Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
Data pergerakan harga minyak Brent menunjukkan terjadi kenaikan sekitar 71 persen sejak awal Januari hingga 3 November. Dari semula 60 dolar per barel menjadi 1
Transkrip
00:10Intro
00:15Saudara harga minyak mentah dunia terus melambuh sepanjang tahun ini.
00:20Minyak mentah jenis brand yang pada awal Januari masih berada di level 60 dolar 80 sen per barel.
00:27Kini menembus 104 dolar 43 sen per barel pada 3 November.
00:34Data pergerakan harga minyak brand menunjukkan terjadi kenaikan sekitar 71 persen sejak awal Januari hingga 3 November.
00:43Dari semula 60 dolar per barel menjadi 104 dolar per barel.
00:49Penjakan harga minyak dunia ini menjadi tekanan bagi negara pengimpor minyak termasuk Indonesia.
00:55Sebab semakin mahal harga minyak mentah, semakin besar potensi beban impor energi.
01:05Tak hanya harga minyak mentah yang melambung, biaya pengiriman minyak juga ikut meroket.
01:11Sebelum perang di Iran, biaya pengiriman hanya sekitar 5 persen dari harga minyak.
01:16Namun setelah perang pecah, porsinya meningkat tajam menjadi 30 persen dari harga minyak atau hampir 6 kali lipat.
01:25Kondisi ini membuat bea mendatangkan minyak dari luar negeri semakin mahal.
01:30Artinya, tekanan terhadap ketahanan energi Indonesia bukan hanya berasal dari kenaikan harga minyak dunia saja,
01:36tapi juga dari membengkaknya ongkos pengiriman.
01:44Cadangan minyak mentah dunia terus menipis hingga Oktober.
01:48Stok minyak mentah global tercatat kurang dari 6 miliar barel.
01:52Jumlah ini menyusut sekitar 1 miliar barel dibandingkan periode sebelumnya.
01:57Menipisnya cadangan minyak ini menambah kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
02:02Jika gangguan distribusi dan konflik di kawasan timur tengah terus berlanjut,
02:07dunia bisa menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan pasokan minyak.
02:12Bagi Indonesia, kondisi ini bersiko meningkatkan harga impor dan memperberat beban ketahanan energi nasional.
02:23Sedangkan pada 19 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi
02:29sekaligus Menteri SDM, Bahli Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak atau beban nasional dalam kondisi aman.
02:38Sedangkan cadangan nasional Pertalite berada di kisaran 16 sampai 18 hari.
02:43Sementara jenis beban lainnya di atas 20 hari sesuai standar minimum nasional.
02:49Stok nasional kita rata-rata di 16 sampai 18 sehari untuk Pertalite.
02:55Tapi kalau yang untuk solar, karena solar kan kita tidak lagi impor, jadi itu tidak ada isu sama sekali.
03:03Nah untuk RON 92, 98, 95 itu rata-rata di atas 20 hari standar minimum nasional.
03:11Nah Kalimantan juga mempunyai stok yang tidak jauh beda dengan apa yang ada di nasional.
03:20Menipisnya cadangan minyak dunia dan memanasnya konflik timur-tengah memicu kekhawatiran pasokan energi global.
03:27Harga brand menembus 104 dolar per barel.
03:31Sementara biaya pengiriman bonjak 6 kali lipat.
03:35Seberapa aman stok BBM Indonesia?
03:37Kompas Bisnis, Tanya Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional Aspermigas, Moshe Rizal.
03:45Selamat pagi, Mas Moshe.
03:48Selamat pagi, Mas Ibrahim. Terima kasih sudah diundang.
03:52Baik. Mas Moshe, ini stok minyak dunia terus menipis.
03:55Seberapa besar sih risiko Indonesia ikut mengalami kekurangan pasokan BBM?
04:00Iya. Tadi saya mau klarifikasi.
04:04Yang dibilang cadangan itu adalah strategic reserve dari masing-masing negara ya.
04:08Mereka menyimpan stok minyaknya di tangki-tangkinya mereka.
04:13Nah itu sekarang karena, jadi bukan karena resources di bawah itu menipis,
04:19tapi karena memang ada restriction dari supply.
04:23Nah ini mereka sudah memulai memakai reserve-reserve-nya mereka.
04:26Nah itu makin lama makin menipis sekarang memang.
04:29Nah ini yang dikhawatirkan.
04:32Dikhawatirkan yang bukan sekarang yang sebenarnya.
04:34Sekarang memang masa-masa khawatir.
04:37Tapi nanti kalau sudah perang sudah meredah dan lain sebagainya,
04:41semua akan berlomba-lomba untuk mencari atau meningkatkan cadangannya kembali.
04:47Nah ini persaingannya akan sangat-sangat tepat antar negara untuk mencari stok,
04:54untuk mereka replenish stoknya itu.
04:57Nanti kemungkinan besar akan ada namanya supply glut.
05:01Nah itu yang, itu lebih parah lagi.
05:05Jadi ini yang kita khawatirkan.
05:06Sekarang memang restriction membuat harga semua naik ya.
05:11Tapi nanti setelah perang mungkin sudah meredah,
05:15itu akan ada masalah baru.
05:17Nah ini yang kita juga khawatirkan.
05:18Dan pemerintah harus sudah mulai bersiap diri.
05:21Nah dengan tadi kekhawatiran rebutan setelah perang meredah,
05:26di tengah saat ini kondisi harga juga minyak menembus 104 dolar per barel.
05:31Apakah Indonesia sangat berisiko untuk sulit mendapatkan minyak mentah nantinya?
05:38Sangat, sangat berisiko.
05:41Makanya saya selalu mengajurkan jangan kita menciptakan tensi tambahan ya geopolitik.
05:49Apalagi dengan negara-negara tetangga kita yang mereka juga nanti akan menjadi saingan kita
05:54untuk berlomba-lomba mencari cadangan gitu loh.
05:57Jadi jangan sampai itu terjadi.
06:00Jadi kita mesti calm down dan buat strategi yang jangka panjang.
06:04Yang sifatnya jangka panjang, ada jangka pendeknya, ada jangka panjangnya.
06:07Nah ini harus mulai dari sekarang.
06:09Terus terang aja.
06:10Negara-negara seperti Cina yang konsumsinya terbesar, India, juga India, dan lain sebagainya
06:18itu akan nanti justru akan memketat diri untuk mereka mengamankan cadangan mereka juga.
06:27Untuk mengantisipasi juga nanti ke depannya belum tentu nanti masih nggak ada lagi perang.
06:34Kita sudah mendengar warning dari Kementerian Inggris, Kementerian Daya dari negara-negara Barat,
06:42dari Jepang juga katanya harus bersiap diri dalam 2 tahun ke depan akan ada perang yang mungkin lebih besar lagi.
06:50Nah ini yang kita khawatirkan.
06:51Jadi nanti saingannya akan sangat-sangat ketat untuk kita mencari cadangan dan meningkatkan ketahanan energi kita.
06:59Ini kalau secara konkret yang bisa dirasakan publik nih jika stok minyak dunia ini terus berkurang,
07:05apakah seperti antrean panjang di SPBU ini akan kembali terjadi di Indonesia?
07:11Bisa jadi.
07:13Jadi publik pun juga memang harus bersiap diri untuk kita berhemah.
07:19Mempersiapkan diri juga untuk jangan terlalu jor-joran.
07:23Kalau bisa kita naik transportasi publik, kita naik transportasi publik lah.
07:27Biasakan diri dari sekarang.
07:28Jadi ketika nanti misalkan kalau kemungkinan nanti ada situasi yang cukup lebih buruk dari yang sekarang,
07:39ini kita sudah bisa menyiapkan diri sendiri.
07:43Jadi nggak cuma yang pemerintah, saya juga menganjurkan publik juga untuk bisa bersiap diri juga.
07:48Ini kondisi terus terang tidak menentu ke depannya.
07:51Dan kita sangat-sangat khawatir.
07:53Dan saya minta, sekali lagi, minta pemerintah untuk berhemat.
07:58Satu, ya, ekonomi kita harus diperbaiki.
08:01Dan kita berhemat diri.
08:02Kenapa ke depannya itu makin bisa jadi makin buruk.
08:06Bisa jadi mudah-mudahan membaik.
08:09Tapi bisa ada kemungkinan makin buruk.
08:11Jadi, satu, berhemat diri.
08:13Kedua, memang harus kita jangan, apa,
08:17menciptakan tensi geopolitik baru, ya, yang bisa membuat kita nanti jadi lebih sulit ke depannya.
08:23Oke.
08:24Cadangan semakin menipis, rebutan juga nanti ke depan dibayang-bayangi seperti itu.
08:29Kemudian juga bagaimana jika nanti negara-negara pemasok mulai membatasi ekspor minyak,
08:34gambarannya seberapa aman stok BBM Indonesia nantinya?
08:39Ya, jadi nanti OPEC itu tujuan utama OPEC adalah menstabilisasi harga.
08:46Ya, jadi bukan untuk menaikkan harga setinggi-tingginya,
08:50tapi menstabilisasi harga.
08:52Nanti misalkan ada supply glass, itu harga minyak mungkin akan jatuh, ya,
08:57dan OPEC akan berusaha untuk kita, yang dibilang mungkin merestriksi,
09:02untuk bisa harga jangan jatuh terlalu besar.
09:06Nanti dampaknya juga ke ekonomi dunia lagi, gitu.
09:10Jangan sampai itu nanti terjadi juga.
09:12Jadi, kalau di dalam dunia migas itu yang penting adalah stabil.
09:17Jadi, bukan terlalu tinggi, bukan juga terlalu rendah.
09:21Oke.
09:21Ya, ini yang tadi bilang, ini memang risiko-resiko tinggi,
09:25ya, sangat risiko tinggi, ya, untuk kita berdepan.
09:29Situasi tidak menentu, belum ada kepastian,
09:32terlebih jika perang di Timur Tengah terus berlanjut,
09:35ini berapa lama Indonesia bisa bertahan dengan stok minyak yang ada saat ini.
09:39Tapi, Pak Moshe, tahan dulu.
09:41Dijawabnya nanti, usai jeda, ya.
09:43Tetap bersama kami di Kompas Bisnis.
09:56Masih bersama kami dengan Ketua Komito Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional,
10:02Aspermigas, Moshe Rizal.
10:05Pak Moshe.
10:07Ya, ini juga yang disuruti soal biaya pengiriman minyak naik dari 5 menjadi 30 persen.
10:15Apakah kondisi ini bisa menghambat masuknya pasokan minyak ke Indonesia?
10:19Pasti.
10:20Ya, tidak hanya menghambat, juga akan membanding APBN kita.
10:25Ya, sebenarnya bukan secara langsung APBN kita,
10:28karena kan yang beli kan Pertamina ya.
10:30Pertamina itu kan juga milik negara, milik rakyat juga.
10:33Jadi, ujung-ujungnya kalau mereka tekor, kita juga jadi ikutan terimbas.
10:39Jadi, intinya memang besar sekali biaya logistik sekarang.
10:45Kenapa salah satunya komponen yang paling tertingginya adalah asuransi?
10:49Ya, asuransi itu melonjak berapa kali yang dipak.
10:53Ya, sejak penangkiraan kemudian.
10:56Jadi, itu yang membuat, dan perusahaan logistik memanfaatkan juga keadaan.
11:00Kemarin sempat ada isu ya, salah satu perusahaan logistik yang menaikkan harga gila-gilaan,
11:06dan akhirnya di isu ya.
11:10Jadi, ini yang membuat, memang tidak hanya menghambat,
11:15tapi ya membandingi APBN.
11:17Walaupun kita masih bisa bayar, tapi ujung-ujungnya kan APBN kita
11:21atau kemampuan minah untuk membelinya juga jadi istilahnya terbebani.
11:30Kalau begitu, jika ini perang di Timur Tengah terus berlanjut,
11:34berapa lama Indonesia bisa bertahan dengan stok minyak yang ada saat ini?
11:40Oke, tadi kan Pak Menteri bilang ya, 16-20 hari,
11:44dan itu terus terang, sangat-sangat resiko tinggi ya.
11:49Itu hanya tiga minggu gitu.
11:51Dan kita belum memastikan untuk yang setelah 20 harinya, what's next gitu kan?
11:57Itu terus-terus-terus di, apa,
12:01jadi dikonsumsi dan di replenish, konsumsi, replenish, dan lain sebagainya.
12:05Kalau kita lihat negara tetangga kita di Singapura itu memang tidak disklus secara terbuka,
12:12tapi mereka mengharuskan untuk stok pebisnis-pebisnis yang power generation itu sampai 90 hari.
12:20Kalau Malaysia itu sekitar 30 hari.
12:22Jadi mereka akan jauh lebih resilient dibandingkan kita.
12:28Cuma kita memang ada kelebihan,
12:33di mana kita adalah produsen sawit,
12:36satu sisi adalah juga produsen betubara,
12:41which is sumber energi yang cukup signifikan bagi power generation kita.
12:46Cuma kebutuhan supply kita juga untuk BBM itu juga cukup tinggi.
12:53Jadi, ya itulah yang mesti kita perhatikan dan pemerintah harus gimana caranya.
13:02Kita harus mulai mikir jangka panjang.
13:03Jangan cuma pas hari ini aja.
13:06Saya senang Pak Balir sempat sampaikan akan meningkatkan reserve,
13:10strategic reserve kita.
13:12Jadi bangun storage dan lain sebagainya.
13:15Nah, dan itu memang harus.
13:16Itu sudah 10-15 tahun yang lalu kita rencanakan,
13:20tapi nggak terus-terus meningkat.
13:22Karena memang biayanya luar biasa yang dibutuhkan.
13:24Itu yang harus disini fokuskan oleh pemerintah,
13:29dari APBN mereka.
13:30Karena kita ini menghabisin uang ratusan triliun
13:34untuk hal-hal program-program yang sifatnya bukan jangka panjang.
13:38Jadi kita harus mesti fokus mulai di jangka panjang.
13:41Kita juga telah meminta kemintaan SDM untuk membahas atau jawaban
13:48dari soal stok cadangan minyak yang semakin meningkatkan ini secara global,
13:52tapi memang belum mendapatkan respons hingga saat ini tim Kompas Bisnis.
13:56Lalu, Mas Mose, apa yang paling mendesak langkah yang harus segera dilakukan oleh pemerintah
14:01agar pasokan BBM ini tetap tersedia dan masyarakat tidak perlu panik,
14:06tidak perlu antre untuk membeli?
14:11Oke, pertama adalah
14:13satu adalah menghemat diri dari sisi APBN.
14:18Jadi misalkan kalau ada peningkatan biaya,
14:22dari biaya transportasi meningkat lagi atau berkepanjangan,
14:25kita tidak rely on hutang.
14:29Dan tidak rely juga untuk menambah pajak-pajak kita.
14:32Tapi pemerintah sudah mempersiapkan diri untuk bisa
14:37istilahnya menampung biaya-biaya tambahan-tambahan tersebut.
14:41Satu adalah
14:42apa tadi yang berdiri.
14:45Kedua adalah
14:47janganlah kita harus meredakan tensi politik di sekitar kita.
14:51Negara-negara tetangga kita
14:53stop dulu.
14:54Jangan, jangan.
14:55Kalau kita mau
14:56apa istilahnya?
14:58Memandiri.
14:59Lebih mandiri
15:00dari Singapura,
15:02kita lakukan secara diem-diem saja.
15:04Kenapa masih harus
15:05ada perang politik?
15:07Yang ini kan jadi membuat tensi
15:09dan kita ini sekarang lagi krisis kepercayaan
15:11dari dunia ke kita.
15:13Jadi kita ini lagi tidak dipercaya sama dunia.
15:16Jadi tolong jangan ditambah.
15:19Nah, ini percayaan ini
15:20nanti misalkan
15:21ada supplier nih ya.
15:23Supplier,
15:24dia mesti supply ke beberapa negara.
15:27jelas mereka akan lebih
15:28lebih prefer supply ke negara yang mereka bisa percaya.
15:32Gitu kan.
15:33Jadi kepercayaan ini penting
15:34untuk
15:35international trading ini.
15:37Jadi
15:38buatlah kita itu dipercaya lagi.
15:40Gitu loh.
15:41Trust kita
15:42dari dunia global ke kita
15:44itu harus ditingkatkan kembali.
15:46Kenapa?
15:46Nanti kalau supplier itu akan memilih
15:49kita mesti supply kemana
15:50setidak-tidaknya mereka
15:52nge-upply ke kita.
15:53Jadi kita
15:53ketahanan energi kita
15:54lebih terjamin gitu.
15:56Dibandingkan
15:56mereka akhirnya prefer ke negara lain.
15:59Ini yang harus kita
16:01apa
16:01bangun ya.
16:03Karena ini situasi yang
16:04lagi genting sekarang.
16:06Nah, ini jangka pendek.
16:07Jangka panjangnya tadi
16:08dia harus mempersiapkan diri.
16:09Saya setuju dengan Pak Balir.
16:11Kita harus mempersiapkan diri
16:12dari strategic reserve kita.
16:14Kita harus perbanyak.
16:15Dan ini
16:15itu butuh uang.
16:17Jadi kita harus berhemat juga.
16:19Tidak hanya untuk
16:20jangka pendek, jangka panjang juga.
16:22Bangun infrastruktur di dalam negeri
16:24sehingga
16:25misalkan kita mengurangi
16:26supply kita ke Singapura
16:28pasar dalam negeri kita
16:30bisa mengabsorb
16:31dengan harga yang reasonable.
16:33Jadi kita harus
16:34bangun infrastruktur
16:35di dalam negeri
16:36saat kultur migas.
16:37Terutama gas
16:38tangan inggi terminal
16:39pipeline
16:40dan lain sebagainya
16:41di dalam negeri
16:42sehingga biaya-biaya logistik
16:43di dalam negeri
16:44lebih turun.
16:45Sehingga
16:45misalkan kalau kita
16:46mengurangi supply kita
16:47ke luar negeri
16:49kita bisa mengabsorb
16:50di dalam negeri juga.
16:51Itu yang harus
16:52bersiapkan
16:52jangka panjang
16:53oleh pemerintah.
16:55Oke
16:55Soal kepercayaan nih
16:57tapi kan tidak hanya
16:58untuk mitra juga
16:59tapi bagaimana
17:00kepada publik juga.
17:01Kalau menurut Anda
17:02apakah pemerintah
17:02khususnya kementerian SDM
17:04sudah cukup transparan
17:05tentang stok BBM kita?
17:07Komunikasi apa yang
17:08mendesak
17:09agar tidak hard landing
17:10dan bikin panik
17:12masyarakat?
17:14Ya
17:15memang komunikasi ini
17:16penting ya
17:18tidak
17:19jadi untuk tidak
17:21menghindari
17:21panik bayi
17:22dan lain sebagainya
17:23ya
17:25komunikasi harus
17:26setiap hari
17:26itu yang saya bilang
17:27ini lagi masa genting
17:28kalau kita di dalam perusahaan
17:30kalau lagi masalah
17:30ada masalah genting
17:32di dalam perusahaan
17:33komunikasi kita itu
17:34setiap hari
17:34jadi kita update
17:36dan saran saya adalah
17:38terbuka
17:38sebuka-bukanya
17:39transparan aja
17:40kalau kita ada masalah
17:42kita bilang ada masalah
17:43jangan ditutup-tutupi
17:44kalau kita nih hebat
17:45kita nih besar
17:46kita nih negara kuat
17:48kita yang paling kuat
17:49sedunia dan lain sebagainya
17:50gak perlu
17:51ya
17:52taparkan apa yang
17:54sebenarnya terjadi
17:55dan apa yang sebenarnya
17:57status kita ini sekarang
17:58nanti apa
17:59jadi kita bisa
18:01sama-sama cari solusi
18:02ya
18:03kita akan jauh
18:05lebih appreciate
18:05pemerintah yang terbuka
18:08ya
18:08dan jujur
18:09kalau sejauh ini
18:10bagaimana
18:11apakah sudah cukup transparan?
18:14saya bilang sih
18:15kurang ya
18:16mesti harus diperbaiki lagi
18:17transparansinya
18:18jadi
18:19apapun itu
18:20dan juga
18:20kita juga
18:21apa
18:23anjurkan juga
18:24pemerintah
18:25untuk bisa
18:26lebih lagi
18:27misalkan
18:28kalau ada kebijakan baru
18:29tolong diskusikan
18:30kepada industri
18:31ya
18:32karena kita yang jadi pelaku
18:33kita yang jadi
18:37menanggung imbasnya
18:38ya
18:39jadi
18:39kalau apapun
18:40mau itu kebijakan
18:41yang baik
18:42atau yang
18:43yang merugikan
18:46ya kita harus
18:46sama-sama diskusi
18:47jadi kita bisa mencari
18:49solusi dan jalan tengah
18:50ini yang kita
18:51lihat
18:52pemerintah sekarang
18:53tiba-tiba keluar aja dulu
18:57regulasinya
18:58kayak undang-undang migas
19:00termasuk soal
19:01stok
19:02BBM subsidi juga
19:03yang bilang
19:0416 sampai 18 hari
19:05untuk Anda ini bagaimana?
19:08ya itu kan
19:09itu kan
19:10adalah standarnya
19:11ya kan
19:12status hari ini
19:14kita belum tahu
19:15nah makanya
19:16yang saya bilang
19:18kalau lagi
19:19pada saat
19:20genting
19:20ya
19:21justru
19:22pemerintah terus
19:23mengupdate
19:23setiap hari
19:25dengan
19:26pemerintah mengupdate
19:27setiap hari
19:28status realnya
19:29dan lain sebagainya
19:32kepercayaan
19:32masyarakat itu
19:33akan dengan
19:34sendirinya meningkat
19:35gitu
19:36karena lihat
19:36oh transparan
19:37walaupun
19:38yang disampaikan
19:39itu jelek-jeleknya
19:40kita gak masalah
19:41jelek-jeleknya itu
19:42kita bisa cari
19:43solusi sendiri
19:43tapi kalau kita
19:44tidak mengakui
19:45ada masalah
19:46kita gak akan ada solusi
19:47ujung-ujungnya nanti
19:49konsekuensinya kelihatan
19:50setelah
19:51setelah terjadi
19:52nah ini yang sangat
19:53harus dihindari
19:54jadi
19:55saya bilang
19:56sekali lagi
19:56pemerintah update
19:57setiap hari
19:58ya
19:59membuka website
20:00kayak apa
20:01untuk update
20:02kita stok kita
20:02ini lagi masa genting
20:03jadi kita
20:05masyarakat bisa lihat
20:07oh
20:07pemerintah ini transparan
20:09trustnya akan meningkat
20:10itu yang
20:11itu yang
20:12jadi kunci
20:13kalau kita
20:14seorang leader
20:15yang
20:15yang apa
20:17sedang bekerja
20:18di pada saat
20:18darurat
20:19atau masa genting
20:21yang saat ini
20:21oke
20:22baik
20:23terima kasih
20:25ketua
20:25komite investasi
20:27asosiasi perusahaan
20:28minyak dan gas
20:29nasional
20:30aspermigas
20:31Moshe Rizal
20:32untuk program
20:33kompas bisnis
20:34di pagi hari ini
20:38usai jidah
20:38saudara
20:39saudara

Dianjurkan