00:00Kemarin Pak Prabowo memberikan statement, ini juga banyak multi-tafsir ya, artinya banyak penafsiran tersendiri begitu.
00:08Apa jangan-jangan ini juga mengindikasikan Pak Prabowo belum menolak aspirasi pemakzulan Gibran.
00:13Nah kalau gitu pertanyaannya haruskah Pak Prabowo ini membuat statement yang tegas nih, bahwa saya terus bersama Gibran 5 tahun ke depan.
00:21Oh iya, pastinya.
00:23Kemah satu dulu Bang Silvestr.
00:24Oh sorry, maaf.
00:25Ya silahkan.
00:26Iya, menurut saya begini, Pak Prabowo tidak punya posisi apapun secara konstitusional untuk kemudian misalnya meneruskan, andai kata pun setuju terkait dengan usulan mengenai pemakzulan Mas Gibran.
00:40Kalau saya sih coba menangkap secara komunikasi yang dilakukan oleh Pak Prabowo kemarin memang sebuah bahasa komunikasi yang berhati-hati.
00:48Di satu sisi, di hadapan purnawirawan yang katakanlah resmi istilahnya Bang Silvestr tadi, itu menunjukkan sikap bahwa Pak Prabowo akan lebih mendengarkan forum yang sifatnya resmi.
01:01Tapi di sisi lain dengan diundangnya Pak Trisutrisno, artinya Pak Prabowo juga ingin mengatakan bahwa saya tetap menghormati pandangan-pandangan dan masukan dari para senior termasuk.
01:12Apa yang dikemukakan oleh Pak Trisutrisno lewat forumnya tersendiri.
01:16Jadi saya sih masih melihat ini upaya menetralisir.
01:19Nah, saya ingin mengomentari apa yang disebutkan oleh Bang Silvestr tadi ya.
01:22Menurut saya nggak tepat lah, janganlah kemudian usulan-usulan seperti ini, itu dilihatnya dengan logika argumentum ad hominem.
01:31Bahwa siapa yang berbicara lalu punya kepentingan, nggak usah didengerin, nggak bisa.
01:36Semua orang mau kalah pemilu, mau menang pemilu, punya hak yang sama untuk memberikan usulan.
01:43Yang perlu dilihat adalah argumentasinya apakah konstitusional atau tidak.
01:48Jadi jangan kemudian menggunakan logika Bang Silvestr.
01:50Kalau logika Bang Silvestr dipakai, semua pendukungnya Ganjar sama Hanis, nggak boleh ngasih usulan apapun.
01:58Itu menurut saya juga logika yang salah.
02:00Tetapi saya ingin mengatakan bahwa alasan yang dikemukakan oleh forum yang mengusulkan poin ke-8 Gibran dimaksulkan,
02:07itu nggak tepat kalau menggunakan argumentasi masa lalu yang sudah jelas walaupun kontroversial ya.
02:14Kalau gitu haruskah Pak Prabowo juga membuat statement yang tegas Mas Soto atau lebih sering ini berdua tampil bersama Mas Gibran?
02:24Nggak perlulah. Menurut saya kemudian jadi drama-drama harus sering tampil bersama-sama.
02:28Poin yang Pak Prabowo jalankan saja fungsinya. Mas Gibran jalankan saja fungsinya.
02:34Sehingga keduanya itu tidak kemudian melanggar apa yang disebutkan di pasal 7 AUD 45.
02:40Sehingga kemudian bisa jauh dari yang namanya pemakzulan.
02:43Saya juga tidak sepakat kalau pemakzulan didasarkan pada sebuah tekanan politik siapapun itu.
02:48Mau militer ataupun sipil.
02:50Tapi ada poin penting, Audrey, yang ingin saya ingatkan.
02:53Kenapa sih keributan ini terjadi?
02:54Bukan hanya ini loh, ini kan rentetan dari isu matahari kembar.
02:58Isu mengenai cawe-cawe.
03:00Isu bagaimana positioning dari Pak Jokowi.
03:03Ini kan bermula bahwa betul Mas Gibran sah secara konstitusional, secara prosedural.
03:09Tapi ini kan bermula dari kontroversi yang sampai sekarang.
03:12Saya ingin mengatakan walaupun sah tapi secara substansi demokrasi.
03:16Majunya Gibran itu bermasalah dalam konteks etika demokrasi.
03:20Sehingga kemudian ketika keberlanjutan diartikan sebagai harus menitipkan anaknya mantan presiden.
03:28Yang terjadi adalah situasi sekarang.
03:30Ada ketakutan dari pendukung Prabowo atau masyarakat diatur-atur nggak nih Pak Presiden sebelum.
03:35Ada nggak cawe-cawe dari Presiden sebelum.
03:38Artinya masih ada kegelisahan mungkin di sini.
03:40Pak Prabowo.
03:41Betul, jadi dari sini kita belajar sejarah.
03:43Kita terima fakta bahwa Pak Prabowo dengan Mas Gibran dipilih.
03:47Tapi jangan ulangi hal-hal yang melanggar etika.
03:50Yang menimbulkan polemik tidak berkesuduhan.
03:53Kasian siapapun yang terpilih akhirnya menghabiskan energi seperti ini.
03:56Kalau gitu menurut Bang Silveser sendiri apa hal yang bisa membuat isu ini diredam.
04:01Karena kan masih banyak isu-isu lain termasuk isu ekonomi yang perlu kita aspirasikan juga untuk dicari nih akar untuk penyelesaiannya seperti apa.
04:12Ya jadi intinya sih memang kita menghargai semua kritik, semua pendapat.
04:18Siapa sih yang nggak menghargai.
04:20Kita negara demokrasi.
04:21Siapapun boleh berbicara.
04:23Tapi kan intinya bahwa jangan sampai kritikan ini hanya buat mengadu domba.
04:28Itu loh intinya itu.
04:29Jangan sampai membuat kegaduan.
04:31Kan kita sekarang udah gaduh nih.
04:33Gara-gara para pensiunan jenderal ini yang menurut saya memberikan poin-poin itu dibangun tidak berdasarkan fakta-fakta hukum.
04:45Konstitusi kita yang baik itu bagaimana.
04:48Yang harusnya kan harusnya kita sama-sama para pensiunan ini.
04:53Ayo umamanya undang-undang perapasan aset.
04:56Ayo sama-sama kita kejar agar digolkan.
04:59Atau sekarang Pak Prabowo dan Mas Gibran itu ingin agar kita suatu sembada pangan gitu loh.
05:05Suatu sembada energi, suatu sembada air.
05:07Bagaimana kita melihat Panglima TNI kasat.
05:11Saya pernah ke kantornya kasat.
05:13Beliau menunjukkan ini loh Bang.
05:15Kami punya pompa air.
05:16Kalau tadi dibilang, Mas Toto bilang mungkin ada kegelisahan.
05:19Ada kegelisahan mungkin yang dirasakan.
05:22Kegelisahan apa?
05:23Udah lah, udah kalah Pilpres.
05:25Ya udah nanti bertarung lagi di 2029.
05:27Nah, itu menurut saya nggak tepat.
05:30Bang Silvester, Anda jangan...
05:32Gini gini, Anda kan orang-orang penduduk belajar.
05:36Saya tahu itu.
05:37Jadi gini.
05:37Anda jangan menggunakan logika agar argument.
05:40Ini siapapun yang kalah, Anda anggap tidak punya hak untuk bersuara.
05:45Logika Anda rusak sepenggak Silvester.
05:47Bang, nggak bisa loh.
05:48Anda ngerti nggak?
05:49Logika Anda rusak.
05:51Anda uji argumentasi dari forum Purnawirawan itu.
05:55Jangan lihat latar belakangnya.
05:58Itu aja.
06:00Itu ada bermanfaatnya buat bang Silvester.
06:02Masa yang boleh bersuara cuma 58% dari suara pendukung Prabogi, Bran?
06:07Inilah logika yang membuat kegelisahan.
06:09Bang, bang, bang, bang, bang, bang.
06:10Bang, bang, bang, bang, bang, bang.
06:11Anda mau tanggung jawab.
06:12Kalau bukan tentang itu.
06:14Anda jangan menggunakan logika argumentum at hominem.
06:19Bahwa ada yang punya hak lebih untuk bersuara karena menampil pres.
06:23Kita punya kesamaan.
06:24Dan tentang menolak argumentasi tersebut.
06:29Pemak Zulan ini salah.
06:31Karena tidak cukup argumentasi.
06:32Tidak cukup fakta secara konstitusional.
06:34Kita sepakat tentang poin itu.
06:36Nanti dulu.
06:37Kita sepakat tentang poin itu.
06:38Tapi jangan batasi hak siapapun termasuk para Purnawirawan ini.
06:43Hanya karena mereka dianggap kalah pilpres.
06:45Itu saya tolak.
06:46Mas Silvester?
06:49Ya, saya hargain itu.
06:50Kalau beliau ini kan juga timnya Ganjar.
06:53Saya tahu pasti dia akan bangun.
06:55Nah, udah gak nyambung lagi.
06:56Di sini kita udah Mas Soto sebagai pengamat.
06:58Bang Silvester.
07:00Saya melihat sesuatu dalam rangka-rangka untuk membangun bangsa.
07:07Kalau Anda kan...
07:08Gak nyambung, gak nyambung.
07:10Tadi juga sudah disuarakan oleh Mas Soto.
07:12Bahwa tidak setuju juga dengan pemaksulan.
07:15Tapi mungkin begini Bang Silvester.
07:16Yang dimaksudkan adalah pastikan ada argumen tersendiri.
07:20Tidak mungkin seorang Purnawirawan TNI.
07:23Tidak ada angin, tidak ada hujan.
07:24Kemudian bersuara seperti ini.
07:27Pastikan ada alasan mungkin dibalik itu.
07:29Ya, alasannya kan kemarin mereka kembali lagi.
07:34Mereka kemarin juga tanggal 9 Maret 2024 ke KPU.
07:40Itu Pak Suharto dan Sunarto itu memprotes bahwa Pilpres itu curang.
07:46Gitu loh.
07:47Ada latar belakang.
07:48Jadi gak bisa juga kita abaikan latar belakang mereka.
07:51Aldri, saya boleh jawab gak Aldri?
07:52Ya, silahkan.
07:53Kalau Silvester menggunakan logika seperti ini...
07:58Silvester, kamu ingat gak?
08:01Yang namanya tim Prabowo pun ketika kalah 2014-2019
08:05melakukan protes ke KPU dan Bawaslu.
08:08Apakah Pak Prabowo dengan timnya kemudian pada saat itu
08:10dianggap tidak punya hak bersuara?
08:13Anda gak nyambung?
08:14Kita bicara di sini.
08:16Kita uji saja apakah argumentasi Purnawirawan itu kuat atau tidak
08:19secara konfisional.
08:21Jangan Anda bawa menang atau kalah.
08:23Itu yang akan menambah kegelisahan.
08:26Kita uji, tapi Anda jangan mulai dengan bahasa
08:29kalau Anda kalah Pilpres, Anda tidak boleh bersuara.
08:33Itu udah ngalur.
08:34Bapak-bapak, singkat saja.
08:35Saya mau minta pandangan dari Bank Silvester dan juga Mas Soto,
08:37tapi Bank Silvester dulu.
08:38Kalau begitu, bagaimana caranya biar isu ini
08:41tidak semakin menjadi bola liar?
08:44Dan akhirnya, kita kan masih punya isu-isu lain ya?
08:47Isu ekonomi, isu lain sebagainya.
08:49Bagaimana caranya ini supaya tidak ada lagi nih isu pemakzulan ini?
08:55Kalau buat saya, ketika Pak Berkabau bekerja dengan sebagaimana mestinya,
09:01memposisikan dirinya sebagai satu-satu yang memimpin,
09:04Mas Gibran memposisikan dirinya sebagaimana mestinya secara konstitusional,
09:08itu menurut saya juga dia akan menjauhkan dirinya dari pemakzulan.
09:12Tidak usah takut dengan tekanan-tekanan politik apapun,
09:15dan tidak usah juga pendukungnya itu kemudian kebakaran jenggot,
09:19dengan kemudian memilah-milah orang yang bersuara kalah Pilpres atau menang Pilpres.
09:23Itu yang menambah kecemasan dan menambah sebuah kontroversi.
09:28Intinya kerja ya?
09:29Menjalankan dengan baik, bekerja, ya sudah.
09:31Begitu pula pendukungnya menurut saya lebih banyak berbicara mengenai kerja dari presiden dan wakil presidennya,
09:37dibandingkan bernostalgia masa lalu tentang siapa yang kalah dan menang Pilpres,
09:41seperti yang disampaikan oleh Bung Silversa tadi.
09:43Bang Silversa.
09:43Hal-hal gini nih Audrey nih, yang bikin, yang tidak ada menjadi ada karena budaya yang jilat tadi.
09:52Janganlah gitu, ada ngomong aja, Pak Prabowo itu mandiri, tidak dicawi-cawi.
09:57Kita kembali ke tema hari ini, Bang.
10:01Kita balik ke tema hari ini.
10:03Jadi intinya gini, kita mau saya, kalau saya sebagai anak bangsa merah putih,
10:07ayo para purnawiran, kita duduk, mana poin-poin ini yang bisa untuk membangun.
10:12Jadi perlu ada ketemu bersama, Bang Silvester?
10:15Yang kemarin belum cukup berarti.
10:17Terus yang kedua, ayo kita sama-sama mendukung agar mengusut koruptor dan undang-undang perampasan aset dan uang kartal ini disiakan.
10:26Terus yang kedua, ayo kita sama-sama turun ke sawah bersama panglima PNI, kasat,
10:32untuk masalah pengairan, pupuk, dengan Pak Prabowo,
10:35agar kita bisa swasbada pangan, swasbada kedaulatan di bidang pangan, energi, dan air.
10:44Itu yang kita inginkan.
10:46Mari sama-sama kita membangun bangsa.
10:48Jangan bikin kegaduhan, gitu loh.
10:49Perlu duduk bersama nggak sih, Mas Soto tadi dikatakan Bang Silvester?
10:53Ya perlu, nggak ada masalah, perlu.
10:55Mas Soto?
10:56Ya bagaimana mau duduk bersama kalau kemudian orang baru berkomentar lalu dikatakan kalah pemilu.
11:01Itu menurut saya yang seharusnya kita lepaskan.
11:06Uji argumentasinya.
11:07Mau dia senior, mau dia militer, atau sipil.
11:10Kalau argumentasinya tidak kuat, kita duduk bersama.
11:12Tapi jangan duduk bersama dengan sudah menempatkan Anda berbeda dengan saya.
11:17Karena Anda kalah dengan pilpres.
11:19Saya meyakini sekali Pak Prabowo tidak punya pemikiran seperti itu.
11:22Karena Pak Prabowo bahkan mendatangi orang yang kalah pilpres.
11:25Pak Prabowo berusaha untuk merangkul.
11:27Berbeda dengan para pendukungnya, sebagian pendukungnya.
11:30Seperti yang juga tadi disampaikan dalam argumentasi Bang Silvester.
11:33Kalau kesamaan sikap dengan Pak Prabowo yang dilakukan oleh para pendukungnya,
11:38saya meyakini kok.
11:39Kegelisahan itu tidak akan muncul.
11:40Isu matahari kembar tidak akan muncul.
11:42Isu mengenai cawe-cawe juga tidak akan muncul.
11:44Jadi mulailah dari sikap sebagai seorang pendukung,
11:47seperti yang sudah dicontohkan oleh Prabowo sendiri.
11:50Iya, saya paham ya.
11:52Tingkat sudah habis.
11:55Honeyman, jangan menyerang pribadi.
11:57Tapi kan kita tahu juga kenapa sampai poin-poin ini 8 poin ini ada,
12:02karena ada latar belakang juga Pak Yunarto.
12:05Bang Silvester, terima kasih untuk waktunya.
12:08Mas Toto, terima kasih juga untuk waktunya.
12:10Selamat malam.
12:11Terima kasih.
12:12Terima kasih.
Komentar