00:00Saudara bertemu terakhir Pak Jokowi kapan?
00:07Sudah beberapa bulan nyalu, tapi masih di tahun ini.
00:13Seberapa selain Anda bertemu?
00:16Jangan.
00:18Terus?
00:19Karena ini berkaitan dengan sumpah palsu ya, ada pasal 373 ya.
00:25Saya tidak menakut-takutnya pasal seperti itu.
00:28Jadi biar tidak diinterview Jaksa.
00:30Saya ingin katakan kepada Anda, tadi waktu ditanya oleh Jaksa, postingan gambar Ijajah itu Anda bilang tidak tahu.
00:39Tapi sekarang Anda mengatakan itu gambarnya Pak Jokowi, betul?
00:42Mohon izin, Manulis, tadi tidak ada jawaban tidak tahu, dibilang Pak Jokowi dari awal.
00:47Tercatat Pak Majulis itu.
00:49Bener, diberilang Pak Jokowi.
00:50Tidak bilang tidak tahu, Gini.
00:53Supaya menyimak juga, pokokan Manulis, biar tidak salah.
00:56Supaya menyimak juga pertanyaan saya.
00:59Pak saya selalu menyimak, kami selalu menyimak, Manulis.
01:01Terima kasih.
01:03Setelah tidak pernah tanya Ijajah Asli.
01:06Sekian banyak Jaksa, saya ingin tanya Ijajah Asli.
01:09Saya ingin tanya, foto yang di dalam postingan itu, foto siapa?
01:15Foto Pak Jokowi.
01:15Foto Pak Jokowi.
01:17Oke, tanda terakhir tadi mengatakan pertemuan beberapa bulan yang lalu.
01:20Pertanyaan saya selanjutnya, apakah wajah Pak Jokowi sama dengan yang ada di dalam gambar itu tadi?
01:30Yang saya sudah bilang itu wajah Pak Jokowi.
01:35Waktu muda, saya karena selalu menyimak.
01:38Jadi, gambar yang diserupakan Ijajah itu wajah Pak Jokowi yakin betul ya?
01:44Ya, betul.
01:44Salah juga.
01:46Karena pertanyaan saya makin dalam.
01:50Kemudian pertanyaan saya, apakah Pak Jokowi itu wajahnya persis yang ada di dalam gambar?
01:59Saya tidak tanya balasan tahu.
02:01Sikat saja, wajahnya sama atau tidak dengan saya?
02:04Anda kan saudara, malah kakeknya sepupu.
02:07Saya hanya tanya, di dalam pertemuan Anda berapa kali membandingkan dengan wajah yang ada dalam Ijajah itu sama atau tidak?
02:18Karena muda, terus kita...
02:20Tidak, saya tidak tanya muda. Ini pertanyaan jampang.
02:23Tidak ada yang dibunyikan kebenaran, karena susah.
02:25Keberatan pertanyaan jelas, Magrits.
02:27Agar dijawab kalian, Magrits.
02:28Saman-sapsing, Magrits.
02:30Ini gaya teknik interogasi, bukan seperti Anda.
02:33Boleh dong.
02:34Keberatan majelis, agar berbeda pada penonton itu melalui majelis-majelis, agar diperhatikan.
02:39Ini gaya bertanyaan saya.
02:40Apakah saya juga dapatkan keberatan, Magrits.
02:43Apakah saya tidak berbeda?
02:46Begini, bertanyaannya yang lukan.
02:48Tugas karena kesulitan dijawab oleh...
02:50Ya, tugas saja jelas, karena semua orang yang pernah melihat Pak Jokowi, keterangannya berbeda.
02:57Keberatan majelisnya, sangat berasumsi dan menipulkan.
03:00Boleh, jangan disimpulkan dong.
03:02Pertanyaan saya yang jelas, apakah Anda memperhatikan wajah Pak Jokowi?
03:08Ini menerakannya sepiang pulutan.
03:11Saya tanya, kan pertanyaannya simpel.
03:13Apakah Anda memperhatikan wajah Pak Jokowi?
03:16Memperhatikan tidak wajah Pak Jokowi.
03:18Oke.
03:19Kalau bukan simpel kan, apakah Pak-apakah wajah Pak Jokowi berkumis?
03:23Dulu waktu muda memang berkumis.
03:26Oh, dulu waktu muda berkumis.
03:28Oke, terima kasih.
03:31Apakah Anda memperhatikan wajah Pak Jokowi itu berkaca mata?
03:43Kalau dulu...
03:45Nah, sekarang dulu Anda menjelaskan, juru itu kapan?
03:49Juru itu kapan?
03:51Juru 10 tahun, 20 tahun, 15, juru itu kapan?
03:54Juru 10 tahun berapa, kan kita lupa.
03:56Loh, Anda mengatakan juru itu kalau malam.
03:59Anda menjelaskan diri sendiri, juru itu kapan?
04:01Keberatan majelis mengintimidasi atau tidak diperingatkan?
04:03Saya tidak mengintimidasi.
04:05Mohon izin majelis akan diperingatkan.
04:07Kalau saya tanya, kalau kapan kamu mengintimidasi?
04:09Keberatan majelis akan tidak berbaikkan Anda?
04:15Kalau dipanggilnya, oke, pertanyaan saya kalau begitu.
04:18Nah, saudara kan tadi ditanya,
04:23apakah Pak Jokowi berkaca mata?
04:25Saudara kan menjawab dulu, iya.
04:27Itu saudara tahu?
04:29Pernah melihat itu?
04:30Pernah lihat tahun berapa?
04:32Kurang tahu pastinya tahu.
04:34Kurang tahu pastinya, kira-kira berapa tahun yang lalu?
04:38Pastinya kurang tahu.
04:39Kurang tahu waktu itu saudara umur berapa?
04:43Saya waktu itu mungkin masih SMP.
04:47Wah, masih SMP.
04:49Kalau SMP itu umur kurang lebih sebelum 15, ya?
04:5211.
04:53Berarti tahun.
04:57Kalau saudara ke-77, 15 berarti 92.
05:02Yang pasti pernah melihat beliau pakai kaca mata mata ketika kurang lebih saudara SMP.
05:09Oke, itu, itu.
05:11Itu ya.
05:14Silahkan dilanjut.
05:15Baik, pertanyaan saya selanjutnya.
05:19Apakah saudara pernah melihat tayangan di televisi atau berita, ya?
05:27Atau di media sosial dan sebagainya?
05:30UGM pernah merilis atau bahasa sederhananya Jumapres yang meyakini ijajah Jokowi itu asli?
05:40Anda menghasilkan tidak?
05:42Anda tahu tidak?
05:42Tidak.
05:43Tidak.
05:44Pertanyaan saya selanjutnya.
05:48Apakah Anda pernah melihat atau membaca Pak Jokowi itu mengadakan Jumapres dan menunjukkan ijajah asli ini?
06:02Kalau melihat secara langsung.
06:05Kenapa?
06:06Melihat secara langsung enggak.
06:08Ya, oke.
06:09Kalaupun tidak melihat secara langsung, apakah di dalam Jumapres itu Pak Jokowi menunjukkan ijajah asli?
06:17Pertanyaan saya, Anda tidak jawab, iya atau tidak?
06:21Kurang tahu.
06:22Kurang tahu.
06:24Oke, sekarang pertanyaan yang saya yakin Anda tahu ya, Anda juga bekerja sebagai komisaris di PT Tuba ya?
06:36Betul.
06:39Terus, pertanyaan saya.
06:42Maaf, komisaris di PT Tuba.
06:44PT Tuba.
06:45Saya, saya RTT itu banyak pribadi Pak.
06:49Anda on RTT itu Pak?
06:51Oh iya, terima kasih.
06:55Kemudian, pertanyaan saya selanjutnya, bagi TIP-nya dengan STI itu gimana?
07:01Dan saya tanya apa?
07:02Karena di Solo itu banyak STI.
07:03Seorang pendidik ilmu ekonomi sunarga.
07:06Tempelapannya dimana tempatnya?
07:07Di Pajang.
07:08Pajang.
07:09Pemiliknya, kalau lalu tempat sunarga?
07:11Kurang paham.
07:12Kurang paham ya?
07:13Nah, saya tahu pemilihnya Bantai Selatan mantan Sibda Surakarta ya?
07:17Oke, saya lanjutkan pertanyaan saya selanjutnya.
07:24Kalau Anda melihat ini bahwa putu di dalam ijajah itu adalah putu Pak Jokowi,
07:32kapan Anda pertama kali melihat ijajah itu sehingga meyakini itu putu Pak Jokowi?
07:42Karena saya, saya sendiri pernah melihat ijajah itu waktu Mas Menteri Surakarta ya?
07:47Mas Menteri Surakarta ya?
07:49Mas Menteri Surakarta ya?
07:51Ya, pertanyaannya selanjutnya, Pak Jokowi itu lulusan SMA mana?
07:57SMA Grinaw?
07:58SMA Grinaw?
07:59Mana? Jogja atau Surakarta?
08:00Surur.
08:01Surur ya.
08:02Baik, pertanyaan saya selanjutnya yang saya yakin juga Anda mengerti ketika tadi Anda menatakan bahwa
08:11putu itu adalah putu ijajah Pak Jokowi,
08:15Pertanyaan saya, bagaimana Anda menjabat penajati wali kuta gubernur?
08:21Apakah selama menjabat wali kuta pernah mengadakan reuni alumni GM yang mengundang Pak Jokowi?
08:29Kurang tahun.
08:30Kurang tahun.
08:32Apakah ketika menjabat gubernur Pak Jokowi, Anda kan saudara dekat ya sepuku pernah mengadakan reuni alumni UGM?
08:42Kurang tahun.
08:43Kurang tahun.
08:43Kurang tahun.
08:44Ya Pertanyaan saya selanjutnya.
08:51Terkait dengan latar belakang pendidikan Anda, terakhir SIE.
08:57SIE,
08:59Apakah Anda pernah menemukan pendidikan khusus misalnya ilmu digital forensik begitu?
09:08Ataukah pernah penumpuh ilmu belajar tentang informasi dan transaksi elektronik begitu?
09:15Tapi Anda bisa mengatakan, pokoknya yakin, yakin, burukin itu wajar Pak Jokowi ya
09:23Iya, di dalam ijazah itu, ini Pak Jokowi kan nama saudara-saudara
09:27Saya pernah punya, Pak Jokowi
09:30Bukan, Anda sampai terakhir, ternyata terakhir
09:34Anda tetap yakin, yang di dalam ijazah itu, Pak Jokowi?
09:38Pribadi saya, Pak Jokowi
09:41Baik, pertanyaan, semoga Anda dirahmati, rata-rata tidak palsu ya
09:45Tapi kalau palsu, itu hubungannya bukan dengan kami
09:48Kami persilahkan, ya Pak