaten?
13:36bukan menjadi air
13:38kenapa?
13:40untuk kritik boleh
13:42tapi harus logis
13:44perbanyaklah
13:46kritik pada saya, pada apa?
13:48gubernur banyak menghamur-hamurkan
13:50uang, gubernur banyak jalan-jalan
13:52pulau luar negeri, gubernur
13:54banyak, lebih banyak
13:56menghabiskan kegiatan di Jakarta
13:58di mana-mana, gubernur tidak mengurus
14:00yang sakit, gubernur tidak mengurus
14:02sungai yang kotor, gubernur tidak
14:04mengurus tawuran, gubernur tidak mengurus
14:06anak mabok, gubernur tidak mengurus
14:08anak yang setiap hari minum-minuman
14:10keras, gubernur tidak mengurus
14:12anak yang tidurnya rata-rata jam 4
14:14ke 6 setiap malam, nonton
14:16gig online, mobil legend
14:18kritik pada saya, gubernur
14:20gaweh, duitnya dihamur-hamurkan
14:22anggarannya habis untuk bajunya
14:24sendiri, perjalanan dinasnya
14:26sendiri, tidur di hotel, dari hotel ke hotel
14:28kritik saya
14:30bukan dibalik
14:32ketika gubernurnya jalan-jalan ke luar negeri
14:34terus, duitnya dihabisin, tidak keras
14:36itu pernah dikritik, ayok mau digaweh
14:38dikritik
14:40kenapa
14:42saya keras menghadapi? karena
14:44tidak objektif, Pak
14:46anggaran saya sudah diturunkan
14:48apapun saya iritkan, mobil saya cukup
14:503, bensin kadang bayar sendiri
14:52kenapa? saya ingin berbuat
14:54yang terbaik pada rakyat Jawa Barat
14:56bukan sekedar politik, ini cita-cita
14:58saya sejak lahir
15:00sebagai sebuah simi-simi bagi sere-seke-cere
15:02Pak Jajaran, haing kaya meninggali
15:04Sunda Nanjer di Anggur Masyarakat
15:20maka itu Sega
15:22beberapa kali ngomong kepada saya
15:24saya tidak punya rasa takut apa-apa
15:26saya tidak berpikir
15:28ke depan jadi apa
15:30saya tidak berpikir apakah saya populer atau tidak
15:32saya tidak berpikir apakah saya punya elektoral atau tidak
15:34tidak penting bagi saya
15:36bahkan saya tidak berpikir tentang
15:38keselamatan nyawa saya
15:40saya hanya berpikir sebagai titah prajuris diwangi
15:42saya ingin memperlihatkan
15:44di tanah Sunda ada pemimpin yang membela ketemu rakyat
15:46saya takut
15:50saya tidak dipercaya
15:52karena saya tidak tahu
15:54kenapa?
15:56karena ini harus kita lakukan
15:58perubahan harus kita lakukan
16:00lama kita ini halus pada seminar
16:02pada perencanaan, pada kajian
16:04silakan di-check di Provinsi Jogart
16:06dalam lima tahun sama RNB kajian
16:08tau gak?
16:12silakan dikumpulkan
16:14kekumpatan kota, ada berapa ribu perencanaan
16:17karena di pemerintah ini ada proyek perencanaan
16:20proyek perencanaan
16:22perencanaannya ayat dunia serah, prek nama Allah
16:26ini penting
16:28negeri ini memerlukan seperti ini hari ini
16:30nah, untuk itu
16:32apa yang kita mimpikan
16:34yang kita mimpikan di ajaran siliwang itu
16:36itu kogrim itu
16:38itu simbiosis mutualisme itu
16:40di negara siliwang itu
16:42makanya sungai harus bersih
16:44kalau sungai harus bersih judulnya juga cai
16:46kalau sungai harus bersih sebenarnya
16:48teologinya, itu harus melahirkan
16:50tata bangunan, tata bangunannya
16:52harusnya lahirkan IMB
16:54kalau dulu, nah harusnya rumah itu
16:56menghadap sungai
16:58bukan membalakangi sungai
17:02nah, hari ini ya saya bongkar, ya saya bongkar
17:04kenapa? karena sungai tidak terlihat
17:06sawah tidak terlihat
17:08seluruh Yogyakarta jalan rayanya
17:10dipenuhi oleh warung
17:14saya nanya Pak Wali Kota
17:16Pak Gubernur
17:18saya mau beresin BBWS
17:20itu warung-warungnya
17:22Bapak nggak berani nertipin?
17:24dari dulu Pak
17:26ya saya tahu dari dulu
17:28saya nanya Bapak berani nertipin nggak?
17:30dia mengatakan
17:32tidak berani
17:34ayo Wali Kota WNW
17:36ini komalura
17:40ini fakta
17:42nah, kalau seperti itu
17:44apakah saya akan membiarkan? tidak
17:46saya akan datangin Pak, saya akan berjabat bicara
17:48kita kembali pada hak dan kewajiban
17:50itu milik negara, kembalikan hak negara
17:52pada negaranya, kenapa? negara untuk
17:54kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan orang
18:00di Indonesia itu, di Sunda itu
18:02harus dimulai dengan berani
18:04kenapa? kalau tidak mulai
18:06orang Sunda matuturut mungding
18:08orang Cirebon juga sama
18:10ada Sunda enek
18:12cuma ada 3 parabel kebudayaan di Cirebon
18:14ada Sunda Cirebon
18:16ada Sunda asalnya dari Pliangan
18:18kemudian ada Jawanya
18:20Jawa Cirebonan
18:22yang mengaruhi kebudayaan dari Jawa Tengah
18:24saya paham itu, kenapa
18:26keturut-keturut mungding?
18:28orang Sunda itu kalau sudah dimulai
18:30beres Pak, nanti juga
18:32ngomong KB
18:34nanti ada teman kita
18:36yang sahabat kita nonton ngomong
18:38eh, tapi kebetulan
18:40AIN, kebanyan, diajar silat
18:42nanti AIN, orang Sunda
18:44orang Sunda, kemudian orang Sunda
18:46begitu karakternya, keturut mungding
18:48nanti rame, dan itu bisa
18:50dan hari ini ketika mulai
18:52siapa yang melakukan pembelaan terhadap
18:54kebijakan Provinsi Jawa Barat
18:56kebijakan Kabupaten Kota yang beri pada rakyat
18:58rakyat, Pak
19:00melakukan pembelaannya pada apa?
19:02dengan memberikan komentar
19:04dukungan melalui
19:06jejaring sosial
19:08dan itu
19:10demokrasi terbuka, Pak
19:12dan itu partisipasi publik
19:14siapa yang melawan
19:16arus media sosial, yang itu
19:18mendukung kebijakan pembangunan, sesungguhnya
19:20dia sedang berhadapan dengan rakyat yang
19:22memilihnya sendiri
19:24nah,
19:26kalau seperti itu, kita harus merangkap pada apa?
19:28pada nilai, peliung
19:30pembangunannya bagaimana?
19:32dimulai dari revoisasi hutan, Pak
19:34kenapa?
19:36sumber mata air, kenapa?
19:38ini masa depan, Pak
19:40kenapa? gak akan ada industri
19:42di Cerbor, gak akan ada industri
19:44di Indramayu, gak akan ada industri
19:46di Subang, gak akan ada industri
19:48di Krawang, gak akan ada industri
19:50di Bekasi, di Purwakarta
19:52di Bogor, kalau
19:54gulu sungainya tidak diselamatkan
19:56kalau aliran Cimanuk
19:58Tarung Timur, Tarung Barat
20:00dan seluruh aliran sungai di Jawa Barat
20:02yang bermuara pada gunung-gunung
20:04yang ada di Kuningan, Kabupaten
20:06Bandung, Kabupaten Garut
20:08Kabupaten Cianjur, Kabupaten
20:10Bogor, tidak tertata
20:12tidak terjaga
20:14termasuk Kabupaten Majalangka
20:16kenapa? kehancuran di gunung
20:18akan berdampak pada kehancuran
20:20di wilayah
20:22Lembah, Pedatara
20:24maka konsepnya, gunung
20:26gunung kudu awian, lekuk kudu balongan
20:28lembah kudu sawan, itu konsep
20:30tritantunya Tatar Sunda
20:32ajaran Karukun, yang mengajarkan
20:34tentang bagaimana Tatar Sunda
20:36dibangun dalam kerangka itu
20:38siapa yang menerjemahkan sistem
20:40pembangunan Kanjeng Prabu
20:42Walanda
20:44Walanda menjelaskan
20:46menjelaskan dalam apa
20:48satu, di daerah gunung
20:50rakyatnya harus tetap kerja
20:52agar dia tidak mengambil
20:54hutan dengan pohon-pohonnya
20:56dibuatlah
20:58yang disebut dengan
21:00sabuk hijau
21:02sabuk hijau itu berbentuk apa?
21:04perkebunan
21:06itu menjaga
21:08kemakmuran di wilayah gunung
21:10disebutlah sabuk hijau
21:12nah
21:14sabuk hijau ini
21:16itu menjaga ekosistem begunungan
21:18nah kemudian sabuk hijau ini juga
21:20menjaga aliran sungai
21:22nah Belanda membangun
21:24Tarung Timur, Tarung Barat,
21:26Bendungan Walahat, dan berbagai bendungan estetik
21:28yang sampai hari ini
21:30masih toko, dibuatlah jaringan
21:32kata Belanda itu
21:34kalau orang Jawa Barat ingin makmur
21:36maka gunakanlah sungai sebagai jaringan
21:38transportasi
21:40itu Belanda
21:42maka dibuatlah rencana
21:44perjalanan dari Cirebon menuju Jakarta
21:46cukup lewat Tarung Timur dan Tarung Barat
21:48nanti masuknya kemudian
21:50kali malam, karena kalinya salah
21:52bernama malam, berjadi
21:54karena kali malam
21:56harusnya kali muncul
21:58ini
22:00ini konsepsinya, nah konsepsi itu
22:02maka dipadukanlah, maka listrik
22:04yang harus berkembang di Jawa Barat
22:06adalah pembangkit listrik tenaga air
22:08maka diterjemahkan selain itu
22:10oleh Bung Karno
22:12lahirlah jadinya
22:14lahirlah ekosistem perairan
22:16ekosistem perairan
22:18ekosistem perairan, maka lahir pada nama
22:20cahit, cahit, cahit
22:22maka sampai
22:24ajaran kasunanan di Jawa Barat
22:26pun, kasunanannya adalah
22:28gunung jati
22:30tidak pakai nama Arab
22:32tapi nama pohon yang ada
22:34di sini, dari gunung jati
22:36melahirkan peradaban jati, lahirlah
22:38kayu jati, ukiran jati
22:40pahatan jati
22:42daunnya menjadi ekosistem
22:44ekonomi, lahirlah
22:46jamlah
22:52leluhur kita yang tidak sekolah
22:54memuja punya multi produk peradaban
22:56yang keren
22:58nah, kemudian
23:00ini kan harus diramu dalam sebuah rencana
23:02eh, tahun
23:042026 kita mau apa?
23:06terukur, punya alokasi
23:08berapa, prioritas utama
23:10apa yang harus dibangun
23:12maka saya menerjemahkan dalam kerangka teknis
23:14jalan harus lecir
23:16cahit harus ngalir
23:18beteng rakyat harus buncir
23:20huntungan harus nyengir
23:22ditambah bahasa gereda orang Sunda
23:24banyak orang yang dicerepon
23:26namanya harus gerena
23:28kanyut harus ngadi
23:30apakah kanyut itu bahasa
23:32porno? tidak, itu bahasa cawokan
23:34cawokan itu apa?
