Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Plt Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik mengungkap dugaan suap yang tetapkan tersangka Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Ahmad Taufik mengungkap dugaan penerimaan uang oleh Hamenang dari sejumlah penyedia atau kontraktor uang mengerjakan proyek pengadaan di Kabupaten Klaten.

KPK juga menduga uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi Hamenang termasuk membayar utang pilkada.

"Dari MAW melalui RZI sebesar Rp1,90 miliar yang digunakan untuk keperluan pribadi, di antaranya pembayaran utang Pilkada dan kebutuhan operasional," kata Ahmad Taufik.

KPK juga mengungkap dugaan penerimaan uang dari pengusaha tambang di Kabupaten Klaten.

Dalam kesempatan ini, KPK juga mengungkap temuan uang senilai Rp 934 juta yang disimpan dalam sebuah tong berwarna biru di kediaman Hanaku Agni Sadewo, adik Hamenang.

Produser: Theo Reza

#kpk #bupatiklaten #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696545/ott-kpk-bupati-klaten-simpan-ratusan-juta-di-tong-hingga-bayar-utang-pilkada
Transkrip
00:00Kedua, terkait dengan penerimaan uang dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa.
00:10Bahwa sejak menjabat sebagai Bupati Klaten, Saudara HWI diduga menerima P dari sejumlah penyedia atau kontraktor atas pengadaan di Kabupaten
00:22Klaten dengan nilai lebih dari 2 miliar.
00:26Dengan rincian sebagai berikut, dari Saudara MAW melalui Saudara RZI sebesar 1,90 miliar yang digunakan untuk keperluan pribadi Bupati
00:42diantaranya pembayaran utang pilkada dan kebutuhan operasional.
00:48Yang kedua, dari pihak swasta melalui Saudara BSR selaku ajudan dengan nilai 240 juta yang digunakan untuk keperluan pribadi AWI
01:06selaku Bupati.
01:07Yang ketiga, dari pihak swasta melalui RZI selaku ajudan dengan nilai 100 juta yang digunakan untuk keperluan pribadi HWI.
01:19Jadi ini temuan beberapa pemberian-pemberian yang sudah diidentifikasi dalam proses pemeriksaan kemarin oleh tim.
01:29Kemudian klaster yang ketiga, penerimaan uang terkait tambang galian C di Kabupaten Klaten.
01:39Bahwa pada tahun 2026, Saudara HWI juga diduga menerima sejumlah uang total sebesar 245 juta
01:48yang berasal dari paguyuban tambang yang dikelola oleh Saudara LEG selaku pihak swasta.
01:57Adapun uang tersebut diserahkan melalui Saudara HAS selaku pihak swasta yang sekaligus bersangkutan merupakan adik kandung Bupati Klaten
02:09yang penggunaan uangnya untuk beberapa kegiatan di Pemkap Klaten.
02:18Selain itu, pihak pengusaha galian C juga diduga memberikan sejumlah uang secara rutin.
02:26Jadi selain memberikan kepada Bupati, pihak tambang yang tadi di dalam paguyuban tambang yang dikelola oleh Saudara LEG
02:36juga memberikan sejumlah uang rutin kepada LSM, inisial LA, hingga mencapai 2 miliar rupiah per bulan.
02:50Dan untuk pertemuan tersebut, khusus yang ke LSM, KPK juga akan mengkoordinasikan pertemuan tersebut dengan pihak APH
03:03Dalam hal ini, Bares Kim Mabes Pori terkait dengan dugaan indikasi kegiatan pertambangannya
03:13Jadi bukan dalam ranah tindak-tindak korupsinya yang menjadi kewenangan KPK
03:19Kemudian klaster yang keempat
03:21Peneriman rutin uang lainnya terkait BULD, BUMD, dan OPD di Kabupaten Klaten
03:33Bahwa di sisi lain, sejak menjabat sebagai Bupati Klaten, Saudara HWI juga diduga mendapat setoran rutin
03:41dengan total sekurang-kurangnya 1,8 miliar sejak yang bersangkutan menjabat dari 2025 sampai dengan saat ini
03:55Yang diterimanya dari beberapa BULD, BUMD, hingga OPD dengan rincian
04:01Yang kemarin ditemukan oleh tim
04:05Senilai 30 juta per bulan dari PDAM
04:11Yang kedua, 15 juta sampai 20 juta per bulan dari PT AUP
04:19Kemudian yang ketiga, senilai 30 juta per bulan dari BPR Klaten
04:27Dan yang keempat, senilai 15 juta sampai 20 juta dari RSUD BW yang ada di Kabupaten Klaten
04:37Kemudian klaster yang kelima
04:39Ada juga penerimaan yang dilakukan oleh Bupati yang berasal dari penerimaan upah Pungut
04:46Ini sebenarnya sudah pernah kita menangani juga
04:51Dan dugaannya juga terjadi di beberapa Kabupaten lain
04:56Bahwa selanjutnya pada periode 2025-2026
05:02Saudara HWI juga diduga menerima uang potongan upah Pungut
05:07Yang berasal dari setoran pejabat dan pegawai di lingkungan Badan Pengelolaan
05:14Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah BPKAD, Kabupaten Klaten
05:18Dari kemarin temuan penyidik dan penyidik sekurang-kurangnya sebesar 280 juta
05:28Jadi rinciannya pada tahun 2025
05:31HWI menerima uang potongan upah Pungut sebesar 25 juta sampai 50 juta per triwulan
05:40Yang dikumpulkan melalui saudara RZI selaku ajudan
05:46Sementara tahun 2026
05:49HWI menerima uang potongan upah Pungut sebesar 70 juta per triwulan
05:55Melalui saudara RZI juga
05:57Jadi ada kenaikan tiap tahun untuk nilai setoran upah Pungutnya
06:05Bahwa dari rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini
06:08Kemudian tim KPK berhasil mengamankan barang bukti
06:13Berupa dokumen hingga uang tunai
06:15Dengan total mencapai 1,2 miliar
06:19Dengan rincian
06:23Yang pertama senilai 934 juta
06:27Ini ditemukan di kediaman saudara HAS
06:31Selaku adik kandung bupati
06:34Yang disimpan dalam sebuah tong
06:38Berwarna biru yang ada di rumah yang bersangkutan
06:44Kemudian yang kedua senilai 300 juta
06:48Di dalam sejumlah amplop
06:50Dan yang terakhir ada uang falas senilai 5.972 yuan
06:57Atau sekitar 16 juta
07:02Itu untuk barang bukti yang berhasil diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan kemarin
07:09Kemudian untuk penetapan dan penahanan tersangka
07:13Bahwa setelah ditemukan adanya dugaan peristiwa pidana tindak penyakorupsi
07:19Maka diputuskan dalam gelar perkara di tingkat pimpinan
07:23KPK menaikkan ke tahap penyidikan
07:27Setelah ditemukan kecukupan alat bukti pada tahap penyidikan
07:31KPK menetapkan 3 orang sebagai tersangka
07:36Yang pertama saudara AWI
07:39Selaku bupati Klaten
07:41Periode 2025-2030
07:44Yang kedua saudara ALU
07:47Terlaku kepala perwakilan BPK Jawa Tengah
07:52Dan saudara MAW
07:55Terlaku pihak swasta dari PT.MU
07:59Terlaku pihak swasta dari PT.MU

Dianjurkan