Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar lepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia, Kamis (1/5/2025).

Usai memantau persiapan haji di Madinah, Menag Nasaruddin mengatakan 350 petugas haji yang ditugaskan di setiap pos sudah siap menyambut jemaah haji Indonesia kloter pertama.

Total kurang lebih 7.000 jemaah haji akan dilepas dan diberangkatkan ke tanah suci, Kamis (1/5/2025) malam.

Baca Juga [FULL] Kemenag Pastikan Layanan Haji 2025 di Tanah Suci Sudah Siap 100 Persen! di https://www.kompas.tv/regional/590654/full-kemenag-pastikan-layanan-haji-2025-di-tanah-suci-sudah-siap-100-persen

#jemaahhaji #haji #madinah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/590658/terbaru-menag-nasaruddin-lepas-7-000-jemaah-haji-indonesia-2025-kloter-pertama
Transkrip
00:00105 persen ya, artinya ada istilah kita itu cadangan lunas.
00:08Antisipasi kalau misalnya tiba-tiba berhalangan hadir karena sakit atau ada yang meninggal
00:14atau ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan, maka sayang kalau itu kosong,
00:20maka itu kita angkat nanti ibarat nomor kacang naik ke atas
00:24dan itulah nanti akan menutupi jamaah haji yang berhalangan,
00:29dua ratus dua puluh satu ribu ini pasti ada saja halangan
00:33dan itu tahun lalu itu bahkan bisa mencapai ratusan bahkan ribuan.
00:38Nah kami sudah punya cadangannya berdasarkan nomor kacang bukan dengan cara-cara lain.
00:46Kemudian saya juga tadi malam, tadi subuh baru tiba dari Madinah ya,
00:54mengecek seluruh persiapan-persiapan haji di Madinah karena mereka ini kan nanti akan langsung ke Madinah.
01:02Kita sudah siap di situ, petugas-petugas yang berfungsi sebagai tim advance dan pendamping
01:08yang berjumlah 350 orang itu, itu sudah berada di pos tempatnya masing-masing
01:16sudah siap untuk menjemput seluruh jamaah haji kloter pertama ini karena mereka langsung ke Madinah.
01:23Kemudian jumlah jamaah haji yang kita akan lepas pada malam ini,
01:32seluruh bandara, seluruh embarkasi itu, Pak Aditian berapa tadi itu malam ini?
01:38Ya 7 ribu, 7 ribuan.
01:42Jadi sekian kali penerbangan dan untuk Jakarta ya,
01:45ini penerbangan yang pertama ini, insya Allah tengah malam nanti akan berangkat.
01:52Kita tadi sudah berikan semacam pelepasan singkat formal ya.
01:58Kemudian situasi cuaca juga di Madinah sekarang ini,
02:02ya kami rasakan kemarin juga masih bersahabat, ya belum terlalu panas ya,
02:06tapi nanti pada hari Hanya, pada hari Haji itu nanti itu ramah cuacanya itu menggambarkan itu akan berada pada suhu yang sangat panas ya,
02:16sekitar 40 derajat ya, untuk orang Indonesia itu cukup panas.
02:20Kemudian persiapan lain, tahun ini memang banyak hal-hal yang khusus yang kita lakukan,
02:27pembaharuan, tapi itu semuanya untuk memudahkan para jamaah.
02:32Hal-hal yang baru, yang secara formal sebetulnya tahun lalu juga sudah ada, misalnya Tanazul ya.
02:38Tanazul itu, ya jamaah tertentu nanti yang ada jumlahnya hampir 40 ribu itu,
02:47itu nanti akan tinggalnya di hotel.
02:50Jadi pulang pergi dari hotelnya ke jamaah tanpa pelemparan.
02:54Karena, ya saya katakan kemarin waktu mengunjungi lokasi itu ya,
02:59ini di hotel pun juga kita bisa, bagi orang yang kuat melempar itu bisa sampai lemparannya begitu dekatnya ya,
03:06lebih dekat ke hotel daripada ke kemahnya ya.
03:09Jadi ada sejumlah jamaah kita yang berada di situ-itu dan kita Tanazul kan.
03:16Kemudian juga, dengan demikian, tingkat kelonggaran kemah itu akan lebih terasa tidak lagi berseresakan.
03:25Dan insyaAllah juga ini diharapkan akan ada kenyamanan dari jamaah haji,
03:32kerana kita tidak mendapatkan atau kita tidak memanfaatkan kuota tambahan.
03:41Yang ada kuota tambahan itu adalah petugas, petugas jamaah haji.
03:45Tapi tambahan kuota untuk jamaah haji tahun ini kita tidak memprioritaskan.
03:52Yang kita prioritaskan di sini adalah bagaimana memberikan kenyamanan terhadap jamaah haji yang resmi.
04:01Karena tidak sedikit juga menimbulkan masalah jamaah-jamaah haji yang terlambat mendaftar,
04:07yang tidak sesuai dengan jamaah haji yang telah diperkirakan sebelumnya.
04:13Dan itulah nanti menimbulkan banyak masalah.
04:14Tapi mudah-mudahan tahun ini insyaAllah sesuai dengan pengelolaan kami kemarin dimulai dari Madinah kemudian juga ke Jeddah,
04:25tempat mereka itu mendarat, kemudian juga bus yang akan mengantarkan ke Mekah atau ke lokasi-lokasi yang bersangkutan nanti itu insyaAllah semuanya sudah bagus.
04:36Termasuk juga Arafah, Musdalipah dan Mina, teman-teman di sana sudah siap.
04:42Termasuk juga dapur kami agak sedikit memang lebih rigid ya bahwa ya sampai ada yang matakan kok Pak Menterinya mengurusi hal-hal yang recehan,
04:55yang sepele, yang bahwa seperti ini itu bagi kami itu lebih baik daripada nanti kami hanya menerima laporan dari bawah tapi tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan.
05:06Nah kemudian juga kami ingin menyampaikan kepada jamaah yang mungkin tidak melalui jalur formal, saya diwanti-wanti oleh Menteri Haji.
05:19Peraturan di Saudi Arabia sekarang super ketat, jangan sampai nanti ada yang tidak memegang pisah haji tapi nekat untuk melakukan perjalanan ke Mekah itu nanti akan berhadapan dengan petugas.
05:35Sebagai ilustrasi ya para pemirsa, saya hanya keluar dari hotel di Zamzam kemarin, itu langsung dijemput oleh polisi di situ Pak ini kalau tidak punya pisah haji tidak bisa masuk di Haram.
05:53Saya tidak pernah melihat tanah haram di Masjid Haram itu kosong, sehingga orang bebas mencium kak, bahkan apa mencium ajar aswad.
06:02Itu hanya satu salat, warlu itu hanya satu baris ya, satu sab.
06:08Kenapa nggak bisa masuk, even itu adalah warga Saudi sendiri.
06:12Kenapa? Karena begitu ketatnya pemeriksaan.
06:16Tasribnya itu buat biasa.
06:17Nah karena itu saya menghimbau kepada warga masyarakat bangsa Indonesia agar hati-hati jangan sampai terjur dengan pujukan-pujukan ada yang menjanjikan.
06:30Dan itu dendanya ada.
06:31Kalau itu nanti ditangkap, itu peraturan yang saya baca kemarin itu didendah dengan setara 400 juta rupiah dan kemudian juga dipenjara.
06:43Atau 10 tahun memang tidak akan pernah bisa diizinkan untuk masuk di Tanah Suci.
06:51Nah ini jangan sampai terjadi.
06:54Yang terakhir sebagai pengantar saya adalah terutama yang berangkat pertama ini, save energinya.
07:03Jadi energinya itu di savingnya, jangan sampai nanti mengumbar energinya.
07:09Pokoknya dipaksakan diri untuk melakukan apain, walaupun kurang-kurang sehat.
07:14Akhirnya nanti pada hari hanya tidak bisa berbuat apa-apa karena sakit.
07:17Jadi saya minta para kelota pertama ini jangan memaksakan dirinya untuk sampai bergadah, mengaji dan seterusnya.
07:26Tetap kita beribadah tapi pada saat yang bersamaan ukur kesehatan kita juga.
07:30Jangan sampai nanti boros energi di sunnah tetapi habis waktu untuk melakukan kewajiban.
07:37Jangan mengedepankan sunnah daripada yang wajib.
07:41Nah inilah harapan kami semuanya dan sekali lagi terima kasih kepada media baik yang ada di sini maupun rekan-rekan media yang ada di Tanah Suci sekarang.
07:50Dan mungkin kali inilah paling banyak media yang kami libatkan.
07:53Karena bagi kami media adalah partner yang sejati untuk menyempurnakan pelaksanaan ibadah haji.
07:59Terima kasih.
08:00Mungkin ada rekan-rekan dari tambahan nanti bisa ditanyakan.
08:03Silahkan kalau ada pertanyaan.
08:05Ada pak.
08:05Ya.
08:07Terima kasih.
08:08Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:11Saya berjirat dari Narasi.
08:14Pertanyaan saya tadi Pak Menteri mengatakan bahwa tidak memanfaatkan kuota tambahan untuk jamaah.
08:22Terus ada pengatakan-pengatakan tertentu.
08:26Soalnya itu tadi pernyataan terkini dari Menteri Agama Nasaruddin Umar yang akan melepas kloter pertama jamaah haji asal Indonesia dari Asrama Haji Pondok Gede Jakarta yang nantinya akan berangkat pada pukul 00.45 dini hari nanti.
Komentar

Dianjurkan