Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 jam yang lalu
Bagaimana para ilmuwan bisa mengetahui komposisi bintang yang jaraknya jutaan tahun cahaya, padahal tidak pernah menyentuhnya? Jawabannya tersembunyi di dalam cahaya bintang itu sendiri. Video ini membongkar cara kerja spektroskopi, teknik membaca unsur kimia dari garis-garis gelap di spektrum cahaya bintang. Kita mulai dari penemuan Joseph von Fraunhofer pada tahun 1814, lalu eksperimen Gustav Kirchhoff dan Robert Bunsen yang membuktikan setiap unsur punya sidik jari cahaya sendiri. Kita juga membahas penemuan helium di Matahari sebelum ditemukan di Bumi, serta temuan Cecilia Payne-Gaposchkin bahwa bintang sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium. Kamu juga akan belajar kenapa warna bintang mengungkap suhunya, bagaimana Annie Jump Cannon mengklasifikasikan lebih dari dua ratus ribu bintang, dan kenapa garis hidrogen justru menghilang di bintang terpanas. Video ini juga cocok ditonton bersama keluarga di rumah, karena penjelasannya memakai analogi sehari-hari yang mudah diikuti semua usia. Cocok untuk pelajar, guru, dan siapa pun yang penasaran dengan astronomi. Tonton sampai akhir dan tulis di kolom komentar, unsur apa yang paling membuatmu penasaran.
Transkrip
00:00Satu garis gelap di dalam pelangi cahaya bintang menyimpan seluruh resep kimia bintang itu.
00:05Pada tahun 1814, Joseph von Fraunhofer mengarahkan prisma ke matahari dan menemukan ratusan garis gelap.
00:12Ia tidak pernah menyentuh matahari. Ia tidak pernah mengambil satu sendok pun materinya.
00:17Tapi dari garis-garis itu, para ilmuwan sesudahnya bisa menyebut nama unsur di dalam bintang.
00:22Sekarang giliranmu.
00:24Bisakah kamu menebak unsur apa yang membuat sebuah bintang bersinar biru hanya dari warnanya saja?
00:30Di video ini, kita membongkar cara kerja trik itu.
00:33Dan trik itu dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana, seberkas cahaya yang dipecah menjadi pelangi.
00:39Selama berabad-abad, manusia hanya bisa menatap bintang dan menebak-nebak isinya.
00:43Bintang terlalu jauh untuk dikunjungi.
00:46Tidak ada pesawat yang bisa mendarat di permukaannya.
00:49Tidak ada tangan yang bisa mengambil sampelnya.
00:51Para ilmuwan di abad ke-19 sempat mengira komposisi bintang tidak akan pernah diketahui.
00:57Lalu datanglah dua orang Jerman, Gustav Kirchhoff dan Robert Bunsen.
01:01Mereka membakar berbagai unsur di laboratorium dan merekam warna cahaya setiap unsur.
01:06Setiap unsur ternyata punya sidik jari cahaya sendiri.
01:09Pola garis yang tidak pernah sama.
01:11Tapi ada satu keanehan yang menunggu di ujung video ini.
01:14Garis hidrogen di bintang terpanas justru nyaris menghilang.
01:18Padahal hidrogen adalah unsur paling melimpah di seluruh alam semesta.
01:22Cahaya bintang yang sampai ke bumi sebenarnya membawa pesan yang sangat lengkap.
01:26Ketika cahaya itu dilewatkan melalui prisma, ia terurai menjadi spektrum.
01:31Pita warna dari merah sampai ungu.
01:33Di dalam pita itu terdapat garis-garis gelap tipis.
01:36Seperti kode batang di kemasan produk.
01:38Garis gelap itu muncul karena unsur di atmosfer bintang menyerap warna tertentu dari cahaya yang lewat.
01:44Setiap unsur menyerap warna yang berbeda.
01:46Jadi pola garisnya menjadi tanda pengenal.
01:49Dengan membandingkan pola garis bintang dan laboratorium,
01:52ilmuwan bisa membaca daftar unsur di bintang itu.
01:56Dan cara membaca yang sama ternyata berhasil mengungkap unsur yang bahkan belum pernah ditemukan di bumi.
02:01Pada tahun 868, dua astronom mengarahkan spektroskop ke gerhana matahari total.
02:08Mereka melihat garis kuning terang yang tidak cocok dengan unsur apapun di bumi.
02:12Unsur baru itu mereka beri nama helium.
02:14Dari kata Yunani helios yang berarti matahari.
02:1827 tahun kemudian, helium ditemukan di bumi, tersembunyi di dalam batuan uranium.
02:24Pada tahun 1925,
02:26Cecilia Peengaposkin menganalisis ratusan spektrum bintang di Harwat.
02:30Kesimpulannya mengubah segalanya,
02:32bintang ternyata sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium.
02:36Matahari kita sendiri menyimpan sekitar 73% hidrogen dan 25% helium.
02:42Warna bintang ternyata juga bercerita tentang suhunya.
02:45Bintang biru bisa mencapai 30 ribu derajat,
02:48sedangkan bintang merah hanya sekitar 3 ribu derajat.
02:51Perbedaan warna ini membuat astronom di Harwat menyusun klasifikasi spektrum
02:56dari huruf O sampai M Anijam Kennan sendiri,
02:59mengklasifikasikan lebih dari 200 ribu bintang dengan sistem ini.
03:03Setiap huruf mewakili suhu dan pola garis yang berbeda,
03:06seperti rak di perpustakaan raksasa.
03:09Dan suhu inilah yang akhirnya menjawab keanehan garis hidrogen tadi.
03:13Di bintang yang sangat panas, atom hidrogen kehilangan elektronnya,
03:16sehingga garisnya tidak bisa muncul.
03:18Jadi teka-teki garis hidrogen yang menghilang itu akhirnya terjawab.
03:22Bukan karena hidrogennya habis,
03:24melainkan karena suhunya terlalu panas untuk meninggalkan jejak.
03:27Dari trik sederhana ini,
03:29ilmuwan kini memetakan usia, suhu, dan komposisi jutaan bintang.
03:33Bahkan cahaya galaksi yang jaraknya jutaan tahun cahaya pun
03:37bisa dibaca dengan cara yang sama.
03:39Dan semua itu dimulai dari seberkas cahaya yang dipecah oleh sebuah prisma.
03:43Malam ini, saat menatap langit,
03:45ingatlah setiap titik cahaya di atas sana sedang bercerita tentang isinya.
03:50Terima kasih sudah menemani sampai akhir.
03:52Kalau video ini bermanfaat,
03:54tekan like dan bagikan ke teman yang suka menatap langit.
03:57Tulis di kolom komentar unsur apa yang paling membuatmu penasaran.
04:01Tekan subscribe supaya kita bisa terus menjelajah bersama.
04:04Sampai ketemu di video berikutnya.
04:06Terima kasih sudah menonton!

Dianjurkan