Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JERMAN, KOMPAS.TV - Ren in Flammen, tradisi parade kembang api spektakuler terbesar setiap tahunnya, kembali digelar di beberapa kota di tepi Sungai Ren, Jerman.

Tak hanya menghadirkan pesta kembang api yang megah, parade konvoi kapal dengan hiasan lampu warna-warni juga turut meramaikan sepanjang malam puncak acara.

Seperti apa keseruannya? Berikut liputan jurnalis DW Indonesia.

#kembangapi #dwindonesia #jerman

Baca Juga Warga Kecam "Sound Horeg" Digelar di Pesisir Kecamatan Lekok Pasuruan, Polisi Ungkap Hal ini di https://www.kompas.tv/nasional/593890/warga-kecam-sound-horeg-digelar-di-pesisir-kecamatan-lekok-pasuruan-polisi-ungkap-hal-ini

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/593893/ren-in-flammen-tradisi-parade-kembang-api-spektakuler-di-jerman
Transkrip
00:00Kita bergeser keseluruhan lain saudara,
00:01Ren in Flamen, tradisi parade kembang api spektakuler terbesar setiap tahunnya,
00:07digelar di beberapa kota di tepi sungai Ren Jerman.
00:10Tidak hanya pesta kembang api,
00:11parade konvoy kapal dengan hiasan lampu warna-warni
00:15juga digelar sepanjang malam puncak ajaran.
00:17Seperti apa keseruannya?
00:19Berikut liputan jurnalis TW Indonesia.
00:30Ini bukan perayaan malam tahun baru,
00:36tapi ini adalah salah satu pesta kembang api terbesar di Jerman.
00:40Ribuan pengunjung ini nampak antusias menuju lokasi pertunjukan kembang api
00:44di tepi sungai Ren di kota Bonn, Jerman.
00:48Cahaya lampu warna-warni menjadi pemandangan indah
00:50yang menghiasi air pekan di sepanjang malam ini saat acara berlangsung.
00:55Dalam acara ini, sedikitnya sekitar 20 kapal dengan lampu hias berangkat saat senja.
01:00Dan berlayar di sepanjang lembah Ren menuju Bonn.
01:03Saat konvoy kapal berlangsung,
01:05suasana sungai Ren berubah menjadi indah.
01:08Dengan karya seni bercahaya,
01:10selama perjalanan pengunjung akan menikmati iluminasi spektakuler
01:13di sepanjang tepi sungai Ren,
01:15seperti pertunjukan kembang api,
01:17hingga aktivitas menarik lainnya.
01:20Tibalah saatnya di puncak acara,
01:22yang bertemakan Ludwig berkeliling dunia.
01:24Pertunjukan kembang api selama sekitar 14 menit ini
01:27mengubah langit di atas Bonn menjadi lautan cahaya yang mempesona.
01:31Meskipun pertunjukan drone batal dilakukan,
01:34dengan alasan keamanan,
01:35namun ribuan warga yang berada di lokasi acara
01:37tetap menikmati pertunjukan kembang api ini.
01:40Soalnya setahun sekali sih acaranya,
01:42sama kayak seru aja bisa kumpul-kumpul
01:43bareng teman-teman yang lain juga sekalian.
01:45Ini yang kedua kalinya sih,
01:47jadi pertama kali aku datang tuh yang dua tahun lalu,
01:51dan itu juga seru juga sih.
01:52Belum ini yang pertama,
01:54pengen sih kayaknya seru sih,
01:55kalau misalnya di Indonesia ada kayak seru kayak gini juga.
01:58Di sini tuh ada kayak permainan juga,
02:00terus ada yang jual makanan segala macem.
02:02Belum sih,
02:03saya pertama kali juga kesini,
02:04terus saya baru juga di Jerman,
02:07jadi ini sangat menarik.
02:08Kalau dari saya pengen banget,
02:09apalagi kalau pas kayak libur sekolah,
02:12di bulan-bulan Juli, Agustus itu kayaknya menarik gitu,
02:16di Indonesia bisa diadain kayak gini.
02:18Sebenarnya aku seneng kumpul sama teman-temannya sih,
02:20sekalian bangun memori indah di Jerman juga kan,
02:22karena jauh dari keluarga.
02:24Sebenarnya belum,
02:24karena aku sebenarnya anak rumahan,
02:26makanya di sini aku pertama kalinya sih nyoba ikut acara kayak gini.
02:30Kalau di Indonesia ada acara tambahan
02:32yang selain tahun baruan bakal seru banget.
02:35Rain in Flamen,
02:36adalah tradisi festival kembang api tahunan
02:38yang diadakan pertama kali pada tahun 1750-an.
02:41Untuk merayakan pengangkatan seorang bangsawan,
02:44sekaligus uskup agung elektorat Rier Jerman,
02:46Johann Philipp Wohlwalderdorf.
02:49Tradisi ini berlanjut dan berkembang,
02:51terutama setelah kunjungan Queen Victoria pada tahun 1845,
02:55yang disambut dengan kembang api yang luar biasa.
02:59Meskipun sempat terhenti selama Perang Dunia Kedua,
03:02namun acara ini didupakan kembali pada tahun 1948,
03:05dan tetap berlangsung hingga setiap tahunnya.
03:07Dari Bonn Jerman, Levi Wardana, Dewi Indonesia,
03:10melaporkan untuk Komas TV.
03:11Terima kasih.
03:12Terima kasih.
03:13Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan