- 1 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Kondisi kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan kembali memicu keprihatinan luas di tengah masyarakat.
Pemerintah menegaskan tidak menetapkan kebakaran hutan dan lahan ini sebagai bencana nasional, meski kabut asap sempat melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Lalu apa yang menjadi alasan pemerintah tidak menetapkan karhutla sebagai bencana nasional?
Sebagai upaya penanganan karhutla, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran menteri dan kepala lembaga membahas perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Prabowo meminta penambahan personel polisi hutan hingga 70.000 orang untuk memperkuat perlindungan hutan Indonesia dan mengantisipasi karhutla. Prabowo menilai penambahan personel diperlukan untuk menjaga kawasan hutan serta mencegah pembakaran hutan.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim secara resmi telah menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk mengatasi masalah karhutla yang memicu kabut asap lintas batas. Lahan gambut, kondisi angin, serta vegetasi kering menjadi sejumlah tantangan bagi para pemadam kebakaran dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
Menkopolkam, Dudung Abdurachman mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum ditetapkan sebagai bencana nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan Dudung usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana pada Senin, 12 Oktober 2026. Dudung mengatakan bahwa pemerintah masih mampu menangani bencana tersebut.
Kementerian Kehutanan mencatat jumlah titik panas (hotspot) secara nasional turun 77,5 persen dalam 24 jam terakhir hingga 13 Oktober 2026. Meski demikian, Kemenhut tetap memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Sumatera Selatan.
BNPB mengungkapkan saat ini terdapat dua titik prioritas di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang menjadi pusat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dua provinsi yang menjadi titik prioritas, yakni di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696093/alasan-pemerintah-tak-tetapkan-karhutla-sebagai-bencana-nasional-mbg
Pemerintah menegaskan tidak menetapkan kebakaran hutan dan lahan ini sebagai bencana nasional, meski kabut asap sempat melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Lalu apa yang menjadi alasan pemerintah tidak menetapkan karhutla sebagai bencana nasional?
Sebagai upaya penanganan karhutla, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran menteri dan kepala lembaga membahas perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Prabowo meminta penambahan personel polisi hutan hingga 70.000 orang untuk memperkuat perlindungan hutan Indonesia dan mengantisipasi karhutla. Prabowo menilai penambahan personel diperlukan untuk menjaga kawasan hutan serta mencegah pembakaran hutan.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim secara resmi telah menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk mengatasi masalah karhutla yang memicu kabut asap lintas batas. Lahan gambut, kondisi angin, serta vegetasi kering menjadi sejumlah tantangan bagi para pemadam kebakaran dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
Menkopolkam, Dudung Abdurachman mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum ditetapkan sebagai bencana nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hal ini disampaikan Dudung usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana pada Senin, 12 Oktober 2026. Dudung mengatakan bahwa pemerintah masih mampu menangani bencana tersebut.
Kementerian Kehutanan mencatat jumlah titik panas (hotspot) secara nasional turun 77,5 persen dalam 24 jam terakhir hingga 13 Oktober 2026. Meski demikian, Kemenhut tetap memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Sumatera Selatan.
BNPB mengungkapkan saat ini terdapat dua titik prioritas di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang menjadi pusat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dua provinsi yang menjadi titik prioritas, yakni di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/696093/alasan-pemerintah-tak-tetapkan-karhutla-sebagai-bencana-nasional-mbg
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:28Kondisi kabut asap perut
00:29Akibat kebakaran hutan dan lahan kembali memicu keprihatinan luas di tengah masyarakat
00:35Kualitas udara di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan merosot ke tingkat berbahaya
00:42Mengancam kesehatan warga dengan lonjakan kasus infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA
00:49Menghentikan aktivitas belajar-mengajar di sekolah hingga mengacaukan jadwal penerbangan komersial
00:55Dan melumpuhkan perputaran roda ekonomi lokal
01:00Pemerintah menegaskan tidak menetapkan kebakaran hutan dan lahan ini sebagai bencana nasional
01:06Meski kabut asap sempat melanda sejumlah wilayah di Indonesia
01:10Lalu apa yang menjadi alasan pemerintah tidak menetapkan karhutlah sebagai bencana nasional
01:16Mari kita bahas
01:20Empat bulan lebih warga menghirup asap karhutlah yang hingga kini tak kunjung padam
01:26Dampak karhutlah bukan hanya pada kesehatan tetapi juga mengguncang ekonomi warga
01:31Warga yang mencari nafkah di luar ruangan kesehatannya terancam
01:35Sebagai upaya penanganan karhutlah, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran menteri dan kepala lembaga
01:42Membahas perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan
01:47Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan personel polisi hutan hingga 70 ribu orang
01:53Untuk memperkuat perlindungan hutan Indonesia dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan
01:59Prabowo menilai penambahan personel diperlukan untuk menjaga kawasan hutan serta menjaga pembakaran hutan
02:08Betul Bapak Presiden
02:10Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu ternyata sudah jauh ya
02:17Karena itu tolong sampaikan ke Menpan RB
02:26Kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita
02:36Iya ya
02:38Oke
02:38Oh dari Kemenhut yang hanya 20 ribu
02:42Ya kalau enggak ya minta dilatih lah oleh polisi atau oleh tentara
02:47Namanya aja polisi hutan
02:49Iya kan
02:50Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan ya
02:53Iya
02:54Alam kita berat
02:57Tapi dari ratusan ribu berapa minggu lalu kita sekarang dibawa seribu
03:02Saya kira ini kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran enggak bisa
03:06Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan ke depan ya
03:11Tanjung Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu Taman Nasional
03:17Saya ucapkan terima kasih atas juri payah saudara-saudara
03:21Para panglima, para kapal kapolda
03:25Ya para pejabat di daerah-daerah
03:28Ya masalah asap nanti kita minta masukkan para profesor kita
03:34Bagaimana tapi saya kira memang benar ujungnya ya hanya
03:39Hanya hujan air ya
03:40Tapi kita dengan strategi yang kita telah bahas
03:45Waktu saya kumpulkan para pakar dari semua kampus
03:49Ya para pekar, profesor-profesor itu dan
03:52Mereka ahli-ahli dari daerah-daerah sendiri
03:56Bahwa langkah nanti yang paling utama adalah
04:00Pencegahan, presisi, mitigasi di tingkat paling bawah
04:05Di tingkat desa
04:07Saya kira itu dari saya terima kasih
04:12Saat ini fokus utama tertuju pada dua provinsi
04:15Yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan
04:18Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim
04:21Secara resmi telah menawarkan bantuan kepada Indonesia
04:25Untuk mengatasi masalah karhutlah yang memicu kabut asap lintas batas
04:30Lahan gambut, kondisi angin serta vegetasi kering
04:34Menjadi sejumlah tantangan bagi para pemadam kebakaran
04:37Dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan
04:40Soal Jerebu ini memang satu tahap yang membimbangkan
04:44Dan saya telah hubungi sendiri Presiden Prabowo
04:49Dan beliau juga setuju ambil langkah-langkah yang perlu
04:53Kemudian Menteri Luar, Menteri Alam Sekitar
04:57Juga menghubungi rakan sejawat
05:01Dan kita menyatakan sejak beberapa minggu yang lalu
05:05Kesejaan kita untuk memberikan apa saja kerjasama
05:09Kerana tahap ini membimbangkan dan saya tahu
05:13Mengesankan kesihatan rakyat
05:15Dan kita meningkatkan hampir siapan hari
05:19Pembenihan awan dan hujan oleh TUDM
05:24Dan beberapa agensi yang berkait
05:28Tetapi keadaan itu masih mengungsingkan
05:32InsyaAllah kita akan cuba lagi
05:34Tadi sekali lagi saya minta Menteri Luar hubungi
05:38Sekitar ASEAN
05:39Kalau boleh sekali lagi menyegerakan hubungan
05:43Mesyuarat
05:44Dan gerakan Menteri Menteri Perkenaan Alam Sekitar ASEAN
05:48Jadi ini semua langkah kita ambil
05:50Tapi kita pantau dan kita cobalah langkah-langkah
05:55Yang apa yang sepatutnya kita lakukan lagi
05:57Terima kasih
06:00Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
06:03Menko Polkam
06:04Dudung Abdurrahman mengatakan
06:06Karhutlah belum ditetapkan sebagai bencana nasional
06:09Oleh Presiden Prabowo Subianto
06:11Hal ini disampaikan Dudung usai rapat bersama
06:14Presiden Prabowo Subianto
06:15Di istana pada Senin 12 Oktober 2026 kemarin
06:19Dudung mengatakan bahwa
06:22Pemerintah masih mampu menangani bencana tersebut
06:26Dari Bapak Presiden
06:30Dari Bapak Presiden
06:32Ada laporan dari Kepala DMP itu
06:35Ada enam provinsi yang menjadi konsentrasi
06:38Dan mulut provinsi seperti Kalimantan Tengah
06:43Dengan Sumatera Selatan
06:45Kemudian ada lagi
06:48Yang menjadi prioritas di Kalimantan Tengah
06:51Itu adalah Tanjung Pukin atau sekitar Taman Nasional
06:55Karena memang ini harus jadi
06:56Karena ada satwa disitu
06:58Dan kemudian
07:00Hasil laporan dari Kepala BMP
07:03Dari Bapak Heli
07:05Operasional Heli
07:07Ini sudah dilaksanakan
07:10Dan banyak lebih dominan kepada operasi darat
07:13Karena memang sulit untuk dicangkau
07:16Dari udara
07:18Karena memang asapnya terlalu tebal
07:21Kemudian juga
07:23Dari Bapak Presiden
07:26Menampaikan kita sudah
07:29Turun tangan semaksimal mungkin
07:31Beliau mengucapkan terima kasih kepada
07:33Seluruh prajurit
07:35Baik TNI, Polri
07:37Termasuk seluruh komponen yang terlibat di sana
07:41Karena memang KPA-nya justru sudah semakin maksimal
07:44Perkaitannya sekitar 692 hektare
07:50Dan ini terus diupayakan
07:52Termasuk upaya-upaya operasi medikasi
07:56Termasuk cuaca juga dikendalikan oleh UMKG
08:01Dan mudah-mudahan ini akan cepat beratasi
08:05Kemudian yang kedua
08:07Memang betul
08:08Nanti akan ada Badan Pengelola Gambut dan Mangrove
08:11Nasional
08:12Jadi bisa lihat juga
08:14Ada bergambutan minggu depan bisa dilantik
08:18Kemudian beliau juga menyampaikan
08:21Bahwa pencegahan ini harus presisi
08:24Dan kemudian ini dimitigasi dari tingkat daerah
08:29Bahkan masyarakat peduli ini dibentuk juga
08:32Untuk dikoordinasikan baik Bapak TIPAS
08:34Kemudian Bapak Bimsa, Karang Taruna
08:38Dan pemerintah daerah yang terintegrasi
08:42Sehingga penanganan itu tidak serta marta
08:45Pada saat api itu sudah ada
08:47Tetapi sebelum kemungkinan-kemungkinan itu api itu ada
08:52Dilakukan pencegahan seperti itu
08:56Kemudian juga beliau melakukan
09:00Menyampaikan untuk kampanye
09:02Yang masif tentang pencegahan karbusta ini
09:07Sehingga tadi juga dihadiri oleh para bubunur-bubunur
09:10Di enam daerah
09:12Kemudian Barapangdam, Kapolda, PMKG, dan BNP
09:18Setelah itu sudah jadi pengarah dari
09:20Intinya adalah beliau sangat mengapresiasi
09:24Kepada seluruh anggota yang terlibat di dalam pemadaman
09:29Kemudian yang kedua juga
09:31Beliau juga menyampaikan tentang langkah-langkah strategis
09:36Bebagai macam upaya yang dilakukan secara maksimal
09:40Di lapangan termasuk dari pengarah secara langsung
09:44Kepada Kepala BKG untuk mengatasi secara masif
09:49Apakah operasi darat yang dilakukan itu seperti apa Pak?
09:52Apakah operasi darat?
09:54Apakah memang
09:54Operasi darat itu begini
09:56Operasi darat itu
09:56Ya pemadaman dari darat
09:57Ya pemadaman dari darat
09:59Artinya kan banyak daerah-daerah yang sulit terjangkau
10:02Tadi laporan dari Pangdam di Kalimantan Tengah
10:06Karena disitu ada satwanya
10:08Kemudian juga
10:09Ya itu ada buaya
10:10Masih ada arimu
10:11Jadi itu sulit ya untuk dilakukan
10:14Dan kemudian jangkauan dari kendaraan darat
10:17Seperti mobil, alat gerak dan sebagainya
10:21Nah ini maka tetap akhirnya operasi darat dilakukan
10:23Operasi bukan berarti operasi seperti militer
10:26Tetapi ya penanganannya melalui darat
10:30Pak ini kan pemadamnya udah tertulisnya perbulan-bulan gitu Pak
10:34Dan pasti dari mereka ada yang kelelahan
10:37Apakah ada rencana untuk merotasi
10:38Yang sekarang ini bertugas untuk memadamkan api dari mungkin
10:41Dari daerah lain didatangkan di Kalimantan
10:43Sudah tadi juga disampaikan
10:45Bahwa dari Kostad juga diturunkan
10:49Dari Pak Imadayaki
10:50Ada rotasi
10:52Ada pergantian
10:53Dan tentunya juga pasti ini sudah dibikirkan oleh para pimpinan-pimpinan BKND maupun kepolisian
11:00Pak tadi soal badan jambut itu tadi Pak
11:02Calonnya apakah sudah ada ibu di dalam Pak
11:04Badan
11:07Tadi kalau tidak salah ya
11:09Profesor Satriawan
11:11Itu dari Kementerian Kehutanan
11:14Ya ahlinya
11:17Pak soal soalan berdua dari negeri lainnya bagaimana Pak
11:20Belum tadi belum dibahas
11:21Pak ada target dari Presiden nggak Pak
11:23Kapan ini harus diselesaikan Pak
11:24Ya Presiden targetnya adalah secepat mungkin
11:27Ya beliau sangat konsentrasi
11:30Betul masalah karbota ini
11:32Akan ditetapkan sebagai bencana nasional Pak
11:34Belum
11:35Pak mungkin terakhir di Batam ini breakout 7 jam bahkan sampai sekarang ini masih mati lapu
11:40Ini ada pembahasan kah tadi di ratas
11:43Tadi tidak cuma pembahasan tadi didaporkan dari BNPB bahwa di Palembang kemarin tidak bisa 1-2 hari tidak bisa mendarat
11:52Dan saat ini sekarang sudah bisa
11:54Hanya itu saja
12:05Ya memang ada ya tanggapan dari negara lain masalah kebakaran hutan ini
12:11Tetapi kita sudah maksimal
12:15Mudah-mudahan ini bisa segera dilaksan
12:19Kementerian Kehutanan mencatat jumlah titik panas atau hotspot secara nasional turun 77,5%
12:26Dalam 24 jam terakhir hingga 13 Oktober 2026
12:31Meski demikian Kemenhut tetap memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutlah terutama di Sumatera Selatan
12:43Bapak Ibu sekalian rekan-rekan media
12:45Tadi sebagaimana kami sampaikan
12:47Rata-rata harian turun 11%
12:50Puncak hariannya turun 44%
12:53Jadi di periode 17 sampai dengan 30 September 2026
12:59Kumulatif itu ada 9.080 hotspot
13:04Dimana dengan rata-rata 649 hotspot per hari
13:07Puncak hotspot terjadi di pada tanggal 20 September 2026
13:12Dengan jumlah 1.843 hotspot
13:15Kita bandingkan di periode tanggal 1 sampai dengan 13 Oktober
13:20Totalnya ada 7.519 hotspot
13:23Puncak hotspot terjadi di tanggal 8 Oktober
13:27Yaitu adalah 1029 hotspot
13:30Dan kalau Bapak Ibu rekan-rekan bisa melihat di grafik
13:34Per 13 Oktober ini
13:36Ada terjadi penurunan hotspot
13:39Yang sangat signifikan dibanding tanggal 12 Oktober
13:43Di secara nasional
13:45Turun menjadi
13:46Dari 1085 di tanggal 12 Oktober
13:49Menjadi 244 titik
13:50Secara nasional
13:5124 jam terakhir
13:53Turun 77,5%
13:55Khusus untuk di Kalimantan Tengah
13:58Terdapat penurunan dari 227 titik hotspot
14:02Menjadi 65 titik hotspot
14:04Serta di Sumatera Selatan
14:06Dari 147 titik hotspot
14:08Menjadi 59 titik hotspot
14:10Ini data kami per tadi malam
14:13Pukul 21.00 WIB
14:15Lanjut
14:19Untuk Kalteng dan Kalbar
14:20Ini rata-rata hotspot
14:22Rata-rata hotspot ini
14:24Turun sekitar 1 per 3
14:25Kita bandingkan antara periode
14:282 periode ini
14:29Di pertengahan September hingga awal
14:31Dan hari ini di bulan Oktober
14:33Secara total
14:356 provinsi
14:37Ini ada penurunan
14:3811%
14:39Ini Bapak Ibu bisa lihat
14:41Nah memang perhatian khusus itu ada di Sumatera Selatan
14:45Kalau kita bandingkan periode 14-13 hari
14:48Ya 17-31-13 Oktober
14:50Sumatera Selatan ini ada peningkatan 92%
14:53Sehingga memang ini menjadi fokus utama kami
14:56Di Kementerian Kehutanan
14:57Untuk lebih memberikan perhatian
15:01Khusus kepada penanganan karhutlah di Sumatera Selatan
15:06BNPB mengungkapkan saat ini terdapat
15:09Dua titik prioritas di wilayah Sumatera dan Kalimantan
15:12Yang menjadi pusat penanganan kebakaran hutan dan lahan
15:15Dua provinsi yang menjadi titik prioritas
15:18Yakni di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan
15:22Pelaksana tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
15:27Bertuan Panjaitan mengatakan saat ini tercatat ada sebanyak 663 hektare lahan gambut yang masih terbakar
15:36Bertuan menyebutkan dalam penanganan karhutlah ini
15:39BNPB telah melakukan dua upaya penanganan
15:42Yaitu operasi darat dan operasi udara
15:46Sebagaimana jamak disampaikan di berita-berita bahwa saat ini situasi di enam provinsi agak bervariasi
15:55Di layar kita lihat bahwa di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan adalah dua provinsi yang memang menjadi titik poin kita
16:07sekarang
16:08Titik prioritas kita lebih prioritas
16:10Di samping juga Kalimantan Selatan dan Jambi tentu kita juga memberikan perhatian
16:16Untuk Kalimantan Tengah
16:19Ada lahan gambut yang saat ini dalam penanganan itu sekitar 7,8 hektare
16:27Namun ada Taman Nasional Tanjung Puting ini menjadi perhatian juga
16:32Dan ini relatif sangat luas 513 hektare
16:37Kemudian di Sumatera Selatan itu ada sekitar hampir 50 hektare
16:42Dan di Jambi ada 74,5 hektare
16:47Nah sementara di Riau saat ini tidak kita temukan lagi titik api
16:51Dan sudah tidak ada lagi yang dilaporkan kepada kami ada titik api dan lahan terbakar
17:00Jadi per hari kemarin hari ini kami laporkan bahwa ada 663 hektare lahan gambut yang saat ini terbakar
17:09Slide
17:11Tentu upaya BMPB untuk melakukan penanganan karulat tersebut tidak akan pernah surut
17:19Tapi tentu ada dua upaya yang kami lakukan yaitu upaya operasi darat
17:26Dan ini tentu di setiap provinsi kita deploy personal yang memadai
