- 2 jam yang lalu
- #pendidikanislam
- #kemenag
- #islam
KOMPAS.TV - Pendidikan Islam dituntut terus beradaptasi di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam (PTKI) dilakukan melalui peningkatan mutu akademik, penguatan sumber daya manusia, perluasan akses pendidikan, hingga internasionalisasi.
Saat ini, 39 PTKIN telah terakreditasi unggul dan 104 program studi meraih akreditasi internasional. Dari sisi SDM, 73,01 persen dosen telah tersertifikasi, dengan 1.763 guru besar. Sementara itu, 1.761 mahasiswa asing dari 91 negara menempuh pendidikan di PTKI Indonesia.
Kementerian Agama juga memperluas akses melalui KIP Kuliah, memperkuat fasilitas pendidikan, serta mendorong riset dan publikasi internasional. Ke depan, program Chair of Indonesian Islam akan mengirim dosen PTKI untuk mengajar tentang Islam Indonesia di sejumlah kampus dunia.
Lantas, bagaimana strategi pemerintah memperkuat mutu, memperluas akses, dan meningkatkan daya saing pendidikan tinggi Islam Indonesia di tingkat global? Simak perbincangannya bersama Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag.,.
#pendidikanislam #kemenag #islam
Baca Juga Kemenag Buka Pendaftaran PPG Daljab Guru Madrasah 2026: Syarat Utama, Jadwal, dan Cara Daftar di https://www.kompas.tv/info-publik/697379/kemenag-buka-pendaftaran-ppg-daljab-guru-madrasah-2026-syarat-utama-jadwal-dan-cara-daftar
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697518/transformasi-ptki-bermutu-inklusif-mendunia-zona-inspirasi
Saat ini, 39 PTKIN telah terakreditasi unggul dan 104 program studi meraih akreditasi internasional. Dari sisi SDM, 73,01 persen dosen telah tersertifikasi, dengan 1.763 guru besar. Sementara itu, 1.761 mahasiswa asing dari 91 negara menempuh pendidikan di PTKI Indonesia.
Kementerian Agama juga memperluas akses melalui KIP Kuliah, memperkuat fasilitas pendidikan, serta mendorong riset dan publikasi internasional. Ke depan, program Chair of Indonesian Islam akan mengirim dosen PTKI untuk mengajar tentang Islam Indonesia di sejumlah kampus dunia.
Lantas, bagaimana strategi pemerintah memperkuat mutu, memperluas akses, dan meningkatkan daya saing pendidikan tinggi Islam Indonesia di tingkat global? Simak perbincangannya bersama Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag.,.
#pendidikanislam #kemenag #islam
Baca Juga Kemenag Buka Pendaftaran PPG Daljab Guru Madrasah 2026: Syarat Utama, Jadwal, dan Cara Daftar di https://www.kompas.tv/info-publik/697379/kemenag-buka-pendaftaran-ppg-daljab-guru-madrasah-2026-syarat-utama-jadwal-dan-cara-daftar
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697518/transformasi-ptki-bermutu-inklusif-mendunia-zona-inspirasi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Sesaat lagi Anda menyaksikan Zona Inspirasi dipersembahkan oleh
00:28Halo selamat siang saudara apa kabar Anda hari ini semoga dalam keadaan sehat dan juga baik
00:34Saudara pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan juga generasi bangsa
00:39Di tengah perkembangan teknologi dan juga perubahan zaman pendidikan Islam juga dituntut untuk terus beradaptasi dan juga bertransformasi
00:47Nah salah satu wujud transformasi tersebut terlihat pada pendidikan tinggi keagamaan Islam atau PT KI
00:53Yang terus memperkuat kualitas secara kelembagaan, mutu akademik dan juga serta daya saing di tingkat global
01:00Lantas bagaimana arah transformasi pendidikan Islam di Indonesia pada saat ini kita akan ulas selengkapnya selama 30 menit ke depan
01:06bersama saya Egit Hapsari
01:08Hanya di Zona Inspirasi
01:18Baik saudara untuk membahasnya sudah hadir di studio Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia
01:25Bapak Profesor Dr. Amin Suyidno M.A.G. Assalamualaikum Pak Amin, apa kabar?
01:31Terima kasih sudah menyempatkan waktunya di Zona Inspirasi Kompas TV
01:34Pak Amin sebelum kita membahas lebih dalam mengenai topik ini
01:38Bolehkah Pak Amin menjelaskan sebetulnya apa perbedaan dari pendidikan Islam dengan pendidikan pada umumnya
01:44Termasuk mungkin ada perbedaan kah terkait jenjang-jenjang pendidikan ya Pak?
01:52Direkturat Jenderal Pendidikan Islam itu adalah sebuah direkturat yang menangani pendidikan dari mulai tingkat Raudutul Adfal
02:00Jadi RA itu adalah kalau di tempat lain namanya TK sampai pada tingkat jenjang pendidikan tinggi dengan beberapa varian-variannya
02:08Nah tentu sebagai sebuah direkturat jeneral yang menangani dari jenjang mulai paut sampai mendidikan tinggi
02:14Tentu sangat luas sekali ya
02:16Kami punya 83 madrasah
02:18Madrasah itu dimulai dari tingkat jenjang dasar lagi-lagi dasar
02:22Juga RA, ada MI, MI itu Madrasah Ibti Dakyah ya atau SD
02:27Ada juga Madrasah Sanawiyah itu setingkat SMP
02:30Lalu Madrasah Aliyah itu setingkat SMA
02:34Totalnya 83 ribu, tentu jumlah yang tidak sedikit ya
02:39Banyak ya
02:39Selain itu tentu kami juga punya jenjang pendidikan tinggi
02:42Kami sering menyebut dengan diktis, pendidikan tinggi Islam
02:46Tapi di nomor klatur yang mengajui regulasi sering kami sebut dengan PT KI
02:52Nah itu negerinya saja jumlahnya 59
02:56Ada 58 yang kategorinya Satker BELU dan Satker Biasa
03:02Ada satu yang PT NBH
03:05Belum lagi beberapa PT KIS yang swasta
03:09Nah ini menggambarkan bahwa memang layanan pendidikan Islam itu sangat luas dan mencakup semua jenjang
03:15Nah secara regulasi Mbak Yankit jadi kita semua tidak ada yang beda dari pendidikan pada umumnya
03:21Karena acuan kami ketika menyelenggarakan pendidikan berbasis diktas juga
03:26Undang-undang nomor 20 2003
03:29Undang-undang sisdiknas
03:30Bahkan ketika kami menyelenggarakan diktis, pendidikan tinggi Islam itu juga mengajui pada undang-undang nomor 12 tahun 2012
03:38Yang membidakannya sesungguhnya adalah
03:40Di kami diktis, pendidikan Islam tentu mayoritas mata pelajaran, mata kuliahnya itu didominasi dari pendidikan dalam arti penguatan karakter pendidikan
03:52Islam
03:52Nah meskipun sekali lagi harus kami tegaskan bahwa tidak dikurangi satupun mata pelajaran, satupun mata kuliah yang berbasis juga mata
04:01pelajaran pada umumnya
04:02Jadi dimana yang itu diajarakan di sekolah, itu juga diajarakan di madrasah
04:07Ya tetap dapat ya
04:08Tetap dapat
04:09Bahkan di prodi-prodi kami, di UWIN misalnya
04:13Meskipun semua kurikulumnya relatif sama dengan yang berikan tinggi pada umumnya
04:18Juga kelebihannya kami mempelajari berbagai bidang keagamaan terutama bidang studi Islam
04:23Dan kami tambah lagi penguatan biasanya di beberapa kampus tertentu kami punya
04:28Ma'at Al-Jamiah, itu sebuah pesantren berbasis universitas
04:34Sehingga inilah barangkali mengapa kampus-kampus yang di bawah Dektoran Jamiah-Jamiah berjiri
04:41Jadi punya ciri khas penguatan karakter yang sangat kuat
04:44Tujuannya sangat mulia ya
04:45Nah apabila ada 83 ribu institusi ini
04:48Itu madrasahnya
04:49Itu madrasahnya saja dan juga angka yang besar di jenjang pendidikan lainnya
04:53Ini pemerataannya bagaimana untuk aksesnya Pak?
04:55Ya, Alhamdulillahnya memang kalau kita lihat secara rata nasional
04:59Kita sudah cukup besar memberikan akses APK kita
05:02Jadi sekarang ini kan APK pendidikan tinggi rata-rata masih di atas 33%
05:07Di dalamnya tentu ada diktis ya
05:10Terutama baik jenjang di negerinya maupun jenjang di swastanya
05:14Di tingkat dasar pun kita juga punya akses yang luar biasa
05:17Dan Alhamdulillahnya hari ini Mbak Enggir, madrasah-madrasah kami
05:21Capeahnya tidak kalah dengan beberapa sekolah yang lain
05:25Kami harus banggakan bahwa ada di antara anak-anak madrasah yang capeahnya ini
05:30Dalam konteks penerimaan mahaswa ya
05:33Ketika dia tamat dari madrasah misalnya
05:35Ada di antara yang bisa diterima di kampus-kampus beributasi
05:39Bukan cuma nasional ya
05:40Tapi juga internasional
05:42Bahkan ada dari WIN IC
05:44Salah satu IC, sorry
05:45Itu yang diterima di 24 LOE
05:49Wah luar biasa
05:50Di beberapa negara
05:51Dan ini sekaligus menjadi penguatan bagi kami di Kementerian Agama
05:57Khususnya di Direktur Haji Mereka Islam
05:58Bahwa madrasah hari ini adalah madrasah yang semakin diminati
06:01Karena itu menunjukkan kita semakin kuat dalam penguatan karakter satu sisi
06:06Tapi juga kuat dalam konteks pencapaian-capaian akademiknya
06:09Oke, karakter iya sudah tercintang begitu ya
06:12Akademik juga
06:12Tapi kita tahu sekarang
06:14Generasi muda di Indonesia dan juga mungkin di dunia
06:17Tantangannya sudah beda ya Pak ya
06:19Dengan perkembangan teknologi AI
06:20Bagaimana pendidikan Islam bisa membantu menjembatani tantangan tersebut?
06:24Betul, memang semua tantangan itu berlaku bukan cuma pendidikan Islam ya
06:29Berlaku tentu saja hampir semua cincang pendidikan pada umumnya
06:34Karena itu kemudian atas saran bagian Menteri Agama Prof. G. Nasar
06:37Kita selalu harus adaptasi, mengadaptasi perkembangan demi perkembangan
06:42Termasuk kita tidak responsif terhadap dunia digital
06:46Termasuk juga AI
06:47Nah, karenanya dalam ekosistem pendidikan di kami juga
06:51Semuanya juga tentu saja beradaptasi dengan itu
06:54Kami juga punya satu kampus ya yang khusus menyelenggarakan kampus berbasis digital
07:00Namanya Cyber Islam University itu ada di Cirebon
07:04Jadi ini kampus yang kami rancang
07:06Memang Universitas Cyber Islam ini dirancang dalam rangka
07:09Satu, akses ya
07:11Kedua tentu kontekstual dengan isu-isu digitalisasi termasuk dengan
07:17Bagaimana kita beradaptasi dengan teknologi hari ini
07:20Oke, nah ini dari sisi mutuk
07:22Ada data bahwa 39 PT KIN ini sudah terakreditasi unggul betul ya Pak ya
07:30992 program studi juga mendapat predikat unggul
07:33Ini parameter yang digunakan seperti apa Pak?
07:35Mbak Enggit, jadi kita semua tahu tadi saya katakan bahwa
07:39Penyelenggaraan pendidikan tinggi itu juga sama regulasinya
07:42Dengan yang berlaku pendidikan umumnya yaitu
07:44Lanju pada Undang 12-2012
07:46Nah, parameter yang digunakan sama persis dengan 9 standar yang dipakai oleh Dikti
07:52Termasuk juga standar nasi mendidikan tinggi
07:54Karena ketika perguruan di keagaman Islam
07:57Apakah itu UIN, apakah itu IIN, apakah itu STIN
08:03Terakreditasi unggul itu sejuga rekognisi yang memang berlaku secara nasional
08:08Yang standarnya itu sama persis dengan yang berlaku di kampus pada umumnya
08:12Sehingga tidak ada satu pun kekurangan standar yang berlaku di tempat kita
08:16Hal yang sama juga prodi
08:17Jadi apalagi sekarang ini misalnya kita semua tahu
08:21Untuk akreditasi prodi itu kan menggunakan LAM
08:24Lembaga Akreditasi Mandiri
08:26Artinya dilakukan oleh external auditor
08:30Independen
08:31Jadi tentu ini semakin memperkuat bahwa
08:34Apapun rekognisi capaian-capaian yang dicapai oleh pendidikan tinggi yang kagaman Islam
08:38Juga tidak beda dengan apa yang berlaku di pendidikan yang lain
08:41Oke, nah untuk pendidikan karakter insya Allah sudah diperkuat
08:45Begitu juga untuk sains dan juga akademiknya
08:48Tapi untuk bisa siap di dunia kerja yang juga tantangannya juga semakin bertambah
08:53Ini bagaimana untuk mengimplementasikan dan juga meleburkan antara dua hal tersebut dalam prakteknya Pak?