23:36bahasa orang Sunda yang
23:38belak-belakan, orang Cirebon yang
23:40belak-belakan, ngomong satu
23:42maka kanyut bisa
23:44dirubah menjadi bahasa yang multi
23:46epen dan produk
23:48satu, ketika
23:50kanyut dipakai tempat uang, jadilah kanyut
23:52kunang
23:54itu kanyut
23:58ketika menghadapi orang yang
24:00penakut, maka orang Sunda nyebut
24:02Siga Kanyut di Napuno
24:04maka ketika menghadapi orang yang
24:06pemalu, maka kanyut di Notara
24:08ketika menghadapi
24:10orang yang malas, nair kanyut
24:12ketika menghadapi
24:14perempuan nakal, hamur kanyut
24:16ketika menghadapi
24:18wanita hamil,
24:20kok kanyut sederhana
24:22makanya
24:24orang Priangan
24:26yang Ci Anjur jangan ngukur gayanya Cirebon
24:28gak boleh, kenapa?
24:30beda
24:32beda, di Subang
24:34aja ada Subang Tasomalang
24:36ada Subang, Pamanu kan
24:38beda gaya
24:40tapi rasa sama
24:42satu, infrastruktur jalan
24:44harus terkoneksi
24:46infrastrukturnya apa?
24:48satu, jalan tol pemerintah kusat
24:50nanti juga ada investasi provinsi
24:52ada investasi pemerintah kabupaten kota
24:54dan harapan saya kedepan
24:56itu jalan tol itu adalah menjadi
24:58jalannya investasi
25:00bukan orang lain yang punya, harapan saya
25:02kita yang punya, kenapa?
25:04orang lewat di jalan itu makin lama
25:06pendapatannya masuk lagi daerah
25:08masuk lagi daerah, maka nanti
25:10Bang Jafar investasinya di jalan tol
25:12yang strategi
25:14jalan tol di Bandung
25:16itulah investasi
25:18keperusahaan yang bangkrut
25:20kami nana-nana bohong
25:22kalau kurangin
25:24di sekolah, kemudian
25:26buta guru, bisa jadi haji
25:284 kali, dagang di pasar, dagang daging
25:30makanya rasa, terbisakah tipu
25:32salah kena begerdai kepami
25:34makanya rasa
25:36makanya mana
25:38ini terkoneksi
25:40jalan tol
25:42nanti ke jalan nasional
25:44jalan nasional
25:46jalan provinsi
25:48jalan provinsi nanti jalan kabupaten
25:50jalan kabupaten, jalan desa
25:52maka perencanaannya harus terkoneksi
25:54tidak boleh masing-masing
25:56nanti desa bangun mana
25:58kabupaten bangun mana
26:00provinsi bangun mana
26:02perencanaannya bareng, bangun jalan provinsi
26:04disini, koneksikan dengan jalan
26:06kabupaten disini, koneksikan dengan
26:08jalan desa disini
26:10itulah disebutnya, hari ini perlu berkumpul
26:12antara bupati, wali kota, masing-masing
26:14berdiskusi, agar terjadi konektivitas
26:16itu
26:18jangan sampai setelah jalan
26:20tol, jalan provinsinya jelek, setelah jalan
26:22provinsi, jalan kabupatennya jelek, setelah jalan
26:24kabupaten, jalan desanya jelek
26:26terkoneksi, terblok
26:28tuh, nah kemudian
26:30jalan provinsi akan menyelesaikan apa?
26:32tahun
26:342027
26:36jalan provinsi
26:38ditargetkan 100%
26:40selesai
26:44setelah itu apa
26:46dari provinsi? kita akan
26:48mengintervensi jalan-jalan kabupaten
26:50kita akan
26:52mengintervensi jalan-jalan desa
26:54apabila kabupaten dan desa
26:56angkanya, fiskalnya
26:58rendah
27:00dimana itu? wilayah gunung
27:02kenapa wilayah gunung?
27:04tidak ada pendapatan seperti wilayah
27:06industri, harus dilindungi mereka
27:08harus, kenapa?
27:10karena orang gunung harus mendapat
27:12keadilan fiskal, kenapa
27:14mendapat keadilan fiskal? dia menghasilkan
27:16oksigen, karbon
27:18dia menghasilkan air, airnya
27:20dinikmati, orang-orang utara
27:22ini harus muter, karena
27:24awan juga begitu, hujan turun
27:26di gunung, airnya tetap lari
27:28ke muara, awan begitu
27:30dibuat nanti siflos disitu
27:32nah kemudian, ditata
27:34di seluruh Jawa Barat ini, wilayah gunung
27:36itu harus menjadi pusat peradaban
27:38pertanian, pusat peradaban
27:40kehutanan, pusat peradaban
27:42rumah bambu, rumah pusat peradaban
27:44sumber-sumber mata air
27:46yang jernih, ditata nanti
27:48bangunannya terkoneksi dengan baik
27:50sistem pendidikannya dibenahi menuju
27:52ke arah kepariwisataan, anak-anaknya
27:54berlatih ilmu kepariwisataan
27:56untuk apa? agar nanti
27:58aliran orang Cirebon, aliran
28:00orang Bekasi, aliran orang
28:02kota Bekasi, aliran orang Jakarta
28:04sebagian dari Bogor
28:06bisa bersama-sama, dua hal
28:08ketika satu minggu, dia pasti pergi
28:10ke gunung dan pergi ke laut, sudah
28:12tetapi semuanya
28:14gunungnya di Jawa Barat
28:16lautnya di Jawa Barat, tapi yang
28:18piknik harus yang punya duit
28:20jangan alasan situ ditur
28:22karena itu yang miskin piknik
28:24tambah miskin
28:28ini kan, nah setelah
28:30jalan, nanti kita koneksikan lagi
28:32air mengalir, maka
28:34irigasi-irigasi harus tertata
28:36makanya
28:38harus tertata, saya kemarin
28:40ngomong sama kepala PSDA
28:42curhatnya saya, selama ini
28:44saya jadi kepala PSDA belum pernah
28:46dapat alokasi anggaran provinsi
28:48rata-rata pakai DAK, saya
28:50pakai anggaran rutin saja
28:54nah hari ini baru dapat alokasi
28:56200 BTR dari provinsi, nanti
28:58terintegrasi, nah kemudian
29:00seluruh daerah aliran sungai dan jalan
29:02yang ditata ini, harus mengarah pada
29:04yang berikutnya esteti A
29:06jalannya esteti
29:08kemudian jembatannya
29:10esteti, lengkungan-lengkungan
29:14pengaman jalannya esteti
29:16sawung-sawung sawahnya esteti
29:18kemudian rumah-rumah dinas
29:20penghuni
29:22penjaga aliran sungainya
29:24esteti, penjaga
29:26danau-danaunya esteti, maka
29:28perspektif yang kedua hari ini adalah
29:30BAPEDA harus
29:32punya catatan
29:34berapa ribu jumlah mata air di Jawa
29:36Barat, sumbernya dari mana, berapa
29:38ribu embung, berapa ribu
29:40danau, berapa ribu setuk
29:42kata orang Bekasi, diidentifikasi
29:44untuk apa, segera ditata
29:46disertifikatkan menjadi milik negara
29:48hati-hati kalau tidak segera
29:50disertifikatkan, besok pengusaha
29:52datang ke situ, ada hotel, kemudian
29:54ada danau, maka dia panggil
29:56klaim itu adalah danau dia
30:00ini asif pak
30:02anggarkan yang cukup
30:04nah, ini ditata, kemudian
30:06nanti bikin desain-desain bagaimana
30:08penataan hirigasi, sawung-sawung
30:10hirigasi, sawung sawah, saya ingin
30:12ada konsepnya, untuk apa
30:14hamparan Jawa Barat
30:16hamparan Tanah Sudah adalah
30:18hamparan bumi katolistiwa
30:20yang terpancar dengan
30:22siliwanginya, yang terhampacar
30:24dengan tata estetikanya
30:26kan seperti ini
30:30tetapi, ketika mengalami pertumbuhan
30:32tata ruangnya jaga, jangan sampai
30:34ketika diservu para wisata
30:36mengesahkan aspek tata
30:38kelola, tata ruangnya
30:40menyampaikan aspek-aspek
30:42perlindungan lingkungannya
30:44kan kacau, kenapa kekacauan terjadi
30:46puncak itu adalah gambaran
30:48dan cianyum gambaran kekacauan
30:50dalam pengelolaan
30:52tata ruang
30:54rapat paripurna DPD yang kami hormati
30:56sesuai undangan, acara
30:58rapat paripurna hari ini adalah
31:00ada dua agenda, agenda yang pertama
31:02pandangan umum fraksi
31:04terhadap dua rancangan
31:06peraturan daerah tentang
31:08satu, pelaksanaan
31:10dan usaha pertambangan mineral
31:12bukan logam
31:14mineral bukan logam jenis tertentu
31:16dan batuan
31:18yang kedua
31:20penyelenggaraan administrasi
31:22kependudukan
31:24agenda yang kedua
31:26pendapat gubernur terhadap
31:28dua rancangan peraturan
31:30daerah tentang, satu
31:32perubahan ranpreda Provinsi Jawa Barat
31:34nomor tiga tahun 2019
31:36tentang pengelolaan
31:38barang milik daerah
31:40dan dua adalah pembinaan
31:42kepada badan usaha
31:44milik daerah
31:46untuk pelaksanaannya kami mohon
31:48persetujuan rapat paripurna yang
31:50terhormat ini, apakah
31:52acara yang kami sebutkan tadi
31:54bapak dan ibu setujui
31:58terima kasih
32:08selamat malam sejahtera
32:10buat kita semua
32:12perlu saya sampaikan terkait
32:14hari ini rapat paripurna
32:16untuk membahas rencangan
32:18peraturan daerah
32:20yang diajukan oleh
32:22kemudian begini pimpinan
32:26sembilan hari yang lalu
32:28gubernur
32:30di acara yang sakral saya anggap
32:32di acara musrembang
32:34ada pernyataan gubernur
32:36yang menurut saya
32:38ini perlu kita sikapi
32:40bahwa beliau menyampaikan
32:46saya berpikiran
32:48beliau mendiskreditkan
32:50lembaga DPRD Provinsi Jawa Barat
32:52dan mungkin menurut saya juga
32:54mendiskreditkan masing-masing
32:56anggota DPRD Provinsi
32:58nah saya menyimpulkan juga
33:00dari pernyataan itu
33:02gubernur ini sepertinya
33:04tidak membutuhkan
33:06apa pendapat
33:08dari teman-teman anggota
33:10DPRD
33:12nah ternyata pada saat ini
33:14untuk membahas rencangan peraturan daerah
33:16pemerintahan Provinsi
33:18Jawa Barat
33:20tentu membutuhkan
33:22teman-teman DPRD untuk membahas
33:26gubernur tidak bisa
33:28jalan sendiri membuat peraturan daerah
33:30nah saya berharap
33:32di rapat paripurna hari ini
33:34sebelum kita menyampaikan
33:36pandangan praksi masing-masing terhadap
33:38perancangan peraturan daerah ini
33:40saya meminta secara pribadi
33:42dan secara praksi kami meminta
33:44ada klarifikasi
33:46dari gubernur
33:48di
33:50rapat DPRD Provinsi Jawa Barat
33:52kenapa? ini negara
33:54negara ini dibentuk ada
33:56tiga triester politika
33:58dia tidak bisa berjalan sendiri
34:00nah sebelum ada
34:02klarifikasi dari gubernur terhadap
34:04pernyataannya di acara Musrembang
34:06rencana pembangunan Provinsi Jawa Barat
34:08menurut saya
34:10kita
34:12tidak perlu menyampaikan pandangan
34:14kenapa bagaimanapun
34:16sesama lembaga kita harus
34:18ada etika
34:20harus
34:22saling menghargai
34:24kita tidak ada yang superman
34:26bisa berjalan sendiri
34:28pembangun juga tidak bisa berjalan sendiri
34:30nah sebelum
34:32masuk kita mau menyampaikan
34:34pandangan menurut saya pimpinan
34:36saya berharap pimpinan bisa
34:38mengkomunikasikan bahwa pak gubernur
34:40harus mau mengklarifikasi
34:42terhadap pernyataannya di acara
34:44Musrembang tanggal 7 Mei
34:46yang lalu 9 hari ini
34:48saya menghitung hari dari tanggal 7
34:50sampai hari ini sampai 16
34:52DPRD tidak ada yang bersuara terhadap
34:54pernyataan itu
34:56nah saya berharap
34:58dan secara
35:00praksi PD Perjuangan
35:02menginginkan klarifikasi dulu
35:04kalau memang tidak
35:06membutuhkan DPRD
35:08ya tidak usah dibahas rapor dah di DPRD
35:10nah mungkin itu
35:12pimpinan
35:14kenapa bagaimanapun negara ini
35:16atau Pemprov ini
35:18teman-teman DPRD juga
35:20pengen
35:22Jawa Barat ini lebih maju bukan hanya gubernur
35:24pengen Jawa Barat
35:26ke depannya lebih baik
35:28mungkin itu saja pandangan dari saya
35:30masukan dari saya pimpinan
35:32saya berharap ini di respons
35:34kenapa sebagai pimpinan yang baik
35:36harusnya memberikan contoh yang baik
35:38terima kasih
35:40Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
35:42Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
35:44terima kasih
35:46silahkan
35:52saya melihat ya
35:54seharusnya DPRD
35:56ya lagi selatif dengan SQT
35:58berbarengan lah saling
36:00isi mengisi saling memperkuat
36:02ya tapi beberapa
36:04bulan ini
36:06memang ada suara-suara yang
36:08enak juga
36:10kita saling merendahkan lah
36:12saya
36:14saya memintalah
36:16perbaiki kehormatan
36:18mawarah
36:20DPRD ini ya pimpinan
36:22supaya hubungan yang harmonis
36:24baik gubernur
36:26wakil gubernur maupun
36:28dengan legislatif ini dengan DPRD
36:30saya meminta
36:32juga
36:34sebagai
36:36membaiki kehormatan dan mawarah
36:38DPRD ini
36:40untuk
36:42rapat paripurna hari ini
36:44ya saya meminta
36:46seluruh praksi PD Perjuangan
36:48untuk tidak ikut atau walk out
36:50termasuk Bapak Ono Surono
36:52untuk sebelum
36:54selesai hubungan
36:56eksekutif dan legislatif baik
36:58terima kasih pimpinan
37:00silahkan berdiri praksi PD Perjuangan
37:03saya minta
37:05tidak ikut rapat paripurna
37:07dan walk out
37:09atas instruksi dari
37:11Pak Memo saya keluar
37:16siap
37:18terima kasih
37:20terima kasih
37:22terima kasih
37:28ya
37:30ya
37:32rapat paripurna
37:34DPRD yang kami hormati
37:36kami sebagai pimpinan
37:38sangat menghormati
37:40dan memahami apa
37:42yang tadi disampaikan
37:44oleh
37:46fraksi PDIP Perjuangan
37:48dan insyaallah
37:50atas
37:52masukan dan keinginan
