Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam merespons dugaan adanya operasi politik di balik polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia mengingatkan, Jokowi sebelumnya pernah menyinggung dugaan adanya pihak besar di balik polemik ijazah.

Ridwan bahkan menilai, pihak yang dimaksud bukan sekadar individu, melainkan lembaga besar, bahkan tidak menutup kemungkinan negara besar.

"Tapi saya melihat itu Pak Jokowi hanya memberikan sinyal saja supaya kita melihat hal ini harus waspada. Lah kami dari kader-kader golongan karya melihat itu biasa-biasa saja," ujar Ridwan kepada KompasTV, Jumat (16/10/2026).

Sementara itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Iqbal menilai dugaan Jokowi mengenai adanya operasi politik merupakan hal yang sah untuk disampaikan.

"Yang melakukan operasi ini bisa jadi, tetapi juga kenapa dioperasi? Karena ada kelemahan. Jadi, menurut saya ini harus saling melengkapi," ujar Iqbal.

Iqbal menyebut, sebagai tokoh politik, Jokowi tentu memiliki kawan maupun lawan.

"Tapi bagi kami PKS, fakta persidangan MK adalah tidak bisa dipungkiri. Ada kelemahan, ada masalah di situ. Tapi bagi kami, kami terus saja menampung semua aspirasi masyarakat," kata Iqbal.

Video Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696602/full-golkar-dan-pks-tanggapi-klaim-jokowi-soal-operasi-politik-ijazah-gibran
Transkrip
00:00Jadi semuanya harus bercermin diri, yang melakukan operasi bisa jadi,
00:03karena Jokowi sangat yakin bahwa ini memang betul-betul ada operasi.
00:08Kalau tadi tanggapan dari Pak Rukuan gimana?
00:10Saya kira memang apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi,
00:14ya saya juga memang baru saja beberapa jam yang lalu melihat
00:18bahwa ada operasi politik itu sudah pernah saya sampaikan di dalam bola liar
00:23pada waktu masalah ijasa Pak Jokowi.
00:26Waktu itu kan Pak Jokowi bilang, ada orang besar yang melakukan,
00:31saya bilang bukan orang besar, adalah lembaga besar,
00:35malah mungkin, sangat mungkin adalah negara besar yang mensekandung.
00:40Ternyata ini diulang kembali oleh Pak Jokowi.
00:44Artinya Pak Jokowi sangat yakin bahwa ini memang betul-betul ada operasi.
00:48Buat apa sih emang operasinya harus segitunya mencatuhkan?
00:51Ya, operasinya kan dilihat bagaimana Pak Jokowi memiliki pemilihan,
00:59mempemilih sampai 70 persen, 80 persen,
01:02tidak jadi presiden pun juga masih tinggi,
01:05nah jadi itu ada operasi-operasi yang memang dalam rangka untuk melakukan.
01:09Tapi saya melihat itu Pak Jokowi hanya memberikan sinyal saja
01:13supaya kita melihat hal ini, apa namanya, ya harus waspada.
01:18Nah kami dari kader-kader golongan karya melihat itu biasa-biasa saja,
01:24karena kami ini sudah biasa dioperasi politik seperti itu,
01:29sampai mau dipubarkan, kita tampil air,
01:32tapi Alhamdulillah Golkar posisinya pernah nomor satu, nomor dua terus,
01:36itulah yang saya lihat bahwa pernyataan Pak Jokowi itu adalah memberikan kepada masyarakat
01:43jangan terpengaruh dengan hal-hal yang tadi seperti yang terjadi sekarang.
01:48Dan menurut Bang Ridwan berarti siapa sih memang yang mau menjatuhkan reputasi Pak Jokowi itu?
01:53Ya, masalah ini-ini saya melihat karena sampai setelah Pak Jokowi selesai,
02:04Pak Jokowi masih aktif, masih aktif dan ternyata masyarakat juga masih memberikan dukungan,
02:14masingnya ada yang merasa, wah kok begini kan harus mulai dari sekarang.
02:18Padahal seharusnya yang benar negara kita ini,
02:23empat tahun kita harus kerja-kerja, kerja-kerja, satu tahun politik.
02:28Ini bayangin, mulai begitu sudah terpilih,
02:32belum dua tahun, satu tahun setengah sudah kerja politik kita ini.
02:35Lalu kapan kerjanya?
02:37Nah, kita terbalik kan, kapan kerjanya?
02:40Oke, banget.
02:41Mas Imbal kata Pak Jokowi, ini operasi politik aja buat menjatuhkan reputasi, menurut Anda?
02:45Ya, saya kira itu dugaan yang sah-sah saja,
02:48karena Pak Jokowi juga seorang politisi,
02:50jadi kita juga harus melihat masalah ini juga dari beberapa pihak.
02:56Pempatahnya tak ada asap kalau tak ada.
02:58Jadi semuanya harus bercermin diri,
03:00yang melakukan operasi bisa jadi,
03:02tetapi juga kenapa dioperasi karena ada kelemahan.
03:05Jadi menurut saya ini harus saling melengkapi,
03:07harus saling bermuhasa, wah, kenapa sampai ini terjadi.
03:11Kami dari PKS terus menerima aspirasi masalah.
03:15Berarti kalau dibelah ini juga ada penunggang gelap,
03:17ada, mau menjatuhkan reputasi, itu sebatas itu tidak.
03:21Sebenarnya itu juga penamanya analisa yang wajar-wajar saja,
03:24karena itu juga sebagai partai politik,
03:28manfaat pemilihan tokoh politik,
03:30terus saja punya yang namanya situasi-situasi,
03:33baik kawan atau penawan.
03:34Tapi bagi kami PKS, fakta persidangan MK adalah
03:38tidak bisa dipungkiri, ada kelemahan, ada masalah di situ.
03:42Tapi bagi kami, kami terus saja menampung semua aspirasi masyarakat.
03:50Cara baru nonton di Smart TV.
03:53Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
03:57langsung dari Smart TV kamu.
03:59Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:03Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:06Pilih aplikasi, lalu install.
04:09Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:14Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan