00:00Kita bergeser keseluruhan lain saudara,
00:01Ren in Flamen, tradisi parade kembang api spektakuler terbesar setiap tahunnya,
00:07digelar di beberapa kota di tepi sungai Ren Jerman.
00:10Tidak hanya pesta kembang api,
00:11parade konvoy kapal dengan hiasan lampu warna-warni
00:15juga digelar sepanjang malam puncak ajaran.
00:17Seperti apa keseruannya?
00:19Berikut liputan jurnalis TW Indonesia.
00:30Ini bukan perayaan malam tahun baru,
00:36tapi ini adalah salah satu pesta kembang api terbesar di Jerman.
00:40Ribuan pengunjung ini nampak antusias menuju lokasi pertunjukan kembang api
00:44di tepi sungai Ren di kota Bonn, Jerman.
00:48Cahaya lampu warna-warni menjadi pemandangan indah
00:50yang menghiasi air pekan di sepanjang malam ini saat acara berlangsung.
00:55Dalam acara ini, sedikitnya sekitar 20 kapal dengan lampu hias berangkat saat senja.
01:00Dan berlayar di sepanjang lembah Ren menuju Bonn.
01:03Saat konvoy kapal berlangsung,
01:05suasana sungai Ren berubah menjadi indah.
01:08Dengan karya seni bercahaya,
01:10selama perjalanan pengunjung akan menikmati iluminasi spektakuler
01:13di sepanjang tepi sungai Ren,
01:15seperti pertunjukan kembang api,
01:17hingga aktivitas menarik lainnya.
01:20Tibalah saatnya di puncak acara,
01:22yang bertemakan Ludwig berkeliling dunia.
01:24Pertunjukan kembang api selama sekitar 14 menit ini
01:27mengubah langit di atas Bonn menjadi lautan cahaya yang mempesona.
01:31Meskipun pertunjukan drone batal dilakukan,
01:34dengan alasan keamanan,
01:35namun ribuan warga yang berada di lokasi acara
01:37tetap menikmati pertunjukan kembang api ini.
01:40Soalnya setahun sekali sih acaranya,
01:42sama kayak seru aja bisa kumpul-kumpul
01:43bareng teman-teman yang lain juga sekalian.
01:45Ini yang kedua kalinya sih,
01:47jadi pertama kali aku datang tuh yang dua tahun lalu,
01:51dan itu juga seru juga sih.
01:52Belum ini yang pertama,
01:54pengen sih kayaknya seru sih,
01:55kalau misalnya di Indonesia ada kayak seru kayak gini juga.
01:58Di sini tuh ada kayak permainan juga,
02:00terus ada yang jual makanan segala macem.
02:02Belum sih,
02:03saya pertama kali juga kesini,
02:04terus saya baru juga di Jerman,
02:07jadi ini sangat menarik.
02:08Kalau dari saya pengen banget,
02:09apalagi kalau pas kayak libur sekolah,
02:12di bulan-bulan Juli, Agustus itu kayaknya menarik gitu,
02:16di Indonesia bisa diadain kayak gini.
02:18Sebenarnya aku seneng kumpul sama teman-temannya sih,
02:20sekalian bangun memori indah di Jerman juga kan,
02:22karena jauh dari keluarga.
02:24Sebenarnya belum,
02:24karena aku sebenarnya anak rumahan,
02:26makanya di sini aku pertama kalinya sih nyoba ikut acara kayak gini.
02:30Kalau di Indonesia ada acara tambahan
02:32yang selain tahun baruan bakal seru banget.
02:35Rain in Flamen,
02:36adalah tradisi festival kembang api tahunan
02:38yang diadakan pertama kali pada tahun 1750-an.
02:41Untuk merayakan pengangkatan seorang bangsawan,
02:44sekaligus uskup agung elektorat Rier Jerman,
02:46Johann Philipp Wohlwalderdorf.
02:49Tradisi ini berlanjut dan berkembang,
02:51terutama setelah kunjungan Queen Victoria pada tahun 1845,
02:55yang disambut dengan kembang api yang luar biasa.
02:59Meskipun sempat terhenti selama Perang Dunia Kedua,
03:02namun acara ini didupakan kembali pada tahun 1948,
03:05dan tetap berlangsung hingga setiap tahunnya.
03:07Dari Bonn Jerman, Levi Wardana, Dewi Indonesia,
03:10melaporkan untuk Komas TV.
03:11Terima kasih.
03:12Terima kasih.
03:13Terima kasih.
Komentar