- 11 bulan yang lalu
- #hargabahanpokok
- #hargatomat
- #bahanpokokmahal
MALANG, KOMPAS.TV - Harga tomat di Kota Malang, Jawa Timur dalam sepekan melonjak hingga Rp20 ribu per kilogramnya.
Di Pasar Besar Kota Malang, harga tomat dijual Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram untuk kualitas bagus.
Sementara untuk tomat yang biasanya dijual dengan harga Rp5 ribu hingga Rp8 ribu naik menjadi Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang bilang, lonjakan harga tomat terjadi karena tingginya permintaan tomat dari luar Malang.
Tidak hanya pedagang, kenaikan harga tomat juga dikeluhkan pembeli.
Meskipun lauk pauk naik, ibu rumah tangga harus tetap bisa menyuguhkan menu lauk pauk layak bagi keluarganya.
Seorang ibu rumah tangga dari Madiun, Jawa Timur, Dian belanja kebutuhan lauk pauk harian untuk keluarganya.
Dian bilang, kali ini uang yang dihabiskan untuk belanja lauk pauk yakni Rp35 ribu.
Biasanya, Dian bisa menghabiskan lebih dari Rp50 ribu untuk belanja lauk pauk keluarga untuk satu hari.
Mahalnya harga bahan pokok membuat Dian harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tidak hanya Dian, Supartinah juga merasakan kenaikan harga bahan pokok.
Biasanya, Supartinah menyiasati perubahan harga bahan pokok dengan mengutak-atik menu lauk pauk untuk keluarganya.
Meskipun harga bahan pokok naik, kebutuhan hidup keluarga harus tetap terpenuhi.
Lalu bagaimana pengelolaan keuangan yang bisa dilakukan untuk menyiasati naiknya bahan pokok dan sulitnya kondisi ekonomi? Kita bahas bersama Financial Planner Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini.
Baca Juga Harga Bahan Pokok Naik, Cabai Merah di Pekanbaru Tembus Rp75 Ribu per Kilogram di https://www.kompas.tv/regional/585676/harga-bahan-pokok-naik-cabai-merah-di-pekanbaru-tembus-rp75-ribu-per-kilogram
#hargabahanpokok #hargatomat #bahanpokokmahal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/592713/harga-bahan-pokok-naik-ini-tips-atur-keuangan-saat-ekonomi-sulit-ala-financial-planner-mike-rini
Di Pasar Besar Kota Malang, harga tomat dijual Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram untuk kualitas bagus.
Sementara untuk tomat yang biasanya dijual dengan harga Rp5 ribu hingga Rp8 ribu naik menjadi Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang bilang, lonjakan harga tomat terjadi karena tingginya permintaan tomat dari luar Malang.
Tidak hanya pedagang, kenaikan harga tomat juga dikeluhkan pembeli.
Meskipun lauk pauk naik, ibu rumah tangga harus tetap bisa menyuguhkan menu lauk pauk layak bagi keluarganya.
Seorang ibu rumah tangga dari Madiun, Jawa Timur, Dian belanja kebutuhan lauk pauk harian untuk keluarganya.
Dian bilang, kali ini uang yang dihabiskan untuk belanja lauk pauk yakni Rp35 ribu.
Biasanya, Dian bisa menghabiskan lebih dari Rp50 ribu untuk belanja lauk pauk keluarga untuk satu hari.
Mahalnya harga bahan pokok membuat Dian harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tidak hanya Dian, Supartinah juga merasakan kenaikan harga bahan pokok.
Biasanya, Supartinah menyiasati perubahan harga bahan pokok dengan mengutak-atik menu lauk pauk untuk keluarganya.
Meskipun harga bahan pokok naik, kebutuhan hidup keluarga harus tetap terpenuhi.
Lalu bagaimana pengelolaan keuangan yang bisa dilakukan untuk menyiasati naiknya bahan pokok dan sulitnya kondisi ekonomi? Kita bahas bersama Financial Planner Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini.
