Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Kebakaran lahan gambut kembali membesar di Jalan Mahir Lingkar Luar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Asap pekat hampir menutupi ruas jalan dan membatasi jarak pandang pengendara.

Kebakaran telah berlangsung selama dua hari terakhir. Petugas mengalami kesulitan memadamkan api akibat keterbatasan sumber air, sementara angin kencang membuat api membesar dan asap semakin tebal. Pemerintah Kota Palangka Raya berupaya menambah tangki air dan personel pengamanan. Warga juga diimbau menyalakan lampu kendaraan saat melintas untuk mencegah kecelakaan.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangka Raya meminta pemerintah pusat berkantor di Kalimantan Tengah agar turut merasakan dampak kabut asap dan terlibat langsung dalam penanganan karhutla. Mahasiswa menilai kesehatan dan pendapatan warga terus menurun akibat kondisi tersebut.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai penanganan karhutla di Kalimantan Selatan masih tergolong baik karena jumlah titik panas relatif lebih rendah dibandingkan provinsi lain di Kalimantan. Ia mengimbau warga tetap waspada karena hujan diprediksi baru turun pada pertengahan November.

#karhutla #kabutasap #palangkaraya #kalimantantengah #kalimantanselatan #kompastv

Baca Juga Kepala BNPB Lapor Prabowo: Karhutla Akan Membaik pada Pertengahan Oktober hingga November di https://www.kompas.tv/nasional/695757/kepala-bnpb-lapor-prabowo-karhutla-akan-membaik-pada-pertengahan-oktober-hingga-november

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695763/mahasiswa-palangka-raya-tagih-janji-menhut-berkantor-di-kalimantan-saat-karhutla-meluas-sapa-malam
Transkrip
00:00Kebakaran lahan gambut kembali membesar di area Jalan Mahir Lingkar Luar Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
00:07Asap pekat nyaris menutupi ruas jalan dan membuat jarak pandang semakin terbatas.
00:21Kebakaran lahan gambut di wilayah Jalan Mahir Lingkar Luar Palangka Raya telah berlangsung selama dua hari terakhir.
00:29Petugas sulit mewadamkan api dan membahasahi lahan gambut karena kekurangan sumber air.
00:35Angin kencang juga membuat api semakin membesar hingga memicu asap kian tebal menutupi badan jalan.
00:43Tugas pemerintah kota Palangka Raya terus berupaya menambah tanki air dan menambah personel pengamanan.
00:50Tugas juga mengimba warga menyalakan lampu saat melintas di ruas jalan yang terselimuti asap pekat untuk mencegah kecelakaan.
01:00Kebarusan saya juga menghubungi Pak Kadis Perhubungan untuk meminta tim gaturnya turun ke jalan ini.
01:06Karena apabila melihat dari ruas jalan ini kan sepertinya lurus dan sangat membahayakan apabila pengguna jalan ini kenceng gitu ya.
01:16Makanya ini jarak pandang juga tidak terlalu jauh makanya kita minta tim gatur untuk turun ke sini.
01:23Badan eksekutif mahasiswa Universitas Palangka Raya meminta pemerintah pusat berkantor di Kalimantan Tengah.
01:32Mahasiswa ingin pemerintah pusat turun merasakan dampak kabut asap pekat karhutlah yang dihirup warga lebih dari tiga bulan terakhir.
01:41Dengan berkantor di Kalimantan, mahasiswa juga berharap pemerintah pusat ikut berjibaku memadamkan karhutlah yang semakin mengancam permukiman warga.
01:51Mahasiswa mengungkap kesehatan dan pendapatan warga terus menurun hingga pemerintah pusat perlu lebih cepat tanggap.
02:02Berarti kami di sini kurang merasakan dampak dari pemerintah pusat hadir di sini.
02:07Pemerintah provinsi turun hadir sampai dengan ke akar rumput dan kami pun mahasiswa seluruh elemen pun saling bau-membau.
02:13Namun itu masih belum cukup untuk penanganan karhut lainnya dan juga titik fokus daripada pemerintah pusat ini terutama menhut.
02:22Kami juga menagih yang dimana janji dia ketika ke Palangkaraya ingin berkantor.
02:29Nah ingin berkantor di kota Palangkaraya itu yang kami harapkan supaya dia merasakan.
02:33Apalagi akan lebih bagus apabila seluruh pemerintah pusat itu coba berkantor di Kalimantan.
02:41Saat mendatangi banjar baru Kalimantan Selatan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai penanganan karhutlah di Kalimantan Selatan masih tergolong baik.
02:52Raja Juli mengungkap jumlah titik panas yang relatif lebih rendah dibandingkan provinsi lain di Kalimantan.
03:01Ia meminta warga tetap waspada sebab hujan diprediksi baru turun pada pertengahan November.
03:11Alhamdulillah, Kalimantan Selatan angka hotspotnya terbaik di Kalimantan.
03:18Kita masih punya tantangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Tengah.
03:23Kage, hujan alami itu baru akan hadir di Kalimantan Selatan ini pada pertengahan November.
03:34Di Jambi, kualitas udara terus memburuk akibat asap karhutlah.
03:40Asap pekat menyelimuti seluruh penjuru kota Jambi sehingga jarak pandang semakin terbatas.
03:46Hingga selasa sore, indeks pencemaran mencapai kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Dianjurkan