Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Niat hati hendak melayat, namun maut justru menjemput. Sepuluh guru dari Sekolah Dasar Islam Tahfidz Quran As Syafiiyah, Magelang, Jawa Tengah, tewas dalam kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyatakan tidak ditemukan bekas pengereman dari truk pengangkut pasir yang menjadi penyebab kecelakaan.

Insiden bermula saat truk tronton melaju dari arah Magelang menuju Purworejo. Saat tiba di lokasi, kendaraan itu tiba-tiba hilang kendali, menabrak angkot di depannya hingga ringsek, lalu menghantam rumah di pinggir jalan.

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan.

Baca Juga Terbaru! Update Identifikasi Korban dan TKP Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut di https://www.kompas.tv/regional/592872/terbaru-update-identifikasi-korban-dan-tkp-ledakan-pemusnahan-amunisi-di-garut

#kecelakaan #angkot #truk #purworejo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/592874/sederet-fakta-kecelakaan-maut-truk-tabrak-angkot-di-purworejo-kronologi-korban-dan-olah-tkp
Transkrip
00:01Saudara Nierhati ingin melayat namun mau justru menjemput 10 guru sekolah dasar Islam Tafis Quran Asyafiyah
00:08menggelang Jawa Tengah saat dalam perjalanan.
00:12Sehari-hari bercengkerama di sekolah dengan hubungan yang dekat layaknya keluarga.
00:17Siapa sangka para guru ini pun kemudian pergi bersama-sama menghadap sang kuasa.
00:22Kesedihan pun dirasakan banyak pihak baik dari keluarga korban, para siswa hingga pihak sekolah
00:27yang kehilangan tenaga-tenaga pendidik terbaiknya.
00:37Suami salah satu guru yang menjadi korban, Aulia Anggi Pratiwi, tak kuasa menahan kesedihannya
00:43setiap kali mengingat sosok sang istri.
00:46Perikahan keduanya yang baru berlangsung kurang lebih dua minggu
00:49menyisahkan kisah manis bagi sang suami, Muhammad Aziz Ramadan.
00:53Menurut Aziz, istrinya tersebut merupakan istri yang soleha dan selalu taat kepada suaminya.
01:01Aziz pun mengenang saat-saat terakhir bertemu Aulia sebelum kecelakaan terjadi.
01:06Itu istri saya, Pak Amir, bilang mau takziah ke, kalau enggak salah, bapak atau ibu dari kepala sekolah.
01:21Terus dari malamnya itu saya mempunyai, biasanya itu saya gampang tidur, Pak, bareng sama istri saya.
01:30Namun waktu itu saya susah sekali tidur, sampai jam tengah, di tengah diniari, sampai jam setengah tiga itu
01:38saya enggak bisa tidur, saya cuma bisa melihat saja istri saya kok.
01:42Kenapa kok cantik sekali, tidurnya kok lelap sekali itu.
01:46Saya coba untuk membangunkan itu enggak bangun-bangun.
01:49Saya merasa istri saya itu terlalu capek.
01:52Kepergian 10 guru untuk selama-lamanya menjadi kisah pilu yang turut dirasakan keluarga besar SDI TAS Syafiah.
02:01Bahkan lima antaranya merupakan penghapal Al-Quran.
02:06Mereka dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam mendidik siswa dengan penuh kasih dan tanggung jawab.
02:14Sementara tiga guru dan seorang pemilik rumah masih dalam perawatan di rumah sakit.
02:19Atas tragedi itu, Saudara, pihak yayasan pun mengumumkan libur sekolah mulai Kamis tanggal 8 Mei 2025 hingga Selasa 13 Mei 2025.
02:36Tak lama usai kecelakaan, satu persatu jenazah yang telah dilaksanakan pemulasaran di RSUD Citro Wadoyo Purworejo
02:44diserah terimakan kepada pihak keluarga.
02:48Iring-iringan mobil jenazah berjalan menuju rumah duka masing-masing yang berada di Magelang.
02:55Sementara, kehilangan hampir setengah dari tenaga pengajar menjadi pukulan bagi pihak sekolah yang memiliki 28 guru secara keseluruhan.
03:06Sampai saat ini kami masih dalam suasana berkabung atau berduka, jadi kami masih fokus untuk memikirkan para guru secara keseluruhan.
03:20Jadi kami nanti sampai kapan, kerasi nanti akan berjalan lagi.
03:25Betul, tapi insya Allah dalam secepatnya.
03:27Karena kami hilangkan hampir separuh guru.
03:31Kalau total ini berapa?
03:33Total semua guru ada 28.
03:35Dan inilah situasi sesaat setelah kejelakaan maut terjadi di Kalijambe Purworejo, Jawa Tengah 7 Mei 2025.
03:49Trek tronton pengangkut pasir menabrak angkutan umum yang mengangkut rombongan guru SD yang hendak bertakziah ke Wonosobo.
03:57Sebelas orang tewas, 10 diantaranya merupakan guru yang berada di dalam angkut.
04:01Pak Iman, pemilik rumah menceritakan.
04:05Sesaat sebelum kejadian, sempat mendengar suara klakson, tanda bahaya yang dibunyikan dari truk.
04:13Hanya berselang beberapa detik, ia sempat melihat mobil tersebut oleng hingga terguling.
04:18Saya itu di rumah itu dengar klakson, tanda bahaya, terus saya sudah dari bawah itu lihat mobil itu langsung oleng, hambruk.
04:32Itu muatannya lari ke rumah saya.
04:36Kalau posisi bapak pas apa itu?
04:39Gimana?
04:39Posisi pas lagi ngapain?
04:40Saya mau lagi meletur lemari.
04:44Kalau saya cuma saat ke sini sampai ini, istri saya itu kepalanya.
04:50Dua kendaraan yang membawa rombongan sekolah termasuk guru berangkat dari Magelang pukul 10 pagi.
04:56Rombongan hendak melayat ke rumah duka orang tua kepala sekolah SDA Syafi'iyah di Wonosobo.
05:01Namun, karena kondisi jalan yang ramai, angkut yang berpenumpang rombongan guru ini terpisah saat dalam perjalanan.
05:09Hingga salah satu mobil tersebut melintas Galijambe, Purworejo.
05:14Dan peristiwa kecelakaan ini bermula saat truk berkelir hijau melintas jalanan menurun.
05:33Truk bermuatan pasir itu berusaha mendahuli mobil angkut yang ada di depannya saudara.
05:38Namun diduga truk kehilangan kendali hingga akhirnya menyenggol angkut.
05:45Kedua kendaraan terguling dan menghantam rumah warga yang berada di pinggir jalan.
05:51Akibat kejadian ini, 11 orang tewas di lokasi kejadian yang terdiri dari 10 guru dan sopir angkut.
05:58Sementara 5 orang lainnya termasuk pemilik rumah dan sopir truk terluka.
06:04Berangkat dengan dua mobil yang berbeda.
06:07Satu menggunakan mobil sekolah, satunya lagi kami carter menggunakan angkut.
06:11Kebetulan yang angkut itu diisi online kunci dulu anstazah kami berjumlah 13 dan satu sopirnya.
06:18Kami sempat berangkat bareng, cuma di tengah jalan kebetulan kami terpisah karena kondisi lalu.
06:23Selain 10 guru yang meninggal dunia dan juga satu sopir angkut yang tewas saudara,
06:37tiga guru lainnya dan pemilik rumah masih menjalani perawatan.
06:42Setelah kejadian, satu korban selamat ini duduk di kursi nomor 2 sebelah pintu masuk
06:48dan dua lainnya duduk di kursi nomor 1 sebelah sopir dan sebelah pintu depan.
06:54Para korban sudah ditangani dan direncanakan akan melakukan operasi.
06:58Doa bersama juga dipanjatkan guru dan wali murid SD Islam Tafiz Quran Asyafi'iyah Mendut Magelang di aula sekolah.
07:11Doa bersama bagi seluruh korban diikuti oleh guru sekolah dasar sekesempatan mungkit
07:16dan pemerintah kebupatan Magelang.