Baca Juga Harga Bahan Pokok Naik, Cabai Merah di Pekanbaru Tembus Rp75 Ribu per Kilogram di https://www.kompas.tv/regional/585676/harga-bahan-pokok-naik-cabai-merah-di-pekanbaru-tembus-rp75-ribu-per-kilogram
#hargabahanpokok #hargatomat #bahanpokokmahal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/592713/harga-bahan-pokok-naik-ini-tips-atur-keuangan-saat-ekonomi-sulit-ala-financial-planner-mike-rini
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya, Asri Gunawan.
00:04Saudara harga tomat di Kota Malang, Jawa Timur dalam sepekan
00:07melonjak 18.000 hingga 20.000 rupiah per kilogramnya.
00:14Di pasar besar Kota Malang, harga tomat dijual 18.000 hingga 20.000 rupiah per kilogram
00:20untuk kualitas bagus.
00:21Sementara untuk tomat yang biasa dijual dengan harga 5.000 hingga 8.000 rupiah
00:27naik menjadi 10.000 rupiah hingga 20.000 rupiah per kilogram.
00:34Salah satu pedagang bilang lonjakan harga tomat terjadi karena tingginya permintaan tomat dari luar Malang.
00:41Tidak hanya pedagang saudara, kenaikan harga tomat juga dikeluhkan para pembeli.
00:50Ada kenaikan.
00:53Ada kenaikan ya, mungkin karena permintaan terlalu tinggi di luar.
00:57Di luar kota.
00:58Jadi otomatis ya naik, harus naik.
01:03Mulai kapan?
01:04Sudah sekitar seminggu ini.
01:09Paling banyak itu ya dua kini loh.
01:12Kayaknya berat ya mas ya.
01:14Apalagi penjualan sekarang diluarkan sepi ya mas.
01:18Kayak gini loh mas, apa namanya?
01:20Pengeluaran lebih banyak tapi pemasukannya berkurang.
01:24Pemasukannya berkurang berarti daya pembelinya itu berkurang.
01:29Meskipun lauk pauk naik, ibu rumah tangga harus tetap bisa menyuguhkan menu lauk pauk layak bagi keluarganya.
01:35Berikut kami hadirkan cerita ibu rumah tangga dari Madiun, Jawa Timur.
01:38Seperti biasa hari ini Dian belanja kebutuhan lauk pauk harian untuk keluarganya.
01:49Dian bilang, kali ini uang yang dihabiskan untuk belanja lauk pauk yakni 35 ribu rupiah.
01:54Biasanya, Dian bisa menghabiskan lebih dari 50 ribu rupiah untuk belanja lauk pauk keluarganya.
02:02Mahalnya harga bahan paukau membuat Dian harus memutar otak untuk memenuhi satu hari kebutuhan keluarganya.
02:08Ini biasanya habis hampir 50 ke atas sih.
02:13Apa sih?
02:14Kalau ini sayur-sayuran sama buat lauk sehari itu ada 35 ribu rupiah.
02:22Kalau terus ada beras, minyak, terus di rumah buat tingan lukiah juga hampir 50 ribu rupiah.
02:28Itu bisa diperlukan?
02:30Kalau sekarang nggak bisa, soalnya kan harganya kan emang naik semua ya, maksudnya mahal-mahal semua ya.
02:37Tempe aja satu keloncer itu 5 ribu, itu dibanding sama dulu-dulu ya udah jauh.
02:44Tidak hanya Dian, Supartina juga merasakan keraikan harga bahan pokok.
02:49Biasanya Supartina menyiasati perubahan harga bahan pokok dengan mengutakatik menu lauk pauk untuk keluarganya.
02:55Kalau kondisi harga-harga saat ini gimana sih?
02:58Harga-harga kan naik semua.
03:02Ini cuma turun ini loh, capi.
03:07Itu ya, pengaruh ya bu?
03:08Tapi ini nah ya, baik, ya bisa seperti itu.
03:12Lauknya tempe, tahu, kerupok itu, sayurnya pening.
03:20Utak-atik lauk pauk?
03:22Ya, itulah jurus yang digunakan Dian dan Supartina agar tetap bisa menyukukan menu lauk pauk layak untuk keluarganya.
03:28Imam Iswanto, Kompas TV Madiun, Jawa Timur
03:31Harga bahan pokok naik.
03:38Mau tidak mau, warga harus menyiasati dalam memasak hidangan untuk keluarga.
