00:00Pemkap Purwakarta siap melaksanakan program pendidikan di barak militer bagi anak-anak yang bermasalah.
00:06Resimen armet 1 digandeng untuk membina karakter 39 pelajar menjadi lebih baik.
00:18Pada gelombang pertama ini, 39 anak akan digembleng di resimen armet 1 selama 14 hari.
00:25Pelajar tingkat SMP sederajat mengikuti pembinaan karakter oleh TNI.
00:29Mereka menjalani tes kesehatan dan psikologi.
00:32Bupati Purwakarta Saepul Bahri Bin Zain menjelaskan pembinaan ini bagian dari pendidikan karakter karena kondisinya sudah mengkhawatirkan.
00:42Melalui program ini, para pelajar ini akan menjalani latihan ketat dan telah disiapkan fasilitas seperti tempat tidur, ruang makan, hingga ruang belajar.
00:50Awalnya kita mau 40, tapi yang satu orang tuanya datang, tapi siswanya nggak datang malah.
01:01Lagi dicari sama orang belajar, jadi yang kita terima 39.
01:05Insya Allah nanti akan dilatih di sini, akan dibina mental ya.
01:09Dan harapannya bahwa depan ini anak ini akan berubah.
01:14Belajarnya akan berubah, ya sering bolos sekolah, yang tauran, minuman kerat, bolos, narkoba, ya itulah.
01:23Itu kriteria yang paling, yang tauran itu yang paling menjadi kriteria pertama yang akan kita bina.
01:29Orang tua dari siswa yang menjalani pembinaan pendidikan karakter di markas TNI Resimen Armet I, Stira Yuda,
01:41mendukung program pendidikan di barak militer ini.
01:44Orang tua telah mengizinkan anaknya berada di tempat pembinaan selama dua pekan.
01:49Para pelajar akan menginap di salah satu gedung yang sudah disiapkan untuk program ini.
01:53Orang tua juga telah mempercayakan pendidikan kepada pemerintah, lantaran anaknya kerap terlibat masalah.
02:11Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mukti,
02:15Enggan berkomentar soal pendidikan militer bagi pelajar yang terlibat tauran dan geng motor
02:20yang digagas Gubernur Jawa Barat Diri Bulyadi.
02:23Menteri Abdul Mukti mengaku baru tahu wacana pendidikan karakter ala militer bagi siswa yang nakal dari media sosial.
02:31Ia mengaku belum bisa memberikan tanggapan karena minimnya informasi.
02:34Saya soal itu no comment dulu ya.
02:42No comment dulu teman-teman sama coba cari pakar pendidikan yang lebih top dari saya ya.
02:46Kalau dari dopa tapi belum?
02:48Belum, belum.
02:49Belum, belum.
02:50Belum, belum.
02:50Kami juga baru tahu itu kan juga dari media saja kan.
02:53Jadi kami belum tahu.
02:54Jadi saya hanya tahu itu dari teman-teman media justru.
02:57Jadi kami no comment dulu soal itu ya.
Komentar