17:37Dan kami mendapatkan laporan bahwa tidak ada masalah dengan jumlah ini
17:43Pertanggal 13 Oktober penanganan karulat kami sampaikan tadi
17:48Fokus pada Kalimantan Tengah maupun Sumatera Barat
17:51Dimana kondisi karulat di dua provinsi ini masih mengalami kebakaran berat
17:56Empat provinsi lainnya relatif aman
17:59Sudah lebih membaik
18:01Sudah lebih membaik
18:02Kebakaran lebih mudah dipadamkan
18:04Sedangkan operasi pemadaman tentu mengutamakan operasi darat
18:09Karena memang ini yang lebih efektif
18:12Operasi udara bisa memadamkan seketika tetapi tidak sampai ke dalam gambut
18:18Jadi memang yang lebih efektif itu memang dari operasi darat
18:26Guru Besar Ilmu Tanah dari Fakultas Pertanyaan Universitas Gajah Mada, Anzuar Maas
18:32Mengatakan dalam pertemuannya bersama Presiden
18:34Ia menjelaskan struktur atau kondisi lahan gambut yang terbakar
18:38Sejumlah pakar yang turut hadir juga sepakat
18:41Agar pemerintah membentuk lembaga permanen
18:43Yang berfokus pada pencegahan kebakaran lahan
18:47Jadi begini ya
18:49Kita tahu bahwa gambut itu
18:51Itu akan stabil kalau dia cukup ada air
18:56Tetapi banyak kondisi di alam ini yang dibuatnya kanal-kanal
19:03Kemudian gambut itu ditanami tanaman-tanaman yang bukan berasal dari rawa gambut
19:09Sehingga ini menyebabkan adanya El Nino
19:15El Nino yang dewasa ini terulang kali seperti kejadian pada tahun 2015
19:24Jadi gambut itu ada yang tersebut dengan air tanahnya
19:30Itu yang dalam aturan bahwa air tanah itu tidak boleh lebih dari 0,4
19:36Tetapi ini sekarang ini kondisi
19:39Terutama gambut-gambut yang sumber airnya hanya dari hujan
19:44Yang kita sebut dengan gambut ombrogen atau gambut berkubah
19:47Inilah yang jadi masalah
19:49Nah gambut-gambut ini tidak dipengaruhi oleh adanya luapan dari sungai
19:55Dia hanya dari air hujan
19:56Ketika hujan tidak ada
19:58Tentu saja alami juga gambut itu air tanahnya juga akan turun
20:02Apalagi kalau gambut tersebut memang banyak ditore-tore dengan kanal-kanal
20:08Meskipun kanalnya itu sudah ada kanal blocking
20:11Nah kanal blocking ini juga akhirnya
20:14Karena sumber air untuk mengisi kanal itu sudah tidak ada
20:18Maka ini juga kering
20:20Ini menjawabkan gambut diatasnya itu menjadi kering meskipun ada tanamannya
20:27Mungkin yang penting dulu adalah tanaman diatas gambut itu apa
20:31Apakah tanaman itu masih normal atau sudah mulai layu atau misalnya kering
20:37Terutama tanaman rumput-rumputan
20:40Kalau tanaman rumput-rumputan ataupun semak belukar itu sudah kering
20:44Maka tentu saja gambut di bawahnya juga sudah kering
20:47Dan kalau ada yang mau membakar maka itu akan di permukaan dulu yang terbakar
20:54Kemudian akan terus ke tanah gambutnya melalui permukaan gambut itu
20:59Dan itu akan terus ke bawah sampai gambut itu misalnya mendekati air tanahnya
21:06Atau gambut itu yang air tanah itu naik ke atas tapi sampai di atas dia nggak sampai ke permukaan
21:13Kini publik menanti efektivitas langkah nyata di lapangan
21:17Agar langit kembali bersih dan masyarakat dapat beraktivitas normal
21:22Tanpa bayang-bayang ancaman kabut asap karhutlah