Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Kenapa melihat galaksi jauh berarti melihat masa lalu alam semesta? Jawabannya ada pada kecepatan cahaya yang terbatas. Cahaya dari galaksi GN-z11 menempuh perjalanan 13,4 miliar tahun sebelum tertangkap Teleskop Luar Angkasa James Webb. Dalam video ini, kita mengurai kenapa cahaya butuh waktu untuk sampai, bagaimana redshift membantu ilmuwan mengukur jarak dan usia cahaya, dan apa yang dilihat teleskop James Webb di langit yang sangat dalam. Kamu akan belajar kenapa Matahari yang kita lihat adalah Matahari delapan menit yang lalu, kenapa galaksi Andromeda yang kita lihat malam ini adalah potret dari dua setengah juta tahun lalu, dan bagaimana para astronom menyusun garis waktu alam semesta dari cahaya pertama sampai hari ini. Video ini cocok untuk kamu yang penasaran dengan astronomi, luar angkasa, dan cara kerja teleskop modern. Tonton sampai akhir dan tulis di kolom komentar, galaksi mana yang paling ingin kamu lihat dari dekat? Bagikan video ini ke teman yang suka menatap langit malam dan penasaran dengan rahasia alam semesta yang luas. Jangan lupa subscribe untuk cerita langit berikutnya.
Transkrip
00:0013,4 miliar tahun.
00:02Selama itu, cahaya dari galaksi terjauh yang pernah di foto manusia berjalan menembus gelap
00:06sebelum akhirnya tertangkap kamera teleskop luar angkasa James Webb.
00:10Cahaya itu berangkat saat alam semesta baru berusia sekitar 400 juta tahun.
00:15Artinya, kita sedang menatap masa lalu yang sangat jauh, bukan sekadar jauh di ruang.
00:20Jauh di waktu.
00:21Faktanya, cahaya bintang yang kamu lihat malam ini sudah menempuh perjalanan ribuan tahun sebelum sampai ke matamu.
00:27Cahaya memang cepat, tapi tidak secepat yang kita kira.
00:31Kecepatannya sekitar 300 ribu kilometer per detik.
00:34Angka itu terdengar mustahil dikejar.
00:36Tapi di skala alam semesta, cahaya justru terasa lambat.
00:40Cahaya matahari butuh 8 menit untuk sampai ke bumi.
00:43Artinya, matahari yang kamu lihat pagi ini sebenarnya adalah matahari 8 menit yang lalu.
00:48Kalau matahari tiba-tiba padam, kita baru tahu 8 menit kemudian.
00:52Dan inilah kuncinya.
00:54Jarak di langit selalu berarti jarak di waktu.
00:56Semakin jauh sebuah galaksi, semakin tua cahaya yang sampai ke kita.
01:01Para astronom di awal, abad ke-20 mengira alam semesta itu diam dan tidak berubah.
01:06Lalu Edwin Hubble datang dengan data yang membalik semuanya.
01:09Pada tahun 1929, ia menunjukkan galaksi-galaksi di sekitar kita sedang menjauh.
01:15Semakin jauh galaksinya, semakin cepat ia menjauh.
01:19Cahaya dari galaksi yang menjauh itu meregang.
01:21Panjang gelombangnya memanjang dan bergeser ke arah merah.
01:24Fenomena ini disebut redshift, pergeseran merah.
01:28Seperti suara sirene ambulans yang nadanya turun saat menjauh dari kita.
01:32Redshift adalah sidik jari jarak dan waktu.
01:34Dan dari situlah para ilmuwan mengukur seberapa tua cahaya yang kita tangkap.
01:39Sekarang pikirkan sebuah foto lama.
01:41Foto itu membekukan momen yang sudah lewat.
01:43Cahaya dari galaksi jauh bekerja dengan cara yang sama.
01:46Bedanya, foto ini menempuh perjalanan miliaran tahun sebelum sampai.
01:50Galaksi Andromeda, tetangga terdekat kita, berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya.
01:56Artinya, cahaya Andromeda yang kita lihat malam ini berangkat saat manusia purba masih berburu dengan tombak batu di bumi.
02:03Dan galaksi terjauh itu jauh lebih ekstrim.
02:06Cahayanya berangkat ketika alam semesta masih bayi, belum ada bumi, belum ada matahari, belum ada kita.
02:11Setiap kali teleskop menatap lebih jauh, ia menatap lebih dalam ke masa lalu.
02:16Teleskop luar angkasa James Webb diluncurkan pada akhir tahun 2021 untuk satu misi besar.
02:22Menatap cahaya pertama yang pernah ada.
02:25Cermin emasnya yang selebar 6,5 meter menangkap cahaya inframerah yang sangat redup.
02:30Cahaya yang sudah meregang selama miliaran tahun perjalanan.
02:33Pada tahun 2022, Webb merilis foto lapangan dalamnya yang pertama.
02:37Di dalam sepetak langit sekecil butir pasir yang dipegang sejauh lengan, ribuan galaksi bersinar.
02:44Masing-masing adalah potret dari zaman yang berbeda.
02:47Ada yang berusia 10 miliar tahun, ada yang lebih tua lagi.
02:51Foto itu seperti membuka album keluarga alam semesta, dan setiap halamannya berasal dari masa yang berbeda.
02:57Dan inilah yang membuat para ilmuwan merinding.
02:59Dengan menatap semakin jauh, mereka bisa menyusun garis waktu alam semesta dari awal.
03:04Dari cahaya pertama, kelahiran bintang pertama, sampai galaksi-galaksi raksasa yang kita kenal hari ini.
03:10Alam semesta berusia sekitar 13,8 miliar tahun.
03:14Dan teleskop kita sudah bisa mengintip masa ketika usianya baru 400 juta tahun.
03:19Itu seperti menonton film dari menit-menit pertama.
03:22Kita tidak butuh mesin waktu.
03:24Langit malam sudah menyediakannya sejak lama.
03:26Setiap galaksi jauh adalah jendela yang membuka ke masa lalu.
03:29Dan jendela itu masih terbuka lebar malam ini.
03:32Bintang yang kamu lihat malam ini mungkin sudah padam jauh sebelum cahayanya sampai ke matamu.
03:37Cahayanya tetap berjalan, seperti surat terakhir yang baru sampai setelah pengirimnya pergi.
03:43Terima kasih sudah menonton sampai akhir.
03:45Senang sekali bisa berbagi cerita langit denganmu.
03:48Kalau kamu bisa memilih satu galaksi untuk dikunjungi lewat cahaya, galaksi mana yang kamu pilih?
03:54Tulis jawabanmu di kolom komentar.
03:56Dan kalau cerita langit seperti ini membuatmu penasaran, tekan subscribe supaya kita bisa menjelajah bersama lagi.
04:02Sampai jumpa di cerita berikutnya.

Dianjurkan