Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 minggu yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengaku ingin meminta masukan dari para ahli untuk mengatasi masalah asap yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas terkait karhutla yang digelar secara hybrid di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

"Ya, masalah asap nanti kita minta masukan para profesor kita, bagaimana," ujar Prabowo.

Baca Juga Kepala BNPB Lapor Prabowo: Karhutla Akan Membaik pada Pertengahan Oktober hingga November di https://www.kompas.tv/nasional/695757/kepala-bnpb-lapor-prabowo-karhutla-akan-membaik-pada-pertengahan-oktober-hingga-november



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695759/prabowo-mau-minta-masukan-profesor-untuk-atasi-karhutla
Transkrip
00:00Alam kita berat, tapi dari ratusan ribu, berapa minggu lalu kita sekarang di bawah seribu,
00:07saya kira ini kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran, enggak bisa.
00:12Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi ke depan.
00:16Tanjung, Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu Taman Nasional.
00:22Saya ucapkan terima kasih atas juri payah saudara-saudara,
00:25para panglima, para kapal kapolda, para pejabat di daerah-daerah.
00:33Ya masalah asap, nanti kita minta masukkan para profesor kita.
00:39Bagaimana, tapi saya kira memang benar ujungnya ya hanya hujan air ya.
00:45Tapi kita dengan strategi yang kita telah bahas,
00:49waktu saya kumpulkan para pakar dari semua kampus,
00:54ya para pakar, profesor-profesor itu dan mereka ahli-ahli dari daerah-daerah sendiri,
01:01bahwa langkah nanti yang paling utama adalah
01:05pencegahan, presisi, mitigasi di tingkat paling bawah,
01:09di tingkat desa.
01:13Saya kira itu dari saya, terima kasih.
01:15Selamat sore.
01:18Ya, ada Pangdam yang mau laporan.
01:20Ya, izin Bapak dari Pangdam,
01:23izin menyampaikan Bapak,
01:25tadi Bapak sampaikan,
01:27untuk Tanjung Puting ini memang menjadi perhatian dunia Bapak,
01:31karena sampai saat ini, hari ini saja,
01:34ada 247 wisatawan mancanegara Bapak,
01:39yang ada di wilayah Tanjung Puting.
01:41Sampai dengan saat ini,
01:43setahun ini sudah 66.000 Bapak wisatawan mancanegara.
01:46Oleh karena itu memang kita harus fokus
01:48untuk memberantas kahutlah ini.
01:53Memang tidak semudah,
01:54yang kita bayangkan Bapak,
01:56saya sudah menunjuk beberapa anggota
01:59untuk meninjau lokasinya.
02:01Itu lokasinya memang sangat terpencar Bapak.
02:05Sangat terpencar wilayahnya,
02:07dan wilayahnya rawa,
02:09rawa, kemudian bukan hanya orang hutan saja Bapak,
02:14yang ada di dalam,
02:15itu masih banyak binatang-binatang buas Bapak.
02:19Termasuk buaya, itu juga masih ada,
02:22ular dan sebagainya.
02:23Oleh karena itu memang,
02:24ini menjadi perhatian sendiri Bapak,
02:27untuk masuk ke sana, itu harusnya hati-hati.
02:29Saya nanti memang sudah membuat tim dari pagi sampai siang tadi,
02:34kita rapat dengan BPPD, dengan Pemda, Polri,
02:38kita membutuhkan tim betul-betul,
02:40sehingga nanti pada saat masuk ke sana itu betul-betul aman bagi anggota juga Bapak.
02:45Karena memang api yang ada di wilayah itu sangat terpencar dan jauh Bapak.
02:50Kemudian,
02:52Ijem melaporkan juga Bapak,
02:54kami hanya ada kekurangan satu Bapak,
02:57karena memang mobil itu tidak bisa masuk,
03:00kita hanya kekurangan pompa-pompa kecil Bapak.
03:05Karena yang sudah dibantu Bapak yang waktu yang lalu,
03:08itu sudah dipakai dan masih dipakai untuk pendinginan di beberapa tempat.
03:13Nah, untuk yang saat ini kita masih kekurangan alkon saja Bapak.
03:18Untuk selang dan sebagainya itu masih cukup,
03:21hanya beberapa alkon saja,
03:22tapi tadi juga saya doa koordinasi dengan Gubernur Kalteng,
03:25itu sudah lagi menyiapkan juga Bapak,
03:27mudah-mudahan ini bisa cepat datang,
03:29karena memang kadang-kadang alkon ini,
03:32alat pompa ini sangat terbatas di Kalimantan Bapak,
03:35sehingga memang mesti didatangkan dari Jawa.
03:37Bapak, kok butuh?
03:39Mungkin kalau untuk mengatasi ini,
03:41sekitar 50 cukup Bapak,
03:43karena memang yang penting itu alatnya ada,
03:46itu bisa cepat kita pakai,
03:48dan bisa kita cepat gunakan.
03:50Demikian juga dengan,
03:51karena memang daerahnya rawa,
03:53itu sulit kita membutuhkan tim bor air Bapak.
03:59Kita sudah ada tim bor air,
04:01tapi memang kita pakai juga di tempat-tempat lain,
04:03sehingga kami sudah bawa juga sekarang,
04:06buat tim untuk bor air,
04:07karena kalau daerah rawa seperti ini,
04:09tidak terlalu sulit,
04:10hanya 10 sampai 15 meter,
04:12untuk membor air,
04:13sehingga untuk bisa memadamkan segera,
04:16api-api yang ada di berbagai wilayah tempat itu Bapak.
04:21Berapa kok butuh, pompa air?
04:23Izin?
04:2550?
04:2650 cukup Bapak.
04:28Kirim 200.
04:28Karena jika lipanan ini di atas,
04:30mungkin dari Jawa dikirim.
04:31Saya kirim 200.
04:32Siap, terima kasih Bapak.
04:34Terima kasih Bapak.
04:35Apalagi kok butuh?
04:37Sementara itu Bapak.
04:38Satu tim bor bisa kau bikin di situ.
04:42Pompanya kan dari kita.
04:44Timnya kan raya setempat kali ya.
04:47Nanti kita cari Bapak untuk timnya.
04:49Satu lubang bor,
04:51berapa biaya untuk
04:52untuk bayar upahnya?
04:56Kalau biaya itu
04:58di lokasi di daerah sini
05:00kurang lebih 10 juta Bapak,
05:02per titik Bapak.
05:03Tapi ini kan...
05:0410 juta per titik?
05:06Siap.
05:07Oke.
05:09Saya kirim 2 miliar 200 titik.
05:13Siap.
05:14Ya?
05:15Siap Bapak, terima kasih Bapak.
05:16Ya.
05:17Tadi kita berdayakan juga masyarakat
05:19untuk bantu untuk membuat bor.
05:20Pencegahan.
05:23Siap.
05:23Saya minta segera diatasi.
05:28Bagaimana visibiliti di atas
05:30Taman Nasional Tanjung Puting?
05:33Sampai saat ini
05:34tadi dengan Dan Lanut dilaporkan
05:36kurang lebih 500 meter Bapak, visibiliti.
05:39Sehingga memang kalau memang
05:41bisa Bapak
05:42dengan teknik AU
05:44kalau bisa dikerahkan
05:46untuk water booming.
05:47karena memang kalau dari swasta Bapak
05:49dia standarnya 5.000 meter
05:51untuk visibiliti.
05:53Kemarin di Karsel
05:54itu 3.000
05:55dari angkatan udara
05:57atau penerbang itu berani
05:58untuk menerbangkan
06:00water booming
06:02di atas 3.000 meter Bapak.
06:06Baik.
06:08Oke.
06:08Nanti kita konsolidasi ya.
06:11TNI ya.
06:12Polri ya.
06:12Konsolidasi penerbang-penerbang.
06:14baik
06:17nanti
06:18Kapolri akan menjelaskan
06:19tapi saya kira
06:20nggak usah
06:20nggak usah
06:22terlalu terbuka
06:24ya.
06:24Nanti menjelaskan
06:25secara
06:26secara
06:27terbatas
06:28kepada
06:29kami saja.
06:32Baik.
06:32Kalau begitu
06:33terima kasih semuanya
06:33sudah-sudah sekalian.
06:35Ya.
06:35Terima kasih.
06:36Terima kasih.

Dianjurkan