07:19Dari 11 korban meninggal akibat kecelakaan maut, 10 diantara yang merupakan guru di sekolah tersebut.
07:27Untuk sementara ini, aktivitas belajar-mengajar diliburkan sementara waktu dan secepatnya akan kembali dilaksanakan.
07:37Sementara, trauma masih dirasakan oleh Umi Yatun, salah satu korban kecelakaan.
07:42Umi Yatun menerita luka, usaha rumah yang ditempati tertabrak truk bermuatan pasir.
07:50Umi Yatun berharap kondisinya akan segera lebih baik.
07:54Di sisi lain, Umi Yatun mengaku tidak akan menempati rumah yang telah hancur akibat peristiwa tersebut.
08:02Umi masih trauma dan berharap mendapat penggantian rumah yang lokasinya tidak berada di jalan raya Kalijampe.
08:12Umi Yatun berharap tangan, nyok kepala, lalu ini Pak, aku punggung.
08:19Ini punggungnya belum bisa digerakkan, soalnya kemarin katanya pas punggungnya di rongsen, masih baik.
08:31Nah nanti kalau ada dari pihak perusahaan mau bikin air rumah, ya Pak minta yang di sana lah, yang di dalam.
08:38Umi Yatun berhenti, soalnya saya sama, suami masih trauma.
08:43Berdasarkan hasil olah TKP, polisi menyatakan tidak melihat adanya bekas pengereman dari truk pengangkut pasir.
08:56Selain menggelar olah TKP, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi.
09:01Kesilakan bermula saat truk tronton mengangkut pasir.
09:04Melaju dari arah Magelang menuju Perwo, Rejo.
09:08Namun saat di lokasi sodara, truk tiba-tiba hilang kendali dan menabrak angkut di depannya hingga ringsek,
09:15serta menabrak rumah di pinggir jalan.
09:17Sementara korban tewas kecelakaan truk yang menabrak angkut bertambah setelah sempat menjalani perwatan medis,
09:43sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan di Perwo, Rejo, Jawa Tengah meninggal dunia.
09:48Korban meninggal setelah derawat selama 24 jam di RSUP Sanjito, Sleman, Yogyakarta.
09:55Jenazah dibawa ke kampung halamannya di Bojonegoro, Jawa Timur untuk dimakamkan.
10:00Total sodara, 12 orang korban meninggal dalam insiden kecelakaan maut yang terjadi di jalan Perwo, Rejo, Magelang.
10:07Maraknya kecelakaan lalu lintas memudah Presiden Prabowo Subianto,
10:15memerintahkan Menteri Perhubungan dan Kapolri untuk memperketat pengecekan kelaikan jalan moda transportasi bertunah sebesar.
10:24Pemerintah juga menyoroti kelalaian jalan moda transportasi umum, kelaikan dari jalan moda transportasi umum, maksud saya sodara.
10:33Pemerintah berduka dan prihatin terhadap kecelakaan yang terjadi di sejumlah wilayah dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
10:46Saya harapkan kepada jajaran terkait untuk meningkatkan pengecekan kelayakan jalan terhadap moda-moda transportasi kita,
10:53terutama yang bertunah sebesar supaya kita berharap kejadian-kejadian ini tidak terulang.
11:03Proses pengecekan, kir, pajak, kelayakan jalan kepada seluruh pihak terkait.
11:13Bapak Presiden kemarin memberikan petunjuk kepada Menteri Perhubungan dan Bapak Kapolri
11:17untuk semua jajaran melakukan proses identifikasi dan pengecekan lebih intensif lagi.
11:26Peristiwa kecelakaan di Perworejo, Jawa Tengah mengandung pelajaran penting menengah keselamatan transportasi sodara.
11:33Butuh ketegasan dari otoritas terkait untuk memperketat pengecekan kelaikan jalan moda transportasi.
11:38Sementara bagi guru yang menjadi korban tewas, jiwamu memang telah tiada,
11:44namun jasa-jasamu akan kekalabadi untuk menciptakan generasi penerus bangsa ini.
11:50Kematian adalah hal yang tak terhindarkan, tetapi perbuatan baik akan hidup selamanya.
11:55Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan