00:03Intro
00:06Saudara harga minyak mentah dunia terus melambuh sepanjang tahun ini.
00:11Minyak mentah jenis brand yang pada awal Januari masih berada di level 60 dolar 80 sen per barel.
00:19Kini menembus 104 dolar 43 sen per barel pada 3 November.
00:26Data pergerakan harga minyak brand menunjukkan terjadi kenaikan sekitar 71 persen sejak awal Januari hingga 3 November.
00:35Dari semula 60 dolar per barel menjadi 104 dolar per barel.
00:40Penjakan harga minyak dunia ini menjadi tekanan bagi negara pengimpor minyak termasuk Indonesia.
00:47Sebab semakin mahal harga minyak mentah semakin besar potensi beban impor energi.
00:56Tak hanya harga minyak mentah yang melambung, biaya pengiriman minyak juga ikut meroket.
01:03Sebelum perang di Iran, biaya pengiriman hanya sekitar 5 persen dari harga minyak.
01:07Namun setelah perang pecah, porsinya meningkat tajam menjadi 30 persen dari harga minyak atau hampir 6 kali lipat.
01:16Kondisi ini membuat biaya mendatangkan minyak dari luar negeri semakin mahal.
01:21Artinya, tekanan terhadap ketahanan energi Indonesia bukan hanya berasal dari kenaikan harga minyak dunia saja,
01:28tapi juga dari membengkaknya ongkos pengiriman.
01:35Cadangan minyak mentah dunia terus menipis hingga Oktober.
01:39Stok minyak mentah global tercatat kurang dari 6 miliar barel.
01:43Jumlah ini menyusut sekitar 1 miliar barel dibandingkan periode sebelumnya.
01:49Menipisnya cadangan minyak ini menambah kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
01:54Jika gangguan distribusi dan konflik di kawasan timur tengah terus berlanjut,
01:58dunia bisa menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan pasokan minyak.
02:03Bagi Indonesia, kondisi ini bersiko meningkatkan harga impor dan memperberat beban ketahanan energi nasional.
02:14Sedangkan pada 19 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi
02:21sekaligus Menteri SDM, Bahli Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak atau beban nasional dalam kondisi aman.
02:29Sedangkan cadangan nasional Pertalite berada di kisaran 16 sampai 18 hari.
02:34Sementara jenis beban lainnya di atas 20 hari sesuai standar minimum nasional.
02:40Stok nasional kita rata-rata di atas 16 sampai 18 sehari untuk Pertalite.
02:46Tapi kalau yang untuk solar, karena solar kan kita tidak lagi impor, jadi itu tidak ada isu sama sekali.
02:54Nah untuk RON 92, 98, 95 itu rata-rata di atas 20 hari standar minimum nasional.
03:02Nah Kalimantan juga mempunyai stok yang tidak jauh beda dengan apa yang ada di nasional.
03:10Terima kasih.
03:11Terima kasih.
03:11Terima kasih.
03:11Terima kasih.