Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TANGERANG, KOMPAS.TV - Ajang Pangan Nusa Expo 2026 resmi dibuka dengan menampilkan lebih dari 213 peserta UMKM dari seluruh Indonesia, naik 15 persen dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya. Tak hanya menampilkan produk kuliner dan bumbu olahan, pameran tahun ini juga mengusung konsep inklusif dengan melibatkan pelaku UMKM disabilitas.

Selaku penyelenggara, Kementerian Perdagangan mencatatkan lompatan besar pada penetrasi pasar global. Setelah sukses mengambil peluang ekspansi di Taiwan, Italia, dan Malaysia pada tahun lalu, tahun ini Indonesia resmi menjalin MoU dengan lima negara, yakni Mesir, Belanda, Arab Saudi, India, dan Malaysia.

Nilai kesepakatan MoU kali ini melonjak hingga 30 kali lipat dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Selain penandatanganan MoU dengan lima negara strategis, pameran ini juga menghadirkan sesi business matching yang memasarkan ratusan UMKM kepada 15 kurator profesional.

Rangkaian acara ditutup dengan penganugerahan UMKM Pangan Award 2026 kepada 10 produk terbaik guna mendorong daya saing pangan Indonesia di pasar internasional.

Baca Juga Trade Expo Indonesia ke-41 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.800 Eksibitor dan Target 30.000 Pengunjung di https://www.kompas.tv/regional/696075/trade-expo-indonesia-ke-41-resmi-dibuka-hadirkan-1-800-eksibitor-dan-target-30-000-pengunjung

#kemendag #pangannusa #expo #umkm #disabilitas

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696077/pangan-nusa-expo-2026-usung-konsep-inklusif-dengan-melibatkan-pelaku-umkm-disabilitas-sapa-pagi
Transkrip
00:00Menerobos pasar global dan mengangkat derajat kuliner lokal,
00:03Kementerian Perdagangan Resmi membuka Ajang Pangan Nusa Expo 2026
00:08yang dipusatkan di ISBSD City, Tangerang pada Rabu 14 Oktober 2026.
00:13Pameran tahun ini jadi momentum penting perluasan pasar pangan lokal ke kancah internasional
00:19setelah berhasil mengantongi Kesepakatan Kerjasama atau MOU dengan 5 negara mitra.
00:31Ajang Pangan Nusa Expo 2026 resmi dibuka dengan menampilkan lebih dari 213 peserta UMKM
00:37dari seluruh Indonesia, naik ke 15 persen dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.
00:42Tak hanya menampilkan produk kuliner dan bumbu olahan,
00:46pameran tahun ini mengusung konsep inklusif dengan melibatkan pelaku UMKM disabilitas.
00:52Selaku penyelenggara, Kementerian Perdagangan mencatatkan lompatan besar pada penetrasi pasar global.
00:57Setelah sukses mengambil peluang ekspansi di Taiwan, Italia, dan Malaysia pada tahun lalu,
01:04tahun ini Indonesia resmi menjalin MOU dengan 5 negara,
01:07yakni Mesir, Belanda, Arab Saudi, India, dan Malaysia.
01:12Nilai kesepakatan MOU kali ini melonjak hingga 30 kali lipat dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.
01:18Ini salah satu cara bagaimana produk-produk lokal kita itu menguasai pasar dalam negeri.
01:25Kita ingin pasar dalam negeri yang besar ini diisi oleh produk-produk lokal yang tentu berkualitas.
01:32Salah satunya kita fasilitasi dengan pameran seperti ini, dengan kompetisi ini.
01:37Karena dengan demikian berarti mereka berkompetisi, mereka saling berlomba untuk meningkatkan daya saingnya.
01:45Tahun ini kita optimis capaian tahun itu jauh tercapai.
01:51Karena dari MOU yang barusan kita selenggarakan itu saja, itu sudah ada tuh angka yang menyebutkan setidaknya itu 5 triliun.
02:01Jadi otomatis itu kalau misalnya tanah lalu capaiannya cuma 200 miliar, sekarang sudah triliun.
02:07Jadi kita optimis itu peningkatannya itu 30 kali lipat minimal dari MOU saja, belum dari retailing.
02:16Tahun lalu itu kan capaian retailnya kan 2,1 miliar.
02:20Itu pesertanya diikuti oleh 185 partisipan.
02:25Saat ini pesertanya itu adalah 213 partisipan.
02:31Jadi seharusnya sih meningkat ya untuk retailingnya.
02:36Selain penandatanganan MOU dengan lima negara strategis,
02:39pameran ini juga menghadirkan sesi bisnis matching yang memasarkan ratusan UMKM kepada 15 kurator profesional.
02:46Rangkaian acara ditutup dengan pengandunggerahan UMKM Pangan Award 2026
02:50kepada 10 produk terbaik guna mendorong daya saing pangan Indonesia di pasar internasional.
02:58Angga Nuriski, Aufa Farid, Kompas TV, Tanggerang, Banten.
03:04Itu tinggi terhadap produk mereka masing-masing.

Dianjurkan