00:00Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang, Sumatera Selatan berkurang kepekatannya pada minggu pagi.
00:05Meski demikian, kualitas udara masih berada di level berbahaya.
00:15Usai hujan turun pada Sabtu sore, kabut asap di kota Palembang menipis pada minggu pagi.
00:21BMKG menyebut turunnya hujan di Palembang dan sebagian wilayah Sumsel lainnya
00:26sesuai dengan perakiraan akan adanya awan-awan konveksi.
00:31Hal tersebut ditambah dengan modifikasi cuaca menggunakan teknologi dry ice dan penaburan NACL.
00:38Meski kabut asap menipis, kualitas udara di Palembang masih di level berbahaya.
00:43Lantaran masih ada sumber asap baru dari Karhutla di Desa Muara II, Oganilir.
00:50Hingga hari minggu, sebaran titik panas di Sumatera Selatan mencapai 823 titik.
00:56751 di antaranya ada di Ogan Komeringilir.
01:06Terpantau di kami, hujan cukup meluas di sebagian besar kota Palembang.
01:13Dan mungkin karena ini konvektif masih ada, kita harapkan sampai malam ataupun pagi nanti
01:20awan konvektif ini bisa berkembang dan bisa hujan yang jatuh bisa lebih luas lagi di wilayah Sumatera Selatan.
01:27Tapi berdasarkan data yang kami pantau, memang baru di sebagian besar Palembang,
01:32tadi pagi itu ada di Morainim di wilayah Semendo.
01:39Informasi terkini kondisi kabut asap di Palembang akan disampaikan jurnalis Kompas TV, Purwantoro.
01:45Selamat siang Purwantoro.
01:46Kabut asap di sekitar wilayah Palembang mulai menipis.
01:50Lalu bagaimana dengan aktivitas warga siang ini, khususnya di area terbuka?
01:55Ya, selamat siang Imron.
01:57Kondisi saat ini, saat saya melaporkan di salah satu pusat kota di Palembang ini,
02:05tepatnya di Simpang 5 kantor DPRD Sumatera Selatan,
02:09ini memang mendung Imron.
02:12Sehingga sejumlah aktivitas warga di Palembang ini,
02:19di sekitar sini, kemudian di area-area publik lainnya,
02:23memang berlantung seperti biasa.
02:25Aktivitas berolahraga, kemudian hal-hal lainnya di akhir pekan.
02:29Namun memang untuk aktivitas Car 3 Day,
02:33itu di kawasan jembatan Ampera yang biasanya dilakukan di lokasi tersebut,
02:40memang sudah sejak hampir dua bulan ini diadakan sementara,
02:45karena memang mempersimbangkan kualitas udara di Palembang
02:50yang memburuk akibat kabut asap car khusus.
02:54Nah, untuk hari ini, memang lebih cerah atau dari biasanya,
03:02ketebalan kabut asap juga tidak menipis dari hari sebelumnya.
03:08Ini namun tidak membuat kualitas udara membaik Simpon.
03:13Karena dari catatan Kementerian Lingkungan Hidup
03:17untuk standar pencemaran udara di pukul 9 tadi,
03:22itu mencapai sekitar 301 mikrogram per meter kubik
03:28untuk partikulat PM 2,5-nya.
03:30Artinya memang kondisi udara di Palembang
03:34masih pada level berbahaya
03:37dan masih akan berdampak pada kesehatan dan hal-hal lainnya,
03:44terutama bagi-bagi kelompok rentan, Imron.
03:49Berwantarol, lalu bagaimana dengan titik api di sana?
03:51Datanya ada berapa jumlahnya dan bagaimana penanganannya saat ini?
03:57Dari citra satelit Sipongi, Kementerian Kehutanan,
04:02untuk hari ini mencatat sekitar 823 titik panas
04:09yang ada di Sumatera Selatan
04:11dan 700 lebih diantaranya berada di Kabupaten Ogan Pemerintilir.
04:16Artinya memang mayoritas kebakaran lahan di lahan-lahan gambut di Sumatera Selatan ini
04:25masih berada di Kabupaten Ogan Pemerintilir
04:27dan memang ada lima kesamatan yang menjadi prioritas penanganan.
04:32Sampai saat ini masih terus dilakukan baik darat dan udara,
04:36Satgas terus melakukan upaya-upaya untuk meminimalisir luasan kebakaran yang terjadi.
04:46Ditambah lagi saat ini memang ada beberapa metode
04:50sehingga untuk mempermudah Satgas Udara melakukan operasi waterbombing
04:55dengan lima helikotter untuk melakukan pemadaman udara
04:59dengan modifikasi cuaca dry ice dan NACL
05:03untuk memancing awan-awan hujan dan turunnya awan-awan hujan.
05:08Tapi memang tantangan untuk penanganan kebakaran lahan
05:12terutama di kawasan Kabupaten Ogan Pemerintilir memang sangat sulit.
05:18Selain sulit mendapat air juga memang kondisinya berulang
05:25perubahan arah angin juga menyulitkan petugas
05:29sehingga memang modifikasi cuaca hujan
05:33untuk pembuatan hujan-buatan itu menjadi hal yang sangat membantu.
05:39Namun memang awan-awan konveksi yang diharapkan ada
05:42berada di Kabupaten yang menyumbang kebakaran lahan
05:48dan berdampak pada kabut asap itu masih kecil pertumbuhannya
05:52dan baru akan simbol itu persiraan BMKG itu sekitar
05:59pada pertengahan November mendatang.
06:02Imron.
06:03Baik, kabut asap di wilayah Palembang sudah mulai menipis
06:06namun kualitas udara masih berada di level berbahaya.
06:08Terima kasih.
06:09Jurnalis Kompas TV, Purwantoro, melaporkan dari Palembang, Sumatera Selatan.