00:00Anda menyaksikan Breaking News Kompas TV terkait dengan penetapan tersangka dan penyitaan aset dalam rangka penjadikan perkara
00:06tindak pidana pencian uang dari tindak pidana asal perjudian online bersama saya, Tili Rehabila.
00:12Kita simak press release berikut ini, Saudara.
00:15Main apa, tolong juga seladai, jangan sampai masih kecil-kecil sudah nanti pasang ikut main judi.
00:22Karena iklan mereka itu gencar sekali melalui internet.
00:27Nah ini yang tidak bisa kita jaga, sulit untuk kita jaga.
00:31Yang bisa kita jaga adalah bagaimana kita bisa mendidik anak-anak kita atau diri kita sendiri untuk tidak terlibat dalam perjudian online seperti ini.
00:39Mungkin itu yang saya sampaikan.
00:41Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan sekalian dan juga terima kasih kepada seluruh tim penyidik yang sudah bekerja keras untuk menerusuri dan menganalisa ini.
00:53Termasuk juga tim-tim yang membantu dalam kegiatan ini.
00:56Karena ini membutuhkan keuletan, membutuhkan kesabaran, dan juga ketangguhan dalam menelusuri transaktif transaktif seperti ini.
01:08Jangan pernah kenal menyerah untuk terus bekerja keras memberhentas judi online diberi kepentingan masyarakat bangsa dan negara.
01:17Insya Allah, amal ibadah rekan-rekan sekalian akan dicatat oleh Allah SWT sebagai amal baik, sebagai kontribusi kita kepada bangsa dan negara.
01:26Terima kasih.
01:56Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi, salam, om swastiastu, na'abudhayo, salam sehat bagi kita semua.
02:04Pertama-tama yang kami hormati, kami banggakan, sungguh kami kagumi, Bapak Kabar Estrim, Dr. Andes Wahyu Widayah M.P.
02:17Kemudian disini mohon maaf tidak saya sebutkan namanya satu persatu dari Kemenko Polkam, dari OJK, tentunya Soelbulbaid nih,
02:28Mas Blikjen Helvia Sekap, Dirti Pidexus Bar Eskrim, lalu kemudian dari Jampidum, dari Komdiji, dan teman-teman semua khususnya media.
02:39Jadi melanjutkan sedikit apa yang disampaikan oleh Pak Kabar Eskrim tadi, bahwa apa yang kita lihat di depan ini,
02:50uang-uang ini, dibalik uang-uang ini, banyak sekali penderitaan dari masyarakat, disitu ada adik-adik kita tidak bisa bayar sekolah,
03:02lalu ada bunuh diri gara-gara terjerat, pinjol, akibat dari kekalahan judol, lalu tidak punya pilihan lain, bercerai, carut-marut rumah tangga,
03:14tidak bisa makan, dan apapun yang bisa kita bayangkan terkait dengan perlitaan saudara-saudara kita di luar sana,
03:21itu bisa dilihat dari uang yang di depan kita ini, yang disampaikan oleh Bapak Kabar Eskrim tadi.
03:26Teman-teman semua, apa yang kita lakukan hari ini sungguh menjadi sebuah hal yang kami sendiri sebagai PPATK,
03:38sudah tentu pasti akan selalu membantu, selalu mensupport apa yang dibutuhkan oleh teman-teman penyidik.
03:46Kita sangat berterima kasih kepada teman-teman Bapak Eskrim, dibawah pimpinan Pak Kapori dan Pak Akaba,
03:52sudah melakukan pencapaian ini, ini adalah pencapaian lanjutan setelah sebelumnya sudah ada pencapaian luar biasa,
03:59dan kita yakin akan ada pencapaian lanjutan lebih lanjut di hari-hari berikutnya.
04:05Demikian ya Pak Kapori, kita yakini sama-sama kolaborasi sudah sangat kuat.
04:10Bukti data, data itu tidak bisa kita olah sesuka kita.
04:15Data terkait dengan laporan PPATK itu adalah data yang berasal parameter yang dilakukan oleh bank sendiri.
04:23Jadi ada ratusan bank, ada ribuan merchant payment gateway dan segala macam,
04:30mereka punya sistem dan sistem itu kemudian terkoneksi dengan PPATK.
04:33Data menyebutkan bahwa di kuartal pertama saja 2025 ini, nilai perputaran dananya 47 triliun.
04:45Perputaran dananya, ini perputaran dana ya, bukan dana yang ada itu 47 triliun, ini perputaran dana.
04:50Itu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama.
04:55Jadi tahun 2024 di bulan Januari sampai bulan Maret itu, perputaran dananya itu 90 triliun.
05:02Sekarang berhasil kita tekan sampai kurang dari 50 triliun.
05:07Itu sesuatu yang luar biasa.
05:12PPATK bisa membuktikan kerja keras dari teman-teman penyidik dan kolaborasi yang ada itu, data menyatakan ada hasilnya.
05:21Jumlah transaksi pun menunjukkan penurunan yang luar biasa signifikan.
05:26Jadi jika kita lihat dibandingkan dengan tahun lalu, turunnya itu jauh sekali, lebih dari 80%.
05:35Saat ini transaksi di Januari sampai bulan Maret itu 39.818.000 transaksi.
05:44Jika itu saja berhasil kita maintain dikali 4, itu hanya akan terjadi 160 juta transaksi di tahun ini.
05:55Dibandingkan dengan 209 juta transaksi di tahun lalu.
05:59Nah kalau secara konsisten ini bisa kita lakukan dan insya Allah akan kita lakukan terus secara konsisten,
06:05ini bisa mewujudkan apa yang Bapak Presiden perintahkan kepada kita semua terkait dengan pewujudan astra cita bagaimana Indonesia emas itu bisa dicapai ke depan.
06:19Pak Kaba izinkan saya sedikit menyampaikan statistik.
06:23Jadi tadi Pak Kaba menyatakan keprihatinan beliau terkait dengan segmen pemainnya.
06:30Nah jika kita lihat dari total pemain di Q1 Januari sampai bulan Maret 2025,
06:37ada 1.066.000 pemain yang main, yang melakukan transaksi terkait dengan judi online.
06:4571%-nya adalah mereka yang berpenghasilan 5 juta ke bawah.
06:4971%-nya itu adalah saudara-saudara kita yang memang masih membutuhkan,
06:57sebenarnya penghasilan itu dibutuhkan untuk kepentingan-kepentingan lain.
07:01Lalu kemudian kita bisa lihat di Q1 seperti yang saya sampaikan tadi,
07:07di Q1 itu sudah ada transaksi 6,2 triliun deposit, mohon maaf bukan transaksi deposit.
07:16Jadi di Q1 2025 sampai bulan Maret saja sudah ada deposit untuk judi online 6,2 triliun.
07:22Itu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu, periode yang lalu.
07:28Di periode Januari sampai Maret tahun 2024, teman-teman media,
07:34itu terjadi 15 triliun transaksi, 15 triliun deposit.
07:38Jadi masyarakat mendepositkan uang untuk melakukan judi online itu 15 triliun di tahun lalu,
07:423 bulan pertama tahun lalu.
07:44Sekarang berhasil ditekan sampai 6,2 triliun.
07:48Sampai 6,2 triliun. Ini pencapaian yang real, teman-teman.
07:54Sedikit lagi, jika kita tadi menyambung apa yang disampaikan oleh Pak Akaba juga,
07:58jika kita melihat statistik pemain judi online sampai Q1 2025,
08:05usia di bawah 17 tahun yang main di tahun 2025 saja, Januari sampai Maret itu,
08:11sudah menjelang 400 pemain di bawah 17 tahun umurnya.
08:17Yang paling banyak itu adalah mereka yang berusia di 20 sampai 30 tahun, itu 396 ribu orang.
08:24Lalu kemudian disusul oleh mereka yang berusia di usia 31 sampai 40 tahun, 395 ribu orang.
08:31Jadi seperti yang beliau sampaikan tadi di awal, ini sudah menyasar kepada segmen umur manapun juga,
08:38kepada profesi manapun juga.
08:40Jadi memang ini adalah sesuatu yang patut kita syukuri bahwa teman-teman penyidik sudah selalu bisa membuktikan pencapaiannya,
08:49dan pencapaiannya itu bisa diukur berdasarkan data.
08:51Dan data ini tidak mungkin fabrikasi, tidak mungkin kita olah-olah hanya untuk membuat segala sesuatunya menjadi baik.
08:58Tapi faktanya memang data itu menunjukkan adanya dampak yang signifikan.
09:02Dan sedikit lagi terakhir terkait dengan wilayah, nah saat ini bergerak lima wilayah yang paling masif terkait dengan adanya transaksi judi online itu,
09:14pertama adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Timur.
09:18Berbeda contohnya misalnya tahun 2024 di Q1 itu DKI Jakarta itu nomor lima, nah sekarang di Q1 DKI Jakarta naik ke nomor dua.
09:29Nah ini terus bergerak, tapi sekali lagi faktanya adalah bahwa yang sudah dilakukan oleh teman-teman penyidik dan kolaborasi dari semua instansi yang dilakukan tanpa lelah,
09:40seperti yang disampaikan tadi, itu sudah menghasilkan data yang luar biasa signifikan.
09:45Kita akan coba tekan lagi dan insya Allah kerja keras yang sudah dilakukan dan penindakan yang dilakukan tanpa pandang bulu,
09:57ini akan terus bisa melindungi kepentingan masyarakat secara umum.
10:01Ini kita tidak hanya bisa bicara bahwa ini adalah judi online, tapi dibalik judi online ini ada dampak sosial yang luar biasa.
10:07Kita akan menentukan media, data menunjukkan segala sesuatunya itu terbukti menurun,
10:21segala sesuatunya terbukti menurun dan tidak hanya menurun, tapi menurun secara signifikan.
10:25Demikian saya kembalikan ke Mas Elfi, terima kasih banyak.
10:28Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar