Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALEMBANG, KOMPAS.TV - Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan berkurang kepekatannya pada Minggu (25/10/2026) pagi. Meski demikian, kualitas udara masih di level berbahaya.

Usai hujan turun pada Sabtu (24/10/2026) sore, kabut asap di Kota Palembang menipis pada Minggu (25/10/2026) pagi.

BMKG menyebut, turunnya hujan di Palembang dan sebagian wilayah Sumsel lainnya sesuai prakiraan akan adanya awan-awan konveksi.

Hal tersebut ditambah dengan modifikasi cuaca menggunakan teknologi dry ice dan penaburan NaCl.

Meski kabut asap menipis, kualitas udara di Palembang masih di level berbahaya, lantaran masih ada sumber asap dari karhutla di Desa Muara Dua, Ogan Ilir.

Hingga hari Minggu (25/10/2026), sebaran titik panas di Sumsel mencapai 823 titik, 751 di antaranya ada di Ogan Komering Ilir.

Informasi terkini kondisi kabut asap di Palembang akan disampaikan Jurnalis KompasTV Purwantoro.

Baca Juga Langit Banjarmasin Menguning Diselimuti Kabut Asap, Warga Tetap Beraktivitas | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/697844/langit-banjarmasin-menguning-diselimuti-kabut-asap-warga-tetap-beraktivitas-kompas-siang

#kabutasap #karhutla #palembang

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/697846/kabut-asap-karhutla-menipis-usai-hujan-kualitas-udara-di-palembang-masih-berbahaya-kompas-siang
Transkrip
00:00Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang, Sumatera Selatan berkurang kepekatannya pada minggu pagi.
00:05Meski demikian, kualitas udara masih berada di level berbahaya.
00:15Usai hujan turun pada Sabtu sore, kabut asap di kota Palembang menipis pada minggu pagi.
00:21BMKG menyebut turunnya hujan di Palembang dan sebagian wilayah Sumsel lainnya
00:26sesuai dengan perakiraan akan adanya awan-awan konveksi.
00:31Hal tersebut ditambah dengan modifikasi cuaca menggunakan teknologi dry ice dan penaburan NACL.
00:38Meski kabut asap menipis, kualitas udara di Palembang masih di level berbahaya.
00:43Lantaran masih ada sumber asap baru dari Karhutla di Desa Muara II, Oganilir.
00:50Hingga hari minggu, sebaran titik panas di Sumatera Selatan mencapai 823 titik.
00:56751 di antaranya ada di Ogan Komeringilir.
01:06Terpantau di kami, hujan cukup meluas di sebagian besar kota Palembang.
01:13Dan mungkin karena ini konvektif masih ada, kita harapkan sampai malam ataupun pagi nanti
01:20awan konvektif ini bisa berkembang dan bisa hujan yang jatuh bisa lebih luas lagi di wilayah Sumatera Selatan.
01:27Tapi berdasarkan data yang kami pantau, memang baru di sebagian besar Palembang,
01:32tadi pagi itu ada di Morainim di wilayah Semendo.
01:39Informasi terkini kondisi kabut asap di Palembang akan disampaikan jurnalis Kompas TV, Purwantoro.
01:45Selamat siang Purwantoro.
01:46Kabut asap di sekitar wilayah Palembang mulai menipis.
01:50Lalu bagaimana dengan aktivitas warga siang ini, khususnya di area terbuka?
01:55Ya, selamat siang Imron.
01:57Kondisi saat ini, saat saya melaporkan di salah satu pusat kota di Palembang ini,
02:05tepatnya di Simpang 5 kantor DPRD Sumatera Selatan,
02:09ini memang mendung Imron.
02:12Sehingga sejumlah aktivitas warga di Palembang ini,
02:19di sekitar sini, kemudian di area-area publik lainnya,
02:23memang berlantung seperti biasa.
02:25Aktivitas berolahraga, kemudian hal-hal lainnya di akhir pekan.
02:29Namun memang untuk aktivitas Car 3 Day,
02:33itu di kawasan jembatan Ampera yang biasanya dilakukan di lokasi tersebut,
02:40memang sudah sejak hampir dua bulan ini diadakan sementara,
02:45karena memang mempersimbangkan kualitas udara di Palembang
02:50yang memburuk akibat kabut asap car khusus.
02:54Nah, untuk hari ini, memang lebih cerah atau dari biasanya,
03:02ketebalan kabut asap juga tidak menipis dari hari sebelumnya.
03:08Ini namun tidak membuat kualitas udara membaik Simpon.
03:13Karena dari catatan Kementerian Lingkungan Hidup
03:17untuk standar pencemaran udara di pukul 9 tadi,
03:22itu mencapai sekitar 301 mikrogram per meter kubik
03:28untuk partikulat PM 2,5-nya.
03:30Artinya memang kondisi udara di Palembang
03:34masih pada level berbahaya
03:37dan masih akan berdampak pada kesehatan dan hal-hal lainnya,
03:44terutama bagi-bagi kelompok rentan, Imron.
03:49Berwantarol, lalu bagaimana dengan titik api di sana?
03:51Datanya ada berapa jumlahnya dan bagaimana penanganannya saat ini?
03:57Dari citra satelit Sipongi, Kementerian Kehutanan,
04:02untuk hari ini mencatat sekitar 823 titik panas
04:09yang ada di Sumatera Selatan
04:11dan 700 lebih diantaranya berada di Kabupaten Ogan Pemerintilir.
04:16Artinya memang mayoritas kebakaran lahan di lahan-lahan gambut di Sumatera Selatan ini
04:25masih berada di Kabupaten Ogan Pemerintilir
04:27dan memang ada lima kesamatan yang menjadi prioritas penanganan.
04:32Sampai saat ini masih terus dilakukan baik darat dan udara,
04:36Satgas terus melakukan upaya-upaya untuk meminimalisir luasan kebakaran yang terjadi.
04:46Ditambah lagi saat ini memang ada beberapa metode
04:50sehingga untuk mempermudah Satgas Udara melakukan operasi waterbombing
04:55dengan lima helikotter untuk melakukan pemadaman udara
04:59dengan modifikasi cuaca dry ice dan NACL
05:03untuk memancing awan-awan hujan dan turunnya awan-awan hujan.
05:08Tapi memang tantangan untuk penanganan kebakaran lahan
05:12terutama di kawasan Kabupaten Ogan Pemerintilir memang sangat sulit.
05:18Selain sulit mendapat air juga memang kondisinya berulang
05:25perubahan arah angin juga menyulitkan petugas
05:29sehingga memang modifikasi cuaca hujan
05:33untuk pembuatan hujan-buatan itu menjadi hal yang sangat membantu.
05:39Namun memang awan-awan konveksi yang diharapkan ada
05:42berada di Kabupaten yang menyumbang kebakaran lahan
05:48dan berdampak pada kabut asap itu masih kecil pertumbuhannya
05:52dan baru akan simbol itu persiraan BMKG itu sekitar
05:59pada pertengahan November mendatang.
06:02Imron.
06:03Baik, kabut asap di wilayah Palembang sudah mulai menipis
06:06namun kualitas udara masih berada di level berbahaya.
06:08Terima kasih.
06:09Jurnalis Kompas TV, Purwantoro, melaporkan dari Palembang, Sumatera Selatan.

Dianjurkan