00:00Kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai Presiden,
00:03pasti apa yang disampaikan oleh Presiden,
00:06semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks implementasi program
00:10untuk menuju pada survival.
00:12Jadi kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita,
00:16hati-hati, saya juga mungkin memikirkan untuk gas yang tidak berpanjang
00:20untuk ekspor ke negara tetangga,
00:23karena kan harus survival kan, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri.
00:27Terkait dengan ketahanan energi kita,
00:30saya akan melakukan evaluasi kontrak dengan negara-negara lain
00:36yang tidak kooperatif,
00:40yang tidak saling menghargai antara hubungan sama negara.
00:45Saya akan melakukan evaluasi,
00:47dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan,
00:51untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia.
00:59Tapi kalau negara-negara yang menghargai Indonesia,
01:03yang kita saling menghargai,
01:06maka sekalipun mereka tidak punya kontrak,
01:08kita akan membuat kontrak dan kita akan kasih kepada mereka.
01:12Itulah asas kesetaraan.
01:15Jangan di saat mereka butuh, baru mereka datang untuk memohon.
01:21Di saat ada persoalan lain yang sesungguhnya itu mampu dibicarakan dengan baik-baik,
01:26seperti saudara yang tidak tahu adat saja.
01:30Ini yang kita tidak mau.
01:32Jadi kita harus mempunyai prinsip,
01:34kedaulatan negara kita adalah sesuatu yang sah,
01:38dan kemerdekaan kita direbut dengan perjuangan panjang.
01:43Kemerdekaan kita adalah kemerdekaan bukan hasil pemberian.
01:48Kemerdekaan kita adalah kemerdekaan yang diperjuangkan.
01:52Berabad-abad.
01:55Today, most of our electricity is generated using natural gas.
02:00We import a significant amount of this gas through pipelines from Indonesia.
02:06Yesterday, Indonesia announced cuts to its gas exports to Singapore.
02:12Now, the gas supplies are covered by commercial contracts.
02:17We expect all parties to honor their commitments.
02:21And Singapore's gas importer will take the necessary steps
02:26to protect its rights and interests under these contracts.
02:30At the same time, we have been preparing for such risk.
02:35That's why we invested in LNG terminals
02:37to import natural gas from different countries
02:40without having to rely on pipelines.
02:44So this gives us more options to manage any disruptions to our gas supply.
02:51But we must look beyond natural gas.
02:55We also need cleaner sources of power
02:58to provide reliable electricity around the clock.
03:03And that's why we are studying seriously the potential of nuclear energy.
03:10Understandably, there are concerns about the safety of nuclear power
03:13in a small and densely populated country like Singapore.
03:18We take the concerns very seriously.
03:20Safety must come first.
03:22But we should not rule out an option
03:25simply because it is difficult or controversial.
03:28We must assess the risks and trade-offs carefully,
03:32engage Singaporeans,
03:34and eventually make the right decision
03:36to secure our energy future.
03:50Alhamdulillah, tadi kita melakukan rapat Kabinet Paripurna
03:54dalam rangka 2% perambu dan 6% perambu.
04:00Saya tadi menyampaikan tentang kinerja capai kinerja
04:04daripada di sektor ESDM.
04:08Batu Barat kita, sekalipun produksinya menurun,
04:11tapi target PNBP kita bisa melampaui target.
04:14Export kita, target divisional di sektor Batu Barat di tahun ini,
04:18itu akan mencapai lebih dari target.
04:19kita targetin 27 miliar,
04:21ini akan bisa mencapai di atas 30 miliar USD.
04:27Pendapatan negara PNBP kita ada di 133 triliun,
04:30ini bisa mencapai di atas 160 triliun lebih.
04:36Kemudian energi kita,
04:38apa namanya, energi rata-rata masih sangat rasional,
04:41terkait kita lain.
04:42Jadi, alatnya oke,
04:44yang sekarang kita lagi membeli,
04:48adalah harga ICP global yang naik terus.
04:51Karena begitu harga ICP global naik terus,
04:54itu kemungkinan besar akan menambah top-up subsidi.
04:57Tapi,
04:58pemerintah berkomitmen untuk tidak ada kenaikan BPM subsidi.
05:01Tidak ada kenaikan.
05:03Sekarang rata-rata ICP diantah 97 dolar,
05:05290 dolar per parel.
05:07Padahal di dalam BPM itu setiap 70 dolar.
05:11Ya, kita targetkan kalau menurun terus,
05:12mungkin di bawah 100 dolar per parel.
05:14Jadi, relatif.
05:16Oke, untuk BPM subsidi,
05:17insya Allah, tidak lagi.
05:18Tidak ada kenaikan BPM subsidi,
05:19apa Pak Pak?
05:22Catatannya harus kerja cepat.
05:25Kerja cepat,
05:26eksekusi cepat,
05:27jangan lambat sesuai aturan,
05:29dan jangan melanggar aturan.
05:30Tidak ada kenaikan BPM atau bilang Indonesia dalam komisi seluruh pantau,
05:33mungkin ada kemungkinan di sini.
05:34Iya, memang harusnya di survival.
05:37Kita sebagai pejabat negara,
05:39maupun sebagai presiden,
05:41pasti,
05:42apa yang disebut oleh presiden,
05:44semua kemungkinan mungkin menjabarkan
05:46dalam kontes diukumitas kontrak,
05:48untuk menuju ke survival.
05:50Jadi, kalau negara-negara lain mau
05:52pandangan lain untuk kita,
05:54hati-hati.
05:54Saya juga mungkin memikirkan
05:56untuk gas yang tidak terpanjang
05:58untuk ekspor ke negara-negara.
06:01Karena kan harus survival, kan?
06:03Harus menurut kebutuhan berat-negara.
06:04Ya, gitu ya.
06:08Nanti, Pak Bas.
06:11Nah, nah, nah.
06:17Cara baru nonton di Smart TV,
06:20nonton live streaming,
06:21dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
06:24langsung dari Smart TV kamu.
06:26Cara installnya,
06:27buka Google Play Store di Smart TV kamu.
06:30Cari Kompas TV melalui pencarian.
06:33Pilih aplikasi,
06:35lalu install.
06:36Selesai,
06:37kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
06:41Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.