37:54tadi kami
37:56pimpinan
37:58DPRD akan
38:00mengkonsolidasi dan juga
38:02menyampaikan usulan
38:04yang tadi untuk kita tindak lanjut
38:06insyaallah
38:08kami menyadari bahwa
38:10kita semua
38:12harus saling memahami
38:14fungsi kedudukan
38:16dan nampaknya
38:18memang kita harus kembali
38:20duduk bersama
38:22dengan Gubernur dan DPRD secara
38:24kelembagaan hingga kita akan bisa
38:26menyamakan kembali
38:28kesefahaman kita dalam menjalankan
38:30tugas kita masing-masing
38:32pimpinan masukan dari Pak
38:34Sugiyanto Nangola pimpinan
38:36terima kasih pimpinan
38:38saya pikir
38:40di sidang paripurna ini
38:42kita diwakili oleh
38:44wakil Gubernur
38:46beliau merupakan
38:48Gubernur sekarang ini yang hadir disini
38:50barangkali beliau bisa menjelaskan
38:52apa tadi yang dipertanyakan
38:54jangan sampai hal yang
38:56seperti ini melebar kemana-mana
38:58akhirnya
39:00membuat kita tidak kondusif
39:02saya pikir Pak Wakil bisa menjelaskan
39:04di sidang paripurna ini
39:06terima kasih
39:08Pak Nangola terima kasih atas
39:10masukannya
39:12sebentar
39:14karena tadi
39:16fokus pada Gubernur
39:18biarkan
39:20Pak Wakil Gubernur
39:22menjelaskan, tapi bukan untuk yang itu
39:24kami pimpinan secara formal
39:26akan
39:28mengagendakan dan mengundang
39:30Gubernur pada acara tertentu
39:32untuk menjelaskan yang tadi
39:34supaya kita clear semuanya lebih nyaman
39:36sekarang kita fokus
39:38kita fokus untuk menjelanjutkan sidang ini
39:40izin pimpinan
39:42Tia Fitriani dari Praksi Nasdem
39:46sejauh ini
39:48Pak Wakil Gubernur yang hadir disini
39:50terus terang
39:52kalau ibaratnya kita ini suami istri
39:54kayaknya kita ini gak baik-baik saja
39:56karena komunikasi tidak lancar
39:58bahkan baru pertama kali selama
40:00predisai ketiga ini di DPRD Provinsi Jawa Barat
40:02baru merasakan bahwa
40:04tidak ada
40:06hubungan yang
40:08harmonis sehingga kami ini
40:10sehingga sulit untuk
40:12menginformasikan keadaan di Dapil
40:14jadi
40:16ini juga mohon pimpinan
40:18jangan sampai hanya unsur pimpinan saja
40:20karena kalau hanya unsur pimpinan
40:22kami tidak bisa menyelarakan
40:24jadi mohon
40:26bisa dipasilitasi bertemu dengan Gubernur
40:28tapi jangan
40:30jangan juga kami harus mendatangi rumah beliau
40:32kita bertemu disini saja
40:34pimpinan
40:36di lembaga DPRD, di gedung DPRD
40:38rumah rakyat, rumah aspirasi
40:40tempat yang kita disumpah
40:42untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dapil
40:44masing-masing
40:46cocok tuh, Alhamdulillah
40:48terima kasih pimpinan
40:50terima kasih Bu Tia
40:52usulannya sangat top sekali
40:54Insya Allah
40:56Bu Tia, kita akan agendakan
40:58dan melibatkan
41:00para pimpinan fraksi
41:02semuanya, nanti di
41:04Banmus kita akan agendakan
41:06dan kita sepakati tanggalnya
41:08berikutnya
41:16Saksikan program-program Kompas TV
41:18melalui siaran digital
41:20Pay TV
41:22dan media streaming lainnya
41:24Kompas TV, independent terpercaya
Komentar

Dianjurkan