Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Di tengah harapan besar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu penanganan bencana, anggarannya malah diduga dikorupsi. KPK menetapkan lima tersangka pascaoperasi tangkap tangan di BNPB. Satu di antaranya adalah tenaga ahli di BNPB, Bima Setiawan yang merupakan adik Kepala BNPB, Suharyanto.

Tersangka diduga terlibat korupsi pengadaan barang dan jasa menggunakan dana siap pakai kebencanaan. Lima orang yang ditetapkan tersangka adalah 3 pegawai BNPB dan 2 unsur swasta.

KPK mengungkap pejabat BNPB diduga melakukan penunjukan langsung terhadap pihak swasta dalam pengadaan barang dan jasa. Kelima tersangka telah ditahan di Rutan KPK Jakarta.

Ketua KPK menyatakan tengah menyelidiki peran pihak-pihak lain dalam kasus ini, termasuk Kepala BNPB.

Plt. Kepala Pusat Data dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, bilang BNPB menghormati proses hukum di KPK. BNPB berjanji kasus hukum di KPK tak akan memengaruhi pelayanan penanggulangan bencana di Indonesia termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Rustian, sempat terjaring OTT KPK. Namun, ia dipulangkan dan keluar Gedung Merah Putih KPK, Rabu sore. Dalam operasi tangkap tangan, KPK juga menyita uang Rp1,4 miliar dan emas dalam bentuk tabungan hingga batangan.

KPK mengungkap dana bencana dipakai untuk kepentingan pribadi hingga akhirnya ditetapkan lima tersangka pasca-OTT di BNPB, termasuk adik Kepala BNPB.

Hukuman apa yang setimpal untuk mereka? Kita ulas bersama Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada, Zaenur Rohman, dan penyidik KPK 20072021, Praswad Nugraha.

Baca Juga GAS TERUS SEGERA! Ini Target Kepala BNPB Kristomei Tangani Karhutla: Rakyat Sudah Terdampak! di https://www.kompas.tv/nasional/696171/gas-terus-segera-ini-target-kepala-bnpb-kristomei-tangani-karhutla-rakyat-sudah-terdampak

#kpk #bnpb #korupsi #ottkpk

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696181/full-eks-penyidik-kpk-pukat-ugm-soal-adik-kepala-bnpb-dan-4-lainnya-jadi-tersangka-dalam-ott-kpk
Transkrip
00:04Di tengah harapan besar kepada Padan Penanggulangan Bencana Nasional BNPB
00:08untuk membantu penanganan bencana,
00:11anggarannya malah diduga dikorupsi.
00:13KPK menetapkan lima tersangka pasca operasi tangkap tangan di BNPB.
00:18Satu di antaranya adalah tenaga ahli BNPB Bimas Tiawan
00:21yang merupakan adik kepala BNPB, Soeharyanto.
00:25Tersangka diduga terlibat korupsi pengadaan barang dan jasa
00:28menggunakan dana siap pakai kebencanaan.
00:32Lima orang yang ditatapkan tersangka adalah tiga pegawai BNPB
00:35dan dua unsur swasta.
00:37KPK mengungkap, pejabat BNPB diduga melakukan penunjukan langsung
00:41terhadap pihak swasta dalam pengadaan barang dan jasa.
00:44Kelima tersangka telah ditahan di rutan KPK Jakarta.
00:48Ketua KPK menyatakan,
00:49tengah menyelidiki peran pihak lain dalam kasus ini,
00:52termasuk kepala BNPB.
00:55Pihak swasta, kemudian ada pihak yang berasal dari badan tersebut
01:02sebagai tersangka dan sudah dilakukan kegiatan upaya paksa hari ini.
01:07Apakah benar salah satu tersangkanya itu adiknya kepala BNPB, Pak?
01:10Ya, terinformasi seperti itu.
01:12Tapi pastinya nanti akan dikonfirmasi kembali,
01:14sedang kemudian didalami yang terindikasi
01:18bahwa ada kerjasama, ada semacam pengkondisian,
01:24ya terutama dalam penyaluran anggaran.
01:28BNPB merespon OTT KPK.
01:30PLT Kepala Pusat Data dan Komunikasi Kebencanaan BNPB,
01:34Berton Panjaitan bilang,
01:36BNPB menghormati proses hukum di KPK.
01:39BNPB berjanji kasus hukum di KPK
01:42tak akan mengaruhi pelayanan penanggulangan bencana di Indonesia,
01:45termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.
01:48Kami juga dari BNPB mendukung proses hukum secara kooperatif
01:56dan tentu kami akan membantu seluruh dokumen
02:01yang dibutuhkan nanti untuk proses hukum ini.
02:06Pelayanan penanggulangan bencana
02:09tetap berjalan sebagaimana berjalan selama ini.
02:16Sekretaris Utama BNPB, Rustian,
02:19sempat terjaring OTT KPK.
02:21Namun ia dipulangkan dan keluar gedung merah putih KPK Rabu Sore.
02:25Dalam operasi tangkap tangan,
02:27KPK juga menyita uang 1,5 miliar rupiah
02:30dan emas dalam bentuk tabungan hingga patangan.
02:33Tim Liputan, Kompas TV
02:42Saudara sungguh miris, KPK mengungkap dana bencana
02:45dipakai untuk kepentingan pribadi
02:47hingga akhirnya ditetapkan ada 5 orang tersangka.
