00:01Kami lanjutkan informasi di Kompas Petang, saya Yasir Neneama.
00:04Usai putusan MA dan MK soal syarat pendidikan Wapres Gibran,
00:09pendukung Gibran menyuarakan kalau wakil presiden dan presiden terpilih satu paket.
00:14Tidak hanya soal Wapres, polemik ijasa juga diklaim pendukung Gibran menargetkan presiden Prabowo.
00:25Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban wakil presiden Republik Indonesia.
00:36Apa disampaikan Pak Komarudin, Pak Andres Badan, Anda meminta penyambut yang tersebut sudah menyambut.
00:47Kalau bicara PHPU, ini satu paket. Tidak bisa terpisah-pisah.
00:58Usai putusan Mahkamah Agung yang membatalkan keabsahan surat keterangan penyetaraan pendidikan SMA Gibran Raka Bumi
01:04dan putusan MK soal ijasa SMA Gibran,
01:07partai politik mulai menunjukkan sikap termasuk partai koalisi, yakni PKB.
01:13Anggota Komisi 2 DPR fraksi PKB, Mohamad Khosin, menyatakan
01:17putusan MA dan MK bisa jadi pijakan dan mengubah dinamika sikap partai politik merespons polemik ijasa Gibran.
01:25Mohamad Khosin bilang, PKB telah melakukan komunikasi intensif secara informal dengan partai lain
01:31untuk membahas polemik ijasa Gibran.
01:34Putusan ini sedikit banyak pasti akan merubah dinamika sikap partai secara politik.
01:43Secara informal, kita sudah menjalin komunikasi secara intensif dengan partai-partai parlemen.
01:49Mungkin nanti secara formalnya di DPR memasuki masa sidang antara tanggal 9, tanggal 10 November ini.
01:56Setidaknya dengan putusan MA yang kemarin dikeluarkan,
02:02paling tidak ada titik pijak yang sudah semakin jelas ya.
02:06Hilal politiknya ini semakin nampak untuk partai-partai kemudian melakukan konsolidasi
02:12dan DPR sebagai lembaga politik, mau tidak mau harus memiliki sikap.
02:19Jika tidak bersikap malah menjadi aneh nantinya.
02:23Soal manufar sejumlah partai politik terkait polemik ijasa Gibran,
02:27Sekjen Projo Freddy Damanik menilai,
02:29polemik ijasa ini tak hanya menargetkan Wapres Gibran,
02:33namun juga menargetkan Presiden Prabowo.
02:38Ini sasaran utamanya memang targetnya adalah Presiden Prabowo.
02:43Presiden Prabowo, jadi tumbangkan dulu Wapres Gibran,
02:49kemudian sasaran berikutnya adalah menumbangkan Presiden Prabowo.
02:53Ada beberapa alasan ya.
02:54Ini kenapa menang adalah karena harus kita akuiin ya,
02:58Kekuatan selain partai-partai pendukung,
03:02kekuatan dua tokoh ini yang membuatkuatkan,
03:06Hambalang, Solo, dan partai-partai tentunya.
03:09Ketika satu ditumbangkan, maka menumbangkan yang satunya akan gampang.
03:14Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Mutadi menyebut,
03:19polemik ijasa Gibran berpotensi punya implikasi ke Presiden Prabowo Subianto.
03:23Yang dijadikan dasar oleh Mas Gibran untuk maju sebagai cawapres.
03:29Jadi tetap ada kaitannya ketika Suket itu dipersoalkan keabsahannya
03:35dan dianggap tidak sah oleh MA,
03:37maka dasar etis majunya Mas Gibran sebagai cawapres itu bisa dipersoalkan.
03:45Masalah terkait dengan Wapres,
03:47Presiden mengajukan bakal calon Wapres itu diajukan ke MPR.
03:52Artinya dalam kasus ini sebenarnya Pak Prabowo mungkin sedikit bisa bernafas lega,
03:58tapi implikasi politik berikutnya belum tentu.
04:01Karena bagaimanapun mereka yang mempersoalkan Gibran
04:05bisa berargumen seperti yang Mas David bilang tadi.
04:09Karena Pak Prabowo maju bersama Mas Gibran,
04:11dan legalitas ijasa Mas Gibran dipersoalkan,
04:14bukan tidak mungkin kemudian muncul tuntutan lebih jauh dari
04:19merefekta yang sebelumnya menuntut Mas Gibran untuk mundur,
04:25kemudian masuk meminta Pak Prabowo juga ikutan mundur.
04:29Oke artinya?
04:30Saya ingin menjelaskan mengapa kuku Pak Prabowo atau Geridra masih wet and sea,
04:35jadi bukan sekedar testing the water,
04:37tapi juga melihat apakah implikasi dari kasus ini bisa merembes ke posisi Pak Prabowo.
04:44Setelah MK dan MA memutus perkara syarat pendidikan Wapres Gibran,
04:48bola panas polemik ijasa Gibran kini berada di tangan Gibran dan partai politik di DPR.