Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAWA BARAT, KOMPAS.TV Jumlah korban dugaan keracunan uap gas kimia dari pabrik di Desa Kuta Mekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, terus bertambah. Kasat Reskrim Polresta Karawang Kompol Ali Jupri menyebut, sebanyak 139 orang dari dua desa telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Salah satu korban, Winarti, warga Desa Kuta Mekar, harus menjalani perawatan di RS Rosela Karawang setelah diduga keracunan uap gas kimia.

Berdasarkan hasil sementara penyelidikan, bahan kimia jenis TCCA ditemukan tersimpan di area luar ruangan dan terkena air hujan. Bahan kimia yang diduga berasal dari pabrik PT Pindo Deli Dua Karawang tersebut mengalami reaksi kimia hingga menghasilkan uap yang menyebar ke permukiman warga.

Paparan uap tersebut diduga menimbulkan sejumlah gejala, seperti lemas, mual, hingga pingsan. Polisi masih mendalami keterangan saksi dan pihak perusahaan. Sementara itu, perusahaan melakukan penanganan di area terdampak, termasuk penyemprotan menggunakan mobil pemadam kebakaran.

#karawang #keracunan #gasKimia #pindodeli #jawaBarat #kompastv

Baca Juga Diduga Terpapar Uap Kimia Pabrik, 40 Warga Karawang Jadi Korban Keracunan Gas | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/698748/diduga-terpapar-uap-kimia-pabrik-40-warga-karawang-jadi-korban-keracunan-gas-berut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/698838/live-139-warga-dirawat-akibat-dugaan-keracunan-gas-kimia-dari-pabrik-di-karawang-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara korban keracunan gas kimia dari pabrik di desa Kutamekar, kecamatan Ciampel, Karawang, Jawa Barat terus bertambah.
00:07Kasat reskrim Polresta Karawang mengatakan, sudah 139 orang dari dua desa yang dirawat di rumah sakit.
00:32Masih kerasain? Pusing sekarang. Sempat pingsan tadi? Pingsan.
00:42Winarti, warga desa Kutamekar, kecamatan Ciampel, Jawa Barat terkulai lemas dan mendapat perawatan di rumah sakit Rosela, Karawang.
00:49Winarti diduga keracunan uap gas kimia pabrik yang ada di kawasan tempat tinggalnya.
00:54Jumlah korban keracunan gas kimia di desa Kutamekar, kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang terus bertambah.
01:01Soal kasus dugaan keracunan gas dari pabrik di Karawang, Jawa Barat, Kompol Ali Jupri, Kasat reskrim Polresta Karawang mengatakan,
01:08sudah ada 139 orang dari dua desa yang dirawat di rumah sakit.
01:13Sejumlah saksi dan pihak perusahaan juga terus didalami keterangannya.
01:16Ada 139 orang, warga dari desa Kutamekar, dan juga desa Kutamekar, kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang,
01:26yang menjadi korban terdampak daripada gas karakternya gas TCCA.
01:32139 kondisi mereka seperti apa? Apa yang mereka rasakan informasinya, Pak Kasat?
01:40Informasinya yang kita dapatkan, para korban merasa sesak nafas, dan juga daripada masyarakat sesak nafas,
01:51dan juga matanya merasa pedih daripada asap tersebut.
01:58Informasinya tadi kita simak, ada warga yang melihat asapnya berwarna putih itu kejadiannya sejak kapan?
02:04Dan kondisi saat ini apakah sudah bisa ditanggulangi tidak, Pak, di dua desa tadi, Pak?
02:13Jadi, asap itu berasal dari bahan-bahan CL yang ada di pabrik Pindodeli,
02:23yang mana gudang yang ada penuh penyimpanan CL tersebut,
02:30pihak dari pabrik Pindodeli menyimpan di luar,
02:32dan ditutup terpal hanya tadi malam, terjadi hujan besar dan angin,
02:38sehingga terpal ini terbuka, dan jad CL tersebut yang tidak bisa kena air,
02:46tersiram air hujan, yang menimbulkan asap, dan mengakibatkan sisak nafas buat masyarakat sekitar.
02:53Kita didalami beberapa pihak yang bertanggung jawab atas gudang tersebut,
02:59kita minta keterangan dan minta untuk tanggung jawaban daripada barang-barang yang disimpan di luar daripada gudang.
03:06Kita sedang pendalaman dan memuliskan beberapa saksi dan juga yang bertanggung jawab di gudang tersebut.
03:27Hasil sementara penyelidikan bahan kimia jenis TCCA ditemukan tersimpan di area luar ruangan dan terkena air hujan.
03:35Bahan kimia ini diduga berasal dari pabrik PT Pindodeli 2 Karawang.
03:42Reaksi kimia dari zat yang basah terkena hujan, yang uapnya menyebar ke permukiman,
03:47hingga menimbulkan sejumlah gejala seperti lemas, mual, hingga pingsan.
03:51Selain merujuk korban ke sejumlah rumah sakit, pihak perusahaan berupaya menangani area terdampak,
03:56termasuk penyemprotan menggunakan mobil pemadam kebakaran milik perusahaan.
04:08Informasi terkini, kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV Adi Wahadi di Karawang, Jawa Barat.
04:14Adi, terakhir ada 139 warga dari dua desa yang dirawat di rumah sakit hingga Jumat siang ini.
04:22Bagaimana kondisi korban?
04:25Ivo dan juga saudara, berdasarkan pantauan kami ke rumah sakit Rosela,
04:30di mana banyak atau mayoritas warga korban keracunan dibawa di tangan di rumah sakit ini.
04:36Dan berdasarkan keterangan dari pihak dokter yang menangani para korban,
04:40saat ini mereka masih mengalami sejumlah keluhan seperti mual, kemudian juga sesak napas, muntah, serta gejala lainnya.
04:49Dan ini disebabkan oleh beberapa faktor.
04:53Pertama, jarak begitu dekatnya dengan sumber asap atau gas yang menyebabkan para korban keracunan ini mengalami beberapa keluhan.
05:04Dan untuk bisa menangani para korban, sejumlah upaya tim medis dari rumah sakit,
05:09yang serta beberapa puskesmas yang menangani para korban,
05:13ini terus melakukan pantauan secara intensif, agar kemudian para korban ini bisa selekas membaik.
05:20Dan untuk lebih jelasnya, berikut wawancara kami dari dokter rumah sakit Rosela yang menangani para korban.
05:30Ada total ada 55, yang masih dirawat ada 18, ada anak-anak satu, sisanya dewasa.
05:40Kebanyakan penumpulan, yang laki-laki ada satu.
05:45Ada satu. Kemudian?
05:47Kalau ada yang masih dirasakan, ada yang masih ada sisak, ada mual, ada muntah, sama nyeri bukati.
05:54Nyeri bukati.
05:55Sekarang mulai membaik, cuma karena masih ada keluhan gejala,
05:59sama nanti kita masih evaluasi juga dari keluhannya.
06:02Jadi nunggu masih membaik, sama nunggu dari dokter utama,
06:07namun jawabnya untuk visit juga.
06:11Info dan juga saudara, berdasarkan data yang kami jurnal terbaru,
06:15masih ada 139 korban keracunan akibat gas yang diduga bersumber dari PT Pindu Deli.
06:22Dan 139 korban tersebut ditangani oleh tujuh fasilitas kesehatan.
06:29Mulai dari puskesmasi Ampel, kemudian klinik perusahaan, klinik azahara,
06:34serta beberapa rumah sakit, termasuk rumah sakit Rosela,
06:37yang hingga kini masih merawat 18 korban keracunan Ivo.
06:41Lalu, bagaimana perkembangan penyelidikan kasus dugaan keracunan gas kimia dari pabrik di Karawang ini, Adi?
06:49Berdasarkan keterangan dari pabrik di Polres Karawang,
06:52pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dari peristiwa keracunan
06:57yang menimpa warga desa Kuta Mekat dan desa Kuta Negara, Ketamatan Ciampel ini.
07:03Beberapa yang diperiksa adalah mereka yang bertugas di bagian gudang,
07:07kemudian termasuk warga korban keracunan, manajemen,
07:12serta beberapa saksi lainnya untuk bisa mengungkap bagaimana penulis kejadian
07:18serta penyebab pasti dari keracunan ini terjadi.
07:21Pasalnya, berdasarkan keterangan dari warga,
07:24peristiwa seperti ini terjadi beberapa kali, dan ini bukan yang pertama kalinya.
07:29Memang untuk bahan kimia yang kemarin menimpa atau menyerang warga hingga terjadi keracunan,
07:35itu yang pertama.
07:36Namun sebelum-sebelumnya, peristiwa keracunan akibat dari gas dari sumber PT tersebut,
07:42sudah terjadi beberapa kali oleh karena itu,
07:44untuk bisa menuntaskan agar kasus ini kemudian terulang,
07:47beberapa upaya pemeriksaan secara intensif,
07:50baik oleh pihak kepolisian serta dinas lingkungan hidup,
07:53masih terus dilakukan.
07:54Terakhir jumlah berapa total yang diperiksa,
07:57kami masih menghimpun data tersebut,
07:59pasalnya hingga saat ini proses pemeriksaan masih terus dilakukan
08:02oleh pihak kepolisian maupun dinas lingkungan hidup, IFO.
08:05Adi, apakah lingkungan warga saat ini sudah steril dari paparan gas beracun?
08:14Semenjak terjadinya kebocoran gas yang menyebabkan beberapa,
08:19139 keluarga mengalami keracunan,
08:22langsung ada upaya-upaya penanganan,
08:25baik dari pihak internal perusahaan maupun pihak lainnya,
08:29membantu agar kemudian lokasinya tersebut bisa segera steril.
08:32Upaya-upayanya dengan cara menyiram sejumlah lokasi atau bahan kimia yang tersisa,
08:37dan kemudian harus membersihkan.
08:39Selain itu, pihak dalam kar dari internal perusahaan juga dikerahkan
08:44untuk membersihkan sisa-sisa bahan kimia yang berpotensi akan kembali menguap
08:49dan membahayakan warga.
08:51Dan saat ini berdasarkan informasi yang kami terima,
08:53pihak kepolisian sudah memastikan area tersebut steril
08:57dan masih namun demikian masih tetap dipantau
09:00agar kemudian tidak lagi ada ceceran bahan kimia atau gas
09:02yang menyebar kepada warga yang mengancam kesehatan warga di sekitar pabrik tersebut.
09:08Ketika pembersihan sisa-sisa bahan kimia di lingkungan warga,
09:12apakah warga sempat diungsikan, Adi?
09:17Benar, selama proses pembersihan sisa-sisa bahan kimia,
09:21warga diungsikan ke sejumlah tempat aman.
09:24Salah satunya adalah kantor desa Kota Mekad
09:26dan lokasi ini dianggap radius paling aman
09:29untuk menghindari tebaran atau penyebaran asap atau gas
09:35yang membahayakan tersebut.
09:37Selain itu, pihak Binas Lingkungan Hidup juga terus melakukan pantauan
09:41dan juga mengambil sampel kondisi udara
09:44serta air yang ada di lokasi tersebut
09:47untuk kemudian nantinya memastikan dan memberikan informasi kepada warga
09:51kondisi terkini bagaimana kondisi udaranya
09:54kemudian bagaimana kondisi airnya
09:56serta beberapa informasi yang dibutuhkan oleh warga
09:59agar kemudian peristiwa tersebut tidak kembali terjadi.
10:04Jurnalis Kompas TV, Adi Wahadi melaporkan langsung dari Karawang, Jawa Barat.
10:07Adi, terima kasih atas laporan Anda.
10:09Selamat bertugas kembali.
10:10Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan