00:00Semuanya negara saudara perang antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi kian memanas.
00:05Serangan rudal dan drone Houthi menyasar sejumlah target strategis di Arab Saudi dari Riyadh hingga fasilitas minyak.
00:16Kelompok Houthi di Aman dan koalisi pimpinan Arab Saudi saling melancarkan serangan sengit pada hari Sabtu.
00:22Kelompok Houthi mengklaim telah melakukan serangan rudal dan pesawat nirawak atau drone di berbagai wilayah Arab Saudi.
00:28Sementara serangan udara intensif mengguncang wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi di Aman yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka.
00:38Jurubicara militer Houthi menyatakan bahwa kelompoknya meluncurkan tujuh serangan rudal dan drone yang menyasar bandara,
00:45fasilitas minyak, serta pangkala militer di kota-kota Arab Saudi yakni Riyadh, Yanbu, Rabik, Damam, Najran, dan Kamis Musyakhir.
01:17Terima kasih telah menonton!
01:28Kutim telah meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke sejumlah target strategis di Arab Saudi.
01:33Sasaran serangan meliputi bandara internasional King Khalid di Riyadh, sejumlah fasilitas minyak di Yanbu dan Jeddah,
01:41serta bandara dan pangkalan udara di kota lainnya.
01:44Kutim menyebut serangan ini sebagai balasan atas gempuran udara Arab Saudi di wilayah Yaman yang dikuasai kelompok tersebut.
01:51Sebelumnya Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sejumlah rudal yang diluncurkan ke arah beberapa kota termasuk Riyadh.
02:06Terima kasih telah menonton!
02:32Ketegangan Timur Tengah kembali memanas.
02:34Kelompok Houthi mengklaim menyerang bandara Riyadh dan fasilitas minyak Arab Saudi sebagai balasan atas gempuran udara di Yaman.
02:41Apa tujuan Houthi?
02:42Menyasar obyek-obyek strategis Arab Saudi dan sejauh mana eskalasi ini beresiko meluaskan konflik di kawasan?
02:49Kita bahas bersama Aisyah Kusuma Sumantri, peneliti Indo-Pacific Strategic Intelligence.
02:56Mbak Isha, selamat sore.
02:58Selamat sore Mbak.
03:00Mbak Isha, kalau dari perspektif Anda, apa yang bisa dibaca dari target strategis Houthi dengan menyerang bandara, fasilitas minyak Arab
03:08Saudi?
03:09Mbak Isha.
03:11Ya, pertama kita lihat bahwa houthi ini memang berencana untuk melumpuhkan perekonomian Arab Saudi.
03:18Nah, satu hal yang perlu kita cakapkan itu bahwa houthi ini kan merupakan sebuah grup milisya yang sebenarnya secara militer
03:25yang berada di bawah Arab Saudi.
03:27Secara kepemilikan, amerika, lalu kemudian secara personal dan masih banyak lagi.
03:32Jadi, dia menyadari dengan pasti bahwa ketika dia melakukan perang konvensional dengan Arab Saudi, maka kemudian dia tidak akan menangkan
03:40perang tersebut.
03:41Akhirnya, dia berusaha untuk menggeser strategi perangnya dari apa yang kemudian kita kenal sebagai perang asimetris, menjadi perang yang sifatnya
03:49itu adalah asimetris.
03:51Nah, ini yang cukup menarik ya, saya lihat di sini.
03:53Karena salah satu indikator dari perang asimetris juga adalah dengan cara sebenarnya menyasar seluruh faktor yang bisa memenangkan perang tersebut.
04:03Di antaranya adalah faktor ekonomi, lalu kemudian faktor politik, dan masih banyak lainnya.
04:09Dan saya kira sebenarnya cara-cara dari menyerang bandara, lalu kemudian menyerang basis-sosias strategi,
04:16seperti misalnya kilang minyak, lalu kemudian pabrik petosinya, itu merupakan salah satu cara menyerang untuk menunjukkan bahwa strategi mereka ini
04:25dapat mengganggu
04:27sebenarnya fungsi Arab Saudi sebagai salah satu negara tersebut penghasil minyak di kawasan Asia Barat.
04:33Jadi, kandang-kandang sebenarnya, dia tahu pasti bahwa Arab Saudi ini memiliki target untuk kemudian vision 2030.
04:46Tapi gini Mbak Isha, kalau dilihat dari serangan-serangan ke titik-titik strategis ini,
04:53menurut Anda apakah ini sekadar aksi balasan atau memang sebenarnya ada strategi untuk menyerat Arab Saudi ke konflik yang lebih
05:00luas lagi?
05:02Saya kira sebenarnya harus dipahami bahwa Houthi ini merupakan aktor yang terpisah dibandingkan dengan Iran.
05:09Memang perang ini tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang terpisah, tetapi ketika perang antara Iran dan Amerika Serikat ini mulai
05:16meredak,
05:17Houthi sebenarnya melihat adanya sebuah peluang bagi mereka untuk bisa menaikkan kembali isu-isu yang mereka mau perjuangkan sebenarnya.
05:27Dan kita tahu sebenarnya ada beberapa hal yang sebenarnya diinginkan oleh FUSRI dalam dunia internasional.
05:33Pertama itu adalah pembangunan Asia.
05:35Oke, kalau kita melihat ada beberapa hal ini, apa saja yang sekiranya harus diantisipasi agar tidak kembali lebih meluas lagi
05:43di sana?
05:44Kita akan kembali membahas ya selepas jeda, tetap bersama kami.
05:57Lalu seberapa serius ancaman Houthi terhadap keamanan energi Arab Saudi?
06:01Kita masih membahasnya bersama Mbak Isha.
06:04Mbak Isha, jika memang serangan ini terus terjadi, seberapa serius sebenarnya ancaman Houthi untuk menyerang titik-titik strategis terkait dengan
06:12keamanan energi Arab Saudi?
06:14Ya, seperti yang kita tahu sebenarnya Arab Saudi ini memiliki keinginan untuk bisa melakukan diversifikasi dari sumber pemasukan GDP-nya.
06:23Tetapi kita baru memahami bahwa saat ini Arab Saudi ini belum sepenuhnya bisa terlepas dari kemampuannya untuk kemudian bisa mengeksforminya
06:33keluar.
06:33Nah, sekarang Arab Saudi ini berusaha untuk mendiversifikasi perekonomiannya melalui misalnya Vision 2030 ya,
06:41di mana kemudian ada keinginan Arab Saudi untuk membuat Riyadh ini sebagai sentra bisnis,
06:47lalu kemudian sentra perkembangan teknologi, serta kemudian pusat pariwisata dari Arab Saudi.
06:52Nah, ini cukup menarik.
06:53Dengan kemudian penerusnya terjadi serangan-serangan dari Houthi, maka kemudian progres yang kemudian dicapai di tahun 2030 ini otomatis tidak
07:02akan tercapai.
07:03Sehingga mau tidak mau memang Arab Saudi harus kemudian mengevaluasi ulang, kemudian rencana pembangunan perekonomiannya.
07:10Terlebih, ini juga akan mempengaruhi hubungan diplomatik Arab Saudi dengan negara-negara investor lainnya,
07:15khususnya negara-negara yang berasal dari Eropa dan kemudian negara Amerika.
07:18Nah, satu hal yang kemudian cukup menarik, saya kira di sini ini merupakan salah satu cara dari Ansharullah atau Houthi
07:25untuk bisa mendapatkan posisi tawar yang lebih tinggi.
07:28Apa saja yang diinginkannya?
07:29Kan kita tahu, yang pertama untuk membuat Arab Saudi mengganti rugi, biaya perang yang sudah terjadi dari tahun 2015.
07:36Lalu yang kedua, kita juga memahami bahwa Ansharullah berusaha mendapatkan pengakuan sebagai pemimpin yang legitimate di sana A,
07:43sebagai penguasa Yemen.
07:45Dan yang ketiga, saya kira ini merupakan salah satu cara agar Yemen ini itu bisa kemudian mengatur jalannya perang
07:52dan kemudian meningkatkan leverage mereka ketika suatu hari terjadi.
07:56Nah, hal yang kemudian menarik memang karena Arab Saudi ini merupakan negara yang kemudian kita anggap sebagai great power
08:02di sana anjung Arab ini.
08:05Kemudian, Ansharullah ini menganggap pengakuan dari Arab Saudi ini akan berarti merupakan kemudian gateway pertama
08:11untuk mendapatkan pengakuan internasional.
08:13Oke, kalau Anda melihatnya sendiri, serangan-serangan yang dilakukan Houthi ini ada pihak lain yang berperan.
08:20Sejauh mana Iran berperan dalam serangan Houthi ini, Mbak Isha?
08:24Ya, perlu kita pahami bahwa Iran dan Houthi ini merupakan dua pihak yang sama-sama tergabung di dalam praxis of
08:30resistance.
08:30Tetapi, hubungan di antara keduanya ini bukan hubungan vertikal.
08:34Jadi, bukannya atasan dan bawahan, dan komando, dan kemudian satu menjalankan perintahnya.
08:40Merupakan sebuah milisi ya, yang jelas-jelas ini memiliki kepentingan sendiri.
08:45Sehingga, meskipun ya, ada kesamaan, tujuan yang kemudian dimiliki oleh dua entitas ini.
08:50Tetapi, kadangkala ada divergensi ya, yang kemudian terjadi.
08:54Misalnya saja, tadi kita sudah menjelaskan bahwa ada kepentingan tersendiri yang dimiliki oleh Ansharullah.
08:59Saya kira to some extent, sebenarnya Teheran juga tidak bisa kemudian mengatur ya, apa yang akan dilakukan oleh Ansharullah.
09:05Akan tetapi, kita tahu bahwa Ansharullah ini sebenarnya sudah lama mendapatkan bantuan-bantuan dari Teheran ya, setelah kemudian dihubungkan oleh
09:13Hezbollah.
09:14Kita bisa tahu bahwa Teheran ini memberikan bantuan berupa transfer of technology, jadi teknologi yang bersifat modular, murah.
09:21Meskipun bukan teknologi yang sama, tetapi basic teknologinya itu didapatkan dari Teheran.
09:26Dukungan politik dengan pembukaan kemudian, apa namanya, embassy dari Yemen yang dikuasai oleh Ansharullah di Teheran.
09:32Dan kemudian lihat juga ada bantuan intelijen yang kemudian terjadi di sana.
09:36Jadi saya rasa sebenarnya di sini, mereka berada di dalam sebuah kotak ideologi yang sama, kotak kepentingan yang sama.
09:43Tetapi tadi ya, perlaksanaannya secara kemudian interest di lapangan ya, ada divergensi kepentingan di antara Iran dan kemudian Ansharullah.
09:51Tapi kalau melihat konflik ini sendiri, apakah berpotensi meluas menjadi konfrontasi regional yang bisa melibatkan lebih dari banyak negara?
10:02Kita sama-sama berharap bahwa ini tidak akan melebar ya, karena kita tahu bahwa sebenarnya di sini kita sudah menghadapi
10:09beberapa hotspot krisis juga yang ada di Timur Tengah.
10:13Yang pertama kita menghadapi perang di Iran dan kemudian melawan Amerika Serikat, lalu kemudian di Lebanon Selatan, lalu kemudian di
10:20Gaza, sampai sekarang belum selesai.
10:22Dan sekarang kita bisa lihat bahwa sekarang konflik yang ada di Yemen dan Arab Saudi ini juga semakin meningkat.
10:28Saya kira kalau misalnya seandainya ya konflik ini saling berkembang satu sama lain dan berkembang menjadi protracted war, kita sama
10:34-sama mengkhawatirkan bahwa ya konfliknya akan berlangsung secara jangka waktu yang panjang sehingga menghasilkan konflik berkepanjangan.
10:44Kita tidak tahu bahwa nanti at some point sebenarnya masing-masing aktor dari perang ini akan kemudian melakukan konsesi dan
10:51kemudian melakukan merging ya, karena kepentingan yang sama.
10:55Sehingga kemudian terjadilah perang yang kemudian terjadi skala-skala regional.
11:01Tetapi tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi gitu ya.
11:04Oleh karena itu yang sekarang harus dilakukan, karena kita tahu bahwa perang ini sebenarnya tidak mungkin diselesaikan dengan cara militer.
11:11Oleh karena itu sebenarnya perlu ada negara lain selain Iran yang menawarkan untuk menjadi mediator.
11:17Saya kira Iran ini merupakan salah satu pihak yang bisa meminta, apa namanya, ansharullah untuk kemudian berdiskusi dengan Arab Saudi.
11:25Tetapi saya yakin perlu ada pihak lain yang menjadi anchor kepercayaan atau trust building bagi Arab Saudi juga dalam melakukan
11:31negosiasi.
11:31Baik, terima kasih Mbak Isa Kusuma Sumantri, peneliti dari Indo-Pacific Strategic Intelligence, sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
11:39Selamat sore.
11:40Dengan senang hati, selamat sore.
11:44Saudara kepemimpinan Presiden Prabowo kembali diuji menyusul rentetan korupsi di lingkungan kementerian dan lembaga negara.
11:52Dua kasus tengah diselidiki KPK, menyeret orang dekat Menteri ATR BPN dan adik mantan kepala PNPB.
11:59Selengkapnya akan diulas dalam catatan Kompas TV, Usai Jeddah.
12:03Tetap bersama kami.
12:03Terima kasih.
12:06Terima kasih.