02:50Pasca OTT di BNPB termasuk adik dari kepala BNPB.
02:54Hukuman apa yang setimpal untuk mereka?
02:56Kita akan diskusikan bersama dengan peneliti pusat kajian anti korupsi
02:59Universitas Gajah Mada, ada Bung Zainur Rahman
03:02dan juga ada penyidik KPK 2007 hingga 2021
03:05ada Praswat Nugraha.
03:08Selamat pagi, Assalamualaikum Bapak-Bapak.
03:11Selamat pagi, Waalaikumsalam.
03:13Selamat pagi, Mbak Risti.
03:14Saya mau ke Mas Pras dulu.
03:16Mas Pras, Anda sebagai penyidik KPK periode 2007 hingga 2021
03:21bagaimana Anda melihat KPK saat ini sudah menetapkan 5 orang tersangka di sana
03:27kemudian kita tahu di sana ada dugaan suap
03:31dan benturan kepentingan perihal dana siap pakai
03:34untuk penanganan bencana di BNPB.
03:37Apa yang sebenarnya terjadi bisa diselidiki
03:41adanya dugaan keterlibatan pihak lain atau seperti apa?
03:46Ya, Mbak Risti, jadi
03:51DSP ini memang dana siap pakai
03:53bukan modus yang baru
03:55tapi memang sudah dari dulu
03:56tidak hanya di BNPB
03:57tapi digunakan juga kadang-kadang oleh kepala daerah
04:00oleh dinas-dinas di lingkungan kaupaten atau provinsi
04:04Nah, yang menarik dari perkara ini sebenarnya
04:08bukan pengadaan langsung ataupun tunjuk langsungnya
04:12apalagi kalau misalnya bencana itu kan dengan alasan bahwa
04:17ini dalam keadaan yang terdesak
04:21harus sekarang juga
04:23jadi tidak perlu lakukan pengadaan barang dan jasa
04:26tidak bisa, tidak punya ada waktu untuk tender dan lain-lain
04:29tapi yang menarik ini saya melihat ada adik kandung kepala
04:34yang dianggap, justru diangkat menjadi tenaga ahli
04:39dan berdasarkan kemarin ya dari
04:42dari konfres teman-teman di KPK itu
04:45rupanya ada semacam pengaturan penunjukan langsung itu
04:50di dalam satu konsumtium
04:52dengan adik kandungnya BNPB
04:57Bapak Kepala BNPB
04:58Nah, teman-teman KPK saya pikir langsung
05:05tidak rumit
05:06tidak rumit memecah perkara ini
05:08karena konstruksinya di 12i
05:10seorang penyelenggara negara
05:11ikut serta
05:13secara langsung ataupun tidak langsung
05:15dalam pengadaan barang dan jasa
05:16jadi, jadi ada satu adagium yang menarik itu
05:20di KPK itu
05:21kalau wasit itu tidak boleh ikut serta di
05:24pertandingan
05:24kalau wasit ikut serta di pertandingan
05:26maka dia pasti menang
05:27ini yang saya lihat terjadinya
05:30sederhanalah
05:31ini perkara yang sangat sederhana
05:32dan mudah-mudahan insya Allah
05:33satu dua hari ini sudah
05:37ada
05:37intelektual dadernya itu harus dapat
05:41jadi, ini kan sebenarnya turunan semua nih Mbak
05:44jadi ada Richard
05:46ada Mas Bima itu
05:48Mas Bima itu adik kandungnya Pak Kepala
05:50Richard itu juga tenaga ahli
05:51ada Mbak Siva sama Mas Keri
05:54terus ada siapa itu
05:57satu lagi, oh Pak Sigit
05:59PPK
06:01jadi, PPK akan mencantolkan penyelenggara negaranya
06:05pada PPK, Pak Sigit
06:07lalu konstruksi perkaranya nanti bersama-sama dengan
06:13Bima dan Richard
06:16sebagai penerima
06:18dan si pemberinya pihak swasta dua orang
06:21tapi, disini kan ada intelektual dader
06:25atau ada pelaku utamanya
06:27yang harusnya kita lihat dalam satu dua hari ini
06:32juga ditetapkan
06:33harusnya tersangka dengan mekanisme
06:36misalnya, kalau misalnya
06:37ada calon-calon tersangka yang adalah TNI aktif
06:41bisa melalui
06:44auditor militer atau
06:48Mbak, gitu
06:49tapi, saya pikir
06:51ini sudah jelas sekali lah
06:52karanya dan gak perlu
06:53kemudian bersesah payah
06:55jadi, tidak
06:57tidak sesuatu yang baru lah
06:59ini 12i
07:00konserta
07:02ya, menggunakan tangan adiknya
07:04oke, kalau kita lihat disana
07:06ada tersangkanya
07:08merupakan adik dari kepala BNPB
07:10tentu KPK
07:11dengan mudahnya
07:12begitu ya
07:13untuk bisa menyelidiki
07:14dugaan keterlibatan pihak lain
07:16dalam hal ini
07:16begitu ya
07:17untuk bisa
07:18mengusut secara tuntas
07:20membokar secara tuntas
07:21siapa sebenarnya
07:22aktor intelektual
07:23dibalik ini semua
07:24tapi, kemudian
07:25yang jadi perhatian adalah
07:26ketika ini harus berkoordinasi
07:28dengan lembaga lain
07:29begitu ya
07:30tadi yang Anda sebutkan
07:31mungkin dari TNI
07:32ini yang kemudian
07:33akan ada menjadi
07:34tantangan tersendiri
07:35bagi KPK
07:36begitu?