08:59Tentu tantangannya tidak mudah
09:01Bicara tentang output apalagi outcome
09:04Semua kampus, semua lembaga pendidikan merasakan bagaimana berpikir tentang serapan alumni
09:09Itu pasti
09:10Dan satu instrumen yang penting dalam kontek standar
09:13Yang selama ini dijadikan tolo ukur LAM maupun BAN-BT
09:17Itu juga barometernya adalah bagaimana serapan alumni itu bisa terserap di dunia kerja
09:23Kami ingat betul ya
09:25Dulu ada rilis dari Bapak Penas terkait dengan memprofiling
09:28Beberapa kampus tentang bagaimana peta serapan kampus itu di dunia kerja
09:34Alhamdulillahnya ini pengakuan Bapak Penas ya
09:36Bukan truth claim ya
09:38Maksudnya truth claim berarti ini hanya kita yang
09:41Maksudnya sangat subjektif ya
09:44Tapi ini sekali saya harus katakan ini dari rilis dari Bapak Penas
09:48Alhamdulillah dari referensi yang kami refer
09:50Bapak Penas itu memberikan penilaian
09:53Alumni PTKI justru lebih fleksibel bisa diterima dua kerja dengan lebih gampang
09:58Mengapa?
09:59Pasti pertanyaannya
10:00Mengapa di PTKI?
10:02Pertama mereka memang terkondisi dari sejak di kampusnya
10:07Dengan berbagai kompetensi yang multi
10:10Multi talent, multi kompetensi
10:12Misalnya ya
10:13Semua pro di PTKI itu dibekali dengan kemampuan semacam public speaking yang bagus
10:20Dan public speaking itu kan bagian dari bagaimanapun kemampuan seorang dosen
10:25Dan seorang aluni perguruan tinggi berbicara dengan masyarakat
10:28Dan biasanya dipastikan yang public speaking yang bagus bisa menjadi pencerama
10:33Pasti menjadi pencerama
10:34Minimal menjadi seorang hot tip
10:35Itu artinya
10:36Artinya peluang ya
10:40Kawan-kawan PTKI jauh lebih memberikan ruang yang besar
10:43Yang kedua juga tentu kompetensi yang dimiliki sesuai dengan linearitasnya
10:47Mbak Anggit tentu sehari ini kalau kita bicara tentang apakah aluni perguruan tinggi harus linear dengan prodinya
10:54Saya kira tidak bisa jaminan
10:55Mungkin Anda pun beda ya
10:57Betul
10:58Ini jujur aja kita semua kan tahu nih
11:00Tidak semua orang yang kerjanya sebagai di broadcast segini pasti alumni pro di komunikasi
11:05Saya yakin tidak pasti
11:06Banyak beragam ya Pak ya
11:07Banyak beragam
11:08Ini menandakan
11:09Itu sama juga di PTKI juga sama
11:10PTKI juga begitu
11:12Jadi meskipun dia pro di agama
11:13Tidak sedikit yang menekuni komunikasi
11:16Tidak sedikit yang menekuni juga di bidang politik
11:18Hukum dan seterusnya
11:20Dan ini menggambarkan bahwa memang
11:21Kita menyiapkan sejak awal
11:24Alumni ini kita siapkan
11:25Menata masa depannya dengan multi talent
11:28Tapi jangan lupa karakter nomor satu
11:30Oke karakter nomor satu
11:31Tapi juga tadi secara akademik dan juga tentunya harus bisa menjawab tantangan zamannya
11:36Baik menarik sekali perbincangan kita
11:38Nanti di segmen selanjutnya kita akan menggali lebih jauh lagi
11:40Bagaimana pendidikan Islam bertransformasi
11:42Masa jadat berikut tetap di zona inspirasi
11:46Kembali lagi di zona inspirasi
11:48Saudara dan kita masih bersama
11:49Direktur Jenderal Pendidikan Islam
11:51Kementerian Agama Republik Indonesia
11:53Bapak Profesor Dr. Amin Switno MAG
11:55Pak Amin tadi kita sudah membahas
11:57Bagaimana transformasi dan juga mutu pendidikan Islam
12:00Termasuk PTKI di dalamnya
12:01Nah sekarang kita akan melihat bagaimana
12:03Pendidikan Islam ini membantu meningkatkan sumber daya manusianya
12:07Nah tapi sebelum itu bolehkah saya bertanya
12:09Mungkin capaian-capaian apa secara konkretnya
12:11Yang telah ditempuh dan juga telah terlihat begitu
12:15Dengan adanya peningkatan mutu di pendidikan Islam ini Pak
12:18Baik Mbak Egit
12:19Jadi memang dari mulai jenjang dasar menengah sampai beruntung
12:23Alhamdulillah dua tahun terakhir ini
12:25Pendidikan Islam mencapai capaian yang menurut kami sangat membanggakan
12:29Salah satunya bahwa tadi capaian akreditasinya sudah jauh lebih target
12:34Puluhan bahkan yang sudah unggul
12:36Jangan lupa ada satu yang juga capaian akreditasi internasional
12:40Jadi lebih dari 39 pro di kami itu terakreditasi internasional
12:45Baik dari FIBA, juga SIIN, AUKIN E
12:50Ini menggambarkan bahwa betapa kita ini juga tidak cukup dengan rekognisi nasional
12:56Tapi juga ada rekognisi internasional
12:57Ijin yang berikan dasar capaian kami yang paling nyata adalah
13:02Madrasah itu langganan juara OSN
13:06OSN itu adalah Olimpik Sain Nasional yang menyelenggarakan saudara kita di Dasmen
13:11Jadi rata-rata hampir setiap tahun kita langganan juara
13:14Dan itu adalah Madrasah Alia Dua Malang
13:16Dan kemudian selalu masuk dalam urutan 10 besar
13:20Dalam konteks capaian-capaian seperti itu
13:22Ini menggambarnya sekali lagi bahwa capaian madrasah tidak bisa dipandang sebelah mata
13:27Karena memang kita bagaimanapun juga ikut serta terus bersama-sama dengan sekolah yang lain
13:31Itu yang pertama
13:32Yang kedua, dalam hal capaian kita juga semua kampus-kampus kami ini semuanya terkognisi
13:39Dalam arti bagaimana apakah labnya, apakah dosennya, laboratoriumnya, perpustakaannya
13:46Ini juga terkognisi oleh kalau bicara perpustakaan misalnya
13:49Itu juga diakreditasi oleh lembaga independen perpustakaan
13:53Artinya perpustakaan, jadi semuanya adalah external auditor
13:57Rekognisi itu sama sekali bukan dari dalam
14:01Jadi capaian-capaian ini kemudian
14:03Sungguh bagi kami memberikan tantangan tersendiri
14:06Karena pertama bagi sebagian besar orang
14:09Dikiranya madrasah atau perhantik itu terlalu include
14:14Padahal ini semuanya masuk
14:16Jadi lebih luas lagi cakepannya
14:18Nah dalam hal SDM Mbak Ekin
14:21Jadi kami tahun 2025-2026 ini
14:26Alhamdulillah
14:28Mensertifikasi guru
14:29Itu dari batch ke batch
14:32Dari angkatan ke angkatan
14:33Itu mengalami kenaikan yang sangat signifikan
14:36Dulu sebelum tahun-tahun 2025
14:38Kita cuma rata-ratus 10 ribu
14:40Paling tinggi 15 ribu
14:42Tahun 2026-2025 itu sudah capai di atas 100 ribu
14:46Jadi capaiannya dalam hitungan di pendis itu lebih dari 700%
14:50Sekali lagi ini pintu masuk
14:52Pintu masuk bahwa seorang guru itu bisa mendapatkan kesejahteraan
14:59Dalam rata-rata UMK itu jika dia sudah tersertifikasi
15:04Dan Alhamdulillahnya tahun 2025 yang lalu itu puncahnya lebih dari 700%
15:09Dan itu tentu berdampak bagi selain kompetensi yang bersangkutan
15:13Dan juga berdampak bagi madrasah di mana mereka mendidik
15:17Begitupun dosennya
15:18Jadi kita juga sudah memberikan semacam
15:24Atengsi yang kuat terhadap peningkatan mutu dosen
15:26Melewat sertifikasi dosen
15:28Kita punya lebih dari 1700 guru besar ya
15:31Yang mereka mendapatkan rekognisi sebagai seorang guru besar
15:36Di bidang macam-macam
15:37Ada yang bidang agama, ada yang bidang sain
15:39Ada bidang ilmu kemanusiaan, humaniora
15:43Karena memang begitulah yang dikelola di pendidikan kami
15:47Ada yang berbasis Islam itu sendiri
15:49Tapi ada social humaniora bahkan juga di bidang sainsis
15:53Ini menggambarkan sekali lagi
15:54Kesejahteraan dosen, kesejahteraan guru
15:56Juga menjadi bagian konsen kami yang Alhamdulillahnya tahun 2025 itu
15:59Peningkatan sangat sintrika
16:01Saya juga setuju bahwa kualitas pendidikan ini
16:03Salah satu faktor utamanya kualitas tenaga pendidiknya
16:05Kualitas SDMnya
16:07Apa yang dilakukan sehingga peningkatan kualitas SDM ini bisa terjadi di lingkungan pendidikan Islam
16:13Apakah mungkin ada beasiswa S2, S3, bagi tenaga pendidiknya Pak?
16:17Ya Alhamdulillah memang bagi kita bersama-sama dengan Kementerian Keuangan
16:22Kita punya program LPDP dan itu sudah cukup lama kita lakukan
16:27Dan Alhamdulillah dari sini semakin meningkat
16:29Misalnya lebih dari 90 negara yang menjadi destinasinya
16:33Dosen-dosen kami kuliah S2, S3
16:35Dan hari ini lebih dari 3.000 orang yang sudah mendapatkan apresiasi kuliah di luar negeri ya
16:42Dan ini semuanya biaya dari LPDP yang merupakan kerjasama mitra antara kita dengan Kementerian Keuangan
16:48Jadi sekarang bersebaran di semua kampus-kampus yang kami miliki
16:51Ini bukan berlaku hanya dosen ya
16:53Jadi kalau kita bicara biaya iswa terkait dengan LPDP
16:57Bisa juga guru madrasahnya, bisa juga tendiknya, tentu saja dosen
17:01Dan semuanya diberi kesempatan untuk bisa mendapatkan pembelajaran di luar negeri
17:07Yang terbaru khusus di bidang kajian keagamaan Islam, Islamic Studies
17:13Ya ini kita sekarang sudah secara khusus kerjasama dengan Al-Azhar University
17:20Ini sebuah program yang dulu ya cukup lama kita proses
17:25Sejak 10 tahun yang lalu MOU G2G antara Kementerian Agama
17:31Terutama Pendis dengan Al-Azhar itu selama ini terjadi battle name
17:35Sekitar 2 minggu yang lalu Alhamdulillah Pak Kia Menteri Nasar Roti Dumar langsung
17:39MOU dengan Deputi Genesi Al-Azhar dan MOU itu sebagai menurut saya momentum sejarah
17:46Karena itu akan menjadi awal kita G2G yang selama ini terhambat itu akan menjadi pintu masuk awal
17:54Bagaimana tata kola terutama struktur Islam itu bisa dilakukan secara bersama-sama dengan Al-Azhar
17:59Dan salah satu tawaran Al-Azhar adalah ke depan kita sangat mungkin
18:03Selain maizwa kita memang selama ini sudah cukup banyak ya ke Al-Azhar
18:08Sangat mungkin kuliah berbasis daring
18:10Sangat mungkin dan ini menurut saya ini peluang besar ini
18:13Bahwa saudara-saudara kita yang banyak ingin kuliah Al-Azhar itu nanti kalau daring
18:18Mungkin bisa kita rancang misalnya kalau 5 tahun misalnya apakah 3 tahunnya di Indonesia
18:23Dua tahunnya di Al-Azhar atau sebaliknya
18:25Masih memungkinkan loh gitu ya
18:27Dan ini kan sekaligus tadi ya Mbak Egy sebut tadi
18:29Inilah bagian dari adaptasi teknologi
18:31Adaptasi dengan dunia digital dimana kuliah tidak harus datang langsung sit-in dimana kampus itu berada
18:38Tapi justru kita bisa berada dimanapun tapi tidak mengurangi dari kualitas pendengaran pendidikan itu
18:44Dan peluang itu sangat besar bagi lasu
18:45Semua itu sangat besar ya tak heran banyak sekali pendidikan Islam dan juga lembaga di dalamnya
18:50Yang sudah termasuk dalam ranking secara global ya
18:53Memangkinkan ranking-ranking yang unggul juga
