Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 23 jam yang lalu
Alam semesta terus mengembang, dan laju pengembangannya justru semakin cepat. Video ini menjelaskan penemuan Edwin Hubble pada tahun 1929, misteri energi gelap yang mengisi sebagian besar jagat raya, serta nasib langit malam jutaan tahun dari sekarang. Kamu akan memahami konstanta Hubble, pergeseran merah, dan alasan mengapa galaksi terjauh menjauh lebih cepat dari cahaya. Kami juga membahas data supernova tahun 1998 yang membalik pemahaman ilmuwan, serta gambaran masa depan ketika galaksi di luar gugus kita tidak lagi terlihat. Semua dijelaskan dengan bahasa yang mengalir dan analogi sehari-hari, tanpa rumus yang membingungkan. Cocok untuk kamu yang penasaran dengan astronomi, kosmologi, dan masa depan alam semesta. Tonton sampai akhir untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan besar tentang ujung jagat raya, lalu tulis pendapatmu di kolom komentar. Video ini juga mengajakmu membayangkan seperti apa langit malam seratus miliar tahun dari sekarang, ketika hanya Bima Sakti yang tersisa untuk dilihat, dan mengapa Andromeda justru mendekat sementara galaksi lain menjauh. Jangan lewatkan bagian twist di akhir video, karena di sana kami membuka kembali lembar data lama yang mengubah segalanya.
Transkrip
00:00Semua orang mengira galaksi-galaksi di langit bergerak, menjauh seperti mobil yang melaju di jalan tol.
00:05Kenyataannya justru sebaliknya. Galaksi-galaksi itu nyaris tidak bergerak sama sekali.
00:10Ruang di antara mereka yang meregang, seperti adonan roti yang mengembang di dalam oven.
00:16Tahun 1929, Edwin Hubble mengukur pergeseran merah puluhan galaksi dan menemukan semuanya menjauh dari kita.
00:24Penemuan itu mengubah cara manusia memandang langit untuk selamanya.
00:28Padahal cahaya dari galaksi terjauh yang kita lihat malam ini sudah berangkat sebelum bumi terbentuk.
00:34Selama puluhan tahun, para ilmuwan yakin pengembangan alam semesta pasti melambat.
00:39Gravitasi menarik semua galaksi ke arah satu sama lain.
00:42Jadi wajar kalau laju pengembangan berkurang dari waktu ke waktu.
00:46Tapi pada akhir tahun 1990-an, dua tim ilmuwan mengukur cahaya dari puluhan supernova yang sangat jauh.
00:53Hasilnya membuat mereka memeriksa ulang semua perhitungan.
00:56Di dalam arsip teleskop Hubble, ada satu lembar data pengukuran cahaya dari tahun 1998 yang diam-diam membalik semua perhitungan.
01:06Alih-alih melambat, pengembangan justru semakin cepat.
01:10Dan percepatan itu tidak punya penjelasan yang memuaskan sampai hari ini.
01:14Energi gelap adalah nama yang diberikan ilmuwan untuk sesuatu yang tidak bisa mereka lihat.
01:19Ia tidak memancarkan cahaya, tidak memantulkan cahaya, dan tidak bisa disentuh alat apapun.
01:24Tapi perhitungan dari satelit Plank menunjukkan energi gelap mengisi sekitar 70% dari seluruh isi alam semesta.
01:32Sebuah kekuatan menguasai hampir seluruh jagad raya, tapi tidak pernah terlihat oleh mata manusia.
01:37Kekuatan inilah yang mendorong galaksi-galaksi semakin jauh satu sama lain.
01:42Semakin jauh jaraknya, semakin cepat pula dorongan itu bekerja.
01:46Dan dorongan yang sama akan menentukan nasib langit malam, kita jutaan tahun dari sekarang.
01:51Para ilmuwan mengukur laju pengembangan dengan angka yang disebut Konstanta Hubble.
01:55Setiap megaparsek jarak, sekitar 3 juta tahun cahaya, sebuah galaksi menjauh 70 km lebih cepat setiap detiknya.
02:03Galaksi yang jaraknya 2 kali lebih jauh, akan menjauh 2 kali lebih cepat.
02:08Ini bukan karena galaksi itu berlari, melainkan karena ruang di antara kita dan mereka terus bertambah.
02:14Analoginya seperti titik-titik di permukaan balon yang sedang ditiup.
02:17Semakin jauh titiknya, semakin cepat ia menjauh.
02:21Akibatnya, galaksi terjauh sudah menjauh lebih cepat dari kecepatan cahaya itu sendiri.
02:25Tapi jangan khawatir, batas itu tidak dilanggar, karena yang bergerak adalah ruangnya, bukan galaksinya.
02:31Kalau pengembangan terus berlanjut, langit malam kita akan berubah perlahan tapi pasti.
02:37Dalam waktu sekitar 100 miliar tahun, semua galaksi di luar gugus galaksi, kita akan menjauh terlalu jauh untuk dilihat.
02:44Cahaya mereka tidak akan pernah lagi mencapai teleskop kita.
02:47Generasi manusia di masa depan mungkin akan melihat langit yang nyaris kosong, hanya galaksi kita sendiri yang tersisa.
02:54Sementara itu, galaksi Andromeda yang kini berjarak 2,5 juta tahun, cahaya akan mendekat dan akhirnya menyatu dengan bima sakti.
03:01Peristiwa itu tidak terjadi dalam semalam, prosesnya memakan waktu miliaran tahun.
03:06Dan ketika itu terjadi, langit malam akan menampilkan pemandangan yang tidak pernah dilihat manusia manapun sebelumnya.
03:14Sekarang kita kembali pada lembar data dari tahun 1998 itu.
03:18Data itu berasal dari pengukuran cahaya supernova yang meledak miliaran tahun lalu.
03:24Cahaya itu menempuh perjalanan sangat panjang sebelum akhirnya ditangkap teleskop di bumi.
03:28Dari kecerahan cahaya itulah, para ilmuwan menghitung jarak supernova dan menemukan pengembangan justru semakin cepat.
03:36Satu lembar data itu mengubah peta masa depan alam semesta selamanya.
03:39Artinya, langit yang kita kenal malam ini sedang bergerak menuju keadaan yang sama sekali berbeda.
03:45Jadi kalau langit malam yang kamu lihat hari ini suatu hari akan kosong dari galaksi lain, apakah manusia masih bisa
03:51menemukan jawaban tentang ujung jagad raya?
03:54Terima kasih sudah menonton sampai detik terakhir.
03:57Perjalanan kali ini benar-benar membuka mata tentang betapa luasnya ruang yang kita huni.
04:02Kalau cerita ini membuatmu penasaran, subscribe dulu supaya penjelajahan seperti ini terus berlanjut.
04:07Lalu tulis di kolom komentar,
04:10Galaksi mana yang paling ingin kamu kunjungi kalau suatu hari manusia bisa bepergian antar galaksi?
04:15Dan kalau cerita ini bermanfaat, tekan like dan bagikan ke teman yang suka menatap langit malam.
04:21Kita sambung lagi di cerita berikutnya.
04:23Terima kasih telah menonton sampai jumpa di video selanjutnya.

Dianjurkan