00:00Jadi semuanya harus bercermin diri, yang melakukan operasi bisa jadi,
00:03karena Jokowi sangat yakin bahwa ini memang betul-betul ada operasi.
00:08Kalau tadi tanggapan dari Pak Rukuan gimana?
00:10Saya kira memang apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi,
00:14ya saya juga memang baru saja beberapa jam yang lalu melihat
00:18bahwa ada operasi politik itu sudah pernah saya sampaikan di dalam bola liar
00:23pada waktu masalah ijasa Pak Jokowi.
00:26Waktu itu kan Pak Jokowi bilang, ada orang besar yang melakukan,
00:31saya bilang bukan orang besar, adalah lembaga besar,
00:35malah mungkin, sangat mungkin adalah negara besar yang mensekandung.
00:40Ternyata ini diulang kembali oleh Pak Jokowi.
00:44Artinya Pak Jokowi sangat yakin bahwa ini memang betul-betul ada operasi.
00:48Buat apa sih emang operasinya harus segitunya mencatuhkan?
00:51Ya, operasinya kan dilihat bagaimana Pak Jokowi memiliki pemilihan,
00:59mempemilih sampai 70 persen, 80 persen,
01:02tidak jadi presiden pun juga masih tinggi,
01:05nah jadi itu ada operasi-operasi yang memang dalam rangka untuk melakukan.
01:09Tapi saya melihat itu Pak Jokowi hanya memberikan sinyal saja
01:13supaya kita melihat hal ini, apa namanya, ya harus waspada.
01:18Nah kami dari kader-kader golongan karya melihat itu biasa-biasa saja,
01:24karena kami ini sudah biasa dioperasi politik seperti itu,
01:29sampai mau dipubarkan, kita tampil air,
01:32tapi Alhamdulillah Golkar posisinya pernah nomor satu, nomor dua terus,
01:36itulah yang saya lihat bahwa pernyataan Pak Jokowi itu adalah memberikan kepada masyarakat
01:43jangan terpengaruh dengan hal-hal yang tadi seperti yang terjadi sekarang.
01:48Dan menurut Bang Ridwan berarti siapa sih memang yang mau menjatuhkan reputasi Pak Jokowi itu?
01:53Ya, masalah ini-ini saya melihat karena sampai setelah Pak Jokowi selesai,
02:04Pak Jokowi masih aktif, masih aktif dan ternyata masyarakat juga masih memberikan dukungan,
02:14masingnya ada yang merasa, wah kok begini kan harus mulai dari sekarang.
02:18Padahal seharusnya yang benar negara kita ini,
02:23empat tahun kita harus kerja-kerja, kerja-kerja, satu tahun politik.
02:28Ini bayangin, mulai begitu sudah terpilih,
02:32belum dua tahun, satu tahun setengah sudah kerja politik kita ini.
02:35Lalu kapan kerjanya?
02:37Nah, kita terbalik kan, kapan kerjanya?
02:40Oke, banget.
02:41Mas Imbal kata Pak Jokowi, ini operasi politik aja buat menjatuhkan reputasi, menurut Anda?
02:45Ya, saya kira itu dugaan yang sah-sah saja,
02:48karena Pak Jokowi juga seorang politisi,
02:50jadi kita juga harus melihat masalah ini juga dari beberapa pihak.
02:56Pempatahnya tak ada asap kalau tak ada.
02:58Jadi semuanya harus bercermin diri,
03:00yang melakukan operasi bisa jadi,
03:02tetapi juga kenapa dioperasi karena ada kelemahan.
03:05Jadi menurut saya ini harus saling melengkapi,
03:07harus saling bermuhasa, wah, kenapa sampai ini terjadi.
03:11Kami dari PKS terus menerima aspirasi masalah.
03:15Berarti kalau dibelah ini juga ada penunggang gelap,
03:17ada, mau menjatuhkan reputasi, itu sebatas itu tidak.
03:21Sebenarnya itu juga penamanya analisa yang wajar-wajar saja,
03:24karena itu juga sebagai partai politik,
03:28manfaat pemilihan tokoh politik,
03:30terus saja punya yang namanya situasi-situasi,
03:33baik kawan atau penawan.
03:34Tapi bagi kami PKS, fakta persidangan MK adalah
03:38tidak bisa dipungkiri, ada kelemahan, ada masalah di situ.
03:42Tapi bagi kami, kami terus saja menampung semua aspirasi masyarakat.
03:50Cara baru nonton di Smart TV.
03:53Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
03:57langsung dari Smart TV kamu.
03:59Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:03Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:06Pilih aplikasi, lalu install.
04:09Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:14Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.