Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SOLO, KOMPAS.TV - Menyusuri gang sempit di Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Anda akan menemukan kedai Ledre Laweyan.

Ledre merupakan kuliner kuno yang telah ada sejak zaman Raja Mataram dan masih bertahan hingga sekarang.

Secara sederhananya, ledre sebenarnya bukan makanan yang sulit untuk dibuat.

Ledre yang terbuat dari beras ketan, kelapa dan pisang ini dimasak hingga berkerak di wajan.

Nama ledre sendiri diambil dari proses pembuatannya yaitu dielet-elet atau dilembutkan dan diendre-endre atau dipipihkan.

Namun seiring perkembangan zaman, bahannya kemudian ditambah dengan cokelat atau keju sesuai selera.

Beberapa penikmat kuliner pernah memberi ulasan di media sosial, hingga mengundang banyak penikmat kuliner lainnya untuk datang.

Mereka yang mencicipi langsung di tempat, bahkan berasal dari berbagai daerah.

Ledre ini merupakan salah satu kuliner kuno, bahkan ledre tertulis di salah satu karya sastra zaman dahulu.

Sang pemilik kedai menyebut bahwa ia masih bertahan untuk terus menjual ledre karena ingin ikut melestarikan budaya agar tidak punah.

Ledre dijual mulai dari Rp3 ribu hingga Rp4.500 per buah. Jika Anda singgah ke Kota Solo, tak ada salahnya datang dan mencoba mencicipi ledre ini, sembari wisata merasakan sajian favorit bangsawan Mataram.

Baca Juga Lebaran Betawi 2025 di Monas: Dihadiri Pramono-Rano hingga Sajikan Budaya Kuliner Khas untuk Warga di https://www.kompas.tv/nasional/589659/lebaran-betawi-2025-di-monas-dihadiri-pramono-rano-hingga-sajikan-budaya-kuliner-khas-untuk-warga

#kulinersolo #ledre #kulinerkuno

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/589848/menyusuri-kampung-batik-laweyan-menikmati-ledre-kuliner-kuno-favorit-bangsawan-mataram
Transkrip
00:00Anda masih bersama kami di Sapa, Indonesia Siang.
00:04Saudara di Solo, Jawa Tengah, terdapat beragam kuliner tradisional yang menarik.
00:09Salah satunya adalah ledre, kuliner kuno dari beras ketan
00:12yang telah ada sejak era raja-raja dinasti Mataram
00:16dan masih bertahan hingga sekarang.
00:19Kira-kira seperti apa ya? Berikut informasinya untuk Anda.
00:22Menyusuri Gang Sempit di Kampung Batik, Laweyan, Solo, Jawa Tengah,
00:33Anda akan menemukan Kedai Ledre Laweyan.
00:37Ledre merupakan kuliner kuno yang telah ada sejak zaman raja-raja Mataram
00:41dan masih bertahan hingga sekarang.
00:45Secara sederhananya, ledre sebenarnya bukan makanan yang sulit untuk dibuat.
00:50Ledre yang terbuat dari beras ketan, kelapa, dan pisang ini
00:54dimasak hingga berkerak di wajat.
00:58Nama ledre sendiri diambil dari proses pembuatannya
01:00yaitu dialet-elet atau dilembutkan
01:03dan diendre-endre atau dipipihkan.
01:06Namun seiring perkembangan zaman,
01:09bahannya kemudian ditambah dengan coklat atau keju sesuai selera.
01:15Beberapa penikmat kuliner pernah memberi ulasan di media sosial
01:19hingga mengundang banyak penikmat kuliner lainnya untuk datang.
01:23Mereka yang mencicipi langsung di tempat
01:25bahkan berasal dari berbagai daerah.
01:28Kayak belum jadi kayak viral gitu,
01:32jadi ikut pengen nyobain.
01:35Terus tadi rasanya yang dirasa enak ya yang dicicipi?
01:38Yang ori enak banget tuh.
01:40Gimana?
01:42Ledre merupakan salah satu kuliner kuno.
01:44Bahkan ledre tertulis di salah satu karya sastra zaman dulu.
01:49Sang pemilik kedai menyebut bahwa ia masih bertahan
01:52untuk terus menjual ledre
01:53karena ingin ikut melestarikan budaya agar tidak punah.
01:58Ledre tuh makanan kuno,
02:01itu ledre yang ada itu sejak
02:03araja-raja Mangun Goro dulu.
02:05Ledre yang pertama kan ledre tuh makanan kuno
02:10sebagai orang-orang muda ya,
02:14itu kan berusaha untuk nguri-nguri setelah ya.
02:18Nguri-nguri tuh kan melestarikan makanan kuno
02:21selain budaya juga,
02:23makanan juga kuliner juga.
02:26Ledre dijual mulai dari 3.000 rupiah
02:29hingga 4.500 rupiah per buah.
02:32Jika Anda singgah ke kota Solo,
02:35tak ada salahnya datang
02:36dan mencoba mencicipi ledre ini.
02:39Sembari wisata,
02:40merasakan sajian favorit bangsawan Matara.
02:44Widi Nugroho, Kompas TV, Solo, Jawa Tengah.
02:47Kompas TV, Solo, Jawa Tengah.
Komentar

Dianjurkan