00:00Saudara konflik antara masyarakat dengan PT Toba Palplestari atau PT TPL masih terus berlangsung
00:06dengan kerusakan ekologis jadi salah satu alasan masyarakat yang diwakili oleh Eforus HKBP
00:11menyerukan penutupan perusahaan.
00:13Kami tinggalkan dengan informasi yang satu ini.
00:15Saya Mada Pelfrina, terima kasih. Sampai jumpa.
00:21Seruan penutupan PT Toba Palplestari atau TPL kembali disuarakan pimpinan tertinggi
00:26Huria Kristen Batak Protestan atau Eforus HKBP.
00:28Ada sejumlah alasan yang diungkap Eforus terkait krisis sosial dan ekologis
00:32yang dituding akibat keberadaan perusahaan.
00:34Salah satunya soal banjir.
00:37Pengalaman empiris kita pun jelas-jelas baru-baru ini belum masih segar diingatan kita
00:42korban banjir di mana-mana dan sebetulnya ini yang perlu kita antisipasi ke depan
00:48karena nanti ini mulai Oktober sampai Januari tahun depan ini akan musim hujan.
00:54Jadi kita mulai sekarang harus betul-betul menjaga.
00:57Jangan sampai bencana yang lebih dahsyat, lebih besar terjadi.
01:03Itu tidak ada keraguan.
01:05Hasil penelitian yang sahih itu bahwa bencana yang silih berganti terjadi di Tano Watak,
01:11Tapanuli Raya ini, itu ada kaitannya dengan kehancuran hutan-hutan kita di sini.
01:17Di sisi lain, PT TPL membantah menjadi penyebab bencana ekologis termasuk banjir.
01:23PT TPL menyebut sudah menjalankan praktik perusahaan yang baik
01:26dengan menanam dan memanen pohon yang menjadi bahan baku pembuatan kertas.
01:29Banjir bandang dimaksud tidak ada relasinya dengan operasional PT TPL dan secara bersama-sama juga
01:38kami menginginkan kita melakukan secara terbuka peninjauan kepada sumber banjir dimaksud begitu.
01:44Selama 23 tahun, kami mau sampaikan, kami mengoperasikan menanam, memanen,
01:51menanam, memanen, sekarang sudah dirotasi ke-6 dan rotasi ke-7.
Komentar