07:39ya, kan selalu
07:40permasalahannya disitu
07:42jadi pertanyaan kita
07:43sebenarnya memang
07:44ketika kemudian
07:46tindak pidana ini
07:46dilakukan di ruangan sipil
07:48nanti mungkin Mas Jen
07:49akan lebih tajam itu
07:50analisanya beliau
07:52apakah kemudian
07:53undang-undang militer
07:54tetap berlaku
07:55karena
07:56ketika
07:57nantinya misalnya
07:58ada tersangka
07:59dari pihak-pihak militer
08:01selama ini kan selalu
08:02di
08:03sidangnya
08:04bersamaan itu ya
08:06jadi di
08:07sidang perkara
08:09sipilnya jalan
08:10si perkara militernya
08:11juga jalan
08:12tapi
08:12sebenarnya kan
08:13pokok perkaranya
08:14hanya satu
08:16sebenarnya
08:17pokok perkaranya
08:17jadi
08:17kurang pas
08:19mungkin
08:19ini jadi masukan juga
08:21bagi teman-teman
08:22di DPR
08:23ataupun di eksekutif
08:24nantinya
08:25harusnya khusus
08:27karena
08:27karena
08:29karena
08:29tidak pidana korupsi
08:35si teman-teman
08:36yang
08:37memang
08:37dari
08:39memiliki latar belakang
08:41militer
08:42harusnya
08:42dapat
08:43di sidang juga
08:44atau
08:45diproses
08:45di dalam
08:46sistem peradilan sipil
08:48gitu
08:49oke
08:50saya ingin ke
08:50Bung Zainur Rahman
08:51Bung Zainur Rahman
08:52nah ini yang menarik
08:52begitu ya
08:54KPK
08:55didorong
08:56untuk kemudian
08:57bisa membongkar
08:58secara tuntas
08:59dari kasus
08:59dugaan korupsi
09:01yang terjadi di BNPB
09:02di tengah
09:02banyaknya bencana
09:03di Indonesia
09:04begitu ya
09:05ternyata kita lihat
09:06tenaga ahlinya
09:07ini ada dugaan
09:08konflik of interest
09:09begitu adik
09:10dari kepala BNPB
09:11bagaimana
09:12Bung Zainur Rahman
09:13bisa
09:16melakukan
09:17apa ya
09:18pemikiran
09:19soal
09:20kalau disipil
09:21oke KPK
09:22tapi kemudian
09:22untuk membongkar
09:24apa yang terjadi
09:25ketika ini
09:26sudah masuk ke
09:26lembaga lain
09:28dalam hal ini
09:28adalah militer
09:29di TNI
09:31iya Mbak Adisti
09:32yang pertama
09:33harus kita sepakati dulu
09:35korupsi ini
09:36adalah jenis
09:37korupsi paling jahat
09:38semua korupsi jahat
09:40tetapi korupsi
09:41dana bencana
09:42adalah sejahatnya
09:43korupsi
09:44karena bisa
09:45memperparah
09:46penderitaan korban
09:47bisa menghambat
09:49penanggulangan
09:50bencananya
09:51itu yang pertama
09:51yang kedua
09:52oleh karena itu
09:54pengusutan perkaranya
09:55harus mengerahkan
09:57segala sumber daya
09:58yang tersedia
09:59agar perkara ini
10:01bisa sukses
10:02membongkar
10:02semua yang terlibat
10:03apalagi
10:04intelektual
10:05dadernya
10:06yang ketiga
10:07ini adalah
10:09bentuk-bentuk
10:10konflik kepentingan
10:11dimana
10:12penyelenggara negara itu
10:14punya interes pribadi
10:15tetapi dia mengambil
10:16keputusan publik
10:18sehingga
10:18keputusan publik itu
10:19kualitasnya
10:20tercemar oleh
10:21interes pribadinya
10:22menurut
10:24teman-teman
10:24RB
10:25nomor 17
10:25tahun 2024
10:28keluarga
10:28yang diangkat
10:30sebagai tenaga
10:30ahli saja
10:31itu sudah merupakan
10:33satu bentuk
10:33konflik kepentingan
10:34yaitu
10:34konflik kepentingan
10:35yang bersumber
10:36dari hubungan
10:37keluarga
10:37kalau memang
10:38benar bahwa
10:39B ini adalah
10:41seorang
10:41tenaga ahli
10:43kepala BNPB
10:44sedangkan
10:44dia adalah
10:45adik kandungnya
10:46itu sudah merupakan
10:48problem tersendiri
10:49dalam
10:50birokrasi kita
10:51dalam hukum
10:52administrasi negara
10:53itu adalah
10:54bentuk
10:54konflik kepentingan
10:55yang kelima
10:56kalau memang
10:57benar kemudian
10:58B ini
10:59akhirnya
10:59mengoperasikan
11:01seluruh
11:02pengadaan
11:03barang dan jasa
11:04kemudian
11:05dikonsentrasikan
11:06dalam satu
11:07grup
11:08dalam tanda kutip
11:09sehingga
11:10seluruh
11:10pengadaan
11:11di BNPB
11:12harus melalui
11:12grup itu
11:13betul
11:14ini sudah
11:15memenuhi
11:15rumusan
11:16pasal
11:1612
11:17huruf
11:17i kecil
11:18undang-undang
11:18tipikor
11:19dimana
11:20ketika
11:21seorang
11:21penyelenggara
11:22negara
11:22ikut
11:23pemborongan
11:24melakukan
11:25pekerjaan
11:25barang dan jasa
11:26itu merupakan
11:27tipikor
11:28persis yang
11:29dikatakan oleh
11:30Bung Praswat
11:30tadi
11:31ini adalah
11:32wasit
11:33yang ikut
11:33bertanding
11:34pertanyaan
11:35selanjutnya
11:35ini hanya
11:37adiknya saja
11:37atau sampai
11:38kepada
11:38kepala
11:39BNPB
11:39itu yang
11:40normal
11:40gitu kan
11:41nah
11:41karena itu
11:42penting
11:43untuk KPK
11:44ya
11:45mencari
11:46alat bukti
11:46apakah ada
11:48pengetahuan
11:48ada persetujuan
11:50ada perintah
11:50ada aliran
11:51yang sampai
11:53kepada
11:53kepala
11:54BNPB
11:55jangan sampai
11:56kemudian
11:56perkara ini
11:57menjadi seperti
11:58perkara
11:58ATRBPN
11:59misalnya
11:59dimana
12:00disana ada
12:014 orang
12:02dekat
12:02dari menteri
12:03ATRBPN
12:03sudah jadi
12:04tersangka
12:04yang non
12:05penyelenggara
12:06negara
12:06dan ada
12:07sekian banyak
12:07penyelenggara
12:08negara
12:08dari pejabat
12:09kementerian
12:10ATRBPN
12:10tetapi
12:11sampai sekarang
12:11menterinya
12:12NW
12:13jangankan
12:14ditetapkan
12:15tersangka
12:15diperiksa
12:16saja
12:16belum
12:16gitu ya
12:17artinya
12:17memang
12:18sangat penting
12:19untuk
12:19segera
12:20mencari
12:20alat bukti
12:21apakah
12:22ada hubungan
12:23antara
12:24kepala
12:25BNPB
12:25dengan
12:26tindak
12:26bidana
12:27dengan
12:27tindak
12:27bidananya
12:28misalnya
12:29itu tadi
12:29kalau ada
12:30satu saja
12:31persetujuan
12:31sudah
12:32itu sudah
12:33memenuhi
12:33unsur
12:34sudah
12:35fulltoid
12:35nah yang
12:36nomor
12:37tujuh
12:37adalah
12:37pertanyaannya
12:38bagaimana
12:39kalau
12:40memang
12:41ternyata
12:41ada
12:42indikasi
12:43mengarah
12:44ke
12:44keterlibatan
12:45kepala
12:45BNPB
12:46begitu kan
12:46kalau ada
12:48arah
12:48ke sana
12:48menurut
12:49undang-undang
12:50sebagaimana
12:51diatur
12:51dalam
12:52pasal
12:5242
12:53undang-undang
12:53KPK
12:54KPK
12:55itu
12:55berwenang
12:56untuk
12:56mengendalikan
12:57penyelidikan
12:58penyidikan
12:59penuntutan
12:59perkara
13:00yang melibatkan
13:00pelaku sipil
13:01dan militer
13:02namun
13:03demikian
13:04menurut
13:04sistem hukum
13:05kita saat ini
13:06pelaku
13:07militer
13:07belum dapat
13:09diadili
13:09di persidangan
13:10sipil
13:11kenapa demikian
13:12karena
13:13di dalam
13:13undang-undang
13:14TNI
13:14itu digantungkan
13:16satu syarat
13:17yaitu
13:18harus terlebih dahulu
13:19dilakukan
13:19perubahan
13:20undang-undang
13:20pengadilan
13:21militer
13:21yang sampai
13:22sekarang
13:23syarat itu
13:24tidak
13:24dijalankan
13:25oleh
13:25presiden
13:26dan
13:26DPR
13:26undang-undang
13:27pengadilan
13:28militernya
13:28tidak kunjung
13:29di
13:29revisi
13:30sehingga
13:31untuk pelaku
13:32militer
13:32masih tetap
13:33diadili
13:33di pengadilan
13:34militer
13:34Mbak Adisti
13:35lantas bagaimana
13:36untuk mengoperasikan
13:37itu
13:37untuk mengoperasikan
13:39itu
13:39caranya
13:40adalah
13:40KPK
13:41membuat
13:42tim penyidikan
13:43koneksitas
13:44kalau ada
13:45arah
13:46bahwa
13:46ada keterlibatan
13:47pelaku
13:47militer
13:48KPK
13:49sampaikan
13:49kepada TNI
13:50melalui
13:51PUSPOM
13:51agar kemudian
13:53PUSPOM
13:53menjadi penyidik
13:54juga
13:55untuk pelaku
13:56militernya
13:56bersama-sama
13:57dengan KPK
13:58jadi dia itu
13:59kombain
14:00dia itu
14:00hybrid
14:01menjadi tim
14:02penyidikan
14:02koneksitas
14:03nanti tim
14:04penyidikan
14:04koneksitas
14:05itu
14:05peradilannya
14:06juga merupakan
14:07peradilan
14:07koneksitas
14:08dimana
14:09disitu ada
14:09hybrid
14:10antara
14:11hakim
14:12dari sipil
14:13dan hakim
14:13dari militernya
14:14demikian juga
14:15untuk
14:16JPU-nya
14:16ada dari
14:17auditorat
14:18militer
14:18dan juga
14:19ada dari
14:19JPU
14:20sipilnya
14:21dalam ini adalah
14:22JPU KPK
14:23jadi menurut saya
14:24ini tinggal bagaimana
14:25kemudian KPK
14:26menemukan
14:27nexusnya
14:28antara
14:29adik dengan
14:30kakak ini
14:31apakah ada
14:32atau tidak
14:33kalau ketemu
14:33maka KPK bisa
14:35segera bentuk
14:35tim penyidikan
14:36koneksitas
14:37dengan mengetuk
14:38pintu
14:39TNI
14:39melalui
14:40PUSPOM
14:40begitu Mbak Disdi
14:41oke
14:41kalau dari penjelasan
14:43Bung Zainur Rohman
14:44begitu ya
14:44perlu ada alat bukti
14:45yang kuat
14:46begitu ya
14:46untuk bisa
14:49membuat
14:49nantinya
14:50ini menjadi
14:51membongkar
14:51secara
14:52tuntas
14:53begitu ya
14:53siapa sebenarnya
14:54aktor intelektual
14:55dari ini
14:55kalau dari
14:56Mas Pras sendiri
14:57sebenarnya
14:58KPK
14:59punya tantangan
15:00tersendiri
15:01atau kesulitan
15:02gak sih
15:02untuk bisa
15:02membongkar
15:04dugaan
15:05keterlibatan
15:05pihak lain
15:06untuk bisa
15:06membongkar
15:07lebih lengkap
15:07begitu ya
15:08aktor intelektualnya
15:09siapa untuk selanjutnya
15:10nanti akan ada
15:11pembentukan
15:12tim koneksitas
15:13di sana
15:15Mas Pras
15:18Mas Pras
15:20Mbak Disdi
15:21ya
15:22maaf
15:22tadi masih mute
15:23oke
15:24Mbak
15:24jadi saya pikir
15:25sebenarnya
15:26teman-teman KPK
15:26juga sudah tahu
15:27dari awal
15:28dari gelar perkara pertama
15:30naiknya proses
15:31penyelidikan
15:32juga teman-teman KPK
15:33sudah mengajukan
15:34kepada pimpinan
15:35itu sebenarnya
15:35nama
15:37penyelenggara negara
15:38ya
15:39atau misalnya
15:40kepala lembaga
15:41atau misalnya
15:42Pak Menteri
15:42atau misalnya
15:44Gubernur
15:45kalau di daerah
15:45jadi
15:48soal teknis
15:49nanti
15:50ketika kemudian
15:51teknis penangkapan
15:52kita tangkapnya
15:53kayak makan bubur
15:54itu dari pinggir
15:55ke tengah
15:55atau dari tengah
15:56ke pinggir
15:57itu soal teknis
15:58operasi tangkap tangan
15:59karena kan memang
16:01itu berlangsung
16:01cepat sekali
16:02hanya punya waktu
16:0324 jam
16:04teman-teman lidik
16:05untuk melakukan
16:05operasi OTT
16:06dalam waktu 24 jam
16:07harus menetapkan
16:08tersangka
16:09tapi
16:09saya pikir
16:12punggungnya
16:13atau tulang
16:14tulang utamanya
16:16perkara
16:17BNPB ini
16:19sudah
16:19sudah dipentuk
16:21itu sudah mulai
16:21dari
16:22proses penyelidikan
16:24naik
16:24sprint lidik
16:25dari Dumas
16:26naik ke sprint lidik
16:28lalu kemudian
16:28terjadi
16:29operasi tangkap tangan
16:29tanggal 13 Oktober
16:30kemarin
16:31dan rangkaian ini
16:32terus berlangsung
16:33jadi
16:33teman-teman KPK
16:35sudah tahu
16:35siapa sebenarnya
16:36pelaku utamanya
16:37jadi
16:38kita
16:40sebelumnya kan
16:40sudah
16:41ini sudah
16:41prosesnya panjang
16:42dari 6 bulan
16:44atau bahkan
16:44mungkin dari setahun
16:45yang lalu
16:45teman-teman
16:46di Dumas
16:47dan lidik
16:47sudah
16:47jadi gak perlu
16:48waktu yang lama
16:49dong
16:49sebenarnya
16:50untuk bisa
16:50membongkar ini
16:51gak perlu
16:53sebenarnya
16:53ini soal teknis
16:54saja
16:55cuman kan memang
16:55ada sistem
16:57ketatanegaraan
16:57kayak kata
16:58Mas Zainur
16:58tadi
16:59ada undang-undang
17:01peradilan militer
17:02dan lain-lain
17:03tapi
17:03secara konstruksi
17:05itu
17:06sudah digelar
17:07tadi malam itu
17:08di KPK itu
17:09clear sekali
17:10sebenarnya
17:10intelektual dadernya
17:11siapa
17:12oke
17:13nah kalau
17:14Anda menyebutkan
17:15sebenarnya ini
17:16soal teknis saja
17:17begitu tidak perlu
17:17waktu lama
17:18tapi kemudian
17:19kalau kita berkaca
17:20kepada
17:20kasus di
17:21kementerian
17:22ATR BPN
17:23pucuk pimpinannya
17:24saja sampai sekarang
17:25belum diperiksa
17:25itu yang kemudian
17:26jadi pertanyaan kita
17:27semua kan
17:28pastinya
17:29pola-pola semacam ini
17:31adalah sebenarnya
17:31pola-pola lama
17:32yang masih
17:33terus dipelihara
17:35dalam tanda kutip
17:35ya begitu ya
17:36ada conflict of interest
17:38kemudian
17:39apalagi untuk
17:40di
17:42situasi
17:42kedaruratan
17:43kebencanaan
17:44begitu ya
17:45ini ternyata menjadi
17:46celah
17:46yang
17:48mulus
17:49begitu ya
17:49untuk
17:50sejumlah
17:51orang
17:52memanfaatkan
17:52situasi semacam ini
17:54bagaimana
17:55penjelasan
17:56soal
17:56Bung Zainur Rahman
17:57soal ini
17:57walaupun
17:58pola-polanya
17:59sebenarnya
17:59pola lama
18:00tapi bagaimana
18:01soal
18:02yang terjadi
18:04di BNPB ini
18:04pesawat
18:05harus cepat
18:06misalkan
18:07pada saat
18:07karhutlah
18:08ada
18:10helikopter
18:10yang harus
18:11segera
18:12dioperasionalkan
18:13begitu ya
18:13dioperasikan
18:14bagaimana Anda
18:15melihat ini
18:15menjadi celah
18:16ya
18:18jadi
18:18para pelaku ini
18:20diduga
18:20memang
18:20memanfaatkan
18:21situasi
18:22gitu ya
18:23ada
18:23orang yang
18:25memanfaatkan
18:25kesempatan
18:26dalam kesempitan
18:27memang
18:28di dalam
18:28peraturan
18:29LKPP
18:29nomor 6
18:302024
18:30itu
18:31dimungkinkan
18:31untuk melakukan
18:32pengadaan
18:33yang bersifat khusus
18:34dalam
18:34untuk penanganan
18:35keadaan darurat
18:36sehingga
18:37tidak mengikuti
18:38perpres PBJ
18:39yang menggunakan
18:40prosedur relatif
18:41panjang
18:42untuk penanggulangan
18:43bencana
18:43butuh kecepatan
18:45butuh ketepatan
18:47butuh
18:47fleksibilitas
18:49dimana kemudian
18:50disitu
18:50yang paling penting
18:52ada
18:53penyediaan
18:54barang dan jasa
18:55yang dibutuhkan
18:55untuk menanggulangi
18:56bencana
18:57yang menyediakan
18:58itu ada
18:59kemudian
18:59anggarannya ada
19:00kemudian
19:01dibelilah
19:02untuk diadakan
19:03tujuannya
19:04agar bisa
19:04segera digunakan
19:05tetapi kemudian
19:07bukan berarti
19:08boleh digunakan
19:09secara
19:10serampangan
19:11tetap
19:12harus
19:13ya
19:13prudent
19:14cara untuk
19:15memastikan itu
19:16prudent adalah
19:17yang paling penting
19:17tidak ada
19:18konflik kepentingan
19:19disitu
19:19tidak ada pihak
19:20yang menguntungkan
19:21diri sendiri
19:21atau orang lain
19:22secara melalui
19:23hukum disitu
19:24tidak ada
19:25pihak yang berbuat
19:26curang
19:26tidak ada fraud
19:27disitu
19:28yang menjadi
19:29persoalan disini
19:30kan adalah
19:31dugaan
19:32coynya itu tadi
19:33konflik of interest
19:34nya itu tadi
19:35ya
19:36kemudian pihak-pihak
19:37itu memanfaatkan
19:38kesempatan
19:39jadi memang
19:39pengadaan
19:40barang dan jasa
19:41pemerintah
19:42dalam keadaan
19:43darurat itu
19:43menurunkan
19:44level akuntabilitas
19:46dengan tujuan
19:47kecepatan
19:48tetapi
19:49kemudian
19:49ini yang disalahgunakan
19:51oleh para pihak ini
19:52gitu ya
19:53ini yang kemudian
19:54bisa menimbulkan
19:55trust issue
19:55ke depan
19:56gitu ya
19:56ketika kemudian
19:59akuntabilitas itu
20:00tidak dipegang
20:02dengan baik
20:03dan kemudian
20:04ada pihak-pihak
20:05yang memanfaatkan
20:06situasi
20:07jangan-jangan
20:08ke depan
20:08untuk pengadaan
20:09dalam keadaan
20:10darurat
20:11akan ada
20:12perbaikan-perbaikan
20:13sistem yang kemudian
20:14ujung-ujungnya adalah
20:15mempersulit
20:16untuk pengadaan itu sendiri
20:17dan ini sekali lagi
20:18ini menunjukkan
20:19betapa jahatnya
20:20para pelaku
20:21bahkan kan
20:22kalau kejadiannya
20:23adalah
20:24pasal 2
20:25atau 603
20:26KUHP
20:26yaitu
20:27perbuatan melawan hukum
20:28merugikan
20:29keuangan negara
20:30menguntukkan diri sedia
20:31atau orang lain
20:32itu kan bisa dijerat
20:33dengan pidana mati
20:34dalam konteks
20:35pidana
20:35dalam konteks
20:36bencana alam nasional
20:37kalau ini kan bukan
20:39bencana alam nasional
20:40pemerintah pusat kan
20:41tidak mau
20:41menetapkan
20:42Carlutla
20:43sebagai bencana
20:44alam nasional
20:44memang yang kedua
20:45ini juga bukan
20:46pasal 2
20:47bukan 603
20:48KUHP
20:49ini adalah
20:5012 huruf I
20:51jadi memang
20:52sebenarnya
20:52ini
20:53kalau bicara soal
20:54pidana mati
20:55sebenarnya jauh
20:55tetapi dari
20:56sifat jahatnya
20:57sama
20:58ini sifat jahatnya
20:59sama
21:00yaitu
21:00korupsi yang dilakukan
21:02terhadap dana-dana
21:03untuk penanggulangan
21:04bencana
21:04begitu Mbak Adis
21:05oke nah ini yang kemudian
21:06menjadi perhatian
21:07begitu ya
21:07ketika kemudian
21:08ini dicokok
21:09begitu nanti akan ada
21:11jangan sampai ada
21:12apa ya
21:13jadi presiden tersendiri
21:15begitu untuk ke depannya
21:16ah nanti kalau misalkan
21:17ada bencana
21:18agak takut-takut nih
21:19mengeluarkan dananya
21:20agak takut-takut
21:21untuk kemudian
21:24menge
21:24apa ya
21:25langkahnya agak
21:26diperlambat
21:27nanti kena lagi
21:28nanti begini
21:29nanti begini
21:29nah apa yang perlu
21:30dievaluasi
21:31jangan sampai
21:32kecepatan itu
21:33berkurang
21:34ketepatan itu
21:35berkurang
21:35karena
21:35ada hal-hal
21:36yang semacam ini
21:37apa yang perlu
21:38di
21:39kedepannya perlu
21:40diperbaiki
21:41atau evaluasi
21:42Bung Zainur Roman
21:43ya
21:44yang penting yang pertama
21:46jangan ada
21:46konflik kepentingan
21:47jangan ada
21:48pihak yang
21:49menguntungkan diri sendiri
21:50ya
21:50kalau pejabat itu
21:52tidak ngambil
21:53tidak punya
21:54konflik kepentingan
21:55saya pikir
21:56penanggulangan
21:58bencana
21:58yaitu pengadaan
21:59dalam keadaan
22:00darurat
22:01itu tidak perlu
22:02khawatir dilakukan
22:03oleh para pejabat
22:04mereka perlu khawatir
22:05kalau mereka
22:06ikut ngambil
22:07gitu ya
22:07sambil melakukan
22:08penanggulangan
22:09bencana
22:10sambil
22:10memperkaya diri
22:11secara melang hukum
22:12itu yang pertama
22:12yang kedua
22:13ya transparansi ya
22:14termasuk dari sisi vendor
22:16dari sisi harga
22:17dibuka lah
22:18meskipun itu darurat
22:19dibuka saja
22:20kepada publik
22:20agar publik bisa ikut
22:21mengawasi
22:22siapa yang memenangkan
22:23siapa yang ditunjuk
22:24ini kan itu
22:25penunjukan langsung
22:25biasanya ya
22:26siapa bagaimana
22:27harga itu diperoleh
22:28wajar atau tidak
22:29kan publik bisa ikut
22:30pengawasi itu menurut saya
22:31yang paling penting adalah
22:32tidak punya konflik
22:33kepentingan
22:34transparan
22:35dan siap untuk
22:36diaudit gitu ya
22:37itu udah merupakan
22:39tiga kata kunci yang cukup
22:40untuk
22:41membuat para pejabat ini
22:42aman
22:43kalau mereka
22:44tidak
22:44memiliki
22:46interes pribadi
22:47saya pikir
22:47tidak perlu khawatir
22:48bahkan ya
22:49bahkan
22:50saat ini pun
22:51sestama
22:52BNPB
22:53dipulangkan
22:54meskipun ikut
22:55dibawa
22:56ketika OTT
22:57tetapi
22:58dia dipulangkan
22:59kenapa dipulangkan
23:00ya karena
23:01penyidik tidak
23:02melihat
23:03adanya
23:04bukti yang
23:05menunjukkan
23:06pidana yang dilakukan
23:07itu saja sebenarnya
23:08gitu ya
23:09kalau penyidik pegang bukti
23:10melihat bukti
23:12punya bukti
23:12bahwa
23:13ada keterkaitan
23:14pidana yang dilakukan
23:15oleh sestama
23:16pasti sestama
23:17ditetapkan sebagai tersangka
23:18jadi sebenarnya
23:19tidak perlu ada
23:20kekhawatiran
23:20yang perlu khawatir adalah
23:21orang-orang yang
23:22memanfaatkan
23:23kesempatan dalam
23:24kesempitan itu
23:25punya konflik kepentingan
23:27memperkaya diri
23:28memperkaya kelompok
23:29memperkaya golongan
23:30ingat Mbak Adisti
23:31dalam perkara ini
23:32kompleks loh
23:33modus yang sudah digunakan
23:35misalnya gini
23:36memang ini
