Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Isu matahari kembar yang merujuk pada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan pengaruh Presiden ke-7 Joko Widodo tengah menjadi sorotan.

Pakar Etika Politik, Dr. Haryatmoko, S.J melihat saat ini etika politik masih relevan. Sebab, etika politik sebagai hidup baik bersama dan untuk orang lain dalam rangka memperluas lingkup kebebasan dan membangun institusi-institusi yang lebih adil.

Di sisi lain, Haryatmoko mengatakan etika politik jangan hanya disamakan dengan etiket. Sebab, etiket itu ungkapan rasa hormat terhadap orang lain tetapi tidak menjawab mengenai masalah siapa dirugikan siapa diuntungkan.

Selengkapnya saksikan di kanal youtube KompasTV.

https://youtu.be/oQbHKeG-DDU?si=8vs2Devdia0p6k97



#prabowo #jokowi #politik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/589512/isu-matahari-kembar-pakar-ungkap-etika-dalam-politik-rosi
Transkrip
00:00Ketika Romo banyak menulis tentang etika politik dan mengajar juga tentang etika di UI, di PT. IK, di Sanata Dharma, pertanyaan saya adalah sebenarnya dalam politik, apa memang masih ada etika?
00:18Nah kalau kita memahami etika politik ya, etika politik sebagai hidup baik bersama dan untuk orang lain dalam rangka memperluas lingkup kebebasan dan membangun institusi-institusi yang lebih adil, etika politik masih relevan.
00:40Jadi etika politik jangan hanya disamakan dengan etiket, etiket itu ungkapan rasa hormat terhadap orang lain.
00:49Tetapi tidak menjawab mengenai masalah siapa dirugikan, siapa diuntungkan, tidak menjawab masalah nilai-nilai apa yang saya perjuangkan, batas-batas tanggung jawab saya apa, konsekuensi bagi masyarakat banyak apa, itu etiket tidak bermikirkan.
01:06Ini etika politik. Jadi etika politik itu berbeda dengan hukum. Saya ingin membuat sebuah, ingin menceritakan sebuah anekdot, sedikit anekdot ya.
01:18Seorang ibu ulang tahun ke-40, biasanya nggak menemani suami sarapan karena ulang tahun menemani. Lalu cerita ke suaminya, Pak tadi malam saya mimpi aneh.
01:27Aneh apa? Nggak tahu ada orang datang memberi saya kalung Tiffany, Pak. Apa ya Pak artinya? Suaminya menjawab, oh kamu akan tahu nanti kalau saya sudah pulang kerja.
01:39Merasa suaminya nangkap apa yang dia maksudkan, dia senang sekali sepanjang hari kerja itu nyanyi-nyanyi terus nggak pernah bersiul-bersiul.
01:46Biasanya sore suami jam setengah lima sudah sampai rumah, ini belum. Dia malah senang. Berarti mampir ke butik dulu atau ke mal.
01:53Untuk beli perhiasan? Iya. Jam setengah enam sampai rumah dari jauh bawa bungkusan.
02:00Dijemput di depan rumah biasanya nggak dipeluk pakai bahasa Inggris lagi my honey gitu.
02:05Langsung diberikan bungkusannya itu. Dibuka oleh istrinya. Senang sekali dibuka. Ternyata isinya apa?
02:11Buku judulnya Cara Menafsirkan Mimpi. Benar nggak Bapak ini? Salah nggak Pak?
02:17Secara hukum suaminya ini nggak salah karena apa yang dikatakan itu. Hukum itu apa yang dikatakan, apa yang ditulis.
02:26Tetapi dari sisi etika dia tidak menangkap apa yang diharapkan oleh istrinya.
02:32Itu masuk ke etika?
02:34Etika itu kalau saya pernah memberikan di dewas KPK dan KPK, dari pihak KPK mengatakan berarti etika itu subjektif dong.
02:41Sedang hukum objektif. Tidak. Etika tidak subjektif. Etika itu intersubjektif.
02:49Artinya apa? Subjek-subjek yang mempunyai kesadaran moral tertentu akan pekah bahwa ini etika atau bukan.
02:57Itu maksudnya.
02:58Kalau mengenai sebetulnya lalu menantikan mesti Mbak Rusya akan nyerang saya.
03:03Banyak orang pinter tahu orangnya jerdas tapi malah korup.
03:08Banyak orang pinter nggak tahu etika.
03:11Nggak tahu etika. Dalam arti etika ini.
03:14Saya akan mengatakan tahu tidak sama dengan bisa melakukan.
03:18Antara tahu dan bisa melakukan itu ada jembatan namanya modalitas Mbak.
03:23Etika politik, etika publik itu yang penting justru modalitasnya.
03:28Yang menjembatani antara tahu dan bisa melakukan.
03:32Saya memberi contoh sederhana.
03:33Kalau saya punya mahasiswa nyuntek, HP dikumpulkan bisa nyuntek, duduk jarang masih bisa nyuntek.
03:40Saya nggak perlu marah. Saya hanya bilang semester depan ujian lisan.
03:45Ini mengubah perilaku.
03:47Saya pernah mengajar di PT IKA salah satu mahasiswa yang mantan Kapolres.
03:51Saya tanya apa artinya modalitas.
03:53Dia memberi contoh bagus.
03:54Saya punya anak buah, seminggu bisa terlambat 2-3 kali, sudah dihukum push up, sudah disuruh terik matahari sampai 5 jam.
04:04Dan diancam akan tidak naikkan pangkat, tetap terlambat.
04:08Akhirnya saya ngunjungi.
04:10Ternyata rumahnya jauh.
04:11Kalau berangkat itu naik angkot, ngantar anaknya dulu ke SD.
04:14Dari SD anaknya ganti angkot.
04:16Ya tentu terlambat.
04:17Modalitasnya apa?
04:18Ya saya bilang, ambil kredit sepeda motor.
04:22Saya bayar DP-nya, kamu bayar cicilannya.
04:25Sejak itu nggak pernah terlambat.
04:27Jadi yang terpenting dalam etika politik itu justru bukan hanya tahu apa normanya.
04:34Tetapi bagaimana menjembatani antara tindakan dan perbuatan.
04:39Salah satu contoh, e-budgeting itu adalah modalitas.
04:43Yang dilakukan Ahok waktu menjadi gubernur itu ada e-budgeting.
04:48Sehingga orang bisa memang masih ada korupsi.
04:52Tetapi minimal orang bisa melacak kalau dengan cara itu.
04:55Jadi kita sering merasa kalau seakan-akan kalau tahu sama dengan bisa melakukan.
05:02Padahal yang penting justru bagaimana menjembatani antara tahu dan bisa melakukan.
Komentar

Dianjurkan