00:00Alam kita berat, tapi dari ratusan ribu, berapa minggu lalu kita sekarang di bawah seribu,
00:07saya kira ini kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran, enggak bisa.
00:12Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi ke depan.
00:16Tanjung, Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu Taman Nasional.
00:22Saya ucapkan terima kasih atas juri payah saudara-saudara,
00:25para panglima, para kapal kapolda, para pejabat di daerah-daerah.
00:33Ya masalah asap, nanti kita minta masukkan para profesor kita.
00:39Bagaimana, tapi saya kira memang benar ujungnya ya hanya hujan air ya.
00:45Tapi kita dengan strategi yang kita telah bahas,
00:49waktu saya kumpulkan para pakar dari semua kampus,
00:54ya para pakar, profesor-profesor itu dan mereka ahli-ahli dari daerah-daerah sendiri,
01:01bahwa langkah nanti yang paling utama adalah
01:05pencegahan, presisi, mitigasi di tingkat paling bawah,
01:09di tingkat desa.
01:13Saya kira itu dari saya, terima kasih.
01:15Selamat sore.
01:18Ya, ada Pangdam yang mau laporan.
01:20Ya, izin Bapak dari Pangdam,
01:23izin menyampaikan Bapak,
01:25tadi Bapak sampaikan,
01:27untuk Tanjung Puting ini memang menjadi perhatian dunia Bapak,
01:31karena sampai saat ini, hari ini saja,
01:34ada 247 wisatawan mancanegara Bapak,
01:39yang ada di wilayah Tanjung Puting.
01:41Sampai dengan saat ini,
01:43setahun ini sudah 66.000 Bapak wisatawan mancanegara.
01:46Oleh karena itu memang kita harus fokus
01:48untuk memberantas kahutlah ini.
01:53Memang tidak semudah,
01:54yang kita bayangkan Bapak,
01:56saya sudah menunjuk beberapa anggota
01:59untuk meninjau lokasinya.
02:01Itu lokasinya memang sangat terpencar Bapak.
02:05Sangat terpencar wilayahnya,
02:07dan wilayahnya rawa,
02:09rawa, kemudian bukan hanya orang hutan saja Bapak,
02:14yang ada di dalam,
02:15itu masih banyak binatang-binatang buas Bapak.
02:19Termasuk buaya, itu juga masih ada,
02:22ular dan sebagainya.
02:23Oleh karena itu memang,
02:24ini menjadi perhatian sendiri Bapak,
02:27untuk masuk ke sana, itu harusnya hati-hati.
02:29Saya nanti memang sudah membuat tim dari pagi sampai siang tadi,
02:34kita rapat dengan BPPD, dengan Pemda, Polri,
02:38kita membutuhkan tim betul-betul,
02:40sehingga nanti pada saat masuk ke sana itu betul-betul aman bagi anggota juga Bapak.
02:45Karena memang api yang ada di wilayah itu sangat terpencar dan jauh Bapak.
02:50Kemudian,
02:52Ijem melaporkan juga Bapak,
02:54kami hanya ada kekurangan satu Bapak,
02:57karena memang mobil itu tidak bisa masuk,
03:00kita hanya kekurangan pompa-pompa kecil Bapak.
03:05Karena yang sudah dibantu Bapak yang waktu yang lalu,
03:08itu sudah dipakai dan masih dipakai untuk pendinginan di beberapa tempat.
03:13Nah, untuk yang saat ini kita masih kekurangan alkon saja Bapak.
03:18Untuk selang dan sebagainya itu masih cukup,
03:21hanya beberapa alkon saja,
03:22tapi tadi juga saya doa koordinasi dengan Gubernur Kalteng,
03:25itu sudah lagi menyiapkan juga Bapak,
03:27mudah-mudahan ini bisa cepat datang,
03:29karena memang kadang-kadang alkon ini,
03:32alat pompa ini sangat terbatas di Kalimantan Bapak,
03:35sehingga memang mesti didatangkan dari Jawa.
03:37Bapak, kok butuh?
03:39Mungkin kalau untuk mengatasi ini,
03:41sekitar 50 cukup Bapak,
03:43karena memang yang penting itu alatnya ada,
03:46itu bisa cepat kita pakai,
03:48dan bisa kita cepat gunakan.
03:50Demikian juga dengan,
03:51karena memang daerahnya rawa,
03:53itu sulit kita membutuhkan tim bor air Bapak.
03:59Kita sudah ada tim bor air,
04:01tapi memang kita pakai juga di tempat-tempat lain,
04:03sehingga kami sudah bawa juga sekarang,
04:06buat tim untuk bor air,
04:07karena kalau daerah rawa seperti ini,
04:09tidak terlalu sulit,
04:10hanya 10 sampai 15 meter,
04:12untuk membor air,
04:13sehingga untuk bisa memadamkan segera,
04:16api-api yang ada di berbagai wilayah tempat itu Bapak.
04:21Berapa kok butuh, pompa air?
04:23Izin?
04:2550?
04:2650 cukup Bapak.
04:28Kirim 200.
04:28Karena jika lipanan ini di atas,
04:30mungkin dari Jawa dikirim.
04:31Saya kirim 200.
04:32Siap, terima kasih Bapak.
04:34Terima kasih Bapak.
04:35Apalagi kok butuh?
04:37Sementara itu Bapak.
04:38Satu tim bor bisa kau bikin di situ.
04:42Pompanya kan dari kita.
04:44Timnya kan raya setempat kali ya.
04:47Nanti kita cari Bapak untuk timnya.
04:49Satu lubang bor,
04:51berapa biaya untuk
04:52untuk bayar upahnya?
04:56Kalau biaya itu
04:58di lokasi di daerah sini
05:00kurang lebih 10 juta Bapak,
05:02per titik Bapak.
05:03Tapi ini kan...
05:0410 juta per titik?
05:06Siap.
05:07Oke.
05:09Saya kirim 2 miliar 200 titik.
05:13Siap.
05:14Ya?
05:15Siap Bapak, terima kasih Bapak.
05:16Ya.
05:17Tadi kita berdayakan juga masyarakat
05:19untuk bantu untuk membuat bor.
05:20Pencegahan.
05:23Siap.
05:23Saya minta segera diatasi.
05:28Bagaimana visibiliti di atas
05:30Taman Nasional Tanjung Puting?
05:33Sampai saat ini
05:34tadi dengan Dan Lanut dilaporkan
05:36kurang lebih 500 meter Bapak, visibiliti.
05:39Sehingga memang kalau memang
05:41bisa Bapak
05:42dengan teknik AU
05:44kalau bisa dikerahkan
05:46untuk water booming.
05:47karena memang kalau dari swasta Bapak
05:49dia standarnya 5.000 meter
05:51untuk visibiliti.
05:53Kemarin di Karsel
05:54itu 3.000
05:55dari angkatan udara
05:57atau penerbang itu berani
05:58untuk menerbangkan
06:00water booming
06:02di atas 3.000 meter Bapak.
06:06Baik.
06:08Oke.
06:08Nanti kita konsolidasi ya.
06:11TNI ya.
06:12Polri ya.
06:12Konsolidasi penerbang-penerbang.
06:14baik
06:17nanti
06:18Kapolri akan menjelaskan
06:19tapi saya kira
06:20nggak usah
06:20nggak usah
06:22terlalu terbuka
06:24ya.
06:24Nanti menjelaskan
06:25secara
06:26secara
06:27terbatas
06:28kepada
06:29kami saja.
06:32Baik.
06:32Kalau begitu
06:33terima kasih semuanya
06:33sudah-sudah sekalian.
06:35Ya.
06:35Terima kasih.
06:36Terima kasih.