03:41Berikut, jurnalis Kompas TV Hilda Nusantara akan menunjukkan kepada Anda
03:45harga bahan pokok di pasar tradisional Arjo Sari, Kota Malang, Jawa Timur
03:49sekaligus menunjukkan bisa masak apa dengan belanja 20 ribu rupiah.
04:01Sudah, saya tinggal di Kota Malang dan hari-hari saya dipenuhi penyataan bahwa harga-harga pangan terus menerus naik.
04:08Nah, di tengah harganya sebelum mahal ini kira-kira untuk makan sehari-hari,
04:13kalau saya hanya punya uang 20 ribu, saya bisa makan apa saja ya?
04:18Nah, saya akan mengajukan Anda untuk berbelanja langsung dan memasaknya.
04:22Itu saya ya.
04:31Bu, walaupun sehari-hari naik terus harga hari belanja?
04:34Walaupun sehari-hari naik terus tidak semua tertentu.
04:37Ya ada yang turun, seperti cabai itu turun.
04:40Keberambang juga turun, bawang masih bertahun yang naik.
04:43Tomas, brokoli, terus apatimun.
04:48Sedara hasil berbelanja di pasar dengan 20 ribu rupiah, saya mendapatkan ikan pinjang seharga 6 ribu,
04:55kemudian juga sayur asem 3 ribu, terus ada cabai rawit 2 ribu,
04:59bawang warna bawang putih tadi sedikit sekali 3 ribu rupiah, terus terakhir ada tempe 4 ribu.
05:05Kira-kira kalau dimasak bisa jadi berapa porsi ya?
05:08Kita coba langsung ya.
05:09Saudara ini hasil memasak saya dari berbelanja di pasar tadi,
05:38dengan membawa uang 20 ribu rupiah.
05:40Ternyata kalau untuk makan sendiri, untuk 3 kali makan, terhitung cukup ya.
05:44Menu ini ada sayur asem, tempe goreng, sambal terasi, dan ikan pinjang.
05:48Tapi yang perlu menjadi catatan adalah ini belum termasuk nasi,
05:52belum termasuk membeli beras,
05:54dan juga menggoreng yang membutuhkan minyak goreng.
05:57Ada juga biaya gas, belum termasuk di 20 ribu tadi.
06:00Jadi kesimpulannya kalau untuk di kota Malang, belum cukup ya 20 ribu rupiah.
06:04Apalagi juga untuk satu keluarga yang pasti lebih dari satu orang untuk 3 kali makan.
06:10Nah, kalau di kota kamu bagaimana?
06:12Cukupkah berbelanja dengan uang 20 ribu?
06:14Duda Nusantara dan Juru Kamera Dedy Prasetyo melaporkan dari Kota Malang, Jawa Timur.
06:19Meskipun harga bahan pokok naik, kebutuhan hidup keluarga harus tetap terpenuhi.
06:27Lalu bagaimana pengelolaan keuangan yang bisa dilakukan untuk menyiasati naiknya bahan pokok
06:32dan sulitnya kondisi ekonomi sudah bergabung Financial Planner Mitra Rencana Edukasi, Mika Rini.
06:39Selamat pagi Bu Mika, apa kabar?
06:41Selamat pagi Asri.
06:42Bu Mika, ini kan kondisinya bahan pokok naik, lalu kebutuhan hidup juga naik begitu.
06:51Nah, sementara pemasukan tidak ada perubahan.
06:53Jadi hal apa sih yang harus dilakukan seorang ibu rumah tangga agar kondisi keuangannya ini tetap sehat, tetap terjaga,
06:59tapi kebutuhan juga tetap terpenuhi?
07:02Ya, gizi rumah tangga itu memang harus kita jaga ya.
07:05Karena bagaimanapun juga kita beraktifitas itu memerlukan asupan energi.
07:11Nah, karena itu pengetahuan mengenai bagaimana, seperti tadi contoh ya, tadi di video tadi,
07:18mengutak-atik gitu, mengutak-atik bahan masakan, itu memang kita perlu latih justru di dalam kondisi seperti ini.
07:26Nah, mengenai keuangan di saat harga bahan pada naik, memang ada beberapa hal yang bisa kita,
07:33terutama ibu rumah tangga ya, untuk bisa kita lakukan gitu.
07:38Tapi ini sebenarnya bukan tanggung jawab si ibu rumah tangga aja, apalagi kalau kita sebut keluarga.
07:44Ini memerlukan kerjasama dari seluruh anggota keluarga.
07:48Kalau ibu rumah tangganya sudah hemat, sementara anaknya minta jajat,
07:52bapaknya jadi kurang disiplin, pengen jalan-jalan juga ya.
07:56Akibatnya apa?
07:57Kemampuan rumah tangga untuk memenuhi gizi rumah tangga menjadi semakin tertekan.
08:03Nah, karena itu memang di sini pada saat harga naik yang diutamakan adalah agar pemasukan atau pendapatan dari keluarga itu
08:13mesti memang dipokuskan gitu untuk mencukupi kebutuhan keluarga terlebih dahulu.
08:18Sehingga yang namanya jajan ya, jajan itu bukan termasuk kebutuhan pokok gitu dalam keluarga.
08:27Jajan ini bukan yang harus mahal, tapi kadang jajan kecil-kecil itu bisa bikin dompet kita terkuras juga ya.
08:34Kalau kita lakukan setiap hari, kadang saya lihat keluarga itu sehari dua tiga kali bisa jajan.
08:40Jajannya sih enggak banyak ya, seribu, dua ribu gitu ya.
08:45Entah jajan gorengan atau sekedar minuman teh dingin itu aja sering saya lihat itu beli gitu.
08:53Ketika saya tanya karena penasaran ya, kenapa ya untuk teh dingin manis yang enak itu aja mesti jajan gitu.
09:01Ya, ternyata lebih ke arah apa ya, lebih ke arah hiburannya dibandingkan bahwa kita memang menginginkan minuman atau makanan jajanan itu ya.
09:13Nah, pengelolaan dari pengeluaran rumah tangga atau belanja rumah tangga ketika harga-harga bahan naik memang perlu dievaluasi ya.
09:25Jadi, kebiasaan berbelanja kita, pos-pos pengeluaran untuk belanja kita mesti kita evaluasi ya.
09:32Jadi, kalau memang kondisi sangat memerlukan agar kita mengurangi suatu pos pengeluaran, bahkan sampai meniadakan satu pos pembelanjaan, maka itu memang perlu dilakukan.
09:47Tapi kita juga perlu lihat apakah semua pos pembelanjaan kita itu perlu ditiadakan, yang mana tidak mungkin.
09:55Tapi mungkin bisa dikurangi. Jadi, kalau ada yang bisa dihilangkan atau di-stop, itu kita stop.
10:01Kalau tidak bisa, itu kita kurangi. Contoh, jajan itu tadi. Itu kan bisa di-stop ya, jajan.
10:07Yang tidak di-stop itu yang adalah beli berasnya, adalah beli sayur mayur, lauk, pahuk, minyak goreng.
10:16Itu yang bahan pokok itu tidak bisa dikurangi.
10:19Jadi, kalau bisa di-stop, di-stop. Kalau tidak bisa di-stop, berarti kita bisa kurangi saja.
10:24Kalau tidak, selain di-stop atau dikurangi, maka yang ketiga pendekatannya buat ibu rumah saga adalah kita mengganti barangnya.
10:35Contoh tadi, tidak semua barang itu naik, sampai turun. Ada sayur mayur yang harganya tetap dan harganya ada yang turun.
10:44Jadi, yang mahal jangan dibeli, kita ganti dengan sayur mayur atau lauk, pahuk yang harganya masih bisa terjangka oleh kita.
10:50Evaluasi pengelolaan, pengeluaran begitu ya, Bumi Ke. Jangan sampai kita mengutamakan keinginan daripada kebutuhan.
10:58Lalu, kalau idealnya pembagian pos anggaran keuangan keluarga itu seperti apa sih?
11:02Mungkin bisa dijelaskan urutan dan posisinya seperti apa? Misalnya formulasinya bagaimana?
11:06Nah, ini bagus banget nih, bicara mengenai anggaran. Ini ibu rumah tangga seringkali lupa ya, karena saking banyaknya kepengeluaran, saking banyaknya kegiatan, sehingga lupa mengevaluasi, melakukan apa ya, pemeriksaan lah satu-satu.
11:23Membuat catatan, ya karena kalau kita membuat catatan mengenai kita ini pemasukan berapa, terus mau kita belanjakan buat apa saja.
11:32Kita tuh jadi nggak sembarangan dengan uang kita, udah uang kita tinggal segitu-gitunya ya.
11:36Berapapun sebenarnya kalau kita punya pemasukan, ketika kita tidak punya anggaran, maka itu bisa habis dengan sangat cepat.
11:42Kalau misalnya ini Mbak Hasri kasih saya uang 10 juta, saya bisa nggak lebihin loh waktu satu jam karena apa, karena yang nama yang habisin uang itu gampang banget ya.
11:51Sementara kalau kita cari uang itu kan susah, makanya kalau kita mau belanja, itu kita mesti punya rencana.
11:59Rencana itu bisa rencana satu bulan dengan pos-pos pengeluaran yang prioritas yang harus kita.
12:04Nah, yang menarik untuk dicermati juga ini bagaimana pengelolaan utang, dana darurat, dan juga investasi.
12:12Tapi sebelum dijawab kita jadah sejenak, tetaplah di Kompas Bisnis.
12:18Masih di Kompas Bisnis bersama Financial Planner Mitra Rencana Edukasi, Ibu Mika Rini.
12:23Ibu Mika tadi sempat terpotong, kita bicara kalau kondisi keuangan keluarga ini sedang sulit, lalu bagaimana dengan pengelolaan utang, pengelolaan dana darurat, dan investasi?
12:34Mungkin bisa dijelaskan porsinya secara persentase?
12:39Ya, begitu banyak pengeluaran, maka memang harus kita atur sedemikian rupa.
12:43Prioritas pertama tentu harus kita letakkan pada tabungan dan investasi.
12:48Sebagaimanapun atau seberapa sulitnya pun kondisi ekonomi kita, maka kita tetap harus punya yang namanya tabungan.
12:56Tabungan ini, kalau kita terjadi emergensi, maka kita bisa mengambil dari tabungan kita.
13:02Makanya kita coba usahakan, 10% dari penghasilan kita, kita masukkan ke dalam tabungan.
13:10Tujuannya tadi untuk emergensi.
13:12Kalau Anda punya tujuan keuangan lain seperti mempersiapkan dana pendidikan anak, atau mempersiapkan pensiun,
13:17maka tabungannya tadi itu bisa ditingkatkan menjadi jumlahnya 20-30%.
13:22Tetapi bagaimana kalau nggak bisa, nggak bisa 10-30% dengan dana yang ada, Anda misalnya bisa nabung 20 ribu,
13:30seminggu sekali, atau 30 ribu, atau bahkan 10 ribu setiap hari.
13:35Itu boleh Anda lakukan.
13:37Yang penting kita terbiasa menabung dan memiliki dana cadangan atau dana darurat.
13:42Yang kedua, ini yang saya perhatikan tiap rumah tangga Indonesia ada, yaitu cicilan utangnya dia.
13:47Nah, cicilan utang ini kalau kita tidak bayar, kan kita bisa kenal penalti, malah berbahaya gitu.
13:54Kalau memberatkan ke depannya.
13:57Betul, jadi biasanya itu cicilan utang kalau dari perencanaan keuangan harus dibatasi jumlahnya itu,
14:03tidak boleh lebih dari sepertiga cicilan, dari penghasilan kita.
14:07Jumlahnya lebih kecil, cicilan utangnya itu semakin baik.
14:10Yang ketiga, ada yang namanya asuransi BPJS nih, semuanya kita setidaknya harus punya BPJS ya,
14:17untuk berjaga-jaga kalau terjadi emergency kita harus ke rumah sakit atau ada kondisi kesehatan yang menurun ya.
14:23Itu harus kita usahakan, jangan sampai tidak dibayar.
14:27Nah, yang terakhir, yang tadi kita bahas, belanja sayur-mayur, lauk-lauk, transportasi, komunikasi,
14:34cukup tidak cukup ya, itu untuk biaya hidup kita.
14:37Hmm, artinya kalau ini porsinya, secara idealnya, yang pertama kali harus diprioritaskan adalah menabung.
14:44Kalau idealnya 10%, kalau kebutuhannya lebih besar, banyak ada mungkin tabungan untuk nanti pendidikan anak dan lain-lain,
14:51bisa ditingkatkan 20-30%.
14:53Tapi kalau misalkan kondisinya sulit banget, setidaknya ada yang disave, ada yang disimpan, disisihkan sedikitpun.
14:59Begitu ya, Bu Mika?
15:01Betul sekali.
15:01Nah, selanjutnya nih, apa yang harus dilakukan agar finansial keluarga ini tetap stabil untuk jangka panjang?
15:08Gimana nih, nge-plannya, planning, financial planner-nya seperti apa?
15:12Untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga, tapi jangka panjang?
15:17Untuk jangka panjang, yang pertama itu adalah kita harus membangun perilakunya dulu ya.
15:22Jadi, rencana itu boleh kita buat, tetapi rencana itu akan berhasil kalau kita jalankan secara disiplin.
15:31Nah, karena itu, ini bukan tanggung jawab ibu rumah tangga saja, ya tetapi juga seluruh anggota keluarga.
15:38Kalau kita sudah komitmen mau nabung, nabung ini adalah fondasi dasar fundamental banget ya.
15:43Jadi, kesuksesan dari keuangan masa depan kita, ini tergantung dari kebiasaan kita menabung, berinvestasi secara disiplin dalam kondisi bagaimanapun.
15:54Yang kedua adalah pengendalian dari pengeluaran kita.
15:57Jadi, dalam jangka panjang yang akan membuat rencana keuangan, tujuan keuangan kita tercapai,
16:01adalah kita berhasil mengendalikan pengeluaran dan gaya hidup kita.
16:05Ya, rasanya mengeluarkan jajanan seribu, rasanya itu bukan sesuatu hal yang besar gitu.
16:14Nah, padahal kalau kita lakukan setiap hari, itu akan melukai kemampuan menabung kita.
16:18Nah, supaya kita bisa bertahan dalam jangka panjang, maka kita perlu melakukan prioritas dan pekuatan anggaran,
16:27termasuk dengan memprioritaskan tabungan tadi.
16:29Itulah yang akan membuat kita memiliki fondasi yang kuat untuk mencapai kesuksesan finansial kita di masa depan.
16:38Dan tentu saja menurut saya, satu lagi, seberapapun kita punya pengetatan anggaran,
16:43kalau harga-harga naik terus, tentunya kita akan menjadi semakin tertekan.
16:48Karena itu diupayakan agar di dalam kegiatan kita sehari-hari, di dalam pembelanjaan kita,
16:53kita juga mungkin bisa mengarahkan ke dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya produktif.
16:57Contoh misalnya, kita mungkin bisa bertanam sayur-mayur sendiri di rumah barangkali
17:01untuk lebih memperkuat daya beli kita, sehingga kita tidak selalu membeli.
17:07Oke, artinya yang harus diperhatikan di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit,
17:13harga naik, kebutuhan naik, dan juga banyak sekali hal-hal yang membuat,
17:17apalagi ibu-ibu begitu ya, harus putar otak menyiasati bagaimana caranya untuk bisa menjaga
17:23kebutuhan tetap terpenuhi, tapi juga keuangan tidak sampai pepar begitu lah ya.
17:28Ini adalah dengan pertama tadi, kata Bumi Ke, harus membiasakan pola perilaku dulu tadi untuk pertama.
17:35Kalau tidak terlalu butuh, tidak usah ada pengeluaran begitu ya.
17:39Yang dibutuhkan terlebih dahulu baru keinginan.
17:41Kemudian tadi sih, menabung, ini yang paling penting harus dimiliki perilaku menabung dan hemat ini
17:48untuk bagi seluruh ibu-ibu apalagi ya, di rumah tangga untuk menjaga keuangannya,
17:54biar tetap sehat di tengah kondisi yang tidak baik-baik saja.
17:56Terima kasih Ibu Mika, Financial Planner, Mitra Rencana Edukasi,
17:59telah berbagi informasi bersama kami di Kompas Bisnis Sehat Selalu.
Komentar