18:55Karena tadi banyak sekali yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas berdaya manusianya
18:59Nanti di segmen selanjutnya kita akan ngobrol lagi ya Pak
19:01Mengenai internasionalisasi dan juga bagaimana dari pendidikan Islam ini bisa merauk kembali prestasi dan juga ranking-ranking di tingkat global
19:10Sejahtera berikut tetap di Zona Inspirasi
19:12Terima kasih Anda masih menyaksikan Zona Inspirasi Saudara
19:15Dan kita masih membahas mengenai masa depan pendidikan Islam di Indonesia dan juga di mata dunia
19:20Nah Pak Amin kita lanjutkan orolan kita
19:22Mungkin bukan masa depan
19:23Kalau masa pendidikan Islam itu kembali
19:25Pendidikan Islam masa depan
19:27Pendidikan Islam masa depan
19:28Karena itu adalah menjadi goalnya juga visi bersamanya ya
19:31Nah ini tadi sudah disampaikan oleh Pak Amin sendiri
19:34Bagaimana kerjasama internasional ini sebetulnya membuka peluang kembali
19:39Dan juga meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia pada tempat ya Pak
19:42Jadi alasnya hanya salah satunya ya
19:44Tentu kita juga kerjasama dengan Leiden University
19:46Banyak sekali kampus-kampus di Australia, Kanada
19:49Bahkan juga Hartford University di Amerika
19:51Dan baru-baru ini kita juga Pak Kiai Menteri taruh-tarangan dengan Hartford University
19:56Dalam banyak aspek
19:58Dan ini berlaku bukan cuma kampus PTK
20:00Tapi juga kampus-kampus di bawah kemenang ini kan juga ada kampus-kampus keagamaan lain-lain
20:05Alhamdulillahnya Mbak Ekit
20:06Kita tahun ini
20:08Kampus kita
20:09Uwin Sunan Kalijogo, Yogyakarta itu menjadi
20:12Nomor 2
20:13Di tingkat nasional
20:15Sebagai kampus yang dapat terkoneksi The World University Rank
20:18Artinya ini kampus yang diakui sebagai berstandar nasional dan nomor 2 setelah UI
20:24Sekali lagi pengakuan ini bukan pengakuan truth claim
20:28Ini pengakuan dunia yang tentu kami nyampaikan apresiasi penghargaan
20:31Kepada Uwin Jogja dan jajaran yang sudah luar biasa
20:34Disamping Uwin Malang
20:36Nah suatu kali nanti kalau Anda misalnya kunjung ke 2 kampus ini
20:39Apa sih sebenarnya
20:40Misalnya kalau ingin lihat secara objektif ya
20:43Yang membedakan sehingga kampus ini bisa terkoneksi internasional
20:46Uwin Malang misalnya
20:47Salah satu ciri khasnya selain ada fakultas kedokteran
20:50Tentu saja fakultas saintek ya
20:53Farmasi macem-macem
20:54Kampus ini dirancang betul-betul berbasis maat al-jamia
20:58Jadi para maizwa maizminya itu dirancang mereka alam mondo
21:03Alam mondo
21:04Tapi mereka seorang ya hafid dan hafidah quran
21:07Tapi mereka juga seorang saintis
21:09Mereka juga seorang calon dokter, mereka juga seorang calon apoteker
21:13Sekali lagi inilah sebenarnya yang bedakan dengan pendidikan yang lain
21:17Jadi agamanya kuat satu sisi
21:20Tapi akademiknya di bidang-bidang ilmu umum ya harus kuat
21:24Makanya kami punya tagline namanya integrasi ilmu
21:26Integrasi ilmu itu sebenarnya lebih bagaimana kemudian
21:29Ilmu keagamaan juga bisa terintegrasi
21:33Dengan ilmu-ilmu yang selama berkembang di dunia barat
21:36Khususnya baik itu bidang kedokteran, kesehatan, farmasi
21:40Terima kasih juga di bidang saintek
21:42Ini gak heran untuk jumlah mahasiswa asing yang belajar di PTKnya juga meningkat
21:45Ini data mencatat ada 1761 mahasiswa asing dari 91 negara
21:51Ini luar biasa sekali
21:52Dan itu terbesar di Winmalang
21:54Terbesar di Malang ya Pak?
21:55Sekarang kita memang sudah melunching
21:56Jadi kampus-kampus kita sekarang kita minta kepada para rektor
22:01Untuk menjadi destinasi baru
22:02Kalau selama ini kita banyak sekali yang harus mengekspor
22:06Yang keluar gitu ya
22:08Dan sekarang sudah sepertinya kita mengimpor
22:11Dan menurut saya dengan rekognisi internasional itu kita sudah sangat siap
22:14Kita juga punya UI 3 di Depok sini
22:17Itu juga kampus internasional yang mahasiswanya semua dari mahasiswa asing
22:20Sekali lagi rekognisi ini menggambarkan capaian-capaian yang
22:23Selama Pak Kia Menteri memimpin Kementerian Agama
22:26Sangat signifikan yang diakui oleh dunia
22:28Dan kami sangat percaya diri bahwa mari semua negara-negara yang kemudian
22:33In line dengan program-program keagamaan di kami
22:35Maupun program berdiri umum kita sangat terbuka
22:38Untuk menerima mahasiswa asing yang salah satunya tadi
22:40Baik itu Winmalang, Winjogja, dan Winlangain
22:42Termasuk Win Purwokerto
22:44Termasuk juga Win Jakarta
22:46Dan semuanya kampus sangat siap
22:48Luar biasa ya
22:48Jadi di luar Jakarta ada di Purwokerto, di Malang
22:51Tapi peringkatnya bisa setara dengan universal selain di dunia
22:55Baik Pak
22:55Terakhir mungkin dari target yang ingin dicapai
22:58Dengan tadi pendidikan Islam masa depan
23:00Apa yang Pak Amin ingin lihat
23:02Dalam pendidikan Islam mungkin dalam 5 tahun ke depan
23:04Singkat saja mungkin
23:05Pertama
23:06Kampus PT KIN sudah mendunia
23:08Artinya kita sudah siap menatap
23:11Masa depan pendidikan Islam
23:13Dan pendidikan Islam masa depan
23:15Dan kita terbuka
23:17Untuk semua calon-calon mahasiswa
23:19Baik dari dalam dan luar negeri
23:20Karena kita sudah siap berkompetisi secara global
23:24Baik semoga targetnya tercapai ya
23:27Untuk pendidikan Islam masa depan
23:28Terima kasih Pak Amin sudah hadir bersama kami
23:30Di zona inspirasi
23:31Saudara pendidikan Islam bukan hanya tentang
23:33Mewariskan ilmu dan nilai-nilai keagamaan
23:35Tapi juga tentang bagaimana
23:36Menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman
23:39Semoga transformasi ini
23:41Tidak hanya menghasilkan capaian akademik
23:42Dan pengakuan di tingkat global
23:44Tetapi juga memberikan manfaat nyata
23:45Bagi masyarakat
23:47Serta membuka kesempatan
23:48Yang semakin luas
23:49Bagi generasi muda Indonesia
23:50Akhir kata saya Egit Haptari
23:52Pamit undur diri
23:53Sampai jumpa di zona inspirasi berikutnya
23:55Terima kasih
23:57Terima kasih