23:37modus lama ya
23:38tetapi
23:39misalnya
23:39dugaan TPPU nya
23:41itu udah jauh
23:42salah satunya apa
23:43Mbak Adisti
23:44penggunaan
23:45instrumen
23:46cryptocurrency
23:47untuk mengamankan
23:49hasil kejahatan
23:50KPK mengatakan
23:51bahwa
23:52ada kripto
23:53yang diduga
23:54hasil dari
23:55kejahatan ini
23:56nah ini seperti kami
23:56selalu bilang dari dulu
23:58bahwa kejahatan itu
23:59selalu berevolusi
24:01mengikuti perkembangan zaman
24:02termasuk dalam
24:03mengamankan hasil
24:04kejahatannya gitu ya
24:05kalau dia ada di
24:07kripto
24:08maka kan kemudian
24:09dianggapnya
24:11susah untuk
24:12dideteksi
24:12susah untuk
24:13diambil ya kan
24:15untuk mengambil
24:16kripto bagaimana caranya
24:17kan satu-satunya
24:18cara adalah
24:18harus diserahkan sendiri
24:20oleh orang yang
24:21memiliki passwordnya
24:22kalau passwordnya itu
24:23tidak dipegang oleh
24:25penyidik begitu ya
24:26bagaimana melakukan penyitaan
24:28terhadap kripto
24:28jawabannya tidak bisa
24:30karena dia adalah
24:31decentralized finance
24:32gitu ya
24:33sehingga memang disana
24:34hampir tidak ada
24:35kedaulatan negara
24:36kecuali
24:37kalau KPK misalnya
24:38berhasil amankan
24:39device-nya
24:40di dalam device-nya
24:41ada passwordnya
24:42itu baru kemudian bisa
24:44gitu Mbak Adisti
24:45oke terakhir
24:45saya mau ke Mas Pras
24:46Mas Pras
24:47tiga poin krusial
24:48untuk bisa dilakukan
24:49pembongkaran secara
24:50tuntas dalam
24:51kasus BNPB ini
24:52termasuk
24:53siapa saja
24:54aktor intelektualnya
24:55siapa yang selanjutnya
24:56akan seharus
24:57segera diperiksa
24:58setelah OTT ini
24:59dan termasuk juga
25:01penggalian
25:02soal dugaan
25:03TPPU disana
25:04singkat saja
25:05Mas Pras
25:07ya pertama
25:08bahwa ini kan
25:09ini satu titik
25:11pidana yang sederhana
25:11Pak Mbak
25:12jadi 12i
25:13jadi kita
25:14kita berputar-putar
25:15menganalisa
25:16siapa yang akan
25:18diperiksa
25:19dan lain-lain
25:19sebenarnya
25:20sebuah sederhana
25:20karena
25:21tidak boleh
25:22seorang penyelenggaran
25:23negara belanja
25:24kepada dirinya sendiri
25:25itu saja prinsipnya
25:25jadi
25:26bagaimana mungkin
25:28dia yang menguasai
25:30dan mengawasi
25:31proses pengadaan
25:32barang dan jasa
25:33namun dia membeli
25:34dirinya
25:35kepada dirinya sendiri
25:36betul
25:37karena dianggap bahwa
25:39adik kandung
25:39kakak kandung
25:40anak kandung
25:41istri-istri
25:42ayah kandung
25:44ibu kandung
25:44dan lain-lain
25:45itu adalah dirinya sendiri
25:46itu yang dimaksudkan
25:47pasal 12i
25:47ikut serta dia
25:49dirinya
25:50ikut serta
25:51dalam pengadaan
25:52barang dan jasa
25:53yang diadakan
25:54oleh dirinya sendiri
25:55jadi itu sudah selesai
25:56sebenarnya 12i
25:58teman-teman KPK
25:59sudah selesai
25:59dan konstruksinya
26:00sudah berbulan-bulan
26:01ini dibentuk
26:02sudah disusun
26:03jadi tidak perlu lagi ada
26:04sebenarnya tidak
26:05sudah ada
26:06semuanya sudah
26:07sudah lengkap
26:08dan sudah full toy
26:09jadi tinggal
26:10segera saja
26:11mungkin dalam 1-2 hari ini
26:13kita akan lihat
26:13teman-teman KPK
26:15berkoordinasi dengan
26:16lembaga-lembaga
26:16instansi terkait
26:17yang kiranya bisa
26:19melaksanakan
26:20proses penyidikan
26:21tak di sini
26:22oke kita akan tunggu
26:24bagaimana
26:24oke kita akan tunggu
26:261-2 hari ke depan
26:27begitu ya
26:27jangan sampai seperti
26:28kementerian ATRBPN
26:29wujud pimpinannya
26:30kapan diperiksa
26:31kita belum tahu
26:32terima kasih penyidik KPK
26:332007-2021
26:35Mas Praswat Nugrahan
26:37telah bergabung bersama kami
26:38kemudian juga ada
26:39peneliti pusat
26:40kajian anti korupsi
26:41dari Universitas Gajah Mada
26:42Bung Zainur Rahman
26:43juga telah bergabung bersama kami
26:44sehat selalu

Dianjurkan