Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua, Ade Armando mengungkapkan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka awalnya tidak terlalu ingin maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Menurut Ade, Gibran sempat ingin menuntaskan tugasnya sebagai Wali Kota Solo sebelum melanjutkan karier politik, termasuk kemungkinan maju sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Namun, Gibran akhirnya bersedia mendampingi Prabowo Subianto setelah beberapa kali diminta untuk maju, dengan permintaan tersebut disampaikan Prabowo melalui Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

"Dengan hormat saya sepenuhnya kepada semua pihak, Anda pernah dengar kan cerita bahwa dan ini yang menyampaikan orang-orang Prabowo sendiri sebetulnya ketika itu sudah empat kali Mas Gibran diminta oleh Prabowo melalui Pak Jokowi untuk menjadi calon wakil presiden," ujar Ade.

Menurut Ade, Gibran akhirnya bersedia setelah kembali diminta untuk membantu Prabowo.

"Karena itulah untuk kelima kalinya ketika itu dikatakan tolonglah kalau begitu bantulah ini Pak Prabowo kata Pak Jokowi," ujar Ade.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697934/ade-armando-cerita-gibran-sempat-menolak-jokowi-minta-bantu-prabowo
Transkrip
00:00Baik, saya ke Bang Ade.
00:01Bang Ade, Istana kan sudah memastikan bahwa tidak akan ada intervensi.
00:05Apakah ini maknanya bahwa Pak Presiden Prabowo Subianto itu khawatir
00:09karena ini akan merusak solidalitas dari kualisi?
00:14Saya pertama-tama tidak terlalu paham juga.
00:17Sebetulnya Pak Prabowo maunya mana ya?
00:19Maunya apa?
00:20Tapi apapun yang dia inginkan, menurut saya sih ya oke-oke aja.
00:23Tapi sejauh ini yang Anda baca sebenarnya Pak Presiden Prabowo Subianto itu
00:27mengarahnya ke mana?
00:28Nah, apakah akan memberikan lampu hijau atau cari aman saja?
00:31Saya rasa lebih ke arah ragu-ragu.
00:33Ragu-ragu, ragu-ragunya karena apa Bang?
00:35Karena sebetulnya siapapun yang mengikuti kasus ini
00:38itu sadar bahwa sebetulnya Mas Gibran itu kami pendukung Gibran ya.
00:45Mas Gibran itu tidak bisa disalahkan dalam kasus ini.
00:49Kan berulang kali orang membangun narasi bahwa
00:52dia itu melanggar konstitusi atau konstitusi diubah buat dia dan seterusnya.
00:57Ya, tapi kan sebetulnya itu tanpa dasar ya.
01:03Atau saya mau langsung aja ke poin saya yang terutama ya, terutama yang penting.
01:08Mas Gibran dalam kasus, apa namanya, ijazah ini ya,
01:14itu sebetulnya menjalankan kewajiban dia sebagai warga negara
01:18yang ikut dalam sebuah pemilihan.
01:20Dia ikut, kemudian kan tentu saja bertanya pada KPU, apa aturannya?
01:27KPU mengatakan bahwa harus ada ijazah SMA.
01:32Gibran mengatakan, ini dialog dalam imajinasi saya ya.
01:38Gibran mengatakan, saya tidak punya ijazah SMA
01:42karena saya mengikuti proses pendidikan
01:44di mana saya mengikuti pathway, menuju universitas.
01:50Dan kemudian saya masuk ke universitas tanpa ijazah SMA.
01:55Saya punya ijazah S1.
01:59Boleh enggak?
02:00Kata KPU, boleh.
02:01Kenapa?
02:02Ada peraturan KPU yang bilang bahwa buat lulusan luar negeri
02:07tidak diwajibkan menunjukkan ijazah SMA
02:11selama dia bisa menunjukkan ijazah S1.
02:15Jadi dengan kata lain, saya mau bilang
02:18Gibran itu tidak melanggar hukum apa-apa.
02:21Dia mengikuti aturan yang ada.
02:23Yang Anda bilang kan saya tidak...
02:25Tapi dengan sekarang sikap dari Pak Presiden yang diam
02:29tidak melakukan intervensi, apakah Gibran tidak merasa ditinggal?
02:33Tidak.
02:34Kalau dalam hal itu saya percaya betul dengan...
02:38Sebetulnya gini ya, Mas Gibran itu bukanlah seseorang
02:40yang kepengen banget jadi wapres.
02:42Yang pengen siapa bang?
02:44Yang pengen siapa waktu itu?
02:44Kan yang memintakan Pak Praswowo
02:48dengan hormat saya sepenuhnya kepada semua pihak ya.
02:53Anda pernah dengar kan cerita bahwa
02:55dan ini yang menyampaikan orang-orang Prabowo sendiri.
02:57Sebetulnya ketika itu sudah empat kali
03:00Mas Gibran diminta oleh Prabowo
03:03melalui Pak Jokowi untuk menjadi calon wakil presiden.
03:07Gibran memilih untuk selesaikan dulu wali kota Solo
03:12dan mungkin kemudian ke Gubernur Jawa Tengah lah.
03:15Tidak usah jadi wakil presiden.
03:17Tapi masalahnya hasil survei terus menerus menunjukkan
03:20dari semua calon wakil presiden yang ada,
03:24ada beberapa nama Erick Thohir dan kawan-kawan,
03:26selalu yang tertinggi suaranya adalah Gibran.
03:30Karena itulah untuk kelima kalinya ketika itu dikatakan
03:33tolonglah kalau begitu bantulah ini Pak Prabowo kata Pak Jokowi
03:37dan akhirnya kata Gibran ya sudah oke.
03:40Jadi dia itu sebetulnya gak kepengen-kepengen banget
03:42untuk maju sebagai wakil pres.
03:45Nah dia maju pada saat itulah kemudian juga terjadi perubahan di Mahkamah Konstitusi.
03:50Jadi waktu itu memang Pak Prabowo yang butuh Gibran?
03:52Yang meminta.
03:53Yang meminta.
03:54Minta artinya butuh kan?
03:55Ya terserah bahasanya apa.
03:57Yang penting adalah karena semua survei menunjukkan bahwa
04:00kalau dengan Gibran kepastian kemenangan itu jauh lebih tinggi
04:06dibandingkan kalau disandingkan dengan yang lain-lain.
04:09Nah jadi dia memenuhi syarat sejak ketika dia maju menjadi dia maju itu
04:14pertama-tama adalah bahwa walaupun dia usianya di bawah 40 tahun
04:18tapi dia sudah pernah menjadi seorang kepala daerah
04:22yang dipilih melalui sebuah pemilu.
04:25Itu satu.
04:25Itu keputusan siapa?
04:27Keputusan Mahkamah Konstitusi.
04:28Orang bisa aja debat tentang
04:30wah ini dibuat-buat Gibran.
04:32Buat saya ya enggak.
04:34Itu kan spekulasi, interpretasi.
04:38Tapi memang aturan itu ada di situ.
04:40Jadi Gibran enggak bersalah.
04:42Nah kedua sekarang juga begitu.
04:44Boleh enggak dia tidak menunjukkan ijasa SMA-nya?
04:47Ternyata memang ada aturan yang dikeluarkan oleh KPU
04:50yang mengatakan bahwa tanpa ijasa SMA pun
04:54seseorang bisa maju karena
04:55zaman sekarang orang udah biasa tuh.
04:58kuliahnya di luar negeri tanpa lulus SMA.
05:01Ini adalah sebuah gejala baru yang tidak pernah terpikirkan di masa lalu
05:06dan tidak terpikirkan oleh orang-orang tua barangkali ya.
05:09Oleh misalnya kayak hakim di Mahkamah Konstitusi gitu ya.
05:13Dia tuh enggak tahu bahwa sebetulnya zaman sekarang
05:15orang tuh bisa saja sekolah sampai S1 tanpa lulus SMA.
05:20Oke.
05:20J surtkan.

Dianjurkan