00:00Pengacara berinisial S atau yang diketahui bernama Samir ditangkap polisi setelah kedapatan membawa senjata api ilegal.
00:07Polisi menyebut senjata Makarov kaliber 7,65 dibeli tersangka dari seseorang seharga 30 juta rupiah.
00:14Lalu seperti apa pengawasan peredaran senjata api di Indonesia?
00:17Kita bahas bersama Bambang Rukminto, pengamat kepolisian ISES.
00:21Selamat petang Pak Bambang, terima kasih sudah berbagi waktu di Kompas Petang.
00:26Kalau menurut Anda ini ada dugaan peredaran senjata api ilegal.
00:32Sebenarnya seperti apa sih kepemilikan atau mekanisme dari kepemilikan senjata api ini di Indonesia khususnya?
00:39Ya, seseorang anggota masyarakat sipil itu diperkenankan membawa senjata api itu ada syarat-syarat tertentu ya.
00:49Nah, perizinannya otoritas terkait dengan senjata api di masyarakat sipil ini berada di Baintelkam Polri.
01:01Kemudian Polri ini menerbitkan peraturan Kapolri 1 tahun 2022 tentang senjata api peredaran, pengawasan, dan pengendalian senjata api non-organik di masyarakat seperti itu.
01:17Artinya senjata api non-organik ini bukan senjata yang resmi ada di dalam kepolisian.
01:25Tetapi perizinannya itu harus melalui tahapan-tahapan tertentu.
01:31Di antaranya juga harus memulai dari rekomendasi dari Perbakin, Satuan Menembak Indonesia.
01:42Karena peruntukan senjata api non-organik ini rata-rata digunakan untuk olahraga.
01:49Maka harus ada perizinan dari Perbakin.
01:51Cuma begini Pak Sintia, selain dari Perpol 1 tahun 2022, sebenarnya banyak senjata-senjata ilegal diduga juga muncul terlepas dari pengawasan Baintelkam.
02:07Karena di sisi lain juga ada peraturan Menteri Pertahanan 12 tahun 2020 yang juga mengatur tentang perizinan pengawasan senjata api di luar Kementerian Pertahanan.
02:21Maka terkait senjata api Makarov yang ada dalam kasus ini, ini juga harus ditelusuri dari mana ini berasal seperti itu.
02:28Ini kan polisi sudah menyebut bahwa pengacara Samir ini membawa senjata secara si ilegal, artinya ia tidak memiliki izin.
02:38Dan mendapatkan senjata Makarov ini seharga 30 juta rupiah.
02:42Kalau Anda melihat dari mekanisme ataupun runutan kepemilikan senjata api ini, apakah ada dugaan-dugaan ataupun peredaran senjata api ini digunakan oleh, ataupun dilakukan oleh Oknum?
02:58Senjata api ini adalah bukan rakitan yang dibuat oleh Oknum Industri seperti yang beredar yang digunakan oleh para kriminal ya.
03:08Makarov ini adalah pabrikan, artinya dia didatangkan dari luar tentu bisa melewati jalur legal maupun jalur ilegal.
03:18Kalau saya menduga dengan adanya temuan ini, ini pasti di jalur ilegal atau dulu pernah legal, tetapi perizinannya kemudian diteruskan.
03:27Dari siapa Makarov ini sampai ke si pelaku, Samir ini, ini yang harus ditelusuri, bisa jadi dari Oknum.
03:36Tetapi yang pasti ini datang secara resmi ya, atau diselundupkan oleh Oknum.
03:43Karena pengawasan terkait masuknya senjata api pabrikan, ini tentu juga sudah sangat ketat, baik dilakukan oleh Bais TNI maupun Bintelkam Polri seperti itu.
04:00Kalau Anda menduganya sosok A ini bisa dari mana saja kemungkinan besarnya?
04:05Karena menjual senjata Makarov kaliber 7,65 ini seharga 30 juta rupiah?
04:12Kalau terkait dengan jenis senjata Makarov 7,65 ini sudah sangat jarang sekali digunakan oleh kawan-kawan Polri maupun kawan-kawan yang menggunakannya itu untuk olahraga menembak.
04:30Maka memang harus ditelusuri ya, bisa jadi ini adalah koleksi lama dari seseorang seperti itu.
04:37Maka terkait dengan itu, siapa yang mendatangkan ini sangat penting.
04:44Siapa distributor yang mendatangkan Makarov ini?
04:46Tahun berapa itu didatangkan?
04:48Karena kalau tadi saya sampaikan di awal, ada dua peraturan yang bisa memperbolehkan adanya senjata itu digunakan oleh masyarakat sipil.
05:03Yaitu Perpol 1 tahun 2022 maupun Peraturan Menteri Pertahanan 12 tahun 2020 seperti itu.
05:09Pak Bambang, tapi ada tidak sih kemungkinan jaringan lintas negara untuk mendapatkan senjata api jenis Makarov ini?
05:16Sangat memungkinkan ya, itu sangat memungkinkan sekali.
05:23Pintu masuk, ini karena ada dua tangan yang memiliki otoritas tentu dari mana ini juga harus ditelisik.
05:32Dan siapa oknum-oknum yang bermain tentu juga bisa ditelusuri seperti itu.
05:37Jadi dua institus ini yang harus bertanggung jawab dari mana, siapa distributornya, kapan itu mulai datang seperti itu.
05:44Karena kalau terkait dengan penggunaan senjata api oleh profesi pengacara ini kan sangat-sangat umum sekali.
05:55Memang diperkenankah untuk bela diri seperti itu.
05:58Tetapi sebenarnya itu di ranah Peraturan Polri 1 tahun 2022 yang dibawa Mbak Intel Kam.
06:06Tetapi kalau melihat jenis senjatanya ini sepertinya sangat sulit, itu atas izin atau legalitas dari Pak Intel Kam.
06:16Seperti itu.
06:17Pak Bambang, ini kalau mau membongkar peredaran senjata api ilegal, polisi harus memburu peredaran senjata api ilegal ini mulai dari mana?
06:26Ya mulai dari importernya dong. Importer senjata api ini hanya sangat-sangat sedikit gitu loh.
06:38Dan jenis-jenis senjata itu pun juga memiliki agen-agen khusus di setiap negara seperti itu.
06:47Jadi terkait dengan Makarov ini, produksi dari Rusia ini siapa yang pernah mendatangkan di sini seperti itu.
06:55Dari-dari di situ lah nanti bisa ditelusur kapan itu datang, terus kemudian lewat mana, siapa yang memberikan izin atau memberikan rekomendasi seperti itu.
07:07Artinya bisa mulai ditelusuri dari sosok A yang menjual senjata ini kepada pengacara Samir ya?
07:13Sangat bisa, sangat bisa. Karena sosok A ini pasti juga dia tidak merakit karena jelas ini adalah senjata api produksi pabrikan yang jelas identitasnya seperti itu.
07:28Jadi sangat bisa ditelusuri dari oknum A ini. Apakah dia mendapatkan itu langsung menyelundupkan dari luar negeri?
07:37Itu tak baik, tapi menurut saya itu tidak mungkin. Atau melalui oknum-oknum tertentu seperti itu.
07:45Artinya ini bisa menjadi pintu masuk untuk menelusuri keberadaan ataupun penjualan senjata api legal di Indonesia.
07:51Terima kasih Pak Bambang Rukminto, pengamat kepolisian ISES, sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
07:56Selamat sore Pak Bambang.
07:57Selamat sore.
07:58Selamat menikmati.
Komentar