Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Tepung sagu, salah satu hasil pertanian unggulan di Provinsi Riau, terus menjadi bahan baku berbagai inovasi kuliner.

Salah satunya adalah sempolet, makanan khas Melayu Riau yang kini hadir dalam bentuk instan dan tahan hingga enam bulan.

Sempolet tradisional biasanya ditemukan di rumah makan Melayu di daerah Siak, Bengkalis, Meranti, dan Indragiri Hilir.

Bertekstur seperti bubur, sempolet disajikan hangat dengan campuran sayur kangkung atau pakis.

Namun, karena ketahanannya yang terbatas, makanan ini sulit untuk dibawa dalam perjalanan jauh.

Kini, inovasi baru hadir dari Ana, seorang perajin asal Kabupaten Kampar, Riau.

Ia berhasil menciptakan sempolet instan yang lebih praktis dan awet.

Ide ini bermula dari kecintaannya pada sempolet, namun ia merasa kesulitan membawa makanan tersebut saat berpindah kota.

Untuk membuat sempolet instan, bahan utama yang digunakan adalah tepung sagu, ikan teri atau udang sangrai, serta bumbu khusus.

Proses pembuatannya diawali dengan mengolah sambal sempolet menggunakan bawang merah, bawang putih, dan penyedap rasa yang diblender hingga halus, lalu dimasak sampai aromanya keluar.

Setelah sambal matang, semua bahan seperti tepung sagu, bawang goreng, dan sambal dikemas ke dalam plastik dengan takaran yang pas agar rasa tetap konsisten.

Menurut Ana, sempolet instan buatannya merupakan inovasi pertama di Provinsi Riau.

Produk ini menawarkan kepraktisan bagi pecinta sempolet, yang kini bisa menikmati makanan khas ini kapan saja dan di mana saja tanpa khawatir basi.

#sempolet #riau

Baca Juga Calon Jemaah Haji Riau 2025 Kembali Tidak Gunakan Embarkasi Antara, Ini Alasannya di https://www.kompas.tv/regional/589814/calon-jemaah-haji-riau-2025-kembali-tidak-gunakan-embarkasi-antara-ini-alasannya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/589817/sempolet-instan-dari-riau-inovasi-kuliner-berbahan-sagu-yang-tahan-hingga-enam-bulan
Transkrip
00:00Baik saudara, kita lanjut ke sorotan berikutnya.
00:03Tepung sagu merupakan hasil pertanian di provisario yang ternyata banyak bisa dijadikan sebuah pengolahan.
00:11Gimana salah satunya makanan sempolet khas provisario.
00:15Sempolet kali ini berbeda dari sempolet pada umumnya saudara.
00:17Gimana sempolet ini bisa bertahan selama 6 bulan lamanya.
00:22Berikut laporan untuk Anda.
00:23Ini dia bahan-bahan yang harus disiapkan untuk membuat sempolet instan yang tahannya cukup lama.
00:32Di antaranya tepung sagu sebagai bahan utama, kemudian ada ikan teri atau udang yang sebelum disangrai dan tentunya ada bumbu khusus.
00:40Sempolet merupakan makanan khas Melayu Riau dengan bahan dasar tepung sagu.
00:46Makanan ini biasanya ditemukan di rumah makan Melayu.
00:48Seperti di Kabupaten Sia, Pengkalis, Meranti, dan Indragiri Hiliat.
00:54Sempolet memiliki tekstur seperti bubur dan dipadukan dengan sayur kangkung atau sayur pakis.
01:00Makanan sempolet disuguhkan dalam kondisi hangat.
01:03Makanan yang tidak tahan lama ini diubah oleh warga Kabupaten Kampar Riau menjadi makanan yang bisa dibawa kemana saja dan bisa bertahan cukup lama.
01:12Proses pembuatannya diawali dengan pengolahan sambal sempolet.
01:15Untuk bahan sambal, ada beberapa yang harus disiapkan seperti bawang merah, bawang putih, dan penyedap rasa.
01:23Bahan-bahan kemudian diblender hingga rata.
01:26Selanjutnya, bahan yang sudah halus dimasak hingga mengeluarkan aroma yang sedap.
01:31Setelah sambal sempolet sudah matang, bahan lainnya seperti tepung sagu, bawang goreng, penyedap rasa, dikemas ke dalam plastik.
01:50Semua bahan ditimbang agar kombinasi tepung hingga sambal sempolet sesuai takaran.
01:55Ana selaku perajin sempolet menyebut, ide pertama kali membuat sempolet instan berawal dari dirinya yang suka dengan makanan sempolet.
02:03Namun, makanan sempolet yang ia makan tidak bisa dibawa dari satu kota ke kota yang lain.
02:08Dari keresahan itu, muncullah ide Ana untuk membuat sempolet instan yang bisa dibawa kemana saja dan dinikmati kapan saja.
02:17Menurut Ana, sempolet instan miliknya merupakan inovasi yang pertama di Provinsi Riau.
02:22Buriau, dimana salah satu orang katin dasar Buriau ini adalah yaitu sempolet AS instan.
02:30Nah, ada pun ide dari saya membuat sempolet ini adalah awalnya dari hobi dan kesukaan saya memakan sempolet.
02:37Dimana waktu itu saya pergi belan-belan, membeli sempolet, kemudian cocok rasa di lidah, kemudian setelah itu setelah saya coba beberapa kali,
02:47dan kemudian timbulah ide untuk membuat sempolet AS ini dalam bentuk instan.
02:52Jadi, orang-orang bisa membawanya untuk sebagai oleh-oleh dan buah tangan dari Riau.
02:59Nah, kalau untuk di Riau, sempolet instan ini setahu saya itu perdana saya membuatnya.
03:07Nah, di Provinsi Riau dan khususnya Pekan Baru ya.
03:11Nah, kenapa? Karena selama ini saya lihat sempolet ini orang hanya menyajikan di tempat makan-tempat makan khusus Riau, khusus misalnya memakan bungkalis,
03:21di situ ada misagu, ada sempolet dan macam-macam dalam lahan sagu juga.
03:25Dan untuk yang instan ini, hanya saya perdana saya membuatnya.
03:30Untuk pemasarannya, kami tentunya secara online dan offline ya.
03:34Kalau online, ya kita juga masukin ke TikTok, kita masukin ke Shopee, kemudian kita ke WhatsApp dan Facebook.
03:40Dan kemudian kalau untuk offline, kita titipkan ke Gerai Ode-Ode, kemudian kita titipkan ke supermarket-supermarket.
03:48Dan pasarnya sudah sampai ke Provinsi Riau sih, seperti Dumai, Duri, kemudian Pekan Baru itu sendiri.
03:56Sempolet instan miliknya sudah dipesan dari beberapa daerah di Provinsi Riau, seperti Kota Dumai, Duri, dan Bengkalis.
04:03Untuk satu kemasan sempolet dengan berat 130 gram, harganya cukup terjangkau dengan range harga 15 hingga 20 ribu rupiah.
04:11Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan