00:00Kedua, terkait dengan penerimaan uang dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa.
00:10Bahwa sejak menjabat sebagai Bupati Klaten, Saudara HWI diduga menerima P dari sejumlah penyedia atau kontraktor atas pengadaan di Kabupaten
00:22Klaten dengan nilai lebih dari 2 miliar.
00:26Dengan rincian sebagai berikut, dari Saudara MAW melalui Saudara RZI sebesar 1,90 miliar yang digunakan untuk keperluan pribadi Bupati
00:42diantaranya pembayaran utang pilkada dan kebutuhan operasional.
00:48Yang kedua, dari pihak swasta melalui Saudara BSR selaku ajudan dengan nilai 240 juta yang digunakan untuk keperluan pribadi AWI
01:06selaku Bupati.
01:07Yang ketiga, dari pihak swasta melalui RZI selaku ajudan dengan nilai 100 juta yang digunakan untuk keperluan pribadi HWI.
01:19Jadi ini temuan beberapa pemberian-pemberian yang sudah diidentifikasi dalam proses pemeriksaan kemarin oleh tim.
01:29Kemudian klaster yang ketiga, penerimaan uang terkait tambang galian C di Kabupaten Klaten.
01:39Bahwa pada tahun 2026, Saudara HWI juga diduga menerima sejumlah uang total sebesar 245 juta
01:48yang berasal dari paguyuban tambang yang dikelola oleh Saudara LEG selaku pihak swasta.
01:57Adapun uang tersebut diserahkan melalui Saudara HAS selaku pihak swasta yang sekaligus bersangkutan merupakan adik kandung Bupati Klaten
02:09yang penggunaan uangnya untuk beberapa kegiatan di Pemkap Klaten.
02:18Selain itu, pihak pengusaha galian C juga diduga memberikan sejumlah uang secara rutin.
02:26Jadi selain memberikan kepada Bupati, pihak tambang yang tadi di dalam paguyuban tambang yang dikelola oleh Saudara LEG
02:36juga memberikan sejumlah uang rutin kepada LSM, inisial LA, hingga mencapai 2 miliar rupiah per bulan.
02:50Dan untuk pertemuan tersebut, khusus yang ke LSM, KPK juga akan mengkoordinasikan pertemuan tersebut dengan pihak APH
03:03Dalam hal ini, Bares Kim Mabes Pori terkait dengan dugaan indikasi kegiatan pertambangannya
03:13Jadi bukan dalam ranah tindak-tindak korupsinya yang menjadi kewenangan KPK
03:19Kemudian klaster yang keempat
03:21Peneriman rutin uang lainnya terkait BULD, BUMD, dan OPD di Kabupaten Klaten
03:33Bahwa di sisi lain, sejak menjabat sebagai Bupati Klaten, Saudara HWI juga diduga mendapat setoran rutin
03:41dengan total sekurang-kurangnya 1,8 miliar sejak yang bersangkutan menjabat dari 2025 sampai dengan saat ini
03:55Yang diterimanya dari beberapa BULD, BUMD, hingga OPD dengan rincian
04:01Yang kemarin ditemukan oleh tim
04:05Senilai 30 juta per bulan dari PDAM
04:11Yang kedua, 15 juta sampai 20 juta per bulan dari PT AUP
04:19Kemudian yang ketiga, senilai 30 juta per bulan dari BPR Klaten
04:27Dan yang keempat, senilai 15 juta sampai 20 juta dari RSUD BW yang ada di Kabupaten Klaten
04:37Kemudian klaster yang kelima
04:39Ada juga penerimaan yang dilakukan oleh Bupati yang berasal dari penerimaan upah Pungut
04:46Ini sebenarnya sudah pernah kita menangani juga
04:51Dan dugaannya juga terjadi di beberapa Kabupaten lain
04:56Bahwa selanjutnya pada periode 2025-2026
05:02Saudara HWI juga diduga menerima uang potongan upah Pungut
05:07Yang berasal dari setoran pejabat dan pegawai di lingkungan Badan Pengelolaan
05:14Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah BPKAD, Kabupaten Klaten
05:18Dari kemarin temuan penyidik dan penyidik sekurang-kurangnya sebesar 280 juta
05:28Jadi rinciannya pada tahun 2025
05:31HWI menerima uang potongan upah Pungut sebesar 25 juta sampai 50 juta per triwulan
05:40Yang dikumpulkan melalui saudara RZI selaku ajudan
05:46Sementara tahun 2026
05:49HWI menerima uang potongan upah Pungut sebesar 70 juta per triwulan
05:55Melalui saudara RZI juga
05:57Jadi ada kenaikan tiap tahun untuk nilai setoran upah Pungutnya
06:05Bahwa dari rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini
06:08Kemudian tim KPK berhasil mengamankan barang bukti
06:13Berupa dokumen hingga uang tunai
06:15Dengan total mencapai 1,2 miliar
06:19Dengan rincian
06:23Yang pertama senilai 934 juta
06:27Ini ditemukan di kediaman saudara HAS
06:31Selaku adik kandung bupati
06:34Yang disimpan dalam sebuah tong
06:38Berwarna biru yang ada di rumah yang bersangkutan
06:44Kemudian yang kedua senilai 300 juta
06:48Di dalam sejumlah amplop
06:50Dan yang terakhir ada uang falas senilai 5.972 yuan
06:57Atau sekitar 16 juta
07:02Itu untuk barang bukti yang berhasil diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan kemarin
07:09Kemudian untuk penetapan dan penahanan tersangka
07:13Bahwa setelah ditemukan adanya dugaan peristiwa pidana tindak penyakorupsi
07:19Maka diputuskan dalam gelar perkara di tingkat pimpinan
07:23KPK menaikkan ke tahap penyidikan
07:27Setelah ditemukan kecukupan alat bukti pada tahap penyidikan
07:31KPK menetapkan 3 orang sebagai tersangka
07:36Yang pertama saudara AWI
07:39Selaku bupati Klaten
07:41Periode 2025-2030
07:44Yang kedua saudara ALU
07:47Terlaku kepala perwakilan BPK Jawa Tengah
07:52Dan saudara MAW
07:55Terlaku pihak swasta dari PT.MU
07:59Terlaku pihak swasta dari PT.MU