Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Cadangan minyak mentah dunia terus menipis. Hingga Oktober, stok minyak mentah global tercatat kurang dari 6 miliar barel. Jumlah ini menyusut sekitar 1 miliar barel dibandingkan periode sebelumnya.

Menipisnya cadangan minyak ini menambah kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Jika gangguan distribusi dan konflik di kawasan Timur Tengah terus berlanjut, dunia bisa menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan pasokan minyak. Bagi Indonesia, kondisi ini berisiko meningkatkan harga impor dan memperberat beban ketahanan energi nasional.

Pada 19 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman.

Sedangkan cadangan nasional Pertalite berada di kisaran 16 sampai 18 hari. Sementara itu, jenis BBM lainnya di atas 20 hari sesuai standar minimum nasional.

Baca Juga Jokowi Siap Bersaksi di Sidang Roy, Polisi Siapkan Pengamanan Berlapis! di https://www.kompas.tv/regional/699724/jokowi-siap-bersaksi-di-sidang-roy-polisi-siapkan-pengamanan-berlapis

#minyakdunia #bahlillahadalia #pertalite #bbm

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/699726/stok-minyak-mentah-dunia-menipis-bahlil-per-oktober-cadangan-pertalite-di-kisaran-16-18-hari
Transkrip
00:03Intro
00:06Saudara harga minyak mentah dunia terus melambuh sepanjang tahun ini.
00:11Minyak mentah jenis brand yang pada awal Januari masih berada di level 60 dolar 80 sen per barel.
00:19Kini menembus 104 dolar 43 sen per barel pada 3 November.
00:26Data pergerakan harga minyak brand menunjukkan terjadi kenaikan sekitar 71 persen sejak awal Januari hingga 3 November.
00:35Dari semula 60 dolar per barel menjadi 104 dolar per barel.
00:40Penjakan harga minyak dunia ini menjadi tekanan bagi negara pengimpor minyak termasuk Indonesia.
00:47Sebab semakin mahal harga minyak mentah semakin besar potensi beban impor energi.
00:56Tak hanya harga minyak mentah yang melambung, biaya pengiriman minyak juga ikut meroket.
01:03Sebelum perang di Iran, biaya pengiriman hanya sekitar 5 persen dari harga minyak.
01:07Namun setelah perang pecah, porsinya meningkat tajam menjadi 30 persen dari harga minyak atau hampir 6 kali lipat.
01:16Kondisi ini membuat biaya mendatangkan minyak dari luar negeri semakin mahal.
01:21Artinya, tekanan terhadap ketahanan energi Indonesia bukan hanya berasal dari kenaikan harga minyak dunia saja,
01:28tapi juga dari membengkaknya ongkos pengiriman.
01:35Cadangan minyak mentah dunia terus menipis hingga Oktober.
01:39Stok minyak mentah global tercatat kurang dari 6 miliar barel.
01:43Jumlah ini menyusut sekitar 1 miliar barel dibandingkan periode sebelumnya.
01:49Menipisnya cadangan minyak ini menambah kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
01:54Jika gangguan distribusi dan konflik di kawasan timur tengah terus berlanjut,
01:58dunia bisa menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan pasokan minyak.
02:03Bagi Indonesia, kondisi ini bersiko meningkatkan harga impor dan memperberat beban ketahanan energi nasional.
02:14Sedangkan pada 19 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi
02:21sekaligus Menteri SDM, Bahli Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak atau beban nasional dalam kondisi aman.
02:29Sedangkan cadangan nasional Pertalite berada di kisaran 16 sampai 18 hari.
02:34Sementara jenis beban lainnya di atas 20 hari sesuai standar minimum nasional.
02:40Stok nasional kita rata-rata di atas 16 sampai 18 sehari untuk Pertalite.
02:46Tapi kalau yang untuk solar, karena solar kan kita tidak lagi impor, jadi itu tidak ada isu sama sekali.
02:54Nah untuk RON 92, 98, 95 itu rata-rata di atas 20 hari standar minimum nasional.
03:02Nah Kalimantan juga mempunyai stok yang tidak jauh beda dengan apa yang ada di nasional.
03:10Terima kasih.
03:11Terima kasih.
03:11Terima kasih.
03:11Terima kasih.

Dianjurkan