Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PURWAKARTA, KOMPAS.TV - Pemkab Purwakarta siap melaksanakan program pendidikan di barak militer, bagi anak-anak yang bermasalah.

Resimen Armed 1 digandeng untuk membina karakter 39 pelajar menjadi lebih baik.

Pada gelombang pertama ini, 39 anak akan digembleng di Resimen Armed Satu selama 14 hari.

Pelajar tingkat SMP sederajat mengikuti pembinaan karakter oleh TNI. Mereka menjalani tes kesehatan dan psikologi.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein menjelaskan pembinaan ini bagian dari pendidikan karakter karena kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Melalui program ini, para pelajar ini akan menjalani latihan ketat dan telah disiapkan fasilitas seperti tempat tidur, ruang makan hingga ruang belajar.

Orangtua dari siswa yang menjalani pembinaan pendidikan karakter di Markas TNI Resimen Armed 1 Sthira Yudha mendukung program pendidikan di barak militer ini.

Orang tua telah mengizinkan anaknya berada di tempat pembinaan selama 2 pekan. Para pelajar akan menginap di salah satu gedung yang sudah disiapkan untuk program ini.

Orang tua juga telah mempercayakan pendidikan kepada pemerintah, lantaran anaknya kerap terlibat masalah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, enggan berkomentar soal pendidikan militer bagi pelajar yang terlibat tawuran dan geng motor yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menteri Abdul Mu'ti mengaku baru tahu wacana pendidikan karakter ala militer bagi siswa yang nakal dari media sosial

Ia mengaku belum bisa memberikan tanggapan karena minimnya informasi.

Baca Juga Bupati Purwakarta Ungkap 39 Anak Gelombang Pertama akan Digembleng di Barak Militer Selama 14 Hari di https://www.kompas.tv/regional/590648/bupati-purwakarta-ungkap-39-anak-gelombang-pertama-akan-digembleng-di-barak-militer-selama-14-hari

#pendidikanbarak #barakmiliter #mendikdasmen

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/590668/dedi-mulyadi-usul-siswa-nakal-dibina-di-barak-militer-mendikdasmen-saya-no-comment-dulu
Transkrip
00:00Pemkap Purwakarta siap melaksanakan program pendidikan di barak militer bagi anak-anak yang bermasalah.
00:06Resimen armet 1 digandeng untuk membina karakter 39 pelajar menjadi lebih baik.
00:18Pada gelombang pertama ini, 39 anak akan digembleng di resimen armet 1 selama 14 hari.
00:25Pelajar tingkat SMP sederajat mengikuti pembinaan karakter oleh TNI.
00:29Mereka menjalani tes kesehatan dan psikologi.
00:32Bupati Purwakarta Saepul Bahri Bin Zain menjelaskan pembinaan ini bagian dari pendidikan karakter karena kondisinya sudah mengkhawatirkan.
00:42Melalui program ini, para pelajar ini akan menjalani latihan ketat dan telah disiapkan fasilitas seperti tempat tidur, ruang makan, hingga ruang belajar.
00:50Awalnya kita mau 40, tapi yang satu orang tuanya datang, tapi siswanya nggak datang malah.
01:01Lagi dicari sama orang belajar, jadi yang kita terima 39.
01:05Insya Allah nanti akan dilatih di sini, akan dibina mental ya.
01:09Dan harapannya bahwa depan ini anak ini akan berubah.
01:14Belajarnya akan berubah, ya sering bolos sekolah, yang tauran, minuman kerat, bolos, narkoba, ya itulah.
01:23Itu kriteria yang paling, yang tauran itu yang paling menjadi kriteria pertama yang akan kita bina.
01:29Orang tua dari siswa yang menjalani pembinaan pendidikan karakter di markas TNI Resimen Armet I, Stira Yuda,
01:41mendukung program pendidikan di barak militer ini.
01:44Orang tua telah mengizinkan anaknya berada di tempat pembinaan selama dua pekan.
01:49Para pelajar akan menginap di salah satu gedung yang sudah disiapkan untuk program ini.
01:53Orang tua juga telah mempercayakan pendidikan kepada pemerintah, lantaran anaknya kerap terlibat masalah.
02:11Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mukti,
02:15Enggan berkomentar soal pendidikan militer bagi pelajar yang terlibat tauran dan geng motor
02:20yang digagas Gubernur Jawa Barat Diri Bulyadi.
02:23Menteri Abdul Mukti mengaku baru tahu wacana pendidikan karakter ala militer bagi siswa yang nakal dari media sosial.
02:31Ia mengaku belum bisa memberikan tanggapan karena minimnya informasi.
02:34Saya soal itu no comment dulu ya.
02:42No comment dulu teman-teman sama coba cari pakar pendidikan yang lebih top dari saya ya.
02:46Kalau dari dopa tapi belum?
02:48Belum, belum.
02:49Belum, belum.
02:50Belum, belum.
02:50Kami juga baru tahu itu kan juga dari media saja kan.
02:53Jadi kami belum tahu.
02:54Jadi saya hanya tahu itu dari teman-teman media justru.
02:57Jadi kami no comment dulu soal itu ya.
Komentar